Apa penjelasan ateis mengenai Anak Indigo?

Semua orang ingin anaknya dianggap spesial. Semua anak ingin dirinya dianggap spesial. Anak anak pada umumnya sangat gemar berimajinasi bahkan dalam beberapa kasus tidak mampu membedakan imajinasi dengan realita. Ini juga terjadi pada orang dewasa dan disebut sebagai gejala schizophrenia. Kelainan ini menyebabkan mereka seolah mendengar sesuatu, melihat sesuatu, dll. Perkembangan media informasi yang luar biasa dewasa ini membuat banyak anak kecil menjadi lebih tau dibanding anak kecil satu dasawarsa yang lalu.

Anak yang terlanjur dianggap indigo akan berbuat apapun untuk mempertahankan perhatian yang sudah didapatnya termasuk dengan melakukan trik trik murahan, akting, dan kebohongan. Ini dapat dimaklumi karena merupakan mekanisme pertahanan secara alami untuk mempertahankan posisinya dalam lingkungan sosialnya. Orang tua yang terlanjur bangga dan percaya akan anaknya yang spesial memperparah keadaan dengan melakukan selective thingking. Apapun fenomena yang terjadi akan dikaitkan dengan ‘kemampuan’ si anak dan cenderung melebih lebihkan didepan orang tua lainnya.

Jika kita mempelajari sejarah istilah anak indigo, istilah itu muncul pertama kali dalam buku yang ditulis seorang paranormal bernama Lee caroll berjudul “The Indigo Children” yang mengklaim anak anak indigo adalah anak yang kerasukan roh dari planet Kryon.

Fenomena anak indigo adalah fenomena yang sangat memprihatinkan dalam dunia pendidikan indonesia. Lihat bagaimana istilah anak indigo dan aura sudah ditinggalkan di negara maju karena sudah diketahui sebagai sebuah kepalsuan.

Pineal gland adalah bagian otak yang sering di selewengkan fungsinya oleh mereka yang menjual pseudoscience. Sama seperti mesenchepalon (otak tengah) yang juga digunakan untuk penipuan mengintip secara massal. Tak ada satupun anak indigo yang memiliki kemampuan luar biasa yang bisa diuji.