Kisah Awal Kehidupan Bumi Menurut Sains

Bumi yang penuh kehidupan sekarang ini awalnya hanya berisi batuan cair yang membara panas, seperti lava gunung berapi yang menyembur dan mengalir deras membakar semua yang dilewatinya.  Kondisi ini terus berlangsung dalam waktu yang sangat lama, sampai akhirnya cukup banyak kalor yang terlepas ke udara dan suhu permukaan bumi mendingin.  Terbentuklah daratan dan lautan yang berasal dari terpisahnya unsur padat dan cair, dan angkasa yang masih diisi oleh atmosfir primitif.  Atmosfir primitif bumi saat itu dipenuhi gas beracun akibat ketidak-mampuannya untuk menyaring sinar UV matahari.  Ini terus berlangsung sampai sekitar 3 milyar tahun yang lalu.

permukaan bumi

“Lalu di mana kehidupannya?” tanya seseorang.  Kehidupan muncul sekitar 2,5-3 milyar tahun yang lalu, dan bukan dari tanah yang tiba-tiba tertiup udara dan bernafas, namun dari laut.  Karena kondisi atmosfir yang tidak mendukung, semua kehidupan di permukaan darat akan habis tersiksa oleh sengatan matahari yang dahsyat dan udara yang tipis akan kandungan oksigen.  Jarak permukaan sampai ke dasar laut sangatlah dalam, dan laut berfungsi sebagai tabir surya di masa awal mula kehidupan.  Panas bumi dan cahaya matahari, keduanya merupakan faktor penting tercampur-aduknya sop purba dalam reaksi kimia yang menghasilkan organisme hidup perdana.  Asam amino adalah bahan dasarnya, dan reaksi yang mengaktifkan terbentuknya organisme purba ini akhirnya membuatnya mengembangkan kemampuan menyerap energi dan berkembang biak.

Bakteri yang menjadi nenek moyang seluruh kehidupan di bumi memanfaatkan energi cahaya matahari.  Mereka berwarna ungu, dan berkembang biak, menyebar dan memenuhi seluruh lautan.  Bayangkan bumi terlihat ungu dari luar angkasa, tidak seperti sekarang bercahaya biru. Hanya sebagian cahaya matahari yang dipakai oleh bakteri primitif ini, sisanya masuk ke laut yang lebih dalam.  Bakteri yang berkembang berikutnya memanfaatkan spektrum cahaya tersisa, yang menjadikan mereka berwarna hijau.  Mereka dikenal sebagai Cynobacteria, mikroba hijau inilah yang kemudian menjadi nenek moyang seluruh spesies tumbuhan di dalam Kingdom Plantae.

Cynobacteria memiliki kemampuan yang tidak dimiliki makhluk lain, fotosintesis.  Dengan memanfaatkan energi dari cahaya matahari, mereka memisahkan air menjadi hidrogen dan oksigen.  Hidrogen dipakai untuk bereaksi dengan karbondioksida menjadi gula, dan oksigen dilepaskan ke udara, mengisi atmosfir, dan akhirnya bereaksi membentuk Ozon.  Ozon inilah yang menjadikan atmosfir bumi mampu menyaring sinar UV matahari.  Sisa oksigen yang berlimpah bermanfaat untuk respirasi tumbuhan, dan dengan kondisi yang ramah kehidupan ini, makhluk lain yang memanfaatkan oksigen untuk mencerna makanan ikut mengalami ledakan populasi dan berevolusi.

Ilmuwan menyebut kejadian ini sebagai Oksidasi Besar, yaitu kejadian di mana reaksi pembentukan oksigen yang memenuhi atmosfir primitif, menjadikannya kaya akan oksigen (O2) dan akhirnya membentuk ozon (O3) yang menahan terjangan sinar matahari dan menstabilkan atmosfir sehingga mendukung kehidupan.

Sumber: How To Grow A Planet – BBC

Iklan

144 thoughts on “Kisah Awal Kehidupan Bumi Menurut Sains

    • orang hidup kalau berpandangan sains yg selalu bersifat materi apalagi tdk percaya TUHAN akan selalu berujung ketidak pastian keyakinan,,ilmu&nalar manusia tdk akan mampu&tidak akan pernah bisa memahami kepastian tentang ilmu itu sendiri,,karena kepastian akan semuanya milik TUHAN.

      • justru ilmu& nalar manusia yang tidak bisa memastikan keberadaan tuhan, kita terlahir diajarkan semua tentang tuhan, dari mana awal mula cerita tentang tuhan?. jika terus terpaku pada agama, bukanya maju, kita malah mundur

  1. Well good theory, sy udah bolak balik versi panjangnya. faktanya teori ini gagal karena sampai detik ini para ilmuan tidak bisa menjelaskan bagaimana zat oragnik bs dibuat dr non organik. Fyi asam amino yg dijelaskan diatas berbeda dg asam amino organik. Seperti ada 2 alam : organik dan non organik. Yakin ilmunya cukup? Hampir semua artikel disini yg sifatnya sains maaf : beginer. Dan perbandingan agamanya dijawab oleh ulama kolot yg jujurnya kurang kompeten. Please do better. In the end sains clear for me can not the answer. Is it god ? i choose to believe. Is it Allah, sure do for me :D.

    • wah menarik, saya baru dengar ada pembagian asam amino organik dan organik, dan barusan karena penasaran saya coba googling mencari artikel yang membagi sepert itu kok nggak ketemu ya 😀

      bahkan di wikipedia, wiki answer dan beberapa materi kuliah online yang saya temui pun definisi asam amino sendiri adalah “senyawa organik yang….. dst dst dst”, kalau asam amino anorganik itu misalnya seperti apa mbak? 😀

    • typical orang teis. ketika udah mentok, langsung deh…”Is it Allah, sure do for me “.
      Itulah kenapa teis lebih bahagia daripada ateis, kebuntuan teis sudah disempurnakan dan dibahagiakan oleh wujud tuhan.
      namun curiousity teis kerdil sekali.

  2. @Horee :”faktanya teori ini gagal karena sampai detik ini para ilmuan tidak bisa menjelaskan bagaimana zat oragnik bs dibuat dr non organik”

    baca2 lagi mba, internet maha luas ..cari info yg bener, bukan pembenaran ya ..

  3. halo masboleh nanya ya, kenapa setelah 3 milyar tahun berlalu, yg namanya makhluk hidup cuman ada 2, hewan dan tumbuhan(menurut atheis, manusia adlh evolusi dr hewan, jd sejatinya mnurut anda makhluk hidup cuman ada 2), mengapa tidak ada makhluk hidup yg ketiga? mengapa juga ilmuwan tidak bisa menciptakan makhluk hidup? padahal bahan2 dasar yang membuat kehidupan di bumi ini masih ada, dan teknologi lebih canggih daripada awal terbentuknya bumi.

    • dari mana anda bisa bilang cuma ada 2? bikin kesimpulan sendiri bahwa saya bilang begitu? algae dan jamur saja bukan salah satu dari makhluk hidup yang anda bilang cuma 2 itu lho. lalu masih adalagi domain archaea dan bacteria yang terpisah dari keempat eukarya sebelumnya. dan klasifikasi ini bukan “menurut atheis,” tapi berdasarkan sains. yang “menurut atheis” itu setahu saya cuma satu hal, “tuhan itu tidak ada.”

  4. Kemungkinan terbentuknya kehidupan tingkat tinggi secara kebetulan dapat disamakan dengan kemungkinan angin tornado yang ketika melintasi tempat pembuangan barang bekas merakit pesawat boeing 747. Fred Hoyle, Nature,12 Nov,1981. Astronom inggris.
    Dan Dapatkah Ilmuwan Terpintar membuat sebuah kehidupan dari benda mati dengan tekhnologi tercanggih di dunia? setikdaknya membuat sistem terkecil dari makhluk hidup yang paling kompleks yaitu sel? Bisa?

    • benar sekali perumpamaan anda. itulah yang terjadi pada konsep manusia langsung muncul berasal dari tanah. untungnya versi sains tidak langsung dari batu jadi makhluk hidup yang rumit seperti itu.

      • – langsung muncul dari tanah ?

        + ya nggak lah. ada prosesnya. khusus adam (si manusia pertama), ia memang diciptakan secara spesial oleh Allah.

        – gimana prosesnya ?

        + memang sih, nggak ada dokumentasi detail seperti manual pembuatan mobil. namun Tuhan menginformasikan dlm kitabNya bahwa Adam diciptakan dari tanah liat yg berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Setelah bentuknya sempurna, ruh lalu ‘ditiupkan’ ke dalamnya. coba cek: http://quran.com/15

        – apakah itu masuk akal, logis ?

        + kenapa tidak ? jika manusia saja mampu bikin robot humanoid dari plastik dan besi, tentu Tuhan lebih mampu bikin manusia dari campuran tanah dan air, bukan ?

        – terus fosil-fosil manusia purba itu bagaimana ?

        + ya mungkin saja memang ada. Tuhan telah memberikan informasi bahwa sebelum adam diciptakan, di bumi ini telah ada makhluk-makhluk lain yg bentuknya diduga mirip Adam. mereka suka bertengkar dan membuat kericuhan. bisa jadi, fosil-fosil yg ditemukan itu adalah kepunyaan makhkluk mirip adam itu. coba renungkan ayat ini: http://quran.com/2/30

        – jadi yg benar mana dong ?

        + kalau bicara kemungkinan, ya mungkin saja dua-duanya benar. Tapi yg perlu kamu ingat, Teori evolusi kan bukan kebenaran yg sifatnya mutlak. Meskipun ada fosilnya, ternyata masih ada ‘klaim’ lain yg menjelaskan proses keberadaan adam, si manusia pertama.

      • “Tuhan menginformasikan dlm kitabNya bahwa Adam diciptakan dari tanah liat yg berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Setelah bentuknya sempurna, ruh lalu ‘ditiupkan’ ke dalamnya.” <- sayangnya tidak ada penjelasan yang dapat dibuktikan dari sini, dari penelitian di lapangan malah memberikan bukti manusia itu tidak diciptakan secara spesial, dan hubungan kekerabatan dengan hewan lain tetap ada, malah sangat dekat dengan simpanse.

        "jika manusia saja mampu bikin robot humanoid dari plastik dan besi, tentu Tuhan lebih mampu bikin manusia dari campuran tanah dan air" <- premis yang diragukan adalah "tentu tuhan lebih mampu." itu anda sudah menempatkan kata "tuhan" sebagai kebenaran lebih dulu. coba kalau dipertanyakan, "apa sih yg dimaksud tuhan di dalam referensi anda itu" semisal. kalau melalui sains, hal ini dapat dilakukan, karena itulah penjelasan tertentu jadi tidak masuk akal.

        "coba renungkan ayat ini" <- kalimat ini berarti hanya mengambil satu referensi? tidak ada pengamatan di lapangan yang mampu dilakukan? lantas langsung dianggap kebenaran dan dicocok-cocokkan dari situ? maaf, kembali lagi, penempatan premis menganggap itu sebagai benar lebih dahulu yang menjadikan anda berpikir seperti ini.

        "mungkin saja dua-duanya benar. Teori evolusi kan bukan kebenaran yg sifatnya mutlak" <- tidak benar itu, kalau evolusi terbukti benar dari berbagai pembuktian dan jejak evolusi yang dapat ditelusuri, dengan penjelasan yang masuk akal. kalau cuma bilang mungkin, ya silahkan, tapi kalau bilang itu bisa jadi benar, tentu perlu pembuktiannya, bukan cuma hipotesa. harap diingat bahwa dalam sains, kata "teori" itu bukan cuma "perkiraan atas sesuatu yang terjadi" tapi "sebuah hasil pemikiran yang telah terbukti". jadi, mengapa disebut teori evolusi? karena justru sudah terbukti kebenarannya. fosil2 bisa salah pengamatan, dan dibantah, hasil berbagai pengamatan dan bantahan itu justru menjelaskan proses yang terjadi. dan ternyata evolusi memang terjadi.

      • Kalo teori evolusi emang benar trus kenapa kera masih ada smpai sekarang bukannya udah jd manusia n trus kera wktu zaman manusia purba apakah ada..

      • @larose belajar lagi teori evolusi gan,, ente salah pemahaman tuh,, itu internet dipake belajar yg bener dong, hahahaa… teori evolusi aja ngk paham, tapi sok tahu…!! Wkwkwk

    • disebut batuan karena mayoritas isinya adalah bahan bebatuan, bentuknya cair karena panas, bagaimana bisa jadi bebatuan cair, bahan bebatuan yang menerima kalor bumi saat itu sehingga bentuknya cair dan panas. kalau sekarang ini contohnya yang masih ada ya magma yang biasanya dikeluarkan perut bumi. munculnya darimana, ya dari bumi.

      • Ohh lalu bahan bebatuan yg menerima kalor bumi tersebut berasal dar mana ya?
        Maaf saya masih butuh penjelasan
        Trima ksih

      • jadi bahan bebatuan tersebut dari dalam bumi. lalu bumi terbentuk oleh apa?dan bagaimana proses pembentukan bumi?
        trima kasih…

      • bumi terbentuk oleh massa yang terpisah dari bintangnya, matahari, matahari dari sumbernya lagi, terus begitu sampai awalnya dari proses big bang. sebelum big bang apa, gak tau.

      • saya setuju dengan anda tentang evolusi. dan semua yg ada di alam semesta ini berevolusi yg berawal dari sebuah zat, dan zat terbesar yang menciptakan seluruh alam semesta ini adalah zat (TUHAN). secara teori bumi tercipta karena adanya proses big bang, dan bigbang adalah benturan bintang dan bintang tercipta karena adanya zat yg menciptakannya juga .. dan inti yg menciptakan itu semua menurut saya dan saya yakini adalah zat (TUHAN) yang menciptakan seluruh alam semesta termasuk menciptakan bintang.

      • Kronologisnya:

        Singularitas / Kesatuan Empat Gaya Dasar > Big-Bang > Dua dari empat gaya dasar terpisah (gaya nuklir kuat dan gravitasi) > Empat gaya dasar terpisah antara satu sama lain > Ekspansi awal alam semesta dalam bola api super panas > alam semesta mendingin > bintang-bintang pertama > supernova pertama (ledakan bintang) > bintang-bintang semakin berevolusi, supernova semakin berevolusi dan demikian juga atom-atom karena atom dimasak dalam bintang dalam proses yang dinamakan nucleosynthesis > Atom yang lebih berat dari besi semakin bertambah > Beratus-ratus juta tahun kemudian matahari terbentuk dari kumpulan gas debu bekas supernova sebuah bintang (ya, bintang itu bisa dibilang lahir dari bekas kematian bintang lainnya) > sisa material untuk membentuk matahari menyatu dan menjadi planet-planet, asteroid, dan komet yang mengelilinginya > bumi sekarang.

        Jadi Big Bang itu bukan benturan antar bintang… Big Bang itu awal dari Alam Semesta… Pusing rasanya, banyak banget yang salah kaprah soal Big Bang -__-a

    • “sesuatu ada karena ada yang menciptakan” <- ini klaim, gak ada dasar ilmiahnya.
      "makhluk hidup siapa yg ngebuat y" <- bisa jadi ada bangsa alien yang menaruh bibit2nya di bumi, bisa jadi tida dibuat.

      • wah .. saya tertarik dengan sains mengenai alien .. saya nonton di Discovery channel atau yg semacam itulah, alien yg membawa manusia ke bumi .. ini teori sesat (buat yg beragama) tapi saya tertarik .. ada artikel yg bahas itu gak ?

      • saya tidak percaya akan hipotesa tentang alien membawa manusia ke bumi, kalau alien ke bumi bawa bibit makhluk hidup purba yang pada akhirnya menjadi seperti sekarang, atau merancang bentuk dasar bakteri itu percaya. atau splicing primata yang menjadi manusia sekarang, bisa saja. tapi kalau bawa manusia dari luar, gak masuk akal, secara manusia sendiri masih share lebih dari 95% kode genetik dengan simpanse kok. tapi ada sejenis kepercayaan tentang hal ini, biasanya disebut raelian. agama yang memiliki dasar kepercayaan terhadap hal ini adalah agama yang dianut Tom Cruise dan Will Smith, bernama Scientology, dimana untuk bisa mendapatkan rahasia lebih tinggi levelnya, perlu bayar sejumlah berapa. dan kalau macam2 membuat mereka jengkel, dulu (sampai sekarang mungkin, tapi tidak terbuka) ada kegiatan yang disebut sebagai fair game, dimana orang yang dibenci agama itu akan ramai2 dimiskinkan dengan berbagai cara. sumbernya banyak, tapi silahkan saja cari itu di search engine.

      • “ini klaim, gak ada dasar ilmiahnya”
        Bukankah di dunia ini memang tidak ada hal yang muncul dari ketiadaan? Coba anda buktikan adakah sesuatu yang muncul dari ketiadaan?
        Itulah dasar ilmiahnya pernyataan dari “sesuatu ada karena ada yang menciptakan”.

      • jawaban “bisa jadi” ga jelas gak pasti yang alamiah dong pake bukti atuh… katanya ilmiah alien percaya ama tuhan gak percaya … aneh…

  5. sebelum bigbang itu apa? harusnya ada penjelasan rasionalnya donk klo atheis itu menganggap diri mereka sangat rasional… klo nggk tau jawabannya, knp berkesimpulan klo Tuhan itu nggk ada?? itu tandanya klo kalian pun masih mengira-ngira,, dan masih ragu apakah Tuhan ada atau nggk ada… dan klo kalian memang benar masih ragu,, akui saja,, jgn langsung mengambil kesimpulan klo Tuhan itu tidak ada.. itu tidak jujur namanya…

    • “sebelum bigbang itu apa?” <- belum diketahui.
      "harusnya ada penjelasan rasionalnya donk klo atheis itu menganggap diri mereka sangat rasional." <- penjelasan rasionalnya gak ada hubungannya dgn jadi atheis atau tidak, tapi setahu saya memang itu belum diketahui.
      "klo nggk tau jawabannya, knp berkesimpulan klo Tuhan itu nggk ada??" <- anda baca artikelnya? dimana di dalam artikel disebutkan "KESIMPULANNYA TUHAN ITU TIDAK ADA." mohon anda belajar cara membaca artikel yang benar.
      "dan masih ragu apakah Tuhan ada atau nggk ada" <- saya sih gak ragu kalau tuhan samawi itu gak ada, tapi ada atau tidaknya tuhan (yang lain) itu gak ada hubungannya dgn artikel saya.

      • Menarik, karena saya baru tahu ternyata atheis juga mengakui Big Bang merupakan teori yg paling mendekati kebenaran dalam menjelaskan asal mula alam semesta,, pertanyaan saya untuk para atheis, apa yang menyebabkan Big Bang terjadi menurut kalian? thanks sebelumnya…

  6. @takoyakimura, perhatikan mata anda,, apakah itu terjadi secara kebetulan dan dengan sendirinya?? masing-masing lapisan jaringan di mata anda persis sprti sebuah kamera. ada lensa pada mata, ada lensa pada kamera, ada pupil pada mata, ada aperture pada kamera, ada retina pada mata, ada film pada kamera. dll. anda percaya klo kamera itu ada yang membuatnya, tp anda tidak percaya klo mata itu ada pembuatnya????

    perhatikan alat kelamin anda,, bukankah bentuk alat kelamin pria dan bentuk alat kelamin wanita sangat klop??? sehingga memungkinkan untuk terjadi pembuahan & mnghasilkan keturunan… bagaimana bisa terjadi seperti itu??? terjadi dengan sendirinya???

    perhatikan bagaimana kita, dari 1 buah sperma + telur wanita, berkombinasi, percampuran DNA, lalu membentuk sel yang senantiasa membelah diri dengan cepat dan berulang-ulang, membelah diri membentuk jaringan-jaringan yang berbeda, ada yg membentuk kulit, ada yg membentuk mata, membentuk telinga, jantung, paru-paru, ginjal.. masing-masing memiliki fungsi yang khusus.. sehingga sangat menyokong manusia utk hidup. sistem kompleks yang luar biasa. itu terjadi dengan sendirinya???? rasionalkah mengatakan itu terjadi dengan sendirinya???

    anda percaya mobil ada yang membuatnya, tapi anda tidak percaya klo manusia ada yg membuatnya,, padahal keduanya sama2 suatu sistem yg kompleks.. mengapa anda begitu naif?? rasionalkah???

    mungkin anda bingung dengan kehidupan ini,, ada pertanyaan2 seputar kehidupan yang bisa dijawab, tp banyak juga yg tidak terjawab, atau paling tidak belum mampu utk dijawab krn keterbatasan manusia. tapi klo anda menginginkan semua pertanyaan harus ada jawabannya lalu baru mau percaya pada Tuhan, anda hanya menjebak diri anda sendiri, krn anda pasti tau, klo kita sebagai manusia, pasti tidak mampu menemukan semua jawaban.

    • “masing-masing lapisan jaringan di mata anda persis sprti sebuah kamera.” <- kalau kamera memang dibuat meniru dari proses kerja mata.
      "anda percaya klo kamera itu ada yang membuatnya, tp anda tidak percaya klo mata itu ada pembuatnya????" <- kamera itu terdiri dari berbagai bagian yang diproduksi terpisah untuk kemudian disatukan dalam proses assembly, memangnya mata ada pabriknya? saya tahunya mata dan bagian lain tubuh itu dibuatnya di rahim, pabriknya ya ibunya. yang buat, ya si ibu (dan bapaknya).

      "perhatikan alat kelamin anda,, bukankah bentuk alat kelamin pria dan bentuk alat kelamin wanita sangat klop?" <- anda tahu kan kelainan kelamin? kalau klop kok bisa ada kelainan?

      "sistem kompleks yang luar biasa. itu terjadi dengan sendirinya???? rasionalkah mengatakan itu terjadi dengan sendirinya???" <- ya, dari proses evolusi sedemikian lama, memang rasional kok. memangnya apa yang anda pikir? tanah disusun dan ditiup jadi manusia itu lebih rasional?

      "klo anda menginginkan semua pertanyaan harus ada jawabannya lalu baru mau percaya pada Tuhan" <- apa hubungannya artikel saya dengan tuhan? memangnya saya ada bilang soal percaya atau tidaknya dengan tuhan di sana?

      semua alasan2 anda di atas itu tidak ada yang menuju kesimpulan bahwa kehidupan itu "dibuat" lho. lain halnya kalau anda menunjukkan bukti yang mengarahkan pada fakta bahwa ada yang membuat, alien splicing genetik manusia misalnya.

  7. Basis nalar theists dan atheists jelas beda. Banyak orang theists yang menolak teori evolusi (kalau kita bicara soal si cyanobacter yang bisa jadi nenek moyang dari kingdom Plantae), padahal orang atheist sudah pasti menerima teori evolusi.

    Kalau debat soal ini, sesama orang awam akan terjadi debat kusir berkepanjangan. Hal ini udah terjadi di banyak forum. Pro-evolusionis yang ahli dibidang genetika akan membawa evolusi genetik di debat dengan trace DNA-nya, tapi orang contra-evolusionis akan membawa bukti makro kalau hewan peralihan tidak ada. Intinya? blurred!!! Saya bisa bilang 50-50.

    Tapi gimana juga rasio gue bilang theists bisa menang banyak soal penciptaan. Karena segala sesuatu pasti ada awalnya. Nah bagaimanakah awal itu? Penciptaan bumi? itu udah tengah sobbb. Sudah ada bahanya di alam semesta. Soal ini theist pastinya akan membawa big bang sebagai bukti penciptaan alam semesta, dari nol (ga ada) sampai mega triliunan bintang (ada).

    Atheist mungkin akan mendebat lewat teori Cyclic Universe, di mana big bang tidak hanya terjadi sekali tapi berkali2 dan big bang yg membentuk dunia kita sekarang entah yang ke berapa kali. Tapi, c’mon man, tetep akan ada awal dan sebab saat si big bang pertama kali meledak. Siapa creatornya??

    Akan ada gaps yang tidak akan pernah bisa diisi oleh sains dan saya percaya itu.

    • “orang atheist sudah pasti menerima teori evolusi” <- teori evolusi tidak ada hubungannya dengan atheist, atheist itu semata2 tidak percaya akan entitas tuhan. kesimpulannya salah itu.

      "orang contra-evolusionis akan membawa bukti makro kalau hewan peralihan tidak ada" <- ini juga salah. karena tidak ada yang namanya bukti bahwa 'hewan peralihan itu tidak ada,' orang yang mengerti konsep evolusi akan tahu bahwa tiap makhluk itu adalah peralihan dari yang sebelumnya dan yang akan ada nanti. tidak ada makhluk yang final, dengan berpikir soal 'ada tidaknya makhluk peralihan' saja menunjukkan level pemahamannya akan konsep evolusi.

      "rasio gue bilang theists bisa menang banyak soal penciptaan. Karena segala sesuatu pasti ada awalnya." <- konsep penciptaan theist itu memangnya seperti apa, ada artikel resmi yang diakui theist? segala sesuatu ada awalnya bukan jadi alasan ataupun bukti dari teori penciptaan lho. maaf, inipun tidak nyambung dengan artikelnya karena saya tidak bahas awal kehidupan di luar bumi, maupun menurut theist.

      "c’mon man, tetep akan ada awal dan sebab saat si big bang pertama kali meledak. Siapa creatornya?" <- kenapa harus ada yang pertama? kalau demikian, siapa yang create creator? penggunaan logika yang menjebak diri sendiri kan itu.

      "Akan ada gaps yang tidak akan pernah bisa diisi oleh sains" <- dan gap ini tidak akan pernah bisa diisi oleh jargon theist karena klaim2 mereka sudah jauh usang.

      • Hi Takoyakimura,

        “teori evolusi tidak ada hubungannya dengan atheist, atheist itu semata2 tidak percaya akan entitas tuhan. kesimpulannya salah itu.”
        >>> Teori evolusi adalah antonim dari teori penciptaan. Ateisme tidak mengenal Tuhan dan penciptaan ada dari keberadaan Tuhan. Maaf ada premis atau teori lain selain evolusi dan penciptaan?

        “ini juga salah. karena tidak ada yang namanya bukti bahwa ‘hewan peralihan itu tidak ada,’ orang yang mengerti konsep evolusi akan tahu bahwa tiap makhluk itu adalah peralihan dari yang sebelumnya dan yang akan ada nanti. tidak ada makhluk yang final, dengan berpikir soal ‘ada tidaknya makhluk peralihan’ saja menunjukkan level pemahamannya akan konsep evolusi.”
        >>> Menurut teori evolusi, tidak ada mahluk final. Kita ambil contoh: ikan adalah nenek moyang dari reptil dan akhirnya reptil beradaptasi untuk terbang dan menjadi burung. Padahal fisiologi serta anatomi reptil dan aves jauh berbeda, bahkan sisik reptil dan bulu burung sangat berbeda. Tidak hanya itu sistem kerangka dan metabolisme dingin reptil sangat berbeda dengan burung. Bahkan protein dalam bulu burung sangat khas Sekarang kalau ada makhluk peralihan yang katanya kontinyu, seharusnya ada makhluk burung setengah reptil dengan sisik di bawah bulunya, dan desain paru2 yang peralihan untuk adaptasi dari metabolisme darah dingin ke panas. Faktanya? Tidak ada sob. Tolong sebut saja satu binatang peralihan reptil-burung atau fosilnya mungkin. Kita bahas bersama.

        konsep penciptaan theist itu memangnya seperti apa, ada artikel resmi yang diakui theist? segala sesuatu ada awalnya bukan jadi alasan ataupun bukti dari teori penciptaan lho. maaf, inipun tidak nyambung dengan artikelnya karena saya tidak bahas awal kehidupan di luar bumi, maupun menurut theist.
        >>> Oke saya salah di sini. Saya berasumsi, hanya berasumsi jika atheists akan merujuk penciptaan bumi berawal dari alam semesta yang mendingin, airnya berasal dari komet dan protein2 pembentuk DNA awal kehidupannya berasal dari bahan organik yang berasal dari sabuk asteroid atau mars

        kenapa harus ada yang pertama? kalau demikian, siapa yang create creator? penggunaan logika yang menjebak diri sendiri kan itu.
        >>> Masih kelanjutan dari asumsi saya di atas “Kalau atheists akan merujuk.” Namun saya tetap menjawab: Karena bagi theists, Tuhan itu adalah sesuatu yang maha, dan tak terdefinisikan sehingga di luar akal manusia.

        “dan gap ini tidak akan pernah bisa diisi oleh jargon theist karena klaim2 mereka sudah jauh usang”
        >>> Subjektifitas ini saya rasa butuh contoh. Sekedar informasi saya adalah seorang muslim.

      • “Teori evolusi adalah antonim dari teori penciptaan. Maaf ada premis atau teori lain selain evolusi dan penciptaan?” <- salah deh. teori evolusi adalah hasil dari pengamatan dan berpikir logis dengan berdasar pada kenyataan. antonim dari teori penciptaan itu kalau ada yang membuat konsep dengan tujuan dasar untuk menentang teori penciptaan. dan maaf saja, penciptaan itu bukan teori kalau memakai istilah sains, disebut hipotesa saja tidak memenuhi syarat. kalau anda mencari teori2 lain silahkan saja, tapi saya bukan sedang membuat list teori2.

        "kalau ada makhluk peralihan yang katanya kontinyu, seharusnya ada makhluk burung setengah reptil dengan sisik di bawah bulunya" <- darimana anda membuat kesimpulan dengan kata "seharusnya" itu ya? kalau dinosaurus dengan bulu seperti burung sih sudah ditemukan fosilnya. saran saya, penjelasan yang baik mengenai pertanyaan anda ada di video David Attenborough's Rise Of Animals.

        "desain paru2 yang peralihan untuk adaptasi dari metabolisme darah dingin ke panas." <- kalimat anda tidak dapat dimengerti. anda seperti berkata untuk dapat berkaki dua perlu ada makhluk berkaki satu, atau untuk dapat melihat harus ada telinga transisi.

        "saya tetap menjawab: Karena bagi theists, Tuhan itu adalah sesuatu yang maha, dan tak terdefinisikan sehingga di luar akal manusia." <- dari jawaban anda saja sudah terlihat jelas kan usaha penalaran anda langsung berhenti di kata "tuhan." prinsip anda sebelumnya bahwa sesuatu harus ada yang menciptakan langsung buyar semua, karena inilah saya bilang penalaran anda itu menjatuhkan diri sendiri. saya bahkan belum bertanya tuhan yang mana yang anda maksudkan. tapi tentu saja, karena artikel saya bukan sedang membahas tuhan.

        "Subjektifitas ini saya rasa butuh contoh. Sekedar informasi saya adalah seorang muslim." <- subyektivitas anda tidak mengerti topik, sekedar informasi, saya tidak peduli agama anda. kalau anda rasa agama dan ajaran agama anda ada hubungannya dengan topik ini, silahkan saja coba diuraikan kalau menurut anda seperti apa terjadinya kehidupan di bumi yang nyata, dan orang akan menilai sendiri semasuk akal apa penjelasannya. kalau cuma kun faya kun, itu bukan penjelasan. mungkin anda mau mencoba pembahasan tentang agama di artikel yang memang membahas tentang tuhan dan agama.

  8. Revisi :
    Bayangkan anda menemukan sebuah flashdisk ukuran 8 Gb berada di tengah hutan yang sepi tak ada seorangpun atau binatangpun, setelah dicek ternyata isinya adalah milyaran kode-kode informasi detail diri anda sendiri. Dari jenis kelamin, warna kulit, struktur tulang, dll bahkan penyakit pun ada dalam data Flashdisk tersebut.

    Kira-kira apa yg anda pikirkan tentang asal-muasal flashdisk tersebut???
    Pilihan 1. Terjadi secara acak kebetulan saja akibat gempa bumi, banjir, atau akibat cuaca bumi purba dan lain-lain, atau
    Pilihan 2. Ada seseorang yang secara sengaja membuatnya. Walaupun tidak ada seorangpun ketika anda menemukan flashdisk tsb.

    Silahkan pilih menurut logika anda.

    Bila anda memilih no.1 bearti anda penganut Teori Evolusi, dimana “Kebetulan” menjadi dewa dlm Teori Evolusi. Bila anda memilih no.2 bearti anda penganut paham penciptaan, walaupun anda sama sekali tdk pernah melihat pencipta.

    Pernyataan saya diatas adalah hanyalah sebuah analogi, pertanyaan saya sebenarnya bukan ttg flashdisk itu namun tentang kode DNA. 😀

    Note: Sekedar mengingatkan, materi pasti berasal dari materi, namun “informasi” tidak berasal dari materi. Contohnya buku, buku itu dari kertas, tinta dll. Kertas itu dari kayu dst, dst… Namun “informasi” dalam buku tidak berasal dari materi manapun, namun “informasi” berasal dari intelegensi si penulisnya. 🙂

    • yang anda lakukan adalah sebuah argumen teleological. anda memulai dengan sebuah benda yang anda sudah punya pengetahuan sebelumnya, sebuah flashdisk yang anda tahu namanya, dan anda tahu statusnya sebagai benda yang diproduksi pabrik dan didesain bentuk dan fungsinya oleh manusia, sehingga anda bisa melakukan hal yang anda katakan sendiri kemudian “setelah dicek ternyata isinya adalah milyaran kode-kode informasi” sebagai bagian dari sebuah sistem yang sudah dibuat oleh manusia.

      ini wajar, dikarenakan banyak sekali pemikiran anthropocentric yang seperti anda itu dilakukan tanpa sadar karena didikan seperti itu. hanya saja, kesalahannya ada pada saat anda menghubungkan logika anda itu kepada sesuatu yang jelas2 bukan produksi manusia. namun dikarenakan anda sudah terdoktrinasi bahwa itu adalah buatan (walaupun oleh sosok gak jelas seperti hantu misalnya), maka anda akan menyimpulkan dgn hasil yang sama.

      sekedar mengingatkan, mulailah hentikan pola pikir demikian untuk sesuatu yang alami. tapi tentu saja itu terserah anda sendiri.

    • telur sudah ada sebelum jaman ayam (bahkan sudah jelas telur sudah ada di jaman dinosaurus a.k.a telur dinosaurus sebelum muncul cabang aves yang salah satunya adalah ayam). jadi jawabannya adalah, telur duluan. kalau ayam dengan telur ayam yang mana lebih dulu, maka jawabannya adalah ayam. karena species ayam yang menerangkan kata bendanya disebut sebagai ayam duluan baru telur yang keluar dari ayam itulah yang disebut telur ayam. kalau ada telur makhluk tepat sebelum ayam yang menghasilkan anaknya sebagai ayam (sebut saja ayam-1), dia tetap disebut telur ayam-1, bukan telur ayam, karena keluarnya dari makhluk bernama ayam-1.

  9. oya, barangkali admin atau si penulis artikel sudah tahu jawabannya.

    apa yg menyebabkan ada banyak sekali unsur kimia di alam ini. oksigen, helium, karbon, besi, emas, dsb.

    darimana asalnya zat-zat itu ?

    meskipun bisa saling bercampur dan menjadi larutan -misalnya, apa yg menyebabkan kalo dipisah, unsur-unsur tsb pada bentuk dasarnya?

    dapatkah, misalnya: oksigen berubah menjadi karbon ? atau hidrogen menjadi helium ?

    adakah penjelasan bagaimana suatu partikel menjadi oksigen, menjadi besi, atau menjadi helium dsb ?

    apakah unsur-unsur tsb muncul alami begitu saja ?

    • darimana asalnya seakan mereka datang dari tempat lain. bentuk dasarnya, maksudnya materi penyusunnya? sama seperti air itu dibentuk dari kombinasi elemen hidrogen dan oksigen, masing2nya pun dibentuk oleh atom-atom. tahu kan materi atomik yang disebut proton, neutron, elektron? atau materi subatomik seperti quark? penjelasan mengapa materi2 itu menyusun elemen hidrogen ataupun lainnya tentu ada. daya tarik antar partikel itu mencapai sebuah keseimbangan membentuk atom, dan para atom juga membentuk keseimbangan dengan membentuk elemen atau molekul. apakah unsur2 tersebut muncul alami begitu saja? iya, kebanyakan muncul secara alami. ada yang manusia paksakan untuk muncul, dimana dalam kondisi alam bumi, tidak terjadi sekarang ini (mungkin nanti saat kondisinya berubah drastis).

      • muncul begitu saja tanpa ada pemicunya? Anda yakin ?

        sejak hipotesa higgs tentang adanya sebuah partikel yg menjadi penyebab mengapa sebuah pertikel memilik massa, ternyata baru terbukti tahun lalu.

        itu pun harus melalui serangkaian percobaan yg sangat mahal dan melelahkan krn instrumen yg dipakai sempat rusak tersebab terlalu besarnya ledakan akibat ‘mini-Big bang’;

        dari pengalaman itu, kita jadi tahu, bahwa min-Big bang di laboratorium pun ada karena adanya sebab. ada proses yang mendahuluinya. apa ?

        kok rasanya agak maksa jika dikatakan muncul begitu saja 🙂

        ***

        itu terkait dg teori hipotesa ‘muncul begitu saja’;

        tentang air, ok kita semua tahu. bahwa ia tersusun dari hidrogren dan oksigen.

        + lalu, hidrogren itu tersusun dari apa ?

        – proton, elektron, neutron; dg adanya hipotesa model standar atom yg baru, materi penyusun sebuah partikel jadi makin rumit.

        + yang menjadi pertanyaan selanjutnya, adakah penjelasan bagaimana sebuah partikel elementer terbentuk ? bagaimana akhirnya partikel2 itu menjadi oksigen, misalnya. dapatkah, oksigen itu kemudian berubah menjadi hidrogen, atau partikel dasar lain, misalnya saja karbon ? kalau dapat, prosesnya bagaimana ?

        kalau jawabannya cuma ‘muncul-begitu-saja’ ; saya kuatir, ini sudah termasuk ‘dogma’ yg sering dikecam oleh saintis sendiri.

      • pengertian anda “muncul begitu saja” tampaknya lebih kepada “durasi proses” sedangkan kalau saya mengatakan “muncul begitu saja” itu sedang menyatakan “tidak perlu ada pemicu lain di luar alam” 😀 kalau anda maksudkan yang pertama, tampaknya anda terlalu mempersingkat permasalahan, atau terbiasa dengan jawaban instan.

        “yang menjadi pertanyaan selanjutnya, adakah penjelasan bagaimana sebuah partikel elementer terbentuk ?” <- pertanyaan anda ini terkait dengan matpel kimia di SMA/SMU kelas 2/3. apa penyusun dan kenapa tersusun seperti demikian itu dijelaskan dalam buku pelajaran, seharusnya ya. hubungannya ke jumlah proton neutron elektron yang mencapai keseimbangan, dan kemudian dikenali manusia dan disebut sebagai apanya. kalau anda berniat membaca, bisa lihat di

  10. “mungkin saja dua-duanya benar. Teori evolusi kan bukan kebenaran yg sifatnya mutlak” <- tidak benar itu, kalau evolusi terbukti benar dari berbagai pembuktian dan jejak evolusi yang dapat ditelusuri, dengan penjelasan yang masuk akal. kalau cuma bilang mungkin, ya silahkan, tapi kalau bilang itu bisa jadi benar, tentu perlu pembuktiannya, bukan cuma hipotesa. harap diingat bahwa dalam sains, kata "teori" itu bukan cuma "perkiraan atas sesuatu yang terjadi" tapi "sebuah hasil pemikiran yang telah terbukti". jadi, mengapa disebut teori evolusi? karena justru sudah terbukti kebenarannya. fosil2 bisa salah pengamatan, dan dibantah, hasil berbagai pengamatan dan bantahan itu justru menjelaskan proses yang terjadi. dan ternyata evolusi memang terjadi.

    ++++++++ kita lupakan dulu klaim tentang siapa yg benar dan salah; krn kalau konteksnya adalah sains, semuanya berhak mengajukan hipotesa. menolak hipotesa pihak lain, adalah sikap yg sangat gegabah dan justru kontra dg prinsip sains itu sendiri.

    belum terbukti sekarang, tak selalu berarti tidak terbukti di masa yg akan datang, bukan? soal hipotesa siapakah nanti yg terbukti, biarlah masa depan yg akan menjawabnya.

    contohnya adalah partikel higgs bosson. awalnya cuma hipotesa yg muncul pada tahun 1960-an. hipotesa ini menjelaskan bagaimana partikel mempunyai massa.

    namanya saja hipotesa, secara sains boleh2 saja ada orang yg meragukannya. bahkan stephen hawking sempat percaya kalau partikel ini tak akan ditemukan. tapi apakah 'kepercayaan' itu cukup bagi sains?

    hipotesa higgs baru terbukti tahun 2012. yang mengajukan hipotesa dapat hadiah nobel, dan higgs yang sempat meyakini kalau partikel ini tak akan ditemukan kalah taruhan.

    secara sains, masih banyak hipotesa-hipotesa lain yg belum terbukti pada masa sekarang. contohnya adalah dark matter.

    – apakah krn belum ada buktinya, lalu sains menolaknya mentah-mentah ?

    + nggak. justru sains harusnya bersemangat mencarinya.

    – apakah konsep dark matter itu muncul tiba2 ?

    + tentu saja ada proses reasoningnya. secara konsep, ia harus ada, tapi instrumen yg dimiliki manusia, belum dapat mendeteksi keberadaannya.

    itu baru hal-hal yg bersifat materi, yg dapat di-indera.

    bagaimana bila ternyata ada hal yg sifatnya non-materi?

    ilmu manusia itu terbatas.

    • “kita lupakan dulu klaim tentang siapa yg benar dan salah.” <- anda sendiri yang mengklaim evolusi belum tentu benar, padahal sudah terbukti benar kok.
      "belum terbukti sekarang, tak selalu berarti tidak terbukti di masa yg akan datang, bukan?" <- kala memang punya dasar saintifik yang kuat, ya buktikan saja. dibahas sekarang dengan klaim saja tidak memiliki bobot 🙂 apalagi hanya untuk alasan "alternatif" dari teori yang jelas sudah terbukti kebenarannya.
      "apakah krn belum ada buktinya, lalu sains menolaknya mentah-mentah ?" <- yang ditolak mentah2 itu yang seperti "hujan terjadi karena ada yang memeras air di atas langit" dimana sudah ada penjelasan yang lebih masuk akal bahkan sudah terbukti seperti "hujan terjadi karena kandungan air di awan terlalu berat dan turun ke bumi". yang pasti, yang ditolak sains tentu yang tidak saintifik.

      "justru sains harusnya bersemangat mencarinya." <- yang HARUS mencari buktinya adalah yang memberikan hipotesa 🙂 bukan yang ditantang dengan hipotesa itu. kalau anda menantang sains dgn "hipotesa alternatif" ya anda buktikan sendiri. sains itu metode, pola pikir, bukan subyek bertanggung jawab. kalau sebuah "hipotesa penciptaan" menantang sains, dan menuntut sains mengakui, berarti sains akan menilai dari metode saintifik. sebenarnya ini sudah sebuah hal yang ironis. sebuah metode menantang metode lain untuk mengakuinya, dan menuntut untuk dianggap setara 😀

      • + ‘padahal sudah terbukti benar kok.’

        – yakin ? anda sudah pernah lihat sendiri ? 😀

        + ‘hujan dari air memeras air dari langit’

        – hoiiii, bangun2. siapa yg bilang teori itu ? yg dibahas teori penciptaan, larinya ke masalah lain. yg fokus.dong 😀

        + ‘yang HARUS mencari buktinya adalah yang memberikan hipotesa’

        – oke. silahkan dibantah tautan ini.

      • yakin ? anda sudah pernah lihat sendiri ? 😀 <- kalau anda tidak percaya kepala anda berisi otak kalau tidak membelah dan melihatnya sendiri, tidak apa2. kalau anda percaya orang bilang di dalam kepala manusia ada ular hidup, tidak apa2. yang pasti, sampai saat ini kalau kepala manusia yang terbuka, isinya jelas sudah terlihat apa.

        "siapa yg bilang teori itu ? yg dibahas teori penciptaan, larinya ke masalah lain. yg fokus.dong :D" <- hoiiii, bangun2. yg dibahas itu sains dari awal. yg fokus.dong 😀

        " ‘yang HARUS mencari buktinya adalah yang memberikan hipotesa’- oke. silahkan dibantah tautan ini." <- kalau mampu membuktikan hipotesa anda disini, silahkan post comment. kalau mau diakui dunia sains, silahkan kirim makalah penelitian ke jurnal sains yang diakui, kalau tidak mampu ya tidak apa2. toh semua beban dimiliki ke yang mengajukan.

  11. Menurut saya makna Tuhan, “Allah yg maha kuasa” sesungguhnya adalah alam itu sendiri termasuk lingkungan kita melihat pegunungan, laut, udara dgn segala tingkah lakunya. Di satu sisi memperlihatkan sifatnya seperti gunung meletus, tsunami, angin topan dan laut bergelora lalu disisi lain memperlihatkan tanah subur, tangkapan ikan banyak, berlayar dengan kapal laut maupun pesawat udara hingga ketujuan, memperlihatkan keindahanya alam serta memberikan kita hasil alam berupa tambang minyak, emas, besi dan sebagainya. Satu sifat Tuhan dalam pengertian ini adalah dia tidak peduli pada apapun dan siapapun artinya dia tidak bermoral dan etika dengan kata lain suka-suka dia dan tak ada yang dapat membendungnya. Termasuk manusia tidak diistimewakan kerena manusia adalah bagian dari alam itu sendiri setara dengan binatang, tumbuhan sebagai makluk hidup yang ada dalam alam ini. Manusia lebih menyesuaikan diri, berharap akan kebaikan dan mohon menjauhkan dari malapetakanya melalui satu lembaga yang dibentuknya, agama. Kesimpulanya agama adalah ciptaan manusia dan berkeyakinan dalam hidupnya menjauh dari malapetaka alam dan masuk surga bila sesudah kematian, melalui pembenarannya, baik yang tertulis dalam kitab sucinya maupun tidak, sebagai makluk hidup yang lebih berakal budi dibandingkan dengan makluk hidup lainnya.

    • cara pandang anda itu adalah yang disebut sebagai panteis. untuk teman-teman yang ateis di blog ini, mereka tidak lagi berpikir untuk menyebut alam beserta isinya sebagai tuhan. bedanya mungkin di situ, mereka fokus saja ke alam dan penyebutan dengan apa adanya saja.

  12. Saya setuju dengan ide theory ini, cuma jujur saja pasti ada satu pertanyaan yang menyelisik di otak saya dan pasti diotak anda juga, hal paling mendasar yang dipangkas diawal theory ini,
    “Bumi yang penuh kehidupan sekarang ini awalnya hanya berisi batuan cair yang membara panas, seperti lava gunung berapi yang menyembur dan mengalir deras membakar semua yang dilewatinya…”
    Seluruh material pembentuk itu yg merupakan batuan cair panas membara., dst..dst.., “bagaimana”, “darimana” dan “bilamana” dapat tercipta? Kalo anda bisa menjelaskan secara logika dan penjelasan anda tidak menimbulkan pertanyaan susulan dan tak terbantahkan maka detik itu saya akan “ateis”.

    • “bagaimana”, “darimana” dan “bilamana” dapat tercipta? <- ini adalah sebuah ironi, karena mindset yang tampaknya kritis diawali oleh premis yang mentok pada kata "cipta". karena tanpa kata cipta, semisal anda menggunakan kata "terbentuk", maka jawabannya sudah ada. sedangkan bila anda bersikeras memakai kata "tercipta", jelas anda bukan menuntut jawaban sains. hampir sama dengan bertanya "bagaimana jin terbentuk?"

      "Kalo tidak menimbulkan pertanyaan susulan dan tak terbantahkan maka detik itu saya akan “ateis”." <- disini juga ada ironi lagi, mindset saintifik justru adalah mencari pertanyaan baru dari berbagai hasil yang didapat. bukan hanya mau berhenti dengan jawaban yang tersedia dan berpuas diri, karena itulah jelas anda tidak cocok dengan pelajaran sains, sebaiknya berhenti saja belajar sains. untuk niatan anda menjadi ateis, saya sarankan anda urungkan, karena anda tidak punya kapasitas yang memadai untuk itu. tantangan anda hanya cocok bila diajukan kepada agama lain untuk berusaha mengubah keyakinan anda dan bergabung dengan keyakinan baru.

      • sejujurnya saya bukan sedang bertanya layaknya orang bodoh disini karna sayapun mengerti sesi tanya jawab bukan disini tempatnya., saya hanya ingin sedikit menggoyahkan keyakinan anda tentang tidak adanya tuhan dengan menuntut logika anda tentang; apakah istilahnya “tercipta” atau “terbentuk” nya materi penyusun itu, jawaban anda “nihil” anda belum sanggup memecahkan itu dan menutupinya dengan nasihat2 seakan2 bijak untuk membuat kesan anda tetaplah yang terpintar, yang terakhir cam kan baik2, saya tau anda pun bukan pelaku sains, anda juga menunggu atheis yg sejati mendapatkan jawaban pertanyaan itu, anda tidak sedang memikirkan rahasia2 alam ini, anda tdk sedang berusaha melakukan experiment kecuali menunggu experiment2 mereka yang hasilnya akan anda terima mentah2, apa bedanya dengan para theis itu?. I’m not theis, but atheis? I’m not sure.,

      • “saya hanya ingin sedikit menggoyahkan keyakinan anda tentang tidak adanya tuhan” <- darimana anda tahu saya yakin tidak ada tuhan? 🙂 kan tidak ada dalam artikel di atas menyatakan demikian?

        "saya tau anda pun bukan pelaku sains" <- saya tidak tahu maksud definisi anda untuk "pelaku sains" 🙂 kalau maksud anda peneliti bidang sains sih memang bukan.

    • Disini ditekankan pada; tidak percaya pada agama-agama dengan segala manifestasi Tuhan yang maha kuasa, terutama dari kelopok Samawi. Tetapi sebagai manusia spiritualistis layaknya sama dengan orang beragama, tentu ada kerinduan pada sesuatu, paling tidak sebagai teman dalam suka maupun duka untuk curahan hati. Dengan memandang alam dengan segala kedasyatannya lalu diselingi dengan keindahannya, kemudian menghayatinya, maka kita akan terinspirasi pada sesuatu, untuk kita lakukan dalam hidup ini. Sebagai manusia biasa tidak tergolong sangat pintar dan tentu merasa rumit dengan perkataan alfa dan omega atau masuk kehutan ilmu pengetahuan yang rumit dan dalam, maka alam inilah teman setia yang setiap saat ada disekeliling kita. Alam suka mengajarkan kita tentang segala sesuatu tentang bagaimana sebaiknya menjalankan hidup ini mulai dari kelahiran, cari makan, meneruskan keturunan hingga kematian. Salah satu pokok ajarannya, berusahalah hidup sehat selama mungkin maka dengan demikian kita akan menundah kematian. Sebab sesudah mati jasad kita akan kembali ketanah, terurai manjadi unsur-unsur pembentuknya, dengan demikian tidak ada kehidupan lagi sesudah kematian.
      Otak kita akan hancur maka tidak ada lagi roh atau jiwa yang menunggu hari penantian untuk hidup abadi. Neurosains membuktikan bahwa roh atau jiwa itu sesungguhnya hanya hasil kerja otak yang ada didalam tempurung kepala kita dan kerjanya berdasarkan hukum-hukum alam yang tak mungkin dicampuri oleh supernatural siapapun,
      Demikialah salah satu simpul yang ditemukan dalam kehidupan dialam semesta ini.

      • “Alam suka mengajarkan kita tentang segala sesuatu tentang bagaimana sebaiknya menjalankan hidup ini mulai dari kelahiran, cari makan, meneruskan keturunan hingga kematian. Salah satu pokok ajarannya, berusahalah hidup sehat selama mungkin maka dengan demikian kita akan menundah kematian.”
        Ada sedikit ketertarikan saya pada pembahasan “bagaimana manusia pertama dapat survive sehingga sampai sekarang ini populasi manusia mencapai angka 7.2 milyar yang tersebar di seluruh dunia menurut konsep atheism seperti anda.”
        Sedangkan kita tahu, bahwa manusia merupakan makhluk individu-sosial. Dimana pada saat kelahiran pun kita senantia harus bergantung kepada orang disekeliling kita (e.g. orangtua). Tentu persamaan sifat tersebut tidak berlaku pada nenek moyang manusia kita yang pertama kan. Lalu bagaimana pejelasan terkait hal tersebut menurut anda?

  13. W pernah liat, ada orang yang ditusuk ma golok tp gk mempan ,, pdahal di hajar berkali kali
    Itu gmna penjelasan ilmiah na?
    Harus na kan luka parah karena kena senjata tajam,
    Tp orang na baek baek ja 😃

  14. “Bukan suatu kebetulan Planet Bumi berada pada jarak yang Ideal dengan Matahari sehingga kita bisa hidup seperti sekarang, ini semua bukanlah kebetulan semata melainkan memang sudah ditentukan oleh Allah”.
    #ANDAIKAN MATAHARI LEBIH KECIL SEDIKIT MUNGKIN KITA SAAT INI HIDUP DI MARS BOS. PAHAM!?

    “Sesuatu ada karena ada yang menciptakan”.
    #KALAU BEGITU siapa org yg udah gak ada kerjaan itu, yg membuat jamur di dinding got dpn rumah gue?

    • memang bukan suatu kebetulan planet bumi berada dalam orbit jarak yang “ideal” dengan matahari sehingga kita bisa hidup sekarang. jaraknya itu sudah ditentukan oleh maha besar gaya gravitasi. soal jarak yang ideal … sebenarnya di awal planet bumi terbentuk, kondisinya tidak mendukung kehidupan kok. 😀 jadi bukan lagi masalah jarak.

      “sesuatu ada karena ada yang menciptakan” <- gak juga. entah kenapa selalu kembali ke premis tanpa dasar ini 😀

      • + ‘entah kenapa selalu kembali ke premis tanpa dasar ini :D’

        – premis tanpa dasar ? adalah dasarnya. justru kalo muncul tanpa sebab itu yg nggak ada dasarnya 😀

      • + : … bahkan gak ada yang bilang kalau tadinya tidak ada …

        – : terkait kejadian sebelum big-bang, seorang fisikawan terkenal, Professor Lawrence Krauss, pernah bilang: “No space, no time, no laws…there’s no universe, nothing, zero, zip, nada”

      • + : … bahkan gak ada yang bilang kalau tadinya tidak ada …
        – : terkait kejadian sebelum big-bang, seorang fisikawan terkenal, Professor Lawrence Krauss, pernah bilang: “No space, no time, no laws…there’s no universe, nothing, zero, zip, nada” <- itu refer ke isi artikel berdasarkan teori sains yang sudah diterima, bukan hipotesa semua orang. orang bisa saja mengaku ilmuwan sains dan ngaku bikin hipotesa, bahkan sekelas harun yahya. tapi kalau hipotesa Krauss yg itu saja belum lulus jadi teori, apalagi yahya.

        http://en.wikipedia.org/wiki/Lawrence_M._Krauss
        "Krauss has formulated a model in which the universe could have potentially come from "nothing", as outlined in his 2012 book A Universe from Nothing. As his model appears to agree with experimental observations of the universe (such as of its shape and energy density), it is referred to as a "plausible hypothesis""

        selama belum diterima dan ditemukan buktinya, hipotesa Krauss tentang apapun yang ada sebelum Big Bang bukanlah teori sains, karena itu tidak mewakili sains menjawab pertanyaan ada apa sebelum big bang. sampai sekarang jawaban yang paling tepat itu adalah "Before the big bang, the universe existed as an incredibly small singularity." apaan itu? bukan dunia 3 dimensi seperti yang kita tahu ini.

      • Anda mengkritik para teis itu menelan mentah2 petunjuk nabi-nabinya., mengimani sesuatu yang tidak mereka mengerti secara pasti, tunduk pada ide-ide theology yang rumit dan jauh dari logika, tetapi yakinkah anda tentang theory2 yg dikemukakan para pelaku sains (saya boleh sebut nabi-nabi ateis?-karna tidak ada bedanya) yg katanya menggunakan logikanya, sedangkan andapun tidak memiliki sarana pembuktian kebenaran theory2 itu., bahkan dengan logika terkuat yang anda milikipun anda belum pernah sanggup ikut bersama2 membuktikan kebenarannya, dan anda percaya mereka atas dasar yang “tidak anda ketahui pasti kebenarannya” terus dimana perbedaannya anda dengan pengikut nabi2 para teis itu? :D, persamaannya adalah kalian sama2 meyakini yang kalian tidak tau pasti kebenarannya. 😀

  15. saya cm bisa komentar gini. selalu saja orang menggabungkan sains dengan Tuhan, jelas anda gk akan dapet jawabannya. toh semua yg terjadi didunia gk semuanya bisa dijelasin sains.

    • // toh semua yg terjadi didunia gk semuanya bisa dijelasin sains.//
      ^
      Yup, mungkin belum semuanya bisa dijelaskan oleh Sains. Itulah salah satu alasan mengapa konsep Tuhan diciptakan, untuk menjawab pertanyaan2 yg belum terjawab oleh Sains. God of the gaps. 🙂

    • klo menurut saya, hubungan antara TUHAN dan sains itu erat .. krn dengan kita semakin mengerti sains, kita akan lebih dekat dengan TUHAN. di al-Quran dijelaskan bahwa TUHAN itu adalah sebuah zat yg menciptakan semuanya.

  16. GIMANA KONSEP Anda tentang annanuki, tentang bintang kembar yang ada dalam legenda sumeria. Yang ternyata sekarang secara percis letak dan keberadaannya terbukti ada setelah 6000 tahun???

  17. bumi tercipta dari proses terjadinya bigbang, dan kehidupan di bumi tercipta dari proses dari terjadinya evolusi dari zat-zat yg ada di bumi.
    bigbang itu kan benturan dua bintang, proses terbentuk / terjadinya bintang menurut sains bagaimana ?
    dan di kitab disebutkan bahwa TUHAN itu adalah sebuah zat yg MAHA BESAR yg menciptakan seluruh alam semesta. menurut anda hubungan antara TUHAN (maha pencipta) dan sains itu bagaimana ?

    • <>

      Big Bang itu ekspansi / pemelaran Ruang Waktu.

      Bintang pertama baru muncul jutaan tahun setelah Big-Bang
      ——-

      <>

      Tuhan maha pencipta belum pernah berhasil dibuktikan keberadaannya.

      Karena itu dalam Sains, Cuman sebagai Hipotesis. dan nyaris tidak didukung oleh ilmuwan, kecuali “ilmuwan” agamis.

  18. Ada begitu banyak hal yang bisa membuat kehidupan gagal berevolusi dalam lingkungan yang rumit dan tak bersahabat, sebagaimana gambaran Anda, sehingga terlalu arogan untuk menyimpulkan bahwa, hanya dengan cukup zat karbon dan cukup waktu, segala sesuatu mungkin terjadi !

  19. Atheis percaya ada nya hantu (ghost) gak?

    Terus kalo percaya ada , beri penjelasan sains nya dong tentang hantu?

    Maaf yah kalo gk ada hubungan nya dengan sains , sekedar kepo , thanks .

  20. maaf kurang mengerti bahasa intelek seperti ini , yang saya tangkap hanya manusia terbentuk oleh zat2 semacam dari alam semesta . Sedangkan yang saya bingungkan menurut anda , lalu zat2 tersebut dari mana asalnya atau bisa disebut benda/hal yang dikatakan sebagai awal pencipta dari segalanya itu asalnya dari mana ? semua anak pasti ada indukya.

  21. “Asam amino adalah bahan dasarnya, dan reaksi yang mengaktifkan terbentuknya organisme purba ini akhirnya membuatnya mengembangkan kemampuan menyerap energi dan berkembang biak”
    Hmm…bisa tolong anda jelaskan reaksi seperti apa yang membuat asam amino mengembangkan kemampuan menyerap energi dan berkembang biak? bagaimana persisnya? apa persamaan reaksinya?

  22. Urun rembug ya, ini bukan masalah atheis dan theis tetapi masalah kebenaran science, jadi kurang nyambung karena sebetulnya Al-Qur’an tidak pernah menyebut Adam sebagai manusia pertama. Sebetulnya secara gak sadar ilmuwan telah memenuhi perintah ‘Iqra’ terhadap ayat-ayat di alam semesta dan diri mereka sendiri, dan ada kecenderungan pengakuan bahwa mekanisme evolusi merupakan proses penciptaan otomatis berantai dan beruntun satu dari yang lainnya yang diawali dari Big-bang (‘kun-fayakun’), karena Tuhan sendiri membeberkan urutan kejadian proses evolusi di banyak ayat.
    Berikut proses evolusi manusia dan makhluk hidup yang dikisahkan dalam al-qur’an:
    a. Manusia diciptakan dalam beberapa tingkatan kejadian (71:14).
    b. Manusia diciptakan dari saripati (sulalatin) berasal dari tanah liat(thiini llajib) (37:11). Saripati berarti unsur-unsur dalam tanah termasuk asam amino.
    c. Manusia (al-insaan) diciptakan dari tanah liat kering (shalshaal) yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk (hamaa’in masnun) (15:26)
    d. Manusia (al-insaan) diciptakan dari tanah kering seperti tembikar (shalshaalin kalfakhkhar) (55:14)
    e. Manusia diciptakan dari tanah gembur (turab) kemudian dari setetes air mani (maa-in mahiin) (18:37)
    f. Manusia (an-naas) diciptakan dari tanah (turab) kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging…kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi… (22:5)
    g. Sesungguhnya masalah ‘penciptaan’ ‘Isa seperti ‘penciptaan’ Adam, Dia menciptakan Adam dari tanah gembur (turab)… (3:59)
    h. Dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup (21:30)
    i. Dia menciptakan semua jenis hewan dari air (24:45)
    j. Dia menciptakan manusia (al-basyar) dari air (25:54)
    k. …bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup (21:30)
    l. Dan Kami telah menghamparkan bumi… dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran (15:19)
    m. Yang memulai penciptaan manusia (al-insaan) dari tanah (thiin) (32:7)
    n. Ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia (al-basyar) dari tanah. Maka apabila telah kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu. (38:71-73)
    o. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan tubuhmu seimbang (82:7)
    p. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu sekalian (banyak) lalu Kami bentuk tubuh kalian, kemudian kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam” (7:11). Artinya kemunculan Adam adalah setelah diciptakannya banyak manusia (‘menciptakan kamu sekalian’).
    q. Sesungguhnya Aku hendak menjadikan (ja’ala, bukan khalq/menciptakan) seorang khalifah (Adam) di muka Bumi (2:30). Artinya memilih seseorang (Adam) dari manusia yang sudah ada.
    r. …Yang telah menciptakan kamu sekalian dari diri yang satu (nafsin waahidatin)… (4:1), (6:98), (7:189)
    s. Dia menciptakan kamu sekalian dari diri yang satu kemudian Dia jadikan daripadanya pasangannya…dan menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan… (39:6). Diri yang satu tidak berarti Adam, bisa juga makhluk bersel satu sebagai cikal bakal makhluk hidup semuanya atau bisa juga sel tunggal ‘stem sel’ sebagai hasil bertemunya sel telur dan sperma di dalam rahim.

    Kesimpulan:
    a. Bahwa proses penciptaan adalah bertahap yaitu dari tanah, kemudian ditumbuhkan dari bumi, dan diciptakan dari air (awal proses kehidupan dari lingkungan air yaitu ‘Ledakan Cambrian’ munculnya banyaknya binatang air secara bersamaan pada era 500juta tahun lalu). Artinya tidak dibentuk seperti membuat patung dari adonan yang dibentuk.
    b. Evolusi perkembangan kualitas tanah: dari tanah keras (thiin), kemudian berkembang menjadi tanah liat (shalshaal), kemudian menjadi tanah lumpur hitam (hamaa-in), kemudian tanah tembikar (shalshaalin kalfakhkhar), kemudian tanah lempung (thiini llazib), kemudian tanah yang paling sempurna adalah tanah gembur (turab) yang memiliki kandungan unsur lengkap untuk bahan organik. Awalnya al-basyar (nenek moyang manusia/homo-…) diciptakan dari saripati tanah (sulaalatin min thiin), pada perkembangannya/ tahapan terakhir al-insaan (manusia modern/Adam) diciptakan dari saripati air yang hina (sulaalatin min maa-in mahiin atau sperma/ovum).
    c. Bisa jadi big-bang atau asal mula seluruh alam semesta dan kehidupan adalah seperti ‘Kun-fayakun’, yang mana sampai saat ini science belum bisa menguak tabirnya. Dengan ‘kun-fayakun alam semesta dan seisinya termasuk manusia diciptakan oleh-Nya secara berantai atau evolusi, namun dalam setiap proses Tuhan menyempurnakan kejadiannya dan meniupkan ruh (yang masih diluar jangkauan science).
    d. Ilmuwan telah mensinyalir (secara genetika) bahwa proses evolusi kehidupan (tumbuhan, hewan dan manusia) disinyalir awalnya semuanya bermula dan mengerucut pada kehidupan paling primitive dan primordial yaitu makhluk bersel tunggal seperti bakteri? yang diperkirakan hidup sekitar 3.5 Milyar tahun lalu. Mengejutkan bahwa genetika kita manusia menyimpan genetika binatang primate yg hidup 50juta tahun silam, juga gen binatang merayap yg hidup 360 juta tahun silam, juga gen-gen yang lebih sederhana sampai makhluk-makhluk bersel tunggal miliaran tahun yang lalu.
    e. Yang masih menjadi missing-link atau teka-teki science untuk menjelaskan adalah tentang bagaimana proses penciptaan DNA dan proses penciptaan enzim-enzim yang ada didalam tiap sel. Sehingga ada yang berpendapat bahwa Tuhan menciptakan dan menyebar benih-benih kehidupan berupa sel-sel dari masing-masing makhluk hidup di muka bumi pada suatu kurun waktu untuk berkembang biak sesuai dengan DNA masing-masing. Jadi ada benih bakteri, benih monyet, benih simpanse dan benih manusia.
    f. Yang jelas berdasarkan ayat-ayat tersebut bahwa Adam bukanlah manusia pertama, yang sering disebut adalah bahwa manusia (kamu sekalian) diciptakan dari ‘diri yang satu’ yang banyak menerjemahkannya sebagai Adam. Diri yang satu bisa berarti ‘stem sel’ di dalam rahim atau makhluk bersel tunggal yang mengawali kehidupan binatang sekitar 3.5 Milyar tahun lalu.

    Sumber: disarikan dari tulisan Bpk. Agus Mustofa.

    • Kl anda ga percaya pada keberadaan tuhan, kitab suci apapun akan terdengar seperti dongeng bagi anda. Jadi menurut saya, sebaiknya anda pikirkanlah dulu tuhan itu ada atau tidak sebelum membaca kitab suci dan bertanya lebih jauh tentang agama. Baru setelah anda percaya tuhan itu ada, bacalah kitab suci dan tanyalah lebih jauh mengenai agama. Tapi kl masih belum percaya lebih baik tidak usah karena percuma, segalanya akan terdengar seperti dongeng bagi anda.

  23. Einsten pernah berkata : ilmu pengetahuan tanpa agama berarti pincang sedangkan agama tanpa ilmu pengetahuan berarti buta . Menurut saya agama dan ilmu pengetahuan memamg tidak bisa dipisahkan

  24. jangan dikait kaitkan dengan agama,
    dari jaman kibenen, ilmu pengetahuan yang lugas dan open mind, atau yang benar benar berpikir terbuka selalu bermusuhan dengan agama…

    yang Alquran lah, yang Alkitab lah…jangan jadi fanatik, berpikirlah terbuka ketika menerima ilmu pengetahuan baru.

    banyak sekali pertanyaan ente ente yang kaya anak kecil.
    sekalian kalau mau jadi anak kecil, jadilah anak kecil yang pinter.
    runcingkan pertanyaan kalian menjadi satu sudut matang dengan bertanya : Tuhan itu siapa yang ciptakan ?

    dikitab manapun, tidak dijelaskan proses penciptaan Tuhan.
    hanya dijelaskan Tuhan tau tau ada, selalu ada, dan akan terus ada..

    karna master semua pertanyaan akan berakhir disana !!..
    ( jangan dijawab versi agama ente, karna ukurannya ga general buat semua orang… busyett..)

  25. butuh bantuan nih,, harun yahya telah membantah jika teori evolusi yang di kemukakan oleh darwin yakni adalah palsu, salah satu makhluk yang di anggap sebagi makhluk perubahan yang bernama piltdown man ternyata fosilnya HOAX atau karangan sendiri. jadi tidak di temukan fosil yang benar – benar menunjukkah jika manusia itu berasal dari evolusi. gimana menjawab hal ini , tlg pencerahannya mr. valbiant…

    • Teori evolusi tidak didasarkan oleh satu fosil saja. Setiap hari, fosil yang ditemukan konsisten dengan Teori Evolusi. Jika anda mempelajari evolusi secara benar sebelum membaca Buku Harun Yahya, anda akan tau bahwa isi buku tersebut tidak lebih dari lelucon yang bisa dibantah siapapun yang ngerti tentang evolusi. Hanya karena dibumbui taburan ayat al quran saja Buku tersebut menjadi terkenal.

      Jika dia memang ingin meruntuhkan teori evolusi, ada caranya kok. Tunjukkan satu saja spesies yang berlawanan dengan alur evolusi. Jika terbukti, siap siap aja terkenal dan menerima nobel. http://ateisindonesia.wikidot.com/cara-meruntuhkan-teori-evolusi

  26. Teruslah mencari, teruslah belajar, jadikan ini sebuah forum sharing dan perbandingan bukan ajang debat kusir, karna ketika yang dicari belum didapat, apa yg bisa diperdebatkan? Saya percaya darimanapun landasan kalian berangkat untuk mencari ujungnya akan bertemu disatu titik yang tak berfihak, yang teis jgn lah memotong rantai hukum sebab akibat dan memuliakan doktrin yang anda percaya, yg ateis jangan berpuas diri, karna masih tak terhingga disiplin ilmu yg belum dipelajari untuk landasan membuat theori2 yg bisa dikatakan relevan untuk masalah ini,

  27. kalian hanya menganalisa realitas yang sifatnya materi saja, tidak sadarkah anda jika ada realitas imateri?? gimana bentuk material dari keadilan? gimana bentuk material dari cinta? gimana bentuk material dari kasihan? gimana bentuk material dari ketenangan? apakah kotak, bulet, atau lonjong, atau bentuk lain2nya??

  28. Saya lebih suka bilang alamiah buat masalah kita ini. Tapi alam sendiri dari mana ya? janganlah ragu, buat yg masih ragu…. ada yg bilang ” big bang?”… apa tuh yg bang? pingin tau aja.

    • bumi tercipta dari gas” yang mengkristal lalu mengeras dan membentuk satu per satu lapisan ozon dari situlah bimu tercipta itu menurut pemikiran saya hehehe….. :p

  29. Ateis mencari Ilmu pasti pengetahuan , Teis mencari Tuhan , Agnostik mencari keridakterikatan,

    Apa itu Kebenaran ?
    Semoga Ateis dan Teis dapat menemukan kebenaran masing2 menurut jalannya

  30. saya ada banyak pertanyaan dalam pikiran saya

    Bagaimana rasanya menjadi seorang tuhan?
    Siapa makhluk pertama yang ada dibumi?
    Jika bumi belum tercipta dan tumbuhan masih beluam ada,bagaimana dengan tuhan
    Apakah pada saat bumi belum tercipta tuhan belum ada?
    dan bagaimana manusia bisa tercipta?,kan waktu bumi pertama kali tercipta yang ada duluan kan hanya tunbuhan baru hewan,pada saat itu bagaimanakah asal usul manusia,belum ada manusia yang melakukan pembuahan jadi manusia itu datangnya dari mana donk…. saya sudah nanya ke guru Agama,Ipa,terus nnya ke sahabat tapi jawabannya ngaco aja

  31. bukankah manusia mengenal dan menyepakati kata “misteri”.. misteri adalah sesuatu yang tidak bisa di jelaskan, dan kalaupun di jelaskan itupun hanya prakiraan atau prasangka saja dan bukan yang sesungguhnya. oleh karena ‘misteri” saja hanya bisa di jelaskan dengan prakiraan atau prasangka saja, apalagi menjelaskan yang “Maha Misteri” ?

    Ada yang bisa di lihat, di dengar, di cium dan di rasa oleh bagian tubuh manusia ataupun dengan alat buatan manusia itu sendiri dan itu bisa di jelaskan karena sifatnya materi dan itupun tidak statis melainkan dinamis, jadi bagaimana mungkin untuk menjelaskan sesuatu yang sifatnya non materi yang tidak bisa di lihat, di dengar, di cium dan di rasa oleh manusia ataupun dengan alat-alat buatan manusia itu sendiri ?

    Memepercayai sesuatu karena sesuatu itu materi dan mengingkari sesuatu yang tidak bisa di jelaskan karena sifatnya non materi, bukan berarti menghilangkan sifat non materi itu sendiri ?

  32. Atas kehendak siapa semua itu sampe itu semua terjadi? Dan atas kehendak apa semua itu terjadi? Dan sebelum terbentukny batuan cair yg membara dr mana asalny batuan cair membara? Siapa yg menghendaki semua itu terjadi…

  33. Pepatah mengatakan, biar anjing melolong kafilah jalan terus. Biar ateis dan teis berdebat, sains tetap jalan terus. Sains tak peduli dan tak perlu melihat kebelakang kerena didepan setumpuk pertanyaan harus dibuktikan. Siapa rajin memunggut hasil sains dibelakangnya, baik itu ateis maupun teis, maka dialah yang mendekati sempurna dalam hidup ini. Gereja akan lebih megah kerena ber AC dan mesjid akan lebih syaduh kerena pengeras suaranya.
    Satu makluk tak terpengaruh adalah Buddha, tak mengenal alfa dan omega, kerena telah mengenal dan memahaminya sejak awal, apa arti hukum alam. Terkenal dengan sabdanya “datanglah dan buktikan dan bukannya datang dan percayalah”. Sabda ini, kini telah terjawab kerena sains berdasarkan hukum alam telah membuktikannya.

  34. ada yang pernah baca novelnya dee supernova akar? DI novel ini kurang lebih hamapir seperti ini juga penjelasannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s