Cara Bergabung

Anda Bertanya Ateis Menjawab (ABAM) merupakan produk dari Indonesian Atheist (IA), sebuah perkumpulan nirlaba sebagai tempat bernaung individu-individu non-believer di Indonesia. IA bertujuan sebagai support group bagi sesama anggota yang mengalami diskriminasi sehubungan ketidakpercayaannya terhadap agama dan Tuhan. Menciptakan lingkungan yang lebih toleran adalah salah satu tujuan kami.

Cara bergabung dan berkontribusi:

  1. Silahkan bergabung dengan Facebook Group IA di http://www.facebook.com/groups/indonesianatheists (hanya bagi ateis dan agnostik)
  2. Untuk publik secara luas kami menyambut partisipasinya di Facebook Page ABAM http://fb.ateismenjawab.com

25 thoughts on “Cara Bergabung

  1. ya sudah buat apa anda hidup berpura-pura kalau anda memang tidak percaya agama dan tuhan ya anda tinggalkan atribut agama anda, tanpa agama dan tuhan pun anda masih bisa melakukan kebaikan

    • kita harus yakin bahwa tuhan itu ada,dan kita tidak boleh bertanya tentang dimana itu tuhan.karena tuhan akan selalu menyertai dimana pun kita berada

  2. Ijinkan sya untuk memberi perspektif tentang agama,mungkin bukan dr saya tp perlu di pahami maksud mengapa kita perlu Tuhan.pertama saya mau kasih informasi buku dng judul hayatu Muhammad dikarang oleh Muhamad Haikal, kedua video2-nya abduraheem green,Hamzah Tzortzis banyak di internet, misal judul “do good people go to hell?” atau yg lainnya munkin terdengar lucu tp disana mereka bukan kebanyakan religius menurut versi dan culture kebanyakan religion tp dr hasil pencarian seperti para atheis di dunia barat yg masih memegang dogma teori darwin dan evolusi big bang, coba dengarkan perpektifnya,gak salah kan…Abam itu saja dr saya.tq

    • Romadhony, boleh tau apa yang menyebabkan kamu ragu akan keberadaan Tuhan? Saya seorang Nasrani tapi bagi saya tidak penting apa agama atau keyakinanmu, yang penting adalah argumentasimu. Setidaknya saya ingin tau apa argumentasimu sehingga kamu ragu bahwa Tuhan itu ada

    • Apa anda sudah bertemu dengan orang mati?…apa anda tau kehidupan setelah mati.?apa anda tau sudah meraskan kematian?jika tau jawabanya saya akan percaya lagi agama…inget jawaban nya yang masuk logika,bukan dari alquran atau dari kitab2…

    • Bila memang ingin menjawab dari sisi sains, dan dengan asumsi bahwa pertanyaannya adalah ke mana “roh” kita pergi dan bukan tubuh karena jelas tubuhnya tidak ke mana-mana kalau mati, paling dibawa ke kuburan atau dikremasi.

      Jawabannya adalah “tidak tahu”, karena jawaban berdasarkan sains adalah jawaban yang harus bisa dibuktikan secara pasti. Sedangkan tidak ada satupun teori tentang alam kematian yang bisa dibuktikan secara sains. Keberadaan roh atau kesadaran sendiri bukan sesuatu yang bisa dibuktikan secara sains.

      Karena itu yang menjadi jawaban bukanlah ke ruang hampa dengan rasa kesepian karena tidak bisa dibuktikan bahwa kita akan pergi ke ruang hampa, atau bahwa kita akan dapat tetap merasa kesepian.

      Berbagai agama dan filosofi menawarkan teori-teori tentang ke mana kita pergi setelah kita mati. Tapi jawaban berdasarkan sains adalah “tidak tahu”. Sedangkan jawaban berdasarkan ateisme adalah tergantung pada individual masing-masing karena ateisme hanya berarti tidak menganut kepercayaan bahwa Tuhan itu ada, tapi bisa saja seorang ateis misalkan percaya pada reinkarnasi.

  3. Saya bekas muslim mhsiswa Teknik kimia
    ortu saya memarahi saya krn saya Atheist
    begitu ortu saya brikan buku THE GOD DELUSION , beberapa bulan setelahnya uang tunggu hajinya ditarik , diganti dengan liburan ke phuket Thailand
    saya yakin setelah mati , mayat hanya jadi debu cosmic saja

  4. Jika Atheists itu ada, maka theists itu juga ada🙂 Dimana theists itu adalah orang-orang yang mempercayai bahwa Tuhan itu ada🙂 Dan Atheists itu muncul setelah adanya Theist😀 … Sebagai Gambaranny : ” Bagaimana mungkin adanya pertentangan jika tidak ada sesuatu yang menyebabkan pertentangan tersebut ”🙂 ……………………………………………………………………….
    Jadi, kesimpulannya Theists itu lebih benar dibandingkan dengan Atheists.
    Dimana Atheists mengandalkan Pengetahuannya untuk menentang Tuhan dan suatu saat nanti akan terbukti oleh Atheists sendiri tentang Keberadaan Tuhan yang tidak sebanding dengan pengetahuan yang mereka miliki😀 Memang sih mereka pintar😀 Tapi sayangnya mereka telah menjadi bodoh dikarenakan kepintaran mereka sendiri.

    • dengan menggunakan argumen anda

      Jika “Aunicorn-ist” itu ada, maka “Unicorn-ist” itu juga ada🙂 Dimana Unicorn-ist itu adalah orang-orang yang mempercayai bahwa Tuhan itu ada🙂 Dan Aunicorn-ist itu muncul setelah adanya Unicorn-ist😀 … Sebagai Gambaranny : ” Bagaimana mungkin adanya pertentangan jika tidak ada sesuatu yang menyebabkan pertentangan tersebut ”🙂 ……………………………………………………………………….
      Jadi, kesimpulannya Unicorn-ist itu lebih benar dibandingkan dengan Aunicornist.

      Enjoy….

    • Kenalkan saya hen anugrah. Seorang atheis. BerIQ 141 dan sangat menyukai ilmu padti berhitung. Sy tidak percaya dg agama apapun. Semua ajaranya baik dan memang dibuat begitu oleh manusia agar terjalin kerukunan dan kebaikan dg orang lain. Semua agama mengaku paling baik dan secara logika satu agama dg agama lain selalu berseberangan. Merasa paling benar. Itulah mengapa sy lebih damai dan lurus dln berfikir ketika menjadi atheis. Tidak ada beban krterikatan dg sebuah agama.

  5. Saya sangat senang dengan komunitas2 seperti ini yang berusaha mendobrak kepalsuan yang sudah established selama ratusan bahkan ribuan tahun. Memang berulang kali kita direpotkan dengan masalah2 yang dikait2kan dengan atas nama agama, dan itu cenderung bergantian. Besar harapan saya bahwa kelompok2 pendobrak yang berani ini tetap mengutamakan logika dan rasionalitas serta terus memperluas dan memperdalam pengetahuan dalam berbagai bidang. Sebab tanpa sikap tersebut, dikemudian hari pemikiran2 kalian hari ini hanya akan dipercayai dan diterjemahkan secara buta oleh generasi2 yang akan datang, sehingga pemikiran kalian malah menjadi cikal bakal sebuah agama baru. Bila sudah menjadi agama baru dan pengikutnya merasa sebagai yang paling benar, maka masalah yang sama akan muncul. Harus juga diingat bahwa sebelumnya agama2 yang ada sekarang, dahulunya adalah sebuah solusi dari permasalahan masyarakat disana di rentang waktu tertentu. Terbukti adanya masa2 keemasan dari masing2 agama. Namun karena pengikut2nya dikemudian hari dengan seenaknya bisa menerjemahkan, menambahkan dan bahkan mengurangi ajaran maka jadilah masalah, mengingat adanya pengaruh kekuasaan politik dan ekonomi yang ikut bermain juga.
    Pada jamannya, Atheisme itu bukanlah sebuah paham, melainkan sebuah tuduhan berat yang ditimpakan ke seseorang atau suatu kelompok yang dianggap berlawanan dengan ajaran tuhan. bicara pada jaman awal istilah itu keluar, otoritas agama tertinggi pada saat itu adalah gereja. Sebenarnya posisi Atheist adalah posisi kritis (dalam arti aktif) dalam menghadapi sebuah klaim. Seorang yang murni kritis menggunakan logika dan rasionalitas tidak pernah memposisikan dirinya menolak, mereka selalu siap menerima sebuah ide apapun, setelah penjelasannya dapat dilogikakan dan rasional. Bila ide itu absurd maka dengan sendirinya akan tertolak, bukan ditolak. Yang tertolak tidak selamanya tertolak, bila dihadapkan kembali dengan fakta dan penjelasan yang terbaru, bisa jadi tidak tertolak. Mereka yang pernah terikat dengan metode2 akademik pasti paham hal2 yang seperti itu.
    Tetap berjuang dengan semangat, namun santai. Tidak perlu emosi, karena emosi itu bentuk kelemahan kontrol diri, yang mana orang yang berkuasa atas pikirannya pasti berkuasa penuh atas dirinya. Abdikan diri pada ilmu pengetahuan dan jangan pernah memimpikan kekuasaan atau kekayaan dari paham kalian. Dengan itu gerakan yang kalian lakukan akan seterusnya murni demi kebenaran.

  6. ada cara bergabung yg laen ga??
    recently locked out dari fb
    sumone flag me because Im a nasty atheist.. hahahaa.. and im not intended to built a new one..
    kalo ada kasih tau yahh..
    ingin gabung di sebuah forum yg bikin saya lebih menggunakan otak saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s