Apa Bukti Bahwa Tuhan Tidak Ada?

20130825-164421.jpg

Pertanyaan ini hanya bisa dijawab apabila kata “Tuhan” didefinisikan secara jelas. Tanpa definisi yang jelas, tidak mungkin apa pun dibuktikan ada atau tidak ada. Bayangkan Anda diminta membuktikan keberadaan X tanpa disebutkan secara sangat jelas, apa itu X. Permasalahan sama tentang Tuhan mengingat hampir semua agama memiliki deskripsi sendiri tentang Tuhan. Ada yang menganggapnya sosok yang bisa marah dan berkehendak, ada yang berkata Tuhan adalah kesadaran manusia itu sendiri. Ini membuat pembuktian Tuhan menjadi mustahil ketika semua memiliki definisi berbeda.

Persoalan kedua adalah dalam skala sebesar alam semesta, membuktikan ketiadaan sesuatu adalah mustahil. Contoh, tidak ada yang bisa membuktikan bahwa Sinterklas tidak ada. Tidak ada yang pernah merekam dan menjelajahi setiap jengkal bumi untuk menunjukkan bahwa tidak ada Sinterklas. Bagaimana jika Sinterklas bersembunyi di Bulan? Bagaimana jika Sinterklas bersembunyi di dimensi lain? Ini jugalah yang terjadi pada jin. Tidak ada yang bisa membuktikan jin tidak ada, tidak ada yang bisa membuktikan Doraemon tidak ada.

Secara umum, orang yang mengklaim keberadaan sesuatulah yang memiliki kewajiban untuk membuktikan. Tertama jika klaim tersebut berlawanan dengan hukum fisika dan azas kenormalan yang ada. Prinsipnya, an extraordinary claim requires extraordinary evidence. Jika ada orang mengatakan memiliki pensil, maka saya tidak perlu menuntut pembuktian karena memiliki pensil adalah hal yang biasa. Berbeda, misalnya, dengan seseorang mengaku memiliki pensil emas tidak kasat mata yang mampu mengabulkan segala keinginan. Klaim tersebut terlalu luar biasa untuk dipercaya tanpa bukti.

Kembali kepada pembuktian Tuhan tidak ada, mari kita tinjau dari deskripsi agama mayoritas tentang Tuhan, melalui sifat-sifatnya. Ada kesamaan konsep Tuhan yang diagungkan agama-agama mayoritas saat ini. Dengan menggunakan Logika, kita bisa membuktikan bahwa konsep tuhan yang sering diajukan memiliki kontradiksi. Ini berarti kalau pun ada Tuhan, pastinya bukan seperti yang digambarkan sesuai konsep berikut:

1. Maha-Kuasa versus Maha-Kasih versus Maha-Tahu
Epicurus, seorang filsuf Yunani memiliki ungkapan terkenal “Epicurus’ Problems of Evil” yang kurang lebih berbunyi
“Kalau Tuhan sanggup tetapi tidak mau menghilangkan penderitaan manusia, maka dia jahat.
Kalau Tuhan mau tetapi tidak sanggup menghilangkan penderitaan, maka dia tak maha kuasa.
Kalau Tuhan sanggup dan mau menghilangkan penderitaan, maka penderitaan tidak seharusnya ada.
Kalau Tuhan tidak mau dan tidak sanggup menghilangkan penderitaan, kenapa disebut Tuhan?”

Jawaban paling logis dari pertanyaan Epicurus di atas adalah “Karena tuhan tidak tahu kalau ada penderitaan.” Hanya saja atribut Maha-Tahu yang juga diberikan kepada sosok tuhan, membuat jawaban logis yang tersisa adalah “Di dunia yang memiliki penderitaan tidak mungkin ada tuhan yang Maha-Kuasa sekaligus Maha-Baik sekaligus Maha-Tahu.”
Andai pun ada sosok yang bisa dianggap tuhan, maka sosok itu entah tidak Maha-Kuasa, atau tidak Maha-Baik, atau tidak Maha-Tahu.

2. Maha-Adil dengan Neraka bagi orang yang tidak menyembahnya/Kafir/Infidel/Non-Believer
Adil adalah memberikan apa yang sepantasnya.
Adil adalah memberikan semua orang kesempatan yang sama.

Keberadaan konsep “Seluruh kafir pasti masuk neraka” bertentangan dengan konsep Keadilan, apalagi konsep Maha-Adil.
Tidak ada orang yang setuju bahwa “Pencuri Ayam yang tidak kenal Hakim dihukum 1 tahun penjara, sedangkan Pencuri Ayang yang kenal Hakim dibebaskan” itu adil.
Mengenal sang Hakim tidak lantas merubah hukuman atas apa yang diperbuat seseorang.
justru konsep “Keringanan hukuman karena kenal dengan Hakim” adalah salah satu konsep yang paling ditentang, yaitu Nepotisme.

Jadi konsep “seseorang yang percaya masuk surga, walaupun dia membunuh orang.
sedangkan orang lain yang tidak percaya, walaupun dia juga membunuh orang”
bukanlah keadilan, melainkan Nepotisme.
Dalam sistem yang adil, maka kedua orang tersebut haruslah mendapat perlakuan yang sama, sama-sama masuk neraka atau sama-sama masuk surga.

Bagaimana jika ada hukum bahwa “Hanya Jika orang percaya maka dia masuk surga, tidak peduli apapun perbuatannya, dan hanya Jika orang tidak percaya maka dia masuk neraka, tidak peduli apapun perbuatannya”?

Sekali lagi ini juga menyalahkan konsep Keadilan, karena kesempatan masing-masing orang untuk percaya tidaklah sama besar.
Seperti kita ketahui, setiap daerah dan jaman memiliki agamanya masing-masing.
Apa agama Anda, 90% berasal dari keluarga Anda, 9% dari lingkungan Anda dibesarkan.

Kalau kebetulan Anda lahir di keluarga yang benar dan lingkungan yang benar, maka ada 99% kemungkinan Anda menganut agama yang benar.
Kalau kebetulan Anda lahir di keluarga yang salah dan lingkungan yang salah, maka ada 99% kemungkinan Anda menganut agama yang salah. Dan artinya 99% kemungkinan Anda masuk neraka. Ini tentunya tidak adil karena hanya 1 persen saja masuk neraka.
Seharusnya semua orang memiliki kesempatan yang sama besar untuk mengenal agama yang benar, kalau memang ada.

Kedua konsep tersebut adalah konsep yang paling banyak dipakai dalam menggambarkan tuhan.
Walaupun tidak menutup kemungkinan adanya tuhan yang tidak sesuai konsep tersebut, tapi ini sudah cukup untuk membuat sebagian orang ragu, apakah konsep tuhan itu sendiri benar.

-LL-

291 thoughts on “Apa Bukti Bahwa Tuhan Tidak Ada?

  1. menjawab pertanyaan no 2 :
    “Seluruh kafir akan msk neraka”. itu adalah konsep yg benar. dan hampir semua agama didunia menanam pemahaman pemahaman seperti itu.
    tp jika ada ungkapan. ” Hanya jika orang percaya Tuhan maka dia akan masuk surga, tidak perduli apapun perbuatannya”.
    maka mahluk yg pertama masuk surga adalah SETAN. Karena dibandingkan dgn manusia, tentu SETAN lebih mengenal Tuhan.
    bahkan bukan hanya mangenal-Nya,tp SETAN juga sdh pernah bertemu, bercakap2 dan menerima kasih sayang dari Tuhan.

    • AAgam X mengatakan kafir adallah org2 yg tdk mematuhi dan mematuhi serta tidak beriman kpd Tuhan yg ada dlm konsep agama X, maka mereka akan masuk neraka.

      Dan bagaimana jikalau agama Y (agama selain agama X) mengatakan kafir adalah org2 yg tdk mematuhi dan mendengat serta tidak beriman kepada Tuhan dlm konsep agama Y, akan masuk neraka.

      Maka keduanya akan masuk neraka bagi orang yg menganut agama X maupun Y. Tetapi agama X meyakini dia nggak akan ke neraka, sementara Y juga meyakini hal yg sama. Malah X meyakini Y masuk nerKa dan Y meyakini X masuk neraka.

      Kesimpulan: Tuhan dan agama adalah imajinasi, produk pikiran masing2 kelompok baik X maupun Y yg sudah dibentuk sejak dulu sebelum X bertemu dengan Y.

  2. yang dimaksud dgn ” orang yg percaya masuk surga sedangkan org tidak percaya msk neraka”.
    adalah ” percayanya ” orang yg BERIMAN. bukan percayanya orang Kafir. dan orang yg BERIMAN tdk melakukan dosa besar, apalagi membunuh. Dan apabila mereka melakukan dosa, mereka bertobat kepada Allah. dan segera melakukan penebusan atas dosa yg telah mereka lakukan. maka’y kalo di agama Islam hukuman bagi pembunuh adalah hukum pancung. setelah hukum didunia di jalankan, barulah Tuhan memberikan Ampunan-Nya.

    • Anda mungkin tidak sadar bahwa kata IMAN mengandung circullar reasoning. IMAN adalah percaya tanpa bukti. Percaya 100% tanpa keraguan sedikitpun. Kepercayaan buta yang membimbing jutaan orang menyembah tuhan yang berbeda beda dan merasa yakin dirinya benar.

      Jelas bahwa IMAN bukanlah tolok ukur yang reliabel.

      • Beriman yang benar yang akan menyelamatkan. Bukan semua iman!
        Seseorang yang percaya bahwa manusia berasal dari monyet berarti dia telah beriman kepada Charles Darwin.

      • Tuhan sejati ada di dalam jiwa setiap orang. Silahkan baca “buku Urantia”, bisa search di google.

      • anda kurang benar jika mengatakan iman adalah percaya tanpa bukti. perlu anda ketahui bahwa secara etimologi kata iman tidak bisa disepadankan dengan kata percaya. iman yang mengambil akar kata amina mengandung pengertian tranquilitas, tenteram dan damai. tranquilitas, tenteram dan damai dan bahagia hanya bisa diperoleh jika seseorang memiliki ilmu tentang apa yang ia yakini kebenarannya, seperti keyakinan tentang tuhan dan destinasi akhirnya.
        perlu juga anda ketahui bahwa dalam Islam (anutan saya) ilmu itu memiliki hirarki dan tingkat kebenaran: (1) ilmu al-yaqin, (2) ain al-yaqin, dan (3) haq al-yaqin
        yang pertama disebut ilmu al-yaqin, contoh ketika kami dalam sebuah ruangan sedang berdiskusi, tiba-tiba ada seseorang mengetuk dan membuka pintu dan mengatakan mengatakan bahwa di sebuah tempat terjadi kebakaran, informasi yang kami peroleh bahwa “disebuah tempat telah terjadi kebakaran” kebenarannya masih pada taraf sebatas informasi (ilm al-yaqin)
        yang kedua disebut ain al-yaqin, contoh ketika informasi yang kami peroleh tadi bahwa “”disebuah tempat telah terjadi kebakaran” kami cek alias datang ke lokasi kebakaran dan melihat jelas kebakaran tersebut, maka kebenarannya sudah mencapai ain al-yakin (bukti inderawi)
        yang ketiga disebut haq al-yaqin, contoh: sering kita dengar atau menurut logika bahwa apabila sesuatu didekatkan dengan api maka sesuatu tersebut pasti terbakar (jika kondisi dan syaratnya terpenuhi). salah satu diantara kami yang menyaksikan kebakaran tersebut terkena serpihan bara api. kami lantas bertanya tentang apa yang dirasakannya, ia berkata “sangat panas.” “rasa panas” yang ia rasakan tersebut dalam hirarki ilmu disebut haq al-yaqin. artinya kebenaran tingkat terakhir itu hanya bisa dirasakan (dhauq).
        jadi iman itu sudah terkandung didalamnya ilmu sampai pada tingkatan yang ketiga tadi, dan itulah yang membuat seseorang tranquilitas, damai sentosa dan bahagia.

      • Disini anda tidak menjelaskan apapun selain ber semantik ria. Pertanyaan saya selanjutnya, apa yang membuat ‘iman’ bisa dipercaya? Semua penganut agama menggunakan iman dan merka masing masing mempercayai Tuhan dan agama yang berbeda. Disini jelas bahwa iman bukanlah sebuah alat yang reliabel untuk mendapatkan kebenaran. Itulah kenapa tidak ada kata iman dalam sains. 2+2 = 4 tidak diimani, tapi dibuktikan.

      • Baik saudara Valbiant.
        Anda menyebut saya “bersemantik ria”. Itu sangat penting bagai Islam. Pentingnya adalah karena terma-terma (i.e. kufr, iman, islam dll) yang sering digunakan dalam diskusi disini merupakan “key concepts” dalam Islam dan sering penggunaannya dikaburkan dengan pemahaman yang dangkal. Dan juga agar tidak menimbulkan “multitafsir” seperti yang sering anda katakan, maka saya harus mempertegas, memperjelas pengertian key concept tersebut.
        Kedua ini adalah sebuah disiplin keilmuan seperti halnya dengan sains yang anda yakini kebenarannya.
        Bahasa Arab setelah datangnya Islam berbeda dengan Bahasa Arab Jahili. Artinya, setelah Islam kata-kata kunci tersebut telah ter”injeksi” dengan Islamic world-view, Sehingga “mutltafsir” yang sering anda sebut itu sangat mudah atau kemungkinan terjadinya sangat kecil karena kita selalu mengembalikan pada “pengakaran kata” atau semantiknya.
        Perlu saya tekankan disini bahwa apa yang anda nilai dari bacaan anda yang melihat adanya ketidak jelasan dalam hal tafsir “multitafsir” itu terjadi lantaran ketidak pakaran seseorang dalam bahasa, khususnya bagi para modernis yang meninggalkan sistem semantik tersebut.
        Kenapa saya perlu bersemantik ria karena begini (menunjukkan ketidak sepadanan arti percaya dengan iman atau kafir): Kalau seseorang berjalan dan melintas di sebuah pohon besar (raksasa) lalu kemudian saya katakan bahwa di pohon tersebut ada penunggu alias setan, maka hanya ada 2 yang dapat terjadi dalam dirinya yaitu percaya atau tidak percaya. Kalau dia mengatakan percaya, maka ungkapan percayanya tidak dapat dikatakan dia beriman, atau kalau dia katakan tidak percaya, maka ungkapan ketidak percayaannya itu tidak dapat dikategorikan sebagai kufr atau kafir.

    • [[dan orang yg BERIMAN tdk melakukan dosa besar, apalagi membunuh.]]

      Siapa bilang?

      Nyatanya banyak orang beriman yang membunuh.

      Justru dia membunuh karena imannya.

      Justru dia membunuh karena merasa yakin itu perintah dari tuhan.

      Dan orang-orang inilah yang menurut agama mereka, akan masuk surga, karena telah melaksanakan perintah tuhan mereka untuk membunuh.

  3. Saya tak begitu paham dengan apa itu konsep-konsep yang ada di atas. Namun saya rasa konsep itu bisa dikatakan lucu. Mengenai Maha Kuasa vs Maha Kasih vs Maha Tahu dan Maha Adil.
    Logika sederhananya kita ambil contoh seorang Sutradara dalam membuat film.
    Apakah karakter yang ditampilkan itu semua sama?
    Kemudian apakah aktor/aktris tersebut percaya kalau sutradara bisa berbuat apa saja dalam filmnya?
    Apakah sutradara akan membagi rata mengenai besaran nilai kontrak untuk setiap pemain?

    Manusia saja bisa bertindak seperti itu, apalagi SUTRADARA alam semesta.

    • Tentu, dia bisa berbuat apa saja karena dia konon maha kuasa. Hanya saja konsep ketuhanan seperti itu tidak mungkin adil ketika si sutradara menciptakan tokoh utama, lalu mengirimnya ke surga karena itu. sementara dia menciptakan sendir pelaku peran antagonis dan lalu menjeblosannya juga ke neraka. Masih dalam analogi yang sama.

      • Tentu saja jika sutradara yang melakukan hal tersebut hal tersebut jadi tidak adil. Karena hubungan antara sutradara-aktor itu tidak lebih dari hubungan kerja profesional. Tidak bisa dibandingkan dengan hubungan antara tuhan-hambanya.
        Bayangkanlah anda memiliki HP, lihat apa yang bisa anda lakukan terhadap hp tersebut, lihat apa hak anda terhadap HP tersebut. Apakah HP itu mau anda bakar ato anda tenggelamin ke air tidak akan ada yang bilang bahwa anda tidak adil terhadap HP tersebut karena anda yang memiliki HP tersebut. Padahal anda mungkin tidak merakit HP itu sendiri apalagi menciptakannya dari ketiadaan. Maka bayangkanlah seberapa besar hak yang dimiliki oleh tuhan atas hambanya yang Dia ciptakan dari ketiadaan!
        Ini jika anda mengambil asumsi bahwa tuhan itu ada dan dialah pencipta alam semesta.

      • valbiant yang hebat, sejak lama saya mengikuti debat yang ada disisni. saya berkesimpulan bahwa hampir rata komentator/yg menjawab memimiliki pemahaman yang loose terhadap berbagai konsep. contoh ketika berbicara adil. adil tidak bisa dimaknai “menyamakan” (memberi uang kepada 2 orang harus sama, misalnya). adil berakar kata dari Arab yang tidak bisa diterjemahkan semaunya. adil adalah to put something in its proper place, misalnya ketika anda menjemur pakaian, anda harus memilah-memilih pakaian yang mana yang ada harus jemur di depan atau di belakan. karena kalau anda menjemur pakaian dalam di depan rumah di mana setiap orang yang lewat dapat melihatnya maka anda telah melakukan ketidak adilan disebabkan anda tidak meletakkan sesutu itu pada tempatnya yang layak. ketika berbica mengenai tuhan yang maha adil justru keadilan tuhan adalah dengan melakukan atau menciptakan ciptaan-Nya dalam hirarcical order, karena kalau semua harus sama (manusia semua sama, baik perawakan, tingkah, bentuk rupa) maka tidak akan mungkin terjadi the possibility of knowledge karena segala sesuatu tidak memiliki identitas and thus knowledge is impossible.

      • Dengan pemahaman seperti itu maka konsep “Tuhan maha Adil” hanyalah doktrin semata yang hanya bisa diimani. Pokoknya apapun yang terjadi, Tuhan itu maha adil. Manusia tidak bisa menjangkaunya. Begitu?

      • “Pokoknya apapun yang terjadi, Tuhan itu maha adil. Manusia tidak bisa menjangkaunya. Begitu?”
        @valbiant yg terhormat.
        Pertama: Tuhan itu Maha Adil. YES
        Kedua: Manusia tidak bisa menjangkaunya. YES and NO.
        Yes jika manusia tidak dapat menangkap hikmah dibalik itu.
        No jika manusia dapat memahaminya. Artinya: dalam agama saya, ilmu, justice (al-adl) dan hikmah (wisdom) adalah rangkaian yang tidak terpisahkan. jika adil didefinisikan sebagai “meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya yang layak,” maka wisdom adalah pengetahuan atau ilmu mengenai “tempat-tempat” sesuatu. Contoh jika kita mendirikan sebuah sekolah IT, dan kita membuka lowongan pekerjaan, maka sudah barang tentu kita tahu jenis karyawan atau pekerja yang akan kita terima, dan itu adalah wisdom (TERJANGKAU BUKAN), Nah… dengan mengambil karyawan yang tidak memiliki background IT, misalnya, maka tindakan tersebut adalah injustice. Kecuali anda membutuhkannya mungkin untuk cleaning dll. Jadi terjangkau Bukan?

    • Mungkin memang Sutradara itu maha-kuasa dalam proyek film buatannya
      Tapi kapan ada Sutradara yang mengaku maha-kasih?

      Argumen Epicurus itu bukan membuktikan tidak ada tuhan yang maha-kuasa.
      Melainkan membuktikan tidak ada tuhan yang maha-kuasa sekaligus maha-kasih.

      Kalau cuman salah satu doang, masih mungkin ada.

      Jadi misalnya ada tuhan yang maha-kuasa, tapi tidak maha-kasih, karena itulah dia tidak mau menghilangkan penderitaan.
      Atau ada tuhan yang maha-kasih, tapi tidak maha-kuasa, karena itulah dia tidak sanggup menghilangkan penderitaan

      • “Kalau cuman salah satu doang, masih mungkin ada.”

        Wah…jadi bingung saya. Kl memang ada Tuhan yang Maha Kuasa tapi tidak Maha Kasih, kenapa anda tidak mengakui keberadaan-Nya dan takut pada-Nya? Dan kl Tuhan tidak Maha Kuasa tapi Maha Kasih. kenapa anda tidak mengakui keberadaan-Nya dan berterimakasih pada-Nya? Well….yang jelas kenapa anda gak mau mengakui Dia ada?
        See…sebenarnya anda melakukan lompatan logika, karena Dia tidak mungkin Maha Kuasa dan sekaligus Maha Kasih lalu tiba2 anda simpulkan Dia tidak ada! Cara pikir macam apa ini? Ini sama saja dengan orang yang bilang bahwa ibunya ga ada karena dia sudah ngebuang dia dan jahat pada dirinya. Ya ga nyambung lah.

        “Jadi misalnya ada tuhan yang maha-kuasa, tapi tidak maha-kasih, karena itulah dia tidak mau menghilangkan penderitaan”

        Nah disinilah anda salah paham. Anda pikir kata “maha” itu artinya “tidak hingga” atau “limitless”. Padahal artinya adalah “teramat sangat” (lihat kamus bhs indo). Artinya Tuhan teramat sangat berkuasa dan teramat sangat kasih. Kl mau dijabarkan lagi, kasih tuhan itu jauh melebihi kasih-sayang makhluk-Nya dan begitu pula dengan Kekuasaan-Nya. Tapi tentu saja kasih-Nya itu ada batasnya dan kekuasaan-Nya juga ada batasnya. Tidak mungkin Tuhan berkuasa untuk menciptakan Tuhan yang lain dan tidak mungkin juga dia menerima tobatnya seseorang yang sudah mati. Tapi walaupun demikian Dia tetap Tuhan, karena predikat “Tuhan” itu Ia dapat bukan hanya karena ke-Maha Kuasa-annya atau ke-Maha Kasih-annya tapi juga karena ia telah menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan. Dialah Sang Pencipta.

        “Atau ada tuhan yang maha-kasih, tapi tidak maha-kuasa, karena itulah dia tidak sanggup menghilangkan penderitaan”

        Mungkin anda berpikir bahwa dunia tanpa penderitaan adalah lebih baik. Tentu saja tidak. Pernahkan anda membayangkan seandainya penderitaan hilang dari dunia, lalu semua orang menjadi berkecukupan dan hidup baik2 saja?! Ada sesuatu yang baik yang hilang di dunia imajinasi anda tsb yaitu tolong-menolong. Kenapa? karena tidak ada lagi yang perlu ditolong, semuanya kan sudah berkecupukan. Nah kl tolong-menolong hilang maka kasih sayang pun akan menghilang. Inikah dunia yang anda inginkan? Pikirkanlah siapa yang lebih bijak, anda atau Tuhan?

      • @ffr

        <>

        Saya bilang mungkin ada.
        Saya nggak bilang pasti ada.

        Nah kalau anda bilang tuhan seperti itu pasti ada, anda yang harus membuktikannya.
        —–

        <>
        Kalau begitu definisi maha kita berbeda.

        Sudah dibuktikan tuhan yang maha(tidak hingga) kuasa dan kasih tidak mungkin ada.

        Kalau anda bilang tuhan yang maha(amat sangat) kuasa dan kasih mungkin ada.
        Bisa saya terima.
        Tapi sama seperti diatas,
        Mungkin ada.

        Tapi selama belum dibuktikan keberadaannya. wajar jika tidak ada yang percaya.

        <>

        Ini dunia Imajinasi SAYA.
        Tahu darimana anda kalau di dunia Imajinasi SAYA, tidak ada tolong menolong?

        Kenyataannya saya maha(amat-sangat) kuasa untuk membayangkan dunia Imajinasi yang tidak ada penderitaan, tapi tidak kehilangan apa-pun yang baik.
        Jadi dunia tersebut, tetap ada tolong-menolong, walaupun tidak ada lagi penderitaan.

        Mungkin maksud anda, dunia Imajinasi ANDA, yang kehilangan tolong-menolong kalau tidak ada penderitaan.

        Kalau menggunakan maha(tidak hingga) kuasa.
        Maka seharusnya, tuhan sanggup menghilangkan penderitaan sambil tetap mempertahankan tolong-menolong.

      • @ffr

        [[Kl memang ada Tuhan yang Maha Kuasa tapi tidak Maha Kasih, kenapa anda tidak mengakui keberadaan-Nya dan takut pada-Nya?]]

        Saya bilang mungkin ada.
        Saya nggak bilang pasti ada.

        Nah kalau anda bilang tuhan seperti itu pasti ada, anda yang harus membuktikannya.
        —–

        [[Artinya Tuhan teramat sangat berkuasa dan teramat sangat kasih]]
        Kalau begitu definisi maha kita berbeda.

        Sudah dibuktikan tuhan yang maha(tidak hingga) kuasa dan kasih tidak mungkin ada.

        Kalau anda bilang tuhan yang maha(amat sangat) kuasa dan kasih mungkin ada.
        Bisa saya terima.
        Tapi sama seperti diatas,
        Mungkin ada.

        Tapi selama belum dibuktikan keberadaannya. wajar jika tidak ada yang percaya.

        [[Ada sesuatu yang baik yang hilang di dunia imajinasi anda tsb yaitu tolong-menolong.]]

        Ini dunia Imajinasi SAYA.
        Tahu darimana anda kalau di dunia Imajinasi SAYA, tidak ada tolong menolong?

        Kenyataannya saya maha(amat-sangat) kuasa untuk membayangkan dunia Imajinasi yang tidak ada penderitaan, tapi tidak kehilangan apa-pun yang baik.
        Jadi dunia tersebut, tetap ada tolong-menolong, walaupun tidak ada lagi penderitaan.

        Mungkin maksud anda, dunia Imajinasi ANDA, yang kehilangan tolong-menolong kalau tidak ada penderitaan.

        Kalau menggunakan maha(tidak hingga) kuasa.
        Maka seharusnya, tuhan sanggup menghilangkan penderitaan sambil tetap mempertahankan tolong-menolong.

      • @ladylusifer
        “Saya bilang mungkin ada.
        Saya nggak bilang pasti ada
        Nah kalau anda bilang tuhan seperti itu pasti ada, anda yang harus membuktikannya.”
        Tentu saja ada. Bukti tuhan itu ada dapat diamati pada 3 hal;
        1- Tidak dapatnya hukum alam memungkinkan sesuatu muncul dari ketiadaan. Nah, alam itu sendiri memiliki permulaan. Karena dia (alam) ga bisa muncul dari ketiadaan dengan sendirinya maka adanya alam harus didahului oleh adanya sesuatu yang lain (katakanlah A). Jika si A ini dipengaruhi oleh hukum alam yang sama maka adanya ia pun harus didahului oleh adanya sesuatu yang lain (katakanlah B). Jika si B dipengaruhi oleh hukum alam yang sama maka ia pun harus didahului oleh sesuatu yang lain lagi, dan begitu seterusnya.
        2- Tidak adanya sesuatu yang tak hingga secara fisik. Jika rantai sebab akibat pada poin 1 diteruskan maka hal tersebut akan mengarahkan kita pada hasil yang tak hingga. Nah hal ini tidak mungkin. Harus ada ujungnya. Nah ujung ini haruslah dapat ada dari ketiadaan dengan sendirinya dan tidak terikat pada hukum alam kita. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa alam berasal (secara langsung atau tidak langsung) dari sesuatu yang dapat ada dengan sendirinya dan tidak terikat pada hukum alam yang kita punya.
        3- Tidak dapatnya hukum alam memungkinkan sesuatu yang hidup muncul dari sesuatu yang mati. Banyak teori yang menjelaskan bagaimana mahkluk hidup muncul di bumi seperti teori abiogenesis. Tapi teori tersebut lebih banyak menitikberatkan penjelasannya pada proses munculnya bahan-bahan fisik makhluk hidup (yang merupakan benda mati juga sebenarnya) dari alam bukan proses bagaimana bahan2 fisik itu dapat menjadi hidup. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hingga saat ini ilmuwan masih belum bisa mengetahui bagaimana proses benda mati menjadi hidup. Dan pada kenyataannya kita juga tidak pernah melihat atau menerima laporan ada makhluk hidup yang muncul dari benda mati. Nah hal ini mengindikasikan bahwa proses itu mungkin memang tidak bisa dilakukan oleh alam. Dan kalau alam tidak bisa melakukannya berarti yang melakukannya adalah sesuatu yang tidak terikat pada hukum alam.
        Dari 3 hal di atas saya menyimpulkan bahwa sesuatu yang menjadi sebab bagi alam dan adanya kehidupan di dunia adalah satu dan sesuatu itu saya sebut sebagai tuhan.
        Bukti yang saya sebut di atas adalah bukti nalar saja (bisa dibilang hipotesa) tapi kalau anda meminta bukti empiris ya jelas saya ga punya. Tapi saya yakin anda juga ga punya bukti empiris yang menunjukkan ketiadaan tuhan. Nah disini kita cuma bisa membandingkan hipotesa kita saja, mana yang lebih masuk akal. Dan saya berpikir bahwa kepercayaan saya pada adanya tuhan itu lebih masuk akal dibandingkan dengan kepercayaan anda.

        “Kenyataannya saya maha(amat-sangat) kuasa untuk membayangkan dunia Imajinasi yang tidak ada penderitaan, tapi tidak kehilangan apa-pun yang baik.
        Jadi dunia tersebut, tetap ada tolong-menolong, walaupun tidak ada lagi penderitaan.”

        Hmm….saya ragu anda bisa membayangkan dunia seperti itu. Kl anda memang bisa membayangkan dunia seperti itu, tolong jelaskan pada saya bagaimana cara anda menolong orang berdiri saat orangnya tidak jatuh?

      • “tidak ada tuhan yang maha-kuasa sekaligus maha-kasih”
        Bahkan Tuhan memiliki 99 sifat, bukan hanya 2 (Maha Kuasa sekaligus Maha Kasih), dan kalau tidak dipahami secara mendalam they appear to be contradicted.
        Tidak ada satupun dari sifat itu yang kontradiksi. Jika anda katakan bahwa Dia Maha Kuasa atau Maha Kasih kenapa Tuhan tidak Kuasa menghilangkan penderitaan padahal Dia Maha Kasih.
        Pertama: Tujuan penciptaan (adanya hidup-mati) adalah karena Ia hendak menguji hamba-hamba-Nya yang dapat melalui ujian tersebut.
        Kedua: Tuhan bukan tidak berkuasa menghilangkannya, akan tetapi “pending” sampai saatnya anda memasuki gerbang yang dijanjikan itu (kalau lulus ujian tempatnya di mana, sebaliknya kalau tidak lulus tempatnya di mana).
        Ketiga: Penderitaan merupakan ujian hidup, oleh karena itu Tuhan karena Kasihnya menciptakan “sabar” dan “rida” kepada manusia (sabar serta rida menjalaninya karena bagi yang memahaminya akan berkata bahwa perjalanan hidup ini adalah perjalanan yang singkat, sedangkan perjalanan selanjutnya adalah perjalan yang tiada batas).
        Keempat: Jika Tuhan mengikuti keinginan manusia (agar tidak ada penderitaan atau apapun yang manusia inginkan), then, He is not supposed to be God (bukan Tuhan namanya kalau Dia mengikuti perintah manusia, tetapi manusia itulah Tuhan).
        Kelima: Kalau penderitaan itu dienyahkan then what is the purpose of creating, seharusnya manusia tidak berada dalam dimensi fana (dunia) ini, tapi berada pada dimensi baqa (syurga) yang tiada ujian, cobaan, penderiataan.

      • @ffr

        [[Karena dia (alam) ga bisa muncul dari ketiadaan dengan sendirinya maka adanya alam harus didahului oleh adanya sesuatu yang lain (katakanlah A)]]

        Apa buktinya Alam tidak bisa muncul sendiri dari ketiadaan?

        Sejauh ini, tidak ada satupun bukti yang bilang alam Tidak bisa muncul sendiri, maupun sebaliknya.

        Semua hukum alam yang anda ketahui, berlaku di dalam Alam Semesta ini doang.
        Tidak ada jaminan hukum tersebut berlaku di luar Alam Semesta ini
        ——-

        [[Harus ada ujungnya. Nah ujung ini haruslah dapat ada dari ketiadaan dengan sendirinya dan tidak terikat pada hukum alam kita]]

        Terus atas dasar apa anda bilang si Ujung ini punya atribut maha-kuasa?
        atau maha-kasih?
        Atau bahkan punya kehendak?

        Siapa tahu Ujungnya ini adalah sebuah Fluktuasi di Hyperspace?
        Siapa tahu Ujungnya ini adalah sebuah Tabrakan Brane di Dimensi ke 11?
        —-

        [[ Tidak dapatnya hukum alam memungkinkan sesuatu yang hidup muncul dari sesuatu yang mati.]]

        Siapa bilang?

        Siapa yang berhasil membuktikan kalau tidak mungkin kehidupan muncul dari sesuatu yang mati?
        ———

      • “Apa buktinya Alam tidak bisa muncul sendiri dari ketiadaan?
        Sejauh ini, tidak ada satupun bukti yang bilang alam Tidak bisa muncul sendiri, maupun sebaliknya.”

        Wow….berarti kl ada tetangga saya yang bilang bahwa “mobil saya ini muncul dari ketiadaan” bisa jadi dia berkata benar ya???!!!!

        Atau kl Si Je**ca bilang bahwa “Sianida dalam kopi Mi*na muncul dari ketiadaan” itu harus diusut kemungkinannya oleh polisi ya ???!!!!!

        “Semua hukum alam yang anda ketahui, berlaku di dalam Alam Semesta ini doang.
        Tidak ada jaminan hukum tersebut berlaku di luar Alam Semesta ini”

        Ya uda…daripada ngedebatin barang di luar alam semesta yang belum pasti hukumnya lebih baik kita debatin yang uda jelas hukumnya yaitu alam semesta kita saja.

        “Terus atas dasar apa anda bilang si Ujung ini punya atribut maha-kuasa?
        atau maha-kasih?
        Atau bahkan punya kehendak?”

        Ya memang saya ga bilang begitu….pada bukti/poin ke-2, kesimpulan yang muncul itu hanya “ujung itu adalah sesuatu yang dapat ada dengan sendirinya dan tidak terikat pada hukum alam yang kita punya”. Sampai sini memang masih belum ada embel-embel maha kuasa, maha kasih, atau punya kehendak.

        “Siapa tahu Ujungnya ini adalah sebuah Fluktuasi di Hyperspace?
        Siapa tahu Ujungnya ini adalah sebuah Tabrakan Brane di Dimensi ke 11?”

        Bisa jadi….nah sekarang saya tinggal tanya saja, fluktuasi di hyperspace itu punya sebab ga? tabrakan brane di dimensi ke 11 punya sebab tidak? brane itu terdiri atas materi dan energi bukan? kl ya dari mana asalnya?

        “Siapa yang berhasil membuktikan kalau tidak mungkin kehidupan muncul dari sesuatu yang mati?”

        Wow….berarti kl ada tetangga saya yang bilang bahwa “kemarin bapak saya baru bangkit lagi dari kematian” bisa jadi dia berkata benar ya???!!!!

        Atau kl ada anak kecil yang bilang bahwa ayam peliharaan dia keluar dari batu bisa jadi dia juga ngomong bener ya???!!!!

        Ya uda, kl anda yakin atau punya harapan yang hidup bisa muncul dari yang mati. Mari kita sama-sama nunggu. Dan saya sudah pernah bilang saya akan jadi ateis kl mayat uda bisa hidup lagi.

  4. Tak perlu membujuk Atheis utk kembali ke ‘jalan yang benar’, tp coba benahi dulu para pengikut Agama masing2 supaya bersikap lbh bijak dan manusiawi, taat pada aturan agama dan hukum yang berlaku d tiap2 wilayah/negara.

    Krn seperti Ɣªήƍ kita ketahui bersama tindakan FPI Ɣªήƍ menurut saya brutal tp para pemuka agama Ɣªήƍ tidak sefaham tak berani bertindak mendukung pembubaran FPI, dan juga para pengikut majelis rasululloh dan organisasi lainnya Ɣªήƍ ketika pawai terlihat brutal tak ada Ɣªήƍ berani bertindak.

    Jadi intinya : tak pantas kita membujuk org utk masuk ke lingkungan/agama Ɣªήƍ kita anut, sedangkan di lingkungan/agama kita sendiri msh banyak oknum2 Ɣªήƍ semestinya hrs kita benahi dan klarifikasikan ke publik.

    Salam damai untuk semua….

    • Kalau saya pribadi sih tidak berusaha membuat atheis kembali ke “jalan yg benar”, saya menulis disini untuk mencegah para theis mengambil “jalan yang salah”. peace

      • Salam damai buat saudara Saya “tuanfelix” yang jauh disana…
        menurut Saya orang-orang yang terikat dengan suatu aturan tidak bisa dijadikan sebagai patokan untuk membuktikan bahwa aturan tersebut SALAH atau BENAR, dan alangkah bijaknya jika yang dijadikan sebagai patokan adalah aturan itu sendiri bukan orang-orang didalamnnya.
        =======
        Misalnya: “Kita ketahui bahwa sekolah merupakan tempat memperoleh pendidikan yang sangat bagus, dan saya yakin setiap sekolah mempunyai misi untuk menciptakan pribadi yang lebih baik. namun banyak kejadian dimana ada beberapa siswa sekolahan melakukan hal-hal yang tidak patut dicontoh seperti melakukan adegan mesum, dll”
        Pertanyaannya: Dengan kasus tersebut apakah bisa mengklaim bahwa aturan-aturan disekolah tersebut lah yang salah?
        =======
        Saya rasa yang salah adalah orang yang melakukan perbuatan mesum tersebut bukan pada peraturan sekolah.

    • Biarkanlah wacana itu berkembang dan berusahalah mendewasakan diri dari hujat menghujat sehingga semua terjerumus dalam lingkaran hujatan yang harus dibuktikan dengan semua pembuktian secara berkelanjutan tanpa hasil yang diharapkan dengan baik.
      begitu juga dengan kaum atheis corporate yang sedang mencari jadi diri terus menerus berkelanjutan tanpa akhir sesuai dengan batas siklus kehidupannya dan batas kemampuan daya pikirnya menghadirkan pembuktian of sain, meniadakan unsur unsur Kebenaran dan lebih Cendrung membesar besarkan Pembenaran atas Pembuktian of sain hingga meragu ragukan yang beraroma Pembodohan dan Pendangkalan historis karena mereka tidak berada pada suatu masa dan tempat yang sama serta pada akhirnya mereka tidak tahu mau kemana dan untuk apa mereka ada.
      biasanya atheis corporate berasumsi pola pikir yaitu dengan kamus” sebelum tahu, mencari tahu, sesudah tahu, tidak mau tahu” dengan skeptis pesimis dan selalu berambisi mengambil peran sebagai antagonis aktif agar dapat perlawanan, tanpa mempunyai pegangan ilmu dan tanpa punya pandangan luas yang hanya mengandalkan pola pikir otaknya yang hanya sebesar genggaman. atheis juga merasa kacau balau bila dihadapkan dengan sain corporate lainnya seperti pesulap, talentais, paranormal dan supranatural.
      ambisi atheis hanya mempertunjukan batas kemampuan berpikirnya dan ilmunya yang dangkal untuk mendapatkan popularitas global sebagai Penemu dengan sainnya tanpa narasumber dan barometer serta multi analisis.
      untuk tuanfelix yg mulia, coba baca dan lihat berita dibelahan dunia lain, ada berbagai penomena kehidupan yang terjadi, dari korban diskriminasi kelompok minoritas hingga diskrimanasi kaum agama dengan menganggap bahwa kelompok minoritas atau kaum agama tsb memakai simbol simbol yang sama seperti simbol disuatu wilayah konflik yang jauh dari mereka. Paradigma yang terjadi di indonesia berusaha memutar balikan fakta bahwa terjadi diskriminasi pada kelompok minoritas tertentu, dan bahwa sebenarnya yang terjadi adalah kelompok minoritas itu berusaha memaksa agar kelompok mayoritas melakukan diskriminasi agar mendapat popularitas global pembusukan. intinya jika acara ibadah agama anda yang sah diganggu fpi atao sejenisnya maka fpi mungkin tidak ada otaknya, tapi jika bisnis ilegal atao maksiat anda yang sudah dilengkapi dokemen negara yang sah diganggu maka itu wajar dan anda mungkin akan berusaha berlindung dibalik kata didiskriminasi.
      Peace in heart and peace in the world

    • Salam damai buat saudara Saya “tuanfelix” yang jauh disana…
      menurut Saya orang-orang yang terikat dengan suatu aturan tidak bisa dijadikan sebagai patokan untuk membuktikan bahwa aturan tersebut SALAH atau BENAR, dan alangkah bijaknya jika yang dijadikan sebagai patokan adalah aturan itu sendiri bukan orang-orang didalamnnya.
      =======
      Misalnya: “Kita ketahui bahwa sekolah merupakan tempat memperoleh pendidikan yang sangat bagus, dan saya yakin setiap sekolah mempunyai misi untuk menciptakan pribadi yang lebih baik. namun banyak kejadian dimana ada beberapa siswa sekolahan melakukan hal-hal yang tidak patut dicontoh seperti melakukan adegan mesum, dll”
      Pertanyaannya: Dengan kasus tersebut apakah bisa mengklaim bahwa aturan-aturan disekolah tersebut lah yang salah?
      =======
      Saya rasa yang salah adalah orang yang melakukan perbuatan mesum tersebut bukan pada peraturan sekolah.

    • Kalau memang yang digunakan adalah logika Sinterklas dan Doraemon, berarti tidak ada juga dong yang bisa membuktikan Tuhan itu ada atau tidak? Kecuali kalau author sudah menjelajah sampai dimensi sebelah, atau semua dimensi yang eksis, dan tidak menemukan Tuhan dimana pun.

  5. dari semua diskusi ini,intinya adalah semua ada yang menciPtakan,seerti mobil Pasti ada yang menciPtakan,motor Pokoke Pasti semua yang ada di dunia Pasti ada yang menciPtakan,soalnya ga mungkin mobil bisa menciPtakan sendiri,taPi karna semua ada yang mencitakan,berarti tuhan asti ada yang menciPtakan juga donk,,,,,,

    • Sdr.jhonny wang, kl keilmuan anda blm mncukupi, jgn ikut2an comment. Anda akan tmbah sesat dlm kegulitaan.
      Saran saya, pelajari dl apa itu primacaussa.

      Salam..

    • logika anda valid. Nah, sekarang mari kita ikuti alur logika anda. Jika kita mengambil asumsi bahwa tuhan yang ada sekarang (katakanlah tuhan A) pasti ada yang menciptakannya dan yang menciptakannya adalah, katakanlah, Tuhan B, maka tuhan Tuhan B ini pasti punya pencipta yang katakanlah Tuhan C dan tuhan C punya pencipta punya pencipta lagi namanya Tuhan D dan begitu seterusnya….Nah sampai sini mungkin logika anda masih valid, masih masuk akal. akan tetapi jika kita teruskan dari Tuhan D ke Tuhan E, dari Tuhan E ke Tuhan F, dst sampai ke tak hingga, nah apakah ini mungkin? tentu saja tidak. karena “tak hingga” adalah sesuatu yang tidak real/nyata. lihatlah ke sekeliling anda! adakah sesuatu yang tak hingga? tidak ada. segala sesuatu pasti berhingga dan pasti ada ujungnya. begitu pula rantai penciptaan. nah ujungnya itulah yang kami sebut tuhan sedangkan segala sesuatu yang ada setelahnya adalah makhluk. inilah argumen logika yang kuat bahwa tuhan tidak mungkin ada penciptanya.

      • // lihatlah ke sekeliling anda! adakah sesuatu yang tak hingga? tidak ada//
        Well.. http://en.wikipedia.org/wiki/Infinity

        // inilah argumen logika yang kuat bahwa tuhan tidak mungkin ada penciptanya.//
        Standar ganda. Jika anda berargumen bahwa Tuhan tidak ada penciptanya maka statemen “Segala hal harus ada penciptanya” dg sendirinya gugur.
        Lagipula, kenapa regresi pertanyaannya berhenti di Tuhan? Kenapa bukan pencipta Tuhan? Kenapa bukan Alam Semesta? Ini mirip dg argumen Prima Kausa karena dibangun dari ketidak tahuan, argumentum ad ignorantiam fallacy.

      • @Max_F

        “Well.. http://en.wikipedia.org/wiki/Infinity
        Sori, saya lupa bilang pada komen saya di atas bahwa infinity tidak ada secara fisik/nyata di alam semesta kita. Dia cuma ada dalam teori dan buku matematika saja. Dan saya akan mengutip beberapa kalimat di situs yang anda kasih linknya di atas.
        1- “In physics, approximations of real numbers are used for continuous measurements and natural numbers are used for discrete measurements (i.e. counting). It is therefore assumed by physicists that NO MEASURABLE QUANTITY COULD HAVE AN INFINITE VALUE”
        2- “CONCEPTS of infinite things such as an infinite plane wave exist, but there are NO EXPERIMENTAL MEANS TO GENERATE THEM”
        3- “As an example if any object of infinite gravitational mass were to exist, any usage of the formula to calculate the gravitational force would lead to an INFINITE RESULT, WHICH WOULD BE OF NO BENEFIT since the result would be always the same regardless of the position and the mass of the other object”
        4- “Sometimes infinite result of a physical quantity may mean that the theory being used to compute the result MAY BE APPROACHING THE POINT WHERE IT FAILS”
        5- “This DOES NOT NECESSARILY MEAN THAT PHYSICAL INFINITIES EXIST; it may mean simply that the THEORY IS INCAPABLE OF DESCRIBING THE SITUATION PROPERLY”
        6- “Cosmologists have long sought to discover whether infinity exists in our physical universe: Are there an infinite number of stars? Does the universe have infinite volume? Does space “go on forever”? This is an OPEN QUESTIONS of cosmology”

        “Jika anda berargumen bahwa Tuhan tidak ada penciptanya maka statemen “Segala hal harus ada penciptanya” dg sendirinya gugur”

        Benar, tapi begitulah kenyataannya. Begini…saya menggunakan argumen “segala hal harus ada penciptanya” karena hal itulah yang nyata terjadi bukan karena hal itu semata-mata logis. Saya tidak pernah melihat sesuatu, walaupun setitik debu, muncul dengan sendirinya atau muncul dari ketiadaan. Dan saya juga tidak pernah membaca laporan kalau hal itu pernah nyata terjadi. Kalo anda bilang statemen saya gugur, mungkin yang anda maksud adalah gugur secara logika. Sebab jika yang anda maksud statemen saya gugur secara nyata, artinya secara nyata/fisik statemen saya tidak benar, dan itu berarti anda pernah melihat sesuatu muncul dengan sendirinya. Pernahkah?
        Nah sekarang saya yang mau nanya pada anda, mana yang mau anda pilih sebagai dasar atas keputusan anda, logika atau realita?

        “Lagipula, kenapa regresi pertanyaannya berhenti di Tuhan? Kenapa bukan pencipta Tuhan?”
        Seperti yang saya nyatakan di atas, infinity itu tidak ada secara nyata/fisik. Sehingga rantai penciptaan pun harus memiliki “ujung”, nah “ujung” inilah yang saya yakini sebagai tuhan. Jadi kalo anda tanya “kenapa regresi pertanyaannya tidak berhenti di ‘pencipta Tuhan’?” maka saya akan jawab: ‘Tuhan’ yang anda sebut dalam pertanyaan anda itu bukanlah Tuhan menurut saya. Bagi saya yang Tuhan itu adalah apa yang anda sebut sebagai ‘pencipta Tuhan’ dalam pertanyaan anda. Yang saya yakini sebagai tuhan itu hanyalah “ujung”nya tok, bukan apa-apa yang ada setelah “ujung”.
        Sebenarnya, saya pribadi juga tidak tahu persis seperti apa wujud “ujung” tsb. Saya cuma tahu “ujung” itu ADA. Dan cukuplah hal ini yang menjadi salah satu dasar ke-teis-an saya.

        “Kenapa bukan Alam Semesta?”
        Salah satu atribut yang wajib melekat pada “ujung” adalah hidup. Mengapa? karena tidak ada benda hidup yang dapat muncul dari benda mati. Pada kenyataannya, makhluk hidup ada saat ini sehingga yang menjadi awal dari segalanya pun haruslah sesuatu yang hidup. Jadi selama “ujung” yang anda sebut itu masih memiliki awal/sebab dan ada dalam wujud benda mati, maka ketahuilah “ujung” itu bukanlah “ujung” yang sebenarnya, THEREFORE NOT GOD.

    • Definisi Tuhan itu adalah Sang Maha Pencipta yang Dia sendiri tidak diciptakan. Jika sesuatu itu diciptakan maka dia bukan Tuhan namanya. Jadi sejak awal pertanyaan anda sudah salah. Pertanyaan anda itu ibarat bertanya; siapa Tuhannya ateis? Padahal definisi ateis itu adalah seseorang yang tidak percaya Tuhan itu ada. Kalau seseorang itu bertuhan maka bukan ateis namanya.

  6. Bgm mgkn anda bs berfikir utk mengkritisi keberadaan tuhan, smntara kmampuan otak anda utk brfikir adlh tuhan yg mnciptakan. bgmn mgkn anda mrasa super yg mengkritisi kemuliaan tuhan smntara anda sndiri diciptakan tuhan dr sperma yg anda sndiri mrasa jijik utk mnyentuhnya. Anda naif sekaligus menyedihkan.

    • // smntara kmampuan otak anda utk
      brfikir adlh tuhan yg mnciptakan.//
      Klaim. Otak tidak diciptakan. Otak terbentuk secara alami di dalam emberio.

      Kalaupun klaim anda benar, artinya Tuhan sendiri lah yg membuat saya mengkritisi Tuhan. Mindblown?

  7. Banyak orang yang pura-pura percaya dan takut pada Tuhan, Allah Swt, Hyang Widi, atau apalah sebutannya. Ternyata yang ditakuti tidak pernah menindak orang tersebut. Yang menindak orang tersebut ternyata sesamanya manusia. Apa kalian yakin bahwa kalian benar-benar percaya kepada Tuhan?!?

  8. selamat pagi

    saya bukan atheis, saya orang yang punya agama dan percaya bahwa Tuhan itu ada. tapi yang masih saya bingungkan “apa tujuan Tuhan menciptakan alam semesta beserta isinya dan menciptakan surga neraka?mengapa Tuhan menciptakan sifat baik dan buruk?menciptakan perbuatan dosa dan tidak dosa?menciptakan beragam agama dan akhirnya hanya 1 agama yang benar. yang lainnya akan masuk neraka… apakah bisa semua agama itu hanya memiliki 1 Tuhan yang sama? inti hidup ini harus beribadah dengan Tuhan yang benar. percuma klo berbuat baik, rajin beribadah tapi ternyata agama yang dianut itu salah. adakah yang bisa menjelaskan ini?
    terima kasih.

    • Dalam salah satu hadis qudsi diceritakan bahwa allah berkata:”Aku adalah pembedaharaan yang tersembunyi lalu Aku ciptakan makhluk agar mengenal-Ku”. Inilah motif allah menciptakan makhluknya. Lalu kenapa menciptakan surga dan neraka? tentu sebagai balasan atas perbuatan baik dan buruk manusia. Mengapa menciptakan sifat baik dan sifat buruk? Nah disinilah salah kaprahnya, pada dasarnya semua yang diciptakan oleh Tuhan adalah baik dan netral. tidak ada yang buruk. salah satu ciptaannya yang netral adalah “free will”. Sifat inilah yang diberikan kepada manusia karena manusia bersedia menjadi khalifah di dunia dan sifat ini diberikan satu paket dengan “akal”. Nah kekuatan “free will” ini oleh manusia kadang-kadang dipakai untuk mewujudkan keinginan/sifat buruk. Ya tuhan mengijinkan manusia mewujudkan keinginan tersebut karena tuhan sendiri sudah memberikan kebebasan kepada manusia untuk berbuat sesukanya. Tidak mungkin kan tuhan sudah memberikan kekuatan “free will” lalu menariknya kembali. itu sama saja dengan menjilat ludah sendiri. Dan kalau tuhan melakukan itu berarti manusia sudah tidak jadi khalifah lagi di dunia, posisinya sama saja dengan binatang ternak yang kalau dihalau ke kanan dia ke kanan kalau dihalau ke kiri dia ke kiri.
      Begitu pula dengan beragam agama, pada dasarnya fakta kebenaran itu tunggal, dan itu natural. katakanlah ada orang yang masuk sekolah pada jam 8:00 pake seragam merah putih, jika anda mengatakan bahwa kejadian tersebut benar maka modifikasi atas pernyataan tsb (penambahan/pengurangan/perubahan) walaupun sedikit adalah salah, contoh pernyataan “ada orang yang masuk sekolah pada jam 8:01 pake seragam merah putih” pasti salah karena tidak sama dengan kejadian sebenarnya. Begitu pula dengan agama. Pada dasarnya saya percaya bahwa sebelumnya agama itu satu tapi kemudian manusia dengan kekuatan “free will”-nya memodifikasi agama tersebut sehingga muncul beragam agama. maka bagaimana mungkin seseorang yang mengikuti agama yang telah diubah2 tersebut dapat berharap masuk surga. Kepada siapa perbuatan baik dan ibadahnya dia tujukan? Jika anda berjualan baju di pasar lalu ada orang yang memberikan uang kepada penjual baju lainnya apakah anda juga akan memberikan baju jualan anda ke orang tsb padahal ia tidak membeli dari anda? tentu saja tidak bukan? Begitu pula tuhan semesta alam, ia tidak akan memberi balasan atas persembahan yang diberikan kepada berhala dan tuhan2 lainnya.

  9. Untuk Sdr/i admin:
    Besar kemungkinan cara berfikir para atheis berasal dari teori dari para filsuf-filsuf atheis sebelum mereka. padahal teori-teori tersebut tidaklah mutlak dan masih bersifat relatif sama seperti seluruh teori lain yang para ilmuwan anut sekarang ini. Saat teori copernicus mengatakan bahwa bumi adalah pusat tatasurya, saat itu hampir seluruh orang meyakininya. Namun seiring dengan kemajuan teknologi, teori copernicus terbantahkan. Artinya daya fikir manusia harus anda akui sangatlah terbatas. Karena keterbatasan itulah maka sangatlah gegabah jika para atheis tidak mengakui eksistensi Tuhan.
    Sdr/i admin, mari kita ambil 1 contoh sederhana dalam kehidupan manusia sehari-hari: Seorang anak balita cara berfikirnya tentu tidak sama dengan orang dewasa. Bagaimana mungkin anak kecil tersebut hendak memaksakan diri untuk berfikir bagaimana proses dan tujuan ayahnya membelikannya sekotak susu untuknya, membelikannya pakaian untuk dia pakai? kecuali hanya berdasarkan fikiran atau persepsi anak balita itu sendiri yang belum tentu benar menurut ayahnya. Begitu juga dengan para atheis tersebut, kemampuan mereka untuk berfikir untuk apa Tuhan menciptakan surga, neraka, bahagia, sedih, kaya, miskin, tidak akan mereka bisa pecahkan permasalahan tersebut kecuali hanya berdasarkan fikiran atau persepsi mereka sendiri yang kemudian diamini oleh penganut atheis lainnya yang kebetulan memiliki kesamaan fikiran dan persepsi.
    Demikian ulasan sederhana ini, semoga bermanfaat bagi anda. Wallahualam bissawab….

    • <>

      Teori Sains memang tidak mutlak kok.
      ——

      <>
      1. Anda salah nama
      Copernicus itu justru bilang Matahari pusat tata-surya.
      Dan sekarang ini teori Heliosentris dia yang diterima.

      Yang runtuh itu teori Geosentrisnya Aristoteles.

      2. Teori runtuh ketika ada bukti kalau teori itu salah.
      Atau kalau ada Hipotesis lain yang lebih pas dalam menjelaskan sesuatu.
      Kenapa Ilmuwan masih percaya Teori-Teori kayak Evolusi, Gravitasi, dll?
      Padahal mungkin saja Teori tersebut salah?

      Karena belum terbukti kalau teori tersebut salah.

      3. Ini juga bisa berlaku kepada “teori-toeri” seperti jin, gaib dsb.
      Banyak orang yang masih percaya toeri “Jin/Gaib”. Namun seiring dengan kemajuan teknologi, teori Jin/Gaib terbantahkan

  10. Sorry admin, agak melenceng dari topik neh….saya bisa ngebayangi kl sekumpulan atheis hendak mendirikan sebuah negara, pasti gak jadi2. Sbab mereka psti sibuk adu argumen yg gada hbsnya utk nyusun undang2 dasar yang menyangkut masalah standar moral. Knp? Krn mereka gak punya ajaran “polisi moral” yg

    • Sdr. Amir al qodry. Anda mungkin salah dengan Kopernikus. Sebelum Nicolas Kopernikus, (1473-1543) agama mengajarkan bahwa bumi adalah pusat segala sesuatu adalah ciptaan Tuhan termasuk peredaran matahari dengan planetnya serta bintang. Yang benar Kopernikus menurunkan bumi dari taktanya dan menggantikan matahari sebagai pusat edar semua planet termasuk bumi tempat kita berada.
      Ini salah satu presepsi salah dari agama dan sejak saat itu sains modern berkembang pesat, mengungkap segala sesuatu tentang keberadaan dunia tempat kita berada, yakni bumi dan segala sesuatu yang ada sekitarnya .berdasarkan fakta sains yang tak terbantahkan. Fakta-fakta sains dalam bentuk ilmu dan teknologi seperti halnya HP atau komputer yang kita gunakan, telah dinikmati oleh siapa saja dimuka bumi tanpa memandang bangsa, ras ataupun agama. Sains telah menyediakan segala sesuatu ilmu dan pengetahuan untuk kita perlukan dan pelajari sesuai dengan kemampuannya. Manfaat bagi kita, kedepan sains mengajak untuk terus belajar dan sekali lagi belajar untuk menggapai masa depan penuh gemilang, agar kita tidak lagi dianggap bodoh, dan berperilaku seperti katak dalam tempurung.
      Soal iman dan kepercayaan, biarlah ditanamkan dihati kita masing-masing tanpa harus gembar gemborkan mempertahankan kebenarannya, dan bila keyakinan itu mengharuskan anda melakukan perbuatan baik , lakukanlah itu dengan sepenuh hati tanpa harus diketahui orang lain. Bila Tuhan benar-benar ada, beliau pasti akan mengetahuinya dan memberi tangan terbuka untuk layak anda masuk surga seperti yang dijanjikannya. Yang jelas sains dan teknologi telah menyediakan apa yang harus kita pelajari, demi kehidupan kita yang lebih baik, dan akan terlalu bodoh untuk kita mengacuhkannya, demikian mungkin harapan orang ateis.

  11. Semuanya di ciptakan agar hambanya BERFIKIR, BERFIKIR dan BERFIKIR. Terserah saja anda berfikiran bahwa tidak bertuhan lebih baik daripada bertuhan. Toh, yang anda lihat mereka yg bertuhan pun tidak lebih baik dari anda. Mungkin, nanti setelah anda selesai masa kontrak di dunia baru bisa mengetahui jawabannya.

  12. Neurosains adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari otak dan sistem syaraf didalamnya, yang mengatur cara dan wilayah kerja sel-sel syaraf yang dinamakan neuron, dalam hubungannya dengan seluruh tubuh manusia, keadaan mental dan tingkah laku manusia. Neuron adalah tempat mengalirnya pulsa listrik yang akan menghasilkan neurotransmiter yakni zat kimia penerus gelombang listrik dalam sistem syaraf otak. Pulsa listrik sendiri menterjemahkan informasi langsung dari pancaindra khususnya mata, kemudian rangkaian mekanisme dalam otak ini menghasilkan pikiran, suatu program otak apa yang akan kita lakukan dan sudah lakukan. Ibarat otak adalah hardware sedangkan pikiran adalah software.

    Fakta ilmiah yang ditemukan bahwa kerja dan mekanisme didalam tempurung badan manusia itu, disebut otak berdasarkan hukum-hukum alam, interaksi antara hukum fisika dan kimia saling berhubungan. Interaksi antara kedua hukum itu memerlukan enerji dan enerji itu dipasok dari makanan yang kita makan serta oksigen yang kita hirup, lalu kedua zat tersebut dialirkan keotak melalui aliran darah.

    Bila otak menghasilkan atau memunculkan pikiran, dikaitkan dengan imanen dan rohani dalam keyakinan agama maka pikiran itu diterjemahkan dengan roh. Kesimpulannya otak memunculkan roh, tanpa organ otak maka tidak ada roh. Otak dan roh tak terpisah, sedangkan tanpa tubuh tak ada pikiran , keduanya menjadi satu tak terpisahkan. Kalau tubuh mati maka roh dan pikiranpun lenyap dan tidak pergi kesuatu tempat dalam dunia imaterial atau disebut surga.

    Disini sains membuktikan bahwa tidak ada kehidupan sesudah kematian. Bila tidak ada kehidupan sesudah kematian, tentu tidak ada sesuatu yang kita harapkan termasuk keberadaan Tuhan.
    Maaf, saya hanya menyampaikan pembuktian sains dalam disiplin ilmunya neurosains, ilmu yang mendalami kerja syaraf dalam otak dikaitkan dengan psykologi, ilmu yang mempelajari kejiwaan manusia dan psikologi ilmu yang mendalami tingkah laku manusia. Silakan disebut kepada mereka ateis tapi harap diingat bahwa ateis bukan agama. Bahwa para ilmuan ini hanya menyampaikan fakta ilmiah yang mereka temukan yang akan berlaku kepada siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Hukum alam akan berlaku disegenap pelosok alam semesta termasuk bumi ini yang kita diami. Siapa menyangkal hukum alam 2 X 3 = 6, siapa menyangkal bahwa HP yang kita gunakan sehari-hari adalah hasil sains dan teknologi masa kini.

    Bila para agamawan ingin membantahnya maka silahkan kepada para ilmuwan yang berkompeten, tentunya dengan pandangan logis, petanda agamawan tersebut terpelajar dan memahami akan obyek permasalahannya, dan bukan selalu kembali kepada dogma dalam kitab sucinya, yang menurut para saintis sudah terikat terlalu lama dalam fondasi batu karang dan sulit untuk dilepaskan.
    Sekali lagi ateis bukan agama, bahwa ateis hanya sekedar menyampaikan fakta logis sesuai dengan pembuktian para sains, dan banyak sekali pembuktian ini sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia masa kini.
    Penemuan ilmiah tidak ada kehidupan sesudah kematian maka sains hanya menyampaikan hasil temuannya, tanpa harus memaksakan seperti halnya dogma yang harus diyakini dan dipercayai, inilah perbedaannya. Namun sains percaya bahwa bagi seseorang yang betul-betul terpelajar pasti dia tidak akan mengingkari pernyataan ilmiah dan kewajibannya untuk secara bijaksana menjelaskannya kepada orang lain agar orang lain tersebut dapat hidup sadar beriman, dalam agamanya yang menurut saya, rendah hati dan melakukan apa yang harus dilakukan menghadapi zaman modern ini.

    • [[Fakta ilmiah yang ditemukan bahwa kerja dan mekanisme didalam tempurung badan manusia itu, disebut otak berdasarkan hukum-hukum alam, interaksi antara hukum fisika dan kimia saling berhubungan]]

      Jika saya baca tulisan di atas, seakan2 anda ingin mengatakan bahwa ruh itu hanyalah reaksi kimia dan fisika yang terjadi di dalam otak. Nah itu artinya otak akan dapat “hidup” asalkan kita dapat memberikan reaksi/rangsangan kimia atau fisika yang tepat kepadanya. Jika ini benar maka ada kemungkinan di masa depan, jika teknologi manusia sudah cukup maju, orang mati yang organ2 tubuhnya masih baik dapat dihidupkan kembali (karena ruh itu tidak ada kan! semuanya hanyalah masalah reaksi fisika dan kimia belaka) dan mungkin manusia bisa membuat komputer yang prosessornya adalah otak manusia. Mungkinkah ini terjadi? masuk akalkah?
      Saya ingin mengutip pernyataan pasteur(bapak mikrobiologi), “Omne vivum ex vivo” (segala yang hidup berasal dari yang hidup). Sebenarnya jika kita membahas asal mula makhluk hidup, maka pernyataan pasteur tersebut pasti salah, kenapa? karena pasti ada suatu masa dimana makhluk hidup muncul dari benda mati sebab jika tidak, kita tidak mungkin ada karena segala sesuatunya berasal dari bigbang yg merupakan benda mati. Salahkah pasteur? Nah satu2nya cara untuk membuktikan dia benar atau salah adalah dengan mengadakan percobaan. Ciptakan lingkungan yang steril dari kehidupan lalu masukkanlah satu rantai DNA/RNA (atau apapun yang anda anggap sebagai materi dasar kehidupan) kemudian lakukanlah serangkaian reaksi kimia atau fisika terhadap objek tersebut. Setelah itu amatilah apakah objek tersebut jadi makhluk hidup atau tidak. Nah sekarang saya meminta anda untuk memprediksi hasilnya, pikirkanlah betul2, objek tersebut itu jadi makhluk hidup atau tetap jadi benda mati? kalau prediksi saya sih tetap jadi benda mati. Kenapa? Lihatlah sekeliling anda adakah sesuatu yang hidup muncul dari benda mati? anda percaya kan pada proses evolusi? saya pun sama. mengapa? karena saya melihatnya sekarang dan saya pun sedikit atau banyak juga mengalaminya. Tapi kalau makhluk hidup muncul dari benda mati, saya tidak pernah melihatnya. Lalu bagaimana mungkin saya bisa percaya bahwa ruh itu sebenarnya cuma reaksi kimia dan fisika belaka? Jika ya pasti hal tersebut dapat terjadi saat ini.
      Kesimpulan dari saya adalah jika anda mungkin akan percaya pada adanya Tuhan, Surga, Neraka dan Roh setelah anda melihatnya sendiri nanti setelah mati. Sayapun akan percaya pada tidak adanya Tuhan, Surga, Neraka dan Roh setelah saya melihat sendiri mayat bisa dihidupkan kembali.

  13. Ada satu lagi sifat Tuhan yang lupa penulis kupas; yakni Maha Berkehendak. Contohnya: ketika kita meminta sesuatu pada Tuhan dan seketika itu tidak ada pemberian (terwujudnya keinginan) apapun dari Tuhan. itu menandakan bahwa Tuhan Maha Berkehendak. Artinya Tuhan tidak bisa kita suruh-suruh layaknya pembantu atau robot. Dan jika kata “penderitaan” anda maknai sebagai sesuatu yang hal yang tidak baik menurut anda, maka selesailah hidup anda sampai pada makna tersebut. Beda halnya bagi orang yang memaknai penderitaan itu sebagai ujian, sebagai teguran, agar tidak lain adalah bagaimana cara Tuhan menegur hambanya yang tengah lupa kepadaNya, untuk kembali mengingatNya ataupun lebih kepada bagaimana Tuhan melihat kesungguhan hati si hamba ini dalam mengarungi ujian, sehingga proses tekun inilah yang menjadi tolak ukur penilaian Tuhan terhadap hambanya.

    • Saya orang awam,ingin berbagi pengalaman.Ketika saya tidur,saya bermimpi melihat sesuatu kejadian luar biasa walau agak samar-samar.Setelah beberapa minggu saya mendengar berita di media,tentang peristiwa yang ada dalam mimpi saya dulu….Dapatkah saint menjelaskan ini.Kemudian ada lagi pengalaman teman saya yang nyata saya lihat dan ketahui.Teman saya,sebut saja bapak x,menderita sakit jantung stadium 2.Dokter memvonis bapak x usianya tinggal 2 bln lagi,katanya:hanya keajaiban saja yang dapat menolong beliau dari kematian.Betul….setelah kami memberi semangat hidup dan bapak x rajin berdoa,maka penyakitnya mereda hingga kini sehat bugar dan telah 2th lebih berlalu.Pertanyaan saya adalah siapakah pemberi keajaiban itu…Dan masih banyak lagi peristiwa luar biasa yang dialami manusia tanpa trick,yang saint tidak mampu menjelaskannya.Seperti debus,sihir,teluh,santet dsb.Menurut saya, ilmu tentang keTuhanan tidak dapat dibahas dengan ilmu saint.Mereka bagaikan barat dan timur.Keberadaan Tuhan memang tidak dapat dilihat didengar atau didefinisikan keberadaanya dengan ilmu saint secara urutan awal akhir ujung penciptaan,fakta dan kenyataan secara ilmiah.Tuhan tetap ada,walaupun tempat,wujud,dimensi dsb tidak dapat dijelaskan secara saint,tetapi dapat dirasakan seperti listrik,gravitasi dan waktu.Kalau teman-teman Atheis bertanya-tanya kok harus demikian sih.Maka saya mewakili ummat beragama menjawabnya begini….Ilmu manusia adalah ilmu yang harus dapat dilihat,didengar dan dibuktikan dengan logika dan kenyataan,sedangkan ilmunyaTuhan melebihi ilmunya manusia karena jumlahnya,macamnya dan jenisnya tidak terduga.Tetapi Tuhan memberi sedikit saja kepada kita,sehingga kita hanya bisa mengetahui keberadaanya dengan merasakan sedikit saja.itupun juga hanya diberikan kepada orang yang berfikir,seperti apakah bentuk listrik,grafitasi dan waktu itu…..Ada tapi tak terlihat.namun dapat dirasakan dan bermanfaat….;Wassalam,

      • 1. Kejadian mimpi, mirip dengan dejavu. Sulit dibuktikan apakah itu merupakan memori ataukah glitch di otak yang menyangka kejadian yang barusan terjadi memang benar benar pengalaman. Penjelasan hal ini bisa jadi panjang dan menarik. Ada banyak sumber penjelasan fenomena ini diluar sana. Akan tetapi cara paling singkat dan efektif adalah: jika anda mengalami mimpi seperti ini lagi, tulislah dalam diari sehingga persis bisa dirujuk ketika benar benar terjadi. Kebanyakan orang yang saya temui dan mengaku sering mengalaminya tidak mampu melakukan hal ini.

        2. Tidak ada yang perlu dijelaskan. Dokter salah diagnosa bukanlah mukjizat.

        3. Debus, sihir, teluh, semua ada penjelasannya. Sedikit google, anda akan menemukan banyak penjelasan yang jauh lebih masuk akal, tanpa melibatkan unsur ilmu hitam. Singkatnya jika masih banyak trik sulap yang anda tidak ketahui caranya, maka hanya masalah niat orang mengaplikasikannya diluar pertunjukan sulap. Dan itu banyak terjadi khususnya di perdukunan.

  14. KOnsep TUhan yg jelas itu ya dalam agama islam, krn Allah itu tdk berawal dan tdk berakhir, kita ini manusia yg lemah yg akal fikiran kita juga lemah. Contohnya gini, bayangkan semut, kalau kita ceritakan kpd semut ttg besi 1000 ton yg melayang bernama pesawat, ya gak mampu di tangkap oleh fikirannya.

  15. Klo aq sderhana sj… Setahu aq tuhan itu ‘maha’ segalanya…
    Termasuk jg maha adil n maha bijaksana
    Tpi knp jg hrs ada neraka??
    Koq ya mubazir nyiptain manusia hnya utk d hukum d neraka… Mbok ya g usah nyiptain manusia sj… Ato nyiptain manusia nya d takdirkan jd mnusia yg baik semua… Jdi g ada istilah mubazir..( menciptakan utk d siksa) kan kasian jg..
    Katanya bsok itu ada hisab (timbangan amal)… Ini lbih lucu lagi.. Knp hrs d timbang??? Tuhan kn maha tahu… Hrs nya ya dah tahu mana umat yg baik n mn umat yg kurang baik.. Jd hrs nya g usah dong ada timbang amal sgla… Aneh ya?
    Sbner nya bnyk kejanggalan2… Tpi terlalu panjang utk aq sampaikan… Utk smntara itu dlu teman2…

    • //Termasuk jg maha adil n maha bijaksana
      Tpi knp jg hrs ada neraka??//

      Justru adanya neraka itu tanda Ke-Maha Adil-an Tuhan. Adilkah jika orang baik dan orang jahat sama-sama masuk surga?

      //Mbok ya g usah nyiptain manusia sj//
      Kalo manusia ga diciptain mungkin neraka juga ga akan diciptain. Dan andapun ga akan mempermasalahan hal ini (cause you don’t exist).

      //Ato nyiptain manusia nya d takdirkan jd mnusia yg baik semua//
      Kalo tuhan menakdirkan semua manusia baik. Berarti yang pantas masuk surga cuma Tuhan donk. Karena Dialah yang kerja keras membuat kalian semua baik. LoL. Tidak begitu kawan….Tuhan memberikan anda “freewill” dan akal supaya anda bisa memilih antara baik dan buruk. Dan pilihan anda itulah yang bisa anda jadikan alasan untuk menuntut surga-Nya.

      // Knp hrs d timbang??? Tuhan kn maha tahu//
      Hehe…ini lagi….mungkin anda berpikir bahwa tuhan butuh pada timbangan itu. Bukan justru andalah yang butuh pada timbangan itu. Saya kasih contoh: bayangkan anda menjadi murid di suatu kelas yang gurunya adalah orang sangat tahu tentang keadaan murid-muridnya. Lalu karena guru itu udah tahu mana yang bego dan mana yang pinter tiba2 di akhir semester guru itu langsung ngeluarin raport tanpa melakukan test terlebih dahulu dan raport anda merah semua sementara temen-temen anda pada bagus-bagus. Apa yang anda rasakan? Pasti anda akan bertanya-tanya kan? Kok temen saya bisa bagus ya? Rasanya dia sama-sama aja kayak saya. Dan pasti anda akan protes keras pada guru anda itu. Nah begitulah, Guru anda tahu, tapi anda tidak. Nah guru yang bijak pasti akan melakukan test terlebih dahulu. Supaya anda mengerti kenapa anda bisa dapet raport merah dan kenapa teman anda bisa dapet hijau. Meskipun bagi dia itu tidak perlu karena ia sudah tahu hasil akhirnya akan seperti apa. See, it’s for your own benefit.

      • ribet banget ya,,,
        anda diberi pertanyaan simple yg masuk akal logis, anda justru menjawab dengan ribet dan malah ga masuk akal.

        -Justru adanya neraka itu tanda Ke-Maha Adil-an Tuhan. Adilkah jika orang baik dan orang jahat sama-sama masuk surga?-

        Tuhan hanyalah imajinasi anda, surga neraka ada karena imajinasi yg anda bentuk di pikiran anda. Tuhan Maha Adil bla bla bla itu lanjutan dari imajinasi anda karena pikiran/khayalan anda akan Tuhan.

        -Kalo manusia ga diciptain mungkin neraka juga ga akan diciptain. Dan andapun ga akan mempermasalahan hal ini (cause you don’t exist).-

        pikiran andalah yg membentuk tuhan di otak anda, berasumsi bahwa tuhan ada, trus berlanjut ke menciptakan bla2 bla… ribet

        -Kalo tuhan menakdirkan semua manusia baik. Berarti yang pantas masuk surga cuma Tuhan donk. Karena Dialah yang kerja keras membuat kalian semua baik. LoL. Tidak begitu kawan….Tuhan memberikan anda “freewill” dan akal supaya anda bisa memilih antara baik dan buruk. Dan pilihan anda itulah yang bisa anda jadikan alasan untuk menuntut surga-Nya.

        ini lebih2 menghayal lagi

        “Hehe…ini lagi….mungkin anda berpikir bahwa tuhan butuh pada timbangan itu. Bukan justru andalah yang butuh pada timbangan itu. Saya kasih contoh: bayangkan anda menjadi murid di suatu kelas yang gurunya adalah orang sangat tahu tentang keadaan murid-muridnya. Lalu karena guru itu udah tahu mana yang bego dan mana yang pinter tiba2 di akhir semester guru itu langsung ngeluarin raport tanpa melakukan test terlebih dahulu dan raport anda merah semua sementara temen-temen anda pada bagus-bagus. Apa yang anda rasakan? Pasti anda akan bertanya-tanya kan? Kok temen saya bisa bagus ya? Rasanya dia sama-sama aja kayak saya. Dan pasti anda akan protes keras pada guru anda itu. Nah begitulah, Guru anda tahu, tapi anda tidak. Nah guru yang bijak pasti akan melakukan test terlebih dahulu. Supaya anda mengerti kenapa anda bisa dapet raport merah dan kenapa teman anda bisa dapet hijau. Meskipun bagi dia itu tidak perlu karena ia sudah tahu hasil akhirnya akan seperti apa. See, it’s for your own benefit.”

        akhirnya khayalan berlanjut,, lucu bacanya

      • @xman
        “ribet banget ya,,,
        anda diberi pertanyaan simple yg masuk akal logis, anda justru menjawab dengan ribet dan malah ga masuk akal.”
        Ya jelas aja anda merasa jawaban saya ribet…wong anda ga percaya tuhan itu ada. Jelas anda akan menangkap jawaban saya seperti khayalan. Makanya sebelum anda bertanya “knp neraka harus ada?”, “knp manusia tidak ditakdirkan baik semua?”, dsb. Sebaiknya anda bertanya hal yang simpel dulu, “tuhan itu ada atau tidak?” jawab dulu ini baru setelah anda yakin tuhan ada tanyakanlah masalah neraka dan takdir. Jangan kayak anak SD yang belum fasih kali-kalian udah nanya tentang integral/differensial. ya mau gurunya ngejelasin kayak apapun juga tetap ga akan ngerti.
        Jika anda ingin tahu tuhan itu ada atau tidak silahkan anda baca argumen2 saya diatas. Silahkan anda bantah disitu jika anda tidak setuju. Biar jelas, apakah keberadaan tuhan itu merupakan khalayan atau merupakan keharusan/keniscayaan?

      • @ffr
        gimana mau yakin Tuhan itu ada, orang belum bisa dibuktikan kan?
        gimana mau yakin surga dan neraka itu ada, Tuhan aja belum bisa dibuktikan ada kan?
        gimana mau yakin kitab suci itu benar, Tuhan-nya aja belum bisa dibuktikan ada kan?
        gimana mau yakin agama, Tuhan nya aja belum bisa dibuktikan kan?
        gimana mau yakin nabi dll, Tuhan nya aja ga nyata dan belum bisa dibuktikan kan?

        anda yakin kepada sesuatu yang belum terbukti Nyata (Tuhan), terus berlanjut bla2 bla itu yang lucu.
        haha baca argumen kayak gitu ribet.
        sekarang sy tanya anda, simple ga usah ribet, anda bisa ga buktikan bahwa Tuhan itu memang ada dan nyata, pernah liat sendiri? atau pernah liat langsung? atau tiba2 hadir?
        atau jangan2 cuma pikiran anda yg menciptakan Tuhan.

      • “gimana mau yakin Tuhan itu ada, orang belum bisa dibuktikan kan?
        gimana mau yakin surga dan neraka itu ada, Tuhan aja belum bisa dibuktikan ada kan?
        gimana mau yakin kitab suci itu benar, Tuhan-nya aja belum bisa dibuktikan ada kan?
        gimana mau yakin agama, Tuhan nya aja belum bisa dibuktikan kan?
        gimana mau yakin nabi dll, Tuhan nya aja ga nyata dan belum bisa dibuktikan kan?”
        Setuju….itu memang poin saya. Sebelum bertanya tentang surga, neraka, agama, dsb. Sebaiknya kita menanyakan ‘Tuhan itu ada atau tidak?’ terlebih dahulu!

        “sekarang sy tanya anda, simple ga usah ribet, anda bisa ga buktikan bahwa Tuhan itu memang ada dan nyata”
        Secara logika bisa. Silahkan anda baca argumen-argumen saya di atas.

        “pernah liat sendiri? atau pernah liat langsung? atau tiba2 hadir?
        atau jangan2 cuma pikiran anda yg menciptakan Tuhan”
        Kl yang anda minta adalah bukti empiris ya memang saya ga punya. Tapi kan kita tidak harus percaya pada adanya sesuatu jika dan hanya jika kita bisa melihatnya secara langsung. Contoh: jika kita melihat patung di pinggir jalan, lalu saya tanya pada anda ‘adakah yang menciptakan patung tsb?’ tentu anda akan langsung menjawab ada tanpa harus saya perlihatkan orangnya atau foto pematungnya bukan? Nah sama seperti itu, keberadaan alam dan hukum-hukum yang ada di dalamnya ini sebenarnya sudah cukup untuk menunjukkan bahwa tuhan itu ada (atau harus ada lebih tepatnya). Bukankah hukum alam tidak memungkinkan sesuatu bisa ada dari ketiadaan? Bukankah hukum alam tidak memungkinkan benda hidup muncul dari benda mati? Kl anda berpikir ‘mungkin bisa’, maka menurut saya justru andalah yang sedang berimajinasi.

  16. begini mungkin penyebab orang menjadi atheis karena mereka mencari kebenaran tuhan, tapi mereka tidak diberi petunjuk

    anda bisa belajar rumus fisika yang sangat complex ,
    tp anak balita ga akan bisa belajar rumus fisika yang sangat complex
    (bukan mendeskreditkan atheis itu sebagai anak balita yah, jgn berfikiran buruk)
    karena perbedaan kecerdasan-perbedaan pengetahuan, balita masih bnyk yang belum ia ketahui

    begitu juga dengan anda memahami tuhan, tuhan lebih cerdas dan lebih mengetahui dari anda dan saya
    kecerdasan dan pengetahuan saya tidak bisa menandingi kecerdasan dan pengetahuan tuhan, makanya banyak hal yang saya tidak mengerti , makanya kita ga akan bisa mengenal secara sempurna apa itu tuhan, karena kecerdasan dan pengetahuan saya dan anda tidak akan mampu
    makanya kita berdoa untuk diberi petunjuk rahasia tuhan , untuk memahami dan lebih dekat dengan tuhan, lebih mengetahui tuhan, tapi anda tidak akan bisa mengenal secara sempurna tentang tuhan
    yang paling mengenal tuhan adalah tuhan itu sendiri

    tuhan tidak memiliki batasan
    anda,makhluk, ruang, waktu, itu ada batasan

    anda bisa menyebut 1 buah ,2 bintang ,3 buah gelas,4 buah piring
    tetapi tuhan maha segalanya
    tapi tuhan tidak memiliki batas
    tapi tuhan bukan satu kesatuan

    kalau anda berfikir ada kmungkinan makhluk , anda , ruang , waktu, hewan,tumbuhan itu ada dan tuhan tidak ada
    coba berfikir lebih creative lg, dan lbh extreem lg
    Coba berfikir bahwa makhluk,anda ,ruang,waktu,hewan,tumbuhan itu tidak ada, Yang Ada Hanya Tuhan.
    Tidak masuk akal??
    apa di luar kecerdasan dan pengetahuan kita??

    pada awalnya yang ada hanya tuhan, lalu tuhan menciptakan makhluk, seperti manusia, hewan, planet, dll
    pada hakekatnya tuhan tidak membuat hal yang baru yang diluar pada dirinya, tuhan hanya menciptakan rasa ada, tuhan hanya menciptakan rasa bahwa kita itu makhluk ciptaannya itu ada
    -tuhan maha segalanya
    -tuhan tidak memiliki batas
    -tuhan bukan satu kesatuan

    makanya orang-orang suci + genius zaman dulu tau cara mengenal tuhan paling bagus itu dengan cara mencoba
    mempertipis batasan itu, mencoba menghilangkan perasaan bahwa batasan itu ada, tapi ga akan bisa sempurna menghilangkan batasan itu, hanya mempertipis

    makanya kata-kata suci dan genius zaman dulu seperti :
    -kosong adalah isi, isi adalah kosong
    -segala yang dimiliki bapak adalah miliku, segala miliku adalah milik bapa
    -aku adalah ahmad tanpa mim

    sebenarnya mereka mengerti dan ingin mempertipis batasan itu mencoba kenal sangat dekat dengan tuhan, tapi gak akan mungkin bisa jadi tuhan,”karena kita ga akan pernah lepas dari rasa merasakan makhluk itu tidak ada mutlak”
    makanya ada yang bilang banyak-banyak beribadah untuk mendekatkan diri kepadanya, bukan menjadi tuhan

    Jadi sebenarnya jawaban yang benar menurut saya “YANG ADA SESUNGGUHNYA HANYA TUHAN”
    Tidak masuk akal??
    apa di luar kecerdasan dan pengetahuan kita??

    mungkin pandangan saya terlalu extreem :P, mungkin ada yang bilang saya gila
    kalau anda segenius saya dan diberi petunjuk mungkin anda mengerti, jika anda sudah mengerti saya belum tentu anda
    bisa mempertipis batasan, mempertipis rasa itu seperti orang genius dan suci zaman dulu

    mungkin banyk orang yang lebih mengerti dari saya diluar sana tp ga terang-terangan seperti saya
    dan mungkin juga bukan kapasitas saya untuk menjelaskan ini, karena saya tau, banyak yang lebih dari saya

    kalau anda tidak mengerti mungkin butuh waktu puluhan tahun atau mungkin tidak akan mengerti selamanya
    :P(bercanda)

    • Asslm. Mba anna, saya mohon bantuannya untuk memberikan dan menyampaikan pengetahuannya tentang Ketuhanan dalam kegiatan keagamaan civitas akademik kami tourism. Mohon bantu untuk minta alamat emailnya. Syukron katsiran. Salam ukhuwah wassalam

    • Pertama, Anda hanya berimajinasi.

      Kedua, Orang jenius suci jaman dulu jangan disamakan dengan orang2 jaman sekarang, tentu beda, bedanya apa? kalau penalaran anda bagus, pasti tau jawabannya:)

      Ketiga, kebeneran Tuhan :), kebenaran Tuhan yg mana? Allah, Yesus, Yahweh, mungkin bisa lebih spesifik lagi.

      Keempat, menurut saya itu bukan kata2 jenius , 🙂

      Kelima, anda tidak jenius 🙂

      ((kalau anda tidak mengerti mungkin butuh waktu puluhan tahun atau mungkin tidak akan mengerti selamanya))

      +
      saya cuma butuh 1 menit untuk dapat mengerti tulisan anda.

      Kesimpulan saya : anda hanya berimajinasi dan tidak jenius. 🙂

      Thanks

  17. Ping-balik: Logika Sains Sebagai Alat Ukur Keberadaaan Tuhan? | Serba kritis

  18. saya pikir memikirkan eksistensi tuhan sah2 saja, tp Allah pun sdh berpesan janga berpikir yg kelewat batas kemampuan manusia. contoh salah satu memikirkan ttg ruh, manusia tdk mungkin sanggup menganalisanya, itu wilayah urusan tuhan,demikian juga memikirkan eksistensi tuhan, tidak mungkin sanggup otak manusia. Karena logikanya : seekor semut memikirkan pesawat terbang, sesama semut mengatakan ” pesawat ada yg buat gak ya, terus siapa yg buat ya, di buat di mana ya, cara membuatnya bgm ya, terus kenapa pesawat bisa terbang ya ..dst….
    Apakah semut sanggup menjabarkan & menjelaskan dengan ilmu yg semut punya ? impossible.

    Logika dua : robot dan komputer canggih di buat oleh manusia. Keduanya di kasih otak chip super utk bisa berpikir dan analisa si robot /komputer tsb. secanggih canggihnya chip yg di tanamkan di dlm robot komputer, apakah robot itu bisa memikirkan eksistensi manusia yg membuatnya ? karena program/ algoritma computer itu manusia yg membuatnya pst ada batasnya, dimana si pembuat tentunya lebih cerdas dan lebih tinggi tingkatannya, jd mana bisa robot tahu sepenuhnya ttg manusia pembuatnya? logika itu sy pikir berlaku juga utk tuhan dan alam semesta sebagai ciptaannya. computer dan manusia adalah ilustrasi/manifestasi/ gambaran layaknya Tuhan dan alam semesta.

  19. Roh itu sendiri ialah konsep pemikiran yang menurut agama disebut sebagai bagian dari eksistensi manusia yang tidak dapat mati. Fisika pula mengatakan roh itu sebagai gelombang. Demikian juga dengan eksistensi Tuhan itu juga suatu produk dari pemikiran manusia, di mana manusia menafsirkan pengalaman hidupnya dengan cara yang mungkin benar atau mungkin juga keliru.

    Ketika kamu mengatakan : “memikirkan Tuhan itu sebagai suatu yang mustahil karena tidak bisa dicapai otak”, maka yang harus kita pertanyakan pertama-tama ialah kata “Tuhan” itu sendiri. sebelum mengkonstruksi suatu pandangan. ketika kamu mengtakan “Tuhan tidak bisa difikirkan lewat otak”, maka kamu harus kembali bertanya konsep pemikiran itu : “mengapa Tuhan tidak bisa difikirkan?”. kamu bisa menggunakan otak kamu untuk berspekulasi : “kita tidak bisa memikirkan Tuhan karena Tuhan tidak bisa dilihat atau sebenarnya Tuhan memang tidak memiliki kenyataan pada dirinya?”……. “mungkin Tuhan itu ada, makanya ia sulit untuk difikirkan?”……

    satu hal yang harus kita ketahui ialah, otak merupakan satu-satunya alat yang manusia punya yang memiliki kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar.

  20. Knp gw semakin rajin ibadah tp justru semakin tdk percaya kpd tuhan? krn gw tdk pernah menemukan jawaban dari mslh yg gw hadapi. tuhan memberi penyakit tp tdk memberi obat. tuhan memberi mslh tp tdk memberi solusi. kpd gw.. shg mslh dan penyakit berlarut larut. gw percaya adanya tuhan tp tdk percaya dg tuhan. gw anggap dia sama dg penguasa yg lain. yaitu tdk peduli dg org kecil spt gw. tdk mau mendengarkan jeritan hati gw. tdk mau menolong org kecil spt gw.

    • itu karena tuhan emang ga da.
      sakit, miskin, kaya, sukses, menderita itu semua karena ada penyebabnya, ga datang secara tiba tiba. Masalah anda tentu tdk datang secara tiba2, itu semua terjadi akibat dari kelakuan kita di masa lampau. Anda mau sehat dan terhindar dari penyakit ya tentunya anda harus melakukan pola hidup sehat (jauhi rokok, jauhi alkohol, sering berolaraga, mengkonsumsi makanan yg sehat dll)
      Jika anda mau kaya dan sukses ya tentunya anda harus giat bekerja. Andalah yg menentukan nasib anda sendiri. Kalo dibilang Tuhan yg menyebabkan itu semua, itu hanya pikiran anda saja.
      Anda meminta dan menjerit kepada Tuhan? sama aja anda menjerit n meminta kepada diri anda sendiri, karena tuhan itu diciptakan oleh pikiran anda sendiri.

  21. Hentikan omong kosong kalian semuanya… Jawab pertanyaan saya… Saya ( 32 tahun ) baru 2 minggu dtinggal istri ( 21 tahun ) kembali ke sisi Tuhan (???) dengan 2 anak yang masih kecil yaitu 3 tahun dan 9 bulan. Kenapa? Apa maksud itu semua? Coba jelaskan? Kata – kata indah apa lagi yang akan kalian pakai buat membela Tuhan kalian masing2 dengan segala kebenarannya dan dengan segala mahanya…????????

    • sy turut berduka,,
      Tuhan itu Maha semuanya hanya diciptakan oleh pikiran manusia yg percaya Tuhan, mengagung agungkan tuhan untuk menunjukkan Tuhan jauh melebihi sifat manusia yg terbatas.
      Padahal kalau kita lihat secara nyata, bagaimana bisa dikatakan Tuhan Maha adil?, jelas2 manusia didunia ini berbeda beda, ada yg kaya, ada yg miskin, ada yg cacat, ada yg cantik, ada yg dilahirkan jadi anak presiden, ada yg dilahirkan dari ortu pemulung, ada yg berdoa mati2an tapi tetep miskin, ada yg ga pernah ibadah malah kaya raya, dan ada jutaan ketidak adilan lainnya didunia.

      Tuhan itu ada karena manusia sendiri yg menciptakannya oleh pikiran/khayalan manusia.
      Tuhan itu ga ada kalau pikiran kita tidak menciptakan Tuhan di otak kita.
      simple.

      • orang meninggalkan peger, meninggalkan telpon rumah, meninggalkan sepeda karna apa ?? karna mereka mencari yg lebih baik dari sebelum nya, dalam hal anda dapat simpulkan bahwa ANDA dari awal hidup bersama istri anda dan sampai anda di tinggal istri, anda tidak ad perubahan yaitu hidup anda monoton dan tidak ada trobosan yang bisa membuat istri anda bahagia.

        Di balik semua nya pasti ada hikmah

    • Saya turut berduka,,apakah anda berharap anda,istri,anak2 anda hidup slamanya??Anda boleh bersedih marah membenci Tuhan,dsb..Tp apa dgn membenci Tuhan akan mengembalikan istri anda kmbali??
      Smua d ciptakan dgn alasan,tnpa hrus anda ketahui alasanya,.
      Pernah kah anda bertanya knp anda dilahirkan di Indonesia,bukan di Mozambique atau Ethiopia di tengah gurun..selain fakta mmg ortu anda berada di Indonesia,
      Terserah mau pake pemikiran siapa lah,filsuf siapalah,istilah2 kampret,sama aja debat knp eek anda bau,atheis jawabanya pasti berdasarkan logika,krn bla bla bla…
      Yaa udah lah eek bau ya sdh ngapain dipikir,
      TUHAN jga ngapain dipikirin.drimana,knapa,bagaimana.
      Ngapaian surga neraka dsb
      Yaa udh yg pnting anda hidup,sehat berguna bwt kluarga dan masyarakat..

  22. manusia tercipta dari ke inginan manusia itu sendiri. kamu tuhanmu . aku tuhan ku. adalah dirimu yang sejati yaitu tuhanmu siapa tuhanmu yaitu yang ada pada dirimu. dari mana aku dari keinginanku , untuk apa aku untuk berkehendak ,lalu siapa aku aku adalah tuhan dan anda anda semua adalah tuhan. lalu ketika manusia mati akan kemana atau kembali pada siapa ? jawabannya adalah kembali pada tuhan ? siapa itu tuhan (jadi diri sendiri) . kematian adalah satu proses kehidupan dimana bergantinya jasad yg telah tua dan rusak lalu ruh akan terus hidup sebagai awal keinginan untuk hidup kembali. mudahnya sebut lingkar nasih

  23. Bukti tuhan tidak ada yaitu pernyataan yang berbunyi” LAA ILAAHA ILLALLAH” gampangkan gak percaya ? Emang dasar akal beku pala batu,hati gelap sombong turunan beliz antek ifrit’ betulkan cuma dia zat yang menggenggam jasad dan jiwanya yang bisa memberikan hidayah .tapi anda gak usah gusar anda di berikan kebebasan untuk percaya atau tidak. Suka2anda bukti2 sudah dikirimkan utusan 2 di tiap 2 zaman dan tempatnya ” yang misinya sebagian adalah tetap menjadikan existensi yang maha asral itu tetap maginer itupun karena kemampuan penge tahuan manusia yang hanya sebesar intinya atom(neutron).

    • Eh pan-Zul…lu ngomong apaan si..gw kaga ngarti. Gw orang islam karena keturunan dari keluarga gw yang memang dari keluarga muslim….kalo ema bapa gw orang kristen pasti agama gw juga kristen..begitu juga kalo seandainya orang tua gw atheis gw juga bisa dipastikan atheis…gw juga sebenernya bingung agama mana dengan tuhannya sebenernya yang paling bener…mungkin kalo ada yang bisa kasih gw jawaban yang bagus boleh juga.
      Bagi gw pribadi kita berfikir logis aja..jalanin hidup dengan wajar…waktunya mati ya mati…karena semuanya pasti mati.
      malahan kalo gw fikir2..didunia ini justru banyak yang hidup sejahtera,sukses,kaya itu kebanyakan orang2 yang ga terlalu mikirin soal agama dan ketuhanan (bisa jadi atheis) sebab mereka bener2 pinter2….berfikir logis…ga punya batasan..kreatif…taktis..”ga punya batasan” (gw sebut lagi 2 kali..lu tau daaahhh)…dll…
      Dari banyak koment2 diatas yang gw bisa dapet cuma kebingungan dan kebingungan…bingung. gw cuma ngeliat fakta real aja kalo emang tuhan bener2 ada yang katanya maha kuasa..adil..penolong…dia pasti udah nolongin gw sekarang yang lagi banyak masalah dan musibah..bahkan bisnis gw bangkrut karena ditipu temen gw. Gw ga pernah berfikir ini cobaan dari tuhan gw berfikir logis..ini semua salah gw yang terlalu percaya sama orang. Buat kedepan gw mao lebih hati2 lagi jalanin bisnis..soal pertolongan..gw sekarang lebih membutuhkan pertolongan dari Bank untuk pinjaman modal…kalo soal pertolongan dari tuhan gw ga tau dah dia mao nolongin gw pake cara apa..terserah Dia. Soal kesuksesan usaha banyak gw liat rekan2 gw yang pake cara agak ga bener (dosa menurut ajaran agama) bisa sukses besar dan stabil. Sepanjang cara2 “ga bener”nya itu ga ngerugiin orang buat gw fine aja dan kayanya bakal gw pake juga cara seperti itu nanti…toh nyatanya berhasil yg penting ga ngerugiin orang. Gw mah yang logis logis aja dah…hidup emang nyatanya harus begitu. salam buat semuanya umur gw 32 tahun gw usaha dibidang reklame. Terima kasih semua.

      Kayanya yang paling bener begini :
      – tuhan ada bagi yang menganggapnya ada
      – tuhan ga ada bagi yang menganggap nya ga ada.

      Thanks.

    • Assalamu’alaikum
      Ilmu sains tanpa Ilmu Agama tidak akan berjalan begitu pula sebaliknya
      Manusia diberi akal fikiran untuk berfikir
      Tuhan itu Maha Suci tidak seperti manusia
      Tuhan itu Maha Agung tidak seperti manusia

      Yang masih bingung apakah Tuhan itu ada atau tidak
      Nanti ya kalau ‘hari yang sudah ditentukan’ itu datang, semoga kita bisa bertemu dan membuktikan bersama-sama kebenaran yang sebenar-benarnya 🙂 Aamiin ya rabbal alamin

      Beli kemudian Bacalah kitab Al – Qur’an (tersedia di toko-toko buku terdekat)
      Jika tidak mengerti tulisan arabnya cukup baca artinya
      Entah anda atheis,sekuler,atau berkeyakinan apapun
      Semoga Al Qur’an bisa mencerahkan pikiran saudara/i sekalian
      Hidayah akan datang bagi mereka yang mencari, bukan menunggu. InsyaAllah
      Dan semoga kita selalu berada di jalan yang lurus
      Karena kita akan kembali darimana kita berasal
      Darimana asal kita?
      Baca saja Al Qur’an
      Petunjuk bagi seluruh alam khususnya umat manusia
      Jangan bekukan fikiran anda
      Mari kita bersama-sama memperbaiki diri dan berfikir lebih jernih terhadap fenomena di alam semesta ini
      Wasalamualaikum warrahmatullah

    • Semua adalah pilihan anda masing2 dan yg menjalani diri kalian masing2, jdi semua balik kpda kepercayaan anda masing2,, nanti pada saat kita semua mati maka kita akan tau sendiri siapa yg bnar dan siapa yg salah tp untuk menyesal ya hanya tinggal sesalan untuk mereka yg salah mimilih..

  24. udeh gini aje…
    kalo emang beneran ada dan semua orang diwajibkan percaya sama tuhanlo, kenape dia kagak nongol???
    berati die pengenlo supaya kagak percaya dong?? supaya masuk neraka dong??
    kalo emang tuhanlo maha adil, kenapa ada yang dilahirkan tidak percaya tuhan?
    gimana nasib mereka yang lahir di tengah hutan,tanpa bacaan kitab,tanpa diajarkan teori ketuhanan, tanpa peralatan beragama?? gimana nasib mereka yang lahir di negara komunis??? gimana nasib manusia sebelom muhamad dan nabi laennya nongol?? mereka masuk neraka dong??
    sudah jelas kalo emang tuhan ada, dia tidak adil…
    lagipula semua orang percaya tuhannya paling bener, merasa tuhannya asli
    coba buktikan kalo zeus tidak ada, padahal dlu disembah” sama orang, dipercaya dia ada,sekarang hanya tinggal dongeng, begitu pula agama-agama sekarang ntar jadi dongeng juga

    buat @baharrudin
    gimana nasib mereka yang lahir di negara komunis?? masuk neraka?
    gimana nasib mereka yang lahir di afrika?? hidup kelaparan,kehausan,ebola,AIDS,dll… hidayahnya apa??? katanya maha adil kalo bisa diambil hidayahnya??
    ngomong” itu om partai pks tifsembiring mulutnye g bsa jaga, gw kesel banget pas tau dia ngomentarin orang AIDS ”akibat itunya dipake sembarangan sih” ciri-ciri orang g berpendidikan bukan??
    ngaku taat beragama, tapi poligami,mulut bacot… padahal kalo dia sekolah lagi, AIDS bsa didapat dari transfusi darah,keturunan,pasangan selingkuh,dll…
    ente liat orang beragama malah jadi teroris…
    itu bukan salah penafsiran, tapi karena agama itu multitafsir, ente yakin ente lebih kuat beragama daripada osamabinladen,ISIS,hamas,dkk??? agama membuat orang jadi penuh benci,mungkin di depan orang beragama non-muslim menghargai, tapi di belakang? pasti ente benci…
    islam di indonesia lebih toleran jauh daripada islam di timur tengah… kenapa??
    karena islam di indonesia mayoritas nggak ngerti baca quran dan kurang kuat beragama di banding yang di timur tengah… sedangkan kita diwajibkan buat toleran buat menjaga NKRI…
    coba kalo orang indonesia semua bisa baca quran, terus pendidikan diperburuk, pasti pada jadi teroris kok…
    lagian kalo dia ada, kita diciptakan buat apa??
    buat muji” dia?? buat nyembah dia 5x sehari sambil sujud”?? itu mah enak di dia dong…
    untuk apa gw diciptakan kalo cuma buat sujud” 5x sehari sambil nyembah” dia??
    untuk apa kodok,babi diciptakan kalo ga boleh dimakan?? berati dia sengaja nguji” kita supaya masuk neraka dong?? katanya maha penyayang,tapi kita malah sengaja dikasih cobaan yang lebih
    juga kalo semuanya ada yang menciptakan, siapa yang nyiptain tuhan??? yang nyiptain manusia kali, hasil imajinasi ngarang” gitu

  25. @prima kalo manusia gak berevolusi, jelaskan kenapa ras orang beda”?
    padahal katanya asalnya satu adam-hawa, kenapa keturunannya beda??
    ada yang item,putih,pesek,mancung,keribo,lurus,dll…

  26. Menurut Agama Islam :

    Nabi Muhammad SAW memberi petunjuk kepada kita jika kita ingin masuk Surga maka kontrol logika kita. Iblis keluar dari Surga karena logikanya “Saya ini terbuat dari Api sedangkan Adam terbuat dari tanah”.

    Sejak Nabi Adam turun ke dunia, perintah Allah itu banyak yang menyelisihi logika manusia. Di zaman Nuh, kalau kita beriman maka buatlah perahu di atas gunung.

    Untuk mendapatkan keimanan tidak bisa didapat dengan banyak berlogika. Kontrol logika kita kalau kita ingin selamat.

  27. Saya setuju klo tuhan itu tidak ada. Kenapa? Tuhan itu maha baik? Maha benar? Lihatlah, seseorang yg sangat kesulitan hidupnya, mencari nasi di tong sampah, apakah tuhan datang padanya? Tidak! Malahan saya yg tidak “maha” baik pun ato bisa dibilang berdosa pun kasihan melihatnya, saya berilah uang untuk makan. Sudah terbayang bukan, seseorang yg berdosa saja bs kasihan, kenapa yg maha tidak? Kalo saya tidak mau menolong pun bisa saja, saya tinggal berkata “tuhan yg maha penolong pun tidak mau menolong kamu, apalagi saya yg tidak maha” tp ternyata, saya jauh lebih penolong dr pd tuhan dan saya msh bs mempunyai rasa kasihan meski saya bukan tuhan. Ada yg berkata, jika tuhan tidak ada, siapa yg menciptakan dunia? Tidak ada sesuatu yg tiba2 ada tanpa penciptanya. Sekarang saya tanya, darimana asal tuhan? Tidak mungkin langsung ada tanpa penciptanya! Jadi hidup ya hidup, tidak ada mujizat, tidak ada berkat, semua tergantung dr diri sendiri.. kalo mati ya mati, gak akan ada roh masuk surga ato neraka.. menghayal aja dunia ini, kebanyakan baca dongeng jaman nabi.. hadeeeehh….

  28. Seseorang yang menamakan dirinya Ateis Bertanya Anda Menjawab menyediakan beberapa tantangan untuk disanggah para agamawan/wati, silahkan didownload :
    http://www32.zippyshare.com/v/28841962/file.html
    Berkas ini berisi 4 file teks yakni; bukti ateisme, tukang cukur, antroposentrisme, dan tanpa agama.
    Harap diperhatikan bahwa zippyshare itu gratisan dan file akan dihapus setelah 30 hari non-aktif (ga didownload atau apalah), maka mohon segera didownload dan disebarkan.
    Terimakasih.

  29. Bukankah lebih baik percaya dengan raw energy yang membuat alam semesta dari pada jin botol yang menciptakan bumi dengan ego sadis seperti layaknya manusia?

    Kerpercayaan itu gak ada spesialnya, kalau kepercayaan jadi kriteria sang pencipta berarti dia gak kompetent secara moral atau praktikal.

    “Kepercayaan itu tidak ada istimewanya . Saya jalani hidup saya dengan jujur dan menjadi orang sebaik mungkin. Yang penting itu menjadi orang baik bukan kepercayaanya”

    Tolong kalian semua renungkan dan juga pikirkan aja ada ribuan agama di dunia ini, kenapa cuman agama kalian yang benar doang? Belum lagi, kristen islam dan katolik menyembah tuhan yang sama (barbar Yahwe) hanya saja doktrinnya berbeda-beda. Apakah tidak mengakui bunda maria lantas jadi masuk neraka? Ato tidak mengakui jika yesus adalah anak tuhan? Ato tidak mengakui muhamad?

    Orang baik mati demi orang lain tapi seorang ateis akankah dia masuk neraka

    Selagi orang physcopath yang bertobat masuk surga?

    Jangan takut untuk mencari jawaban, sayapun seorang kristen yang ke gereja 3 kali seminggu.
    Tapi otak saya terbuka tidak lagi saya pakai kitab. Di dunia ini cinta adalah hal yang paling realis dan nyata bagiku. Setelah membaca ayat2 yang tidak menyenangkan di alkitab dan alquran saya mulai berpikir secara logis dan realis.

    Kalau emang inging mebuka hati silahkan belajar teologi

  30. agama lahir karena diciptakannya manusia. manusia yang diciptakan dengan nafsu itu sudah pasti merusak rumah satu2nya seluruh umat manusia yaitu bumi ini. bumi ini rusak yang mengakibatkan terjadi pemanasan secara perlahan menuju neraka bumi. tanpa terasa dan tiba2 terjadi hari kiamat karena pemanasan secara perlahan tersebut. agama hadir dengan mengorganisir secara beruntun/estafet untuk menyelamatkan orang2 yang percaya dari manusia yang melampaui batas yang akan merusak bumi ini dengan nafsu dan otak mereka sehingga bumi menjadi rusak baik secara fisik dengan bencana maupun moral yang saat ini saja telah terlihat melalui kebebasan teknologi informasi. Tuhan ada untuk menyelamatkan anda dari ancaman dirimu sendiri.

  31. bkannya bermaksud melogikakan ALLAH SWT (TUHAN)…smntara bbrpa dri kita sibuk mmpertnyakan kbrdaan TUHAN dan mncri bukti kberadaan-NYA…dalam AL-QUR’AAN yg d turunkan ALLAH SWT kpada rasul terakhir-NYA sdah d jelaskan secara gamblang kok, jika kita mau sejenak melupakan semua ego manusia kita dan mnyisihkan sdikit wktu untuk menelaah AL-QURAAN…apakah mgkin se”orang” Muhammad (saw) yg ummi 14 abad yg lalu mmpu mmberikan pnjelasan ilmiah yg bhkan kbenaranny bru dpat d buktikan oleh sains modern misalny ttg pnciptaan manusia,bulan yg hnya meneruskan cahaya mathari,air laut yg d pisahkan (prbedaan massa/kdar garam),teori big bang,bntang yg mmpunyai umur dan meledak (supernova)…klo kita smua pncri kbnaran tntu tak ad alasan bagi anda untuk mmbuka AL-QUR’AAN dan mmpelajariny…video jwaban zakir naik d youtube jga bsa kita jdikan referensi

  32. Sbelum nya saya minta maaf tp saya harus Tetap mengatakan Bahwa ” KALIMAT DI BAWAH INI ADALAH KALIMAT ORANG YANG SANGAT BODOH YG TIDAK MEMPUNYAI DASAR ILMIAH DAN TANPA DI LAKUKAN PENGUJIAN KALIMAT BISA DIKATAN ORANG YANG MENULIS INI SANGAT TIDAK BER PENGETAHUAN DAN TIDAK MENGENAL ILMU FISIKA DENGAN BAIK”

    Tidak ada orang yang setuju bahwa “Pencuri Ayam yang tidak kenal Hakim dihukum 1 tahun penjara, sedangkan Pencuri Ayang yang kenal Hakim dibebaskan” itu adil.
    Jawaban saya : DALAM HAL APAPUN HAKIM TIDAK PERNAH MEMINTA SIAPAPUN UNTUK MENGENAL DIRI NYA, HAKIM HANYA MEMTUSKAN BERSALAH ATAU TIDAK NYA SESEORANG, PEMBUKTIAN DARI HAL INI ADALAH JIKA SESEORANG MENGENAL HUKUM DAN TAAT DENGAN ATURAN HUKUUM YANG BERLAKU MAKA SESEORANG TIDAK AKAN PERNAH DIHUKUM.
    DALAM ILMU FISIKA JUGA BISA SAYA KASIH CONTOH, SAYA AMBIL CONTOH ANDA DISINI, ANDA DAN TEMAN ANDA MEMBUAT ATAU MERANCANG SATU RANCANGAN YANG SANGAT RUMIT, DALAM RANCANGAN TERSEBUT SUDAH ADA BUKU PEDOMAN TENTANG PERANCANGAN YANG BENAR DAN TANPA RESIKO, DISINI ANDA MENGABAIKAN BUKU PEDOMAN TENTANG PERