Seberapa Haram Alkohol Sebetulnya?

Karena akhir – akhir ini isu halal/haramnya makanan/minuman lagi rame, terutama isu “Solaria gak halal” dan “Ahok bilang bir bukan miras karena alkoholnya sedikit”, gw mau ngoceh dikit yak soal sebuah hal yang udah ada di kepala gw bertahun – tahun tapi belom pernah gw keluarin dari kepala gw

boleh kan? boleh kan?

Kalo gak boleh yaudah sih gak usah diterusin bacanya kok repot :p

Waktu gw jaman kuliah, pas materi pelajaran agama Islam, ada perdebatan antara temen sekelas gw dan dosen gw soal seharam apa Alkohol, temen gw bilang:

“Alkohol itu haram no matter what, jangankan minuman beralkohol, bikin kue pake rum ataupun pake parfum yang mengandung alkohol aja sebetulnya haram”

Sementara dosen gw bilang:

“Yang haram itu mabuknya, kalau kamu gak mabuk ya gak haram”

Secara pas itu status gw adalah teis gak pedulian gw gak ambil pusing buat ikutan mereka debat, tapi belakangan pas gw baca2 sejarah soal Islamic Golden Age, gw rasa gw nemuin jawabannya:

Alkohol itu gak haram, kecuali lo pake buat memabukkan diri.

Seperti biasa gw akan mulai dari definisi dulu, sesuai pelajaran kimia kita jaman SMA, kita sepakat ya bahwa definisi Alkohol adalah senyawa rantai karbon yang di ujungnya ada -OH.

Sepakat kan? Sepakat kan? Lanjut.

Sekarang kita lihat lagi, kapankah Alkohol mulai dikenal manusia?

Di Eropa, Timur Tengah sampai Asia Timur, sejak abad sebelum masehi sudah dikenal beberapa jenis minuman yang mengandung Alkohol dan memabukkan, mulai dari anggur, khamr sampai arak udah dikenal sama berbagai peradaban.

Tapi mereka belum kenal tuh yang namanya Alkohol, mereka cuma tau itu bikin mabuk, titik. Gak tau ada komposisi apa di dalemnya, karena ilmu kimia (ataupun alkemi, pendahulunya) belum sampai situ.

Nah, pas Islamic Golden Age, para ilmuwan – ilmuwan jaman itu kan kurang kerjaannya bukan main tuh, segala hal mereka riset hingga menghasilkan berbagai temuan penting dan luar biasa bagi dunia, di situlah mereka baru menemukan adanya zat bernama Alkohol, termasuk cara membuatnya.

note: notice gak bahwa semua hal berbau ilmiah yang depannya “Al” itu bikinan Islamic Golden Age? Contoh: Al-jabar, Al-goritma, Al-kaline dan termasuk juga Al-kohol (Al-kuhl)

Nah, ketika mereka menemukan Alkohol apa mereka langsung bilang itu haram? Ya nggak. Prinsip mereka yang diharamkan dalam Quran itu kan khamr, dan prinsip mereka khamr mengacu pada sifat “memabukkan”-nya, bukan sama komposisi di dalamnya.

Alkohol adalah salah satu produk paling penting dalam kemajuan Islam di era itu, berkat Alkohol dan teknik ekstraksi wangi dari tumbuh – tumbuhan, mereka berhasil bikin minyak wangi terbaik sepanjang sejarah sampai saat itu, dan itu jadi komoditi ekspor gede – gedean ke cina, eropa dan afrika, salah satu penyokong ekonomi yang bikin maju mereka.

Di luar itu, tentara Muslim di jaman itu yang begitu perkasa ketika bertempur melawan musuh – musuhnya, salah satu rahasianya adalah minum ramuan khusus yang digunakan untuk meningkatkan stamina dan konsentrasi, dimana salah satu bahannya adalah Alkohol.

Jadi, kalau menurut gw sih, berkaca kepada sejarah, yang diharamkan adalah apa yang memabukkan, bukan spesifik bahan Alkohol itu sendiri, jadi kalo ditanya komentar Ahok bener apa salah pas dia bilang bir itu bukan minuman keras, ya pikir aja sendiri, kadar Alkohol di bir itu cuma 5%, kaliin deh sama total massa yang cuma 300 gram-an cairan dalam sebotol/sekaleng bir, cuma ada 15 gram alkohol di situ, bikin mabok gak?

Kalo argumennya “kalo minum sekaleng mungkin nggak, tapi kalo banyak kan mabok”, ya minum air putih kalo seliter juga mabok, cobain aja deh minum aqua seliter terus beraktivitas, apa gak mabok karena kembung tuh?

Ini pemikiran gw dulu aja sih, sekarang ya udah gak ngaruh juga buat gw, toh gw mau minum ya minum aja, tapi in case ada yang tertarik buat mempertimbangkan halal/haramnya Alkohol dari sudut pandang ini ya silahkan, kan banyak tuh pengen makan kue pake rum tapi takut haram karena ada Alkoholnya.

Sekian ocehan singkat gw, kalo ada salah fakta atau logical fallacy mohon dikoreksi😉

Updated:

Berdasarkan diskusi di sesi komentar saat post ini gw bikin di notes Facebook, ada beberapa masukan soal bagaimana memandang kehalal/haraman Alkohol:

  • Ada sebuah hadits yang menyatakan bahwa Rasul pernah mengkonsumsi cuka, dimana cuka sendiri adalah hasil fermentasi yang mengandung Alkohol, disini ditunjukkan bahwa haram/halal memang bukan semata – mata karena Alkohol
  • Salah satu cara mudah menentukan sebuah zat (baik beralkohol maupun tidak) haram atau tidak adalah dengan melihat trend dari zat tersebut, jika zat tersebut cenderung membuat mabuk (mis: vodka, whiskey, etc) ya sebaiknya dianggap haram, tapi kalau tidak (mis: durian, tape) ya berarti bisa dianggap halal

20 thoughts on “Seberapa Haram Alkohol Sebetulnya?

  1. Kurang penjelasan mengenai ayat/hadis soal alkohol.

    Dari situ musti dirinci, alkohol kadar berapa yang sudah haram. Jika disandingkan dengan hadis, “Yang banyaknya haram, maka sedikitnya pun haram” maka, duren, bir, tape yang mengandung sedikit alkohol, juga parfum yang alkoholnya menguap serta terhirup hidung, juga haram.

    Kalau pakai prinsip yang haram adalah semua yang memabukkan, maka bagaimana dengan mabuk darat, laut, udaran?

    Kalau yang haram hanya yang diniatkan untuk memabukkan diri, maka segala hal halal. Karena setiap orang selalu bisa berkilah, “Nggak mau mabok kok…cuma mau nyabu dikit aja…eeeh tau-tau mabok… Sorry, bang, itu matahari apa bulan?”

    • gimana caranya di hadits bisa ada penjelasan berapa persen kadar alkohol yang masih halal, istilah alkohol sendiri aja baru dipakai pas zat alkohol itu berhasil didistilasi beberapa ratus tahun setelah Rasul meninggal -_-

      kalau saya sih mikirnya simple saja, daripada bingung mau ditempel dan diinterpretasikan dengan ayat/hadits yang mana, liat saja apa yang terjadi di masa lalu, apa ada yang mabuk karena parfum? atau tape? atau black forest dengan rum?😉

      • Tapi teman saya ada yang mabuk duren. Sumpah!

        Juga ada yang mabuk darat.

        Ada juga mabuk dengan makan jamur jenis tertentu di Parangtritis. Yang saya tahu, jamur di Parangtritis itu nggak ada alkoholnya.

        Yang ini haram semua? Artinya, gimana, kita boleh naik transportasi darat dan kemudian mabuk darat, selama perjalanan darat yang kita tempuh itu tidak diniati untuk memabukkan diri?

        Besok saya akan coba minum vodka deh. Dengan niat tidak untuk memabukkan diri. Siap-siap dua botol. Ina amalu biniyah. Semua amal itu tergantung niatnya.

        Halal!

