Untuk Apa Kita Hidup Jika Tuhan Tidak Menciptakan Kita?

Sekitar dua minggu lalu saya mendapatkan sebuah kesempatan yang luar biasa. Sebuah gereja Kristen yang cukup besar di dekat rumah saya mengadakan sebuah kelas pendalaman iman bermodel diskusi dengan tema “Gereja dan Tantangan Ateisme.” Saya diizinkan untuk ikut dan berbagi pandangan saya soal berbagai isu dari sudut pandang ateisme dan juga mengenai ateisme itu sendiri.

Sesaat setelah saya berbagi, seorang peserta diskusi mengangkat tangannya dengan penuh emosi dan suara lantang menyuarakan pendapatnya:

“Saya ingin apa yang disampaikan di forum ini berimbang. Memang benar bahwa saat ini ateisme dengan berbekal segala sains sekulernya telah mampu menjelaskan fenomena–fenomena yang terjadi di dunia ini. Namun ada satu hal dasar yang para ateis tidak bisa menjawabnya, yaitu mengenai kehidupan kita sendiri.
Baca lebih lanjut

Iklan