Apa itu mesin waktu?

20130825-163931.jpg

Mesin waktu, dari sudut pandang film-film fiksi sains, adalah sebuah kendaraan di mana pengendara (dan penumpangnya) mempunyai kemampuan untuk memanipulasi arus jalannya waktu sehingga dapat memutarbalikkan waktu menuju masa lalu atau mempercepat waktu menuju masa depan. Apakah kemampuan untuk memanipulasi arus jalannya waktu ini benar-benar bisa dilakukan? Mari kita bahas bersama. Tapi sebelumnya mari kita bedakan antara perjalanan ke masa lalu dan ke masa depan.

Apakah perjalanan menuju masa lampau itu mungkin? Apakah kita bisa memutarbalikkan waktu?

Jawaban singkatnya, tidak. Dalam bidang fisika termodinamika, kita mengenal apa yang disebut dengan entropi. Entropi, dalam skala keseharian, adalah nilai perubahan energi untuk mencapai keseimbangan temperatur dalam sebuah sistem tertutup. Contoh sederhana disebutkan dalam hukum kedua termodinamika itu sendiri: energi panas akan selalu mengisi ruangan yang bersuhu lebih rendah sehingga suhu akhir ruangan tersebut mencapai keseimbangan. Sedangkan di skala sub-atomik, entropi adalah dinamika pergerakan partikel untuk mencapai suatu keseimbangan (thermal equilibrium) yang berprinsip pada hukum kedua termodinamika. Jadi, memutarbalikkan waktu berarti juga memutarbalikkan momentum pergerakan seluruh partikel di alam semesta ini agar menempati posisi sebelumnya. Hal ini tentu bertentangan dengan hukum kedua termodinamika.

Baca lebih lanjut

Apakah benar Einstein pernah membantah seorang profesor tentang keberadaan Tuhan?

Dialog seorang profesor dengan muridnya mengenai teodisi atau upaya untuk merekonsiliasi keberadaan Tuhan dengan kejahatan telah menyebar luas di dunia maya. Seorang murid dikisahkan berhasil membantah pernyataan profesor yang digambarkan “sombong.” Biasanya di akhir kata ditambahkan embel-embel “murid itu adalah Albert Einstein,” yang jelas salah karena Einstein tidak percaya Tuhan personal, namun kepada Tuhannya Baruch Spinoza, yaitu keserasian hukum alam. Selain mencatut nama Einstein, dialog ini juga memiliki kesalahan logika yang fatal.

Berikut adalah perbaikan untuk dialog tersebut yang diterjemahkan dari http://www.rationalresponders.com/debunking_an_urban_legend_evil_is_a_lack_of_something dengan sedikit adaptasi.
Baca lebih lanjut

Apa yang dimaksud Einstein dengan “God didn’t play dice”?

Pertanyaan terkait:
– bukankah Einstein percaya Tuhan?
– apa agama einstein?

Jawaban:

Harus dilihat konteksnya.
1. Einstein adalah seorang Panteis, berarti god yang dimaksud dia mengacu kepada God seorang Panteis yaitu Alam Semesta.
jadi artinya “Alam Semesta tidak bermain dadu”

2. Quantum
bermain dadu disini, merujuk kepada Heisenberg’s “Uncertainty Principle” dimana salah satunya mengatakan bahwa keberadaan sebuah partikel itu tidak bisa ditentukan secara pasti.
yang bisa dikatakan adalah probabilitas keberadaan partikel tersebut.
jadi 2 partikel dalam keadaan yang sama persis, belum tentu menempati posisi yang sama persis.
yang bisa ditentukan adalah seberapa besar kemungkinannya partikel tersebut berada di posisi tertentu. permainan peluang ini yang dimaksud “bermain dadu” oleh Einstein.

http://www.ias.ac.in/resonance/July2008/p655-661.pdf

–LadyLusifer–