  2. Percakapan ini terjadi antara kakak gue dan ibu2 pembuat kue di komplek
    Ibu Kue: Kue2 ibu semuanya dijamin halal dek, ga ada yg pake rum sama sekali, tetep enak kok.
    Kakak: tapi kan skrg ada rum tanpa alkhol bu
    Ibu Kue: biarpun tanpa alkohol, namanya ttp rum, jd ibu gak mau pake
    Kakak: (berbinar2 dan bs ditebak setelah itu doi jd pelanggan ttp dan ga mau lg beli kue di Holland Bakery, JCo dan sejenisnya)
    Gue: (dlm ati) you fools, jd cm masalah nama nih? klo namanya diganti dari “rum non alkohol” menjadi “albasyiir” misalnya…statusnya berubah jd halal, gt?

    that led me to google and found this, http://groups.yahoo.com/group/naturalcookingclub/message/272253
    sayang situs halal MUInya gak bs dibuka lg, tapi http://www.halalguide.info/2009/03/19/arak-dan-masakan/ menquote
    ” Fatwa MUI no 4 2003 tentang pedoman fatwa produk halal, bagian “penggunaan nama produk dan bahan”, menyatakan: Tidak boleh mengonsumsi dan menggunakan nama dan/atau simbol-simbol makanan/minuman yang mengarah kepada kekufuran dan kebatilan.

    Tidak boleh mengonsumsi dan menggunakan bahan campuran bagi komponen makanan.minuman yang menimbulkan rasa/aroma (flavour) benda-benda atau binatang yang diharamkan, seperti mie instan rasa babi, bacon flavour, dll. Tidak boleh mengonsumsi makanan/minuman yang menggunakan nama-nama makanan/minuman yang diharamkan seperti whisky, brandy, beer, dll.”

    So dude, menurut MUI, gak cm kandungan alkoholnya aja yg jd masalah, tp jg nama n simbolnya. keep in mind klo lo pgn bisnis beer non alkohol, ganti namanya jd al zabeeb dan kasi simbol onta :p

    Oh, and 1 lg…di semua airlines company timur tengah yg pnh gw naekin (Kuwait, Emirates, Etihad, Qatar) di menu mereka sll ditulis “semua mengikuti prosedur dalam Islam” biasanya gw ga pnh peduliin itu, until one day gw terbang sm temen non muslim n dia tanya apa arti tulisan itu. Gw jwb artinya mrk gak sediain menu babi, terus menu sapi/ayam mrk disembleh menurut prosedur dlm Islam, dlm proses memasak jg ga menggunakan minyak babi atau minuman beralkohol spt wine atau sake. Temen gw mikir, trs ngomong “so why are they serving the champagne to those arabs?” sambil nunjuk pramugari yg lg nyediain champagne ke penumpang 1st class yg isinya 90% cowo2 arab bergamis putih.
    Speechless……….
    Harusnya gw jwb “itu cuma ilusi oftik” yaaa….

    • Itu yang disajikan di airline Timur Tengah kepada orang-orang Arab itu mungkin minuman bersoda non-alkohol bernama As-syampa’in, yang halal, walaupun botol, label, dan packagingnya mirip dengan champagne minuman kafir yang haram itu.

      Lagipula, pria-pria bergamis itu ‘kan belum tentu Islam. Siapa tahu mereka kristen, atau ateis. Dan kebijakan airlines adalah mengikuti aturan Islam bagi penumpang Islam. Penumpang lain, terserah saja mengikuti aturan yang mana. Nggak pake aturan juga boleh, asal jangan melanggar aturan keselamatan terbang.

      Sementara itu, bagi kakak dan ibu, saya kira perlu diketahui bahwa nama “Rum” itu adalah nama yang halal thoyibban karena terdapat dalam Al Qur’an, yaitu surah Ar-Rum, yang berarti “Orang Romawi.”

    • Mabuk duren atau tape paling cuma tipsy ajah, atau muntah2…lah kalo mabok alkohol, wine…etc. apalagi yg minum cw di tempat night club, apa gak bahaya?? jadi lebih banyak pengaruh baik atau buruknya alkohol itu… Kejahatan skrg krn mabuk alkolhol atau mabuk duren??..hehe

  3. Yang diharamkan itu khamr, memang bukan secara spesifik alkoholnya. Nah khamr itu adalah minuman yang memabukkan yang dibuat dengan cara fermentasi. Minuman-minuman beralkohol kan dibuat dengan cara itu, oleh karena itu makanya haram. Sedangkan kalau tape, karena dia bukan produk minuman (yang dikonsumsi adalah tapenya), maka sebagian ulama menganggap bahwa tape itu boleh.

    Trus kenapa black forest pake rum haram? Ya iya lah karena rum itu khamr dan otomatis haram. Jadi segala produk turunan dari rum itu, termasuk black forest yang pakai rum, itu haram. Kalau cuka apel, karena pembuatannya itu menyerupai pembuatan khamr, dan yang digunakan adalah hasil cairannya, makanya dianggap haram juga.

    Kalo memang orang bilang alkohol atau produk fermentasi adalah haram, bukannya roti itu juga produk fermentasi ya? Nah itu kan nggak haram.

    Wallahu’alam

    • Nah itu dia. Kalo Black Forest pake rum non-alkohol masih haram nggak? Apa sudah halal? Kerna ketentuan MUI kalo namanya berbau/mirip dengan hal yang memabukkan, masih haram.

      Bingung saya, mau mabuk saja kok musti pakai halal dan haram.

  4. Jika Dua orang beragumentasi tentang kebenaran maka akan ada kemungkinan :
    1. Kedua duanya menjadi sepakat untuk mencari kebenaran
    2. Kedua duanya menjadi bertengkar karena merasa yang paling benar
    3. Menanti jawaban dari Dzat yang di bisa anggap memiliki kebijakan dan pengetahuan lebih tinggi dari manusia dan untuk sementara waktu keduanya saling menghormati dan menggunakan logika pemikirannya masing-masing tanpa memperdebatkan siapa yang paling benar tapi berusaha untuk tetap menjadi baik

    karena insting dan naluri manusia pada dasarnya sudah mampu membedakan hal yang baik dan buruk, hal baik yang bisa berdampak buruk, hal buruk yang sebaiknya dihindari untuk kemaslahatan manusia.

    Masalah ALKOHOL gunakan naluri dan fikiran untuk mengetahui kegunaannya agar diperoleh kebaikannya karena Sang Pencipta(atau sesuatu tercipta) tentu punya tujuan baik

    Masalah dosa akan menjadi tanggung jawab dari pribadi masing-masing nantinya untuk bisa berargumen kepada NYA

    Jika manusia berbicara dosa berarti dia sebenarnya mengakui keberadaan Sang Pencipta karena DOSA hanya Sang Pencipta yang tahu dan mampu menilai dosa, adapun kemampuan manusia cuma diberikan pengetahuan untuk membedakan mana yang BAIK dan mana yang BENAR, mana yang BURUK dan mana yang SALAH.

    dan ternyata baru memiliki pengetahuan tentang mana yang baik dan buruk saja sudah bisa bikin manusia berdebat kusir bahkan berantem, apalagi pahala dan dosa,

    WE ARE HUMAN, AND SOMETIMES WITH HUMAN ERROR……

  5. Tidakkah kalian melihat langit dan bumi serta seisi alam semesta ini, sungguh pada itu semua terdapat tanda-tanda kebesaran ALLAH SWT.
    Semoga ALLAH SWT membuka hati kalian saudara2 atheis.. Dan sungguh amatlah pedih balasan yang akan kalian terima (dialam akhirat) jika kalian menutup hati..

  6. menurut pemahaman saya,yang menjadi landasan haram adalah kehilangan akalnya,bukan mabuknya.itu dijelaskan dlm kitab alquran,gak tau surat apa,tanyakan saja ke ulama.takarannya adalah,setetespun zat yang bisa menghilangkan akal kalo dikonsumsi adalah haram.orang naik kendaraan jg suka mabuk.muter2 jg bisa mabuk.kalo mabuk janda gmana? jadi tidak sesederhana itu.perlu pemahaman yang lebìh jauh.

  7. sbnrnya sy sedikit sependapat dgn penulis..skrg tergantung fungsi dan penggunaannya untuk apa. sama halnya dengan narkoba..digunakan didunia pengobatan dengan ukuran yg tepat yang dpt bermanfaat..kambali ke alkohol, menurut sy tidak haram jika tidak sampai memabukkan..skrg qt 1 pendapat dlu ttg alkohol yg identik dgn konsentrat yg terkandung dlm minuman abaikan dulu ttg tape, mabuk laut dlsb yg sy rasa konyol utk dibahas..nah jika alkohol mmg diperlukan untuk sesuatu yg bermanfaat tentu tdk slah..mgkin 1 contoh : saat berada dipergunungan atau ditmpt yg sgt dingin mnm sedikit alkohol untuk menghangatkan tubuh menurut sy tdk slh asal tidak sampai memabukkan. sekarang hanya tergantung dari sudut pandang dan manfaat yg dihasilkan.
    nb : setahu saya dsni adalah blog/situs atheis jdi mgkin sy bsa sedikit saran agar tidak perlu menghakimi suatu agama krna dasar kepercayaan dan keyakinannya..kalian kan inhin dihargai sebagai atheis jdi mulailah menghargai org lain apapun agamanya agar qt saling menghargai.
    salam..

  8. Saya setuju dengan penulis yang mengatakan bahwa halal-haramnya suatu minuman bukan disebabkan oleh alkohol. Tapi lebih kepada efek dari alkohol tersebut yaitu mabuk. Inilah yang bikin haram. Dasarnya adalah hadis nabi:
    Rasulullah saw. pernah ditanya tentang arak dari madu. Beliau menjawab: Setiap minuman yang memabukkan adalah haram. (Shahih Muslim No.3727)
    Nah, terus bagaimana kalo minumnya sedikit sehingga ga mabuk? Nah disini saya ingin mengutip alquran Surat AlMaidah:90: إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ: Nah kata رِجْسٌ. dalam ayat tersebut dapat berarti 2 hal, yaitu: keji atau kotor. Dan hal itu mengindikasikan dua hal, yaitu khamr itu keji dan kotor. Oleh ulama kedua hal ini ditafsirkan sebagai dosa dan najis. Sehingga jadilah khamr itu sebagai perbuatan dosa sekaligus bersifat najis. Nah jika sesuatu dianggap najis, itu artinya banyak-sedikitnya juga najis (sama kayak poops, banyak ato dikit tetep najis). Sehingga jika kita minum khamr sedikit itu hukumnya sama kayak makan poops sedikit dan jika makan/minum minuman atau makanan yang tercampur dengan khamr walaupun sedikit itu sama hukumnya dengan makan/minum minuman atau makanan yang tercampur dengan poops walaupun sedikit(artinya tetep haram).
    Lalu bagaimana dengan tape dan duren dll yang kalo dimakan/minum dalam tertentu dalam kadar tertentu bisa bikin mabuk. Apakah kalo minum atau makan sedikit itu tetep haram? Nah disini saya ingin mengutip hadis berikut:

    عن سعيد بن أبي بردة عن أبيه عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم بعثه إلى اليمن فسأله عن أشربة تصنع بها فقال وما هي قال البتع والمزر -فقلت لأبي بردة ما البتع قال نبيذ العسل والمزر نبيذ الشعير- فقال كل مسكر حرام

    Dari Sai’id bin Abi Burdah dari ayahnya dari Abu Musa Al-Asy’ari bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusnya ke negeri Yaman maka iapun (Abu Musa) bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hukum minum-minuman yang dibuat di Yaman. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya kepadanya, “Apakah minum-minuman tersebut?”, ia menjawab, “Al-Bit'[1] dan dan Al-Mizr[2]. -Aku (Sa’id bin Abi Burdah) bertanya kepada Abi Burdah, “Apakah itu Al-Bit’?”, ia berkata, “Al-Bit’ adalah nabidz[3] madu dan Al-Mizr adalah nabidz gandum”-. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Setiap yang memabukkan adalah haram” (HR Al-Bukhari 4/1579 no 4087 dan 5/2269 no 5773, Muslim 3/1586 no 1733)

    Pada hadis di atas nabi menjelaskan bahwa Al-Bits dan Al-Mizr termasuk dalam kategori barang memabukkan (khamr) meskipun dibuat dari madu dan gandum yang mana nabi sendiri pernah memakannya. Nah hal ini mengindikasikan bahwa khamr adalah produk olahan yang sengaja dibuat agar dapat memabukkan manusia. Dengan demikian, bahan-bahan yang ada secara alami (bukan olahan) seperti duren, air, dan lainnya tidak dapat masuk ke kategori khamr.

    • Yang alami tidak haram. Masuk akal kalau rokok juga halal. Yuk ngunyah biji koka, makan masrhoom (masrum) yg bikin fly, atau…ngisep ganja? Gak ditemanin minum (root) beer juga sudah aseeek.

      • Lah ini mah namanya gagal paham, sesuatu yg alami itu bukan khamr, itu point saya. Tapi bukan berarti yang alami sudah pasti tidak haram.

  9. Minuman keras atau khmar adalah produk yang dihasilkan melalui proses fermentasi dengan menggunakan khamir (ragi sacharomyces cereviciae), pada bahan yang yang mengandung pati atau mengandung gula tinggi. Proses fermentasi adalah proses yang sudah dikenal sejak berabad tahun yang lalu. Pada zaman kehidupan Rasulullah saw , beliau melarang para sahabat untuk mengkonsumsi jus buah yang umurnya lebih dari 3 hari, atau ketika saribuah tersebut dalam kondisi menggelegak (berbuih). Berdasarkan penelitian para pakar, ternyata perasan sari buah yang sudah berumur lebih dari 3 hari tersebut, maka kandungan alcohol (ethanolnya sudah lebih dari 1 persen). Berdasarkan fakta inilah kemudian komisi Fatwa MUI menetapkan batas maksimal kandungan alcohol (sebagai senyawa tunggal, ethanol) yang digunakan sebagai pelarut dalam produk pangan yaitu 1 persen. Bagi konsumen muslim, minuman yang merupakan hasil fermentasi yang menghasilkan minuman beralkohol adalah haram untuk dikonsumsi. Minuman keras atau sering disebut dengan minuman beralkohol tersebut diproduksi dari setiap bahan yang mengandung karbohidrat (pati) seperti biji-bijian, umbi-umbian , atau pun tanaman palma (seperti legen, kurma). Adapun alcohol yang sering disebut sebagai konsen dari minuman keras ini sebenarnya adalah senyawa ethanol (ethyl alcohol) suatu jenis alcohol yang paling popular digunakan dalam industri. Menurut peraturan Menteri Kesehatan No 86 tahun 1997, minuman beralkohol dibedakan menjadi tiga (3) golongan. Golongan A dengan kadar alcohol 1-5 % misalnya bir. Golongan B dengan kadar alcohol 5-20 % misalnya anggur dan Golongan C dengan kadar alcohol 20-55 % misalnya whisky dan brandy. Adapun proses produksi fermentasi karbohidrat mencakup tiga (3) tahapan yaitu (1) pembuatan larutan nutrien, (2) fermentasi, dan (3) destilasi etanol. Destilasi adalah pemisahan ethanol dari cairan fermentasi. Adapun bahan-bahan yang mengandung gula tinggi, maka tidak memerlukan perlakuan pendahuluan yang berbeda dengan bahan yang berasal dari pati dan selulosa yang memerlukan penambahan asam (perlakuan kimia) maupun proses enzimatis (penambahan enzym) untuk menghidrolisisnya menjadi senyawa yang lebih sederhana. Jika bahan-bahan untuk fermentasi berasal dari biji-bijian seperti gandum dan cereal lainnya, maka bahan tersebut harus di rendam dalam air (soaking) hingga berkecambah , direbus, diproses menjadi mash dan dipanaskan. Disamping penggunaan mikroorganisme pada proses fermentasi, kondisi optimal fermentasi harus dijaga seperti masalah aerasi, pH, suhu dan lain-lain.

  10. Biar ga “slippery slope” aja kali.
    Kalo dikonsumsi dalam jumlah kurang dari X% mungkin emang gapapa kali ya.
    Cuma ya perlu diinget aja, lah wong namanya agama yang cenderung preventive dan protective.
    Udah dengan peraturan yg super ketat gitu aja masih ada yang minum tanpa tanggung jawab, akibatnya ya kayak yg di berita2 noh; nyetir sambil mabok trus nabrak orang lah, pelecehan seksual karna lepas kendali diri lah, berantem lah, etc.
    Saya pribadi sih ga gitu relijius2 amat. Cuma kalo yg kayak gini ya tetep ati2 juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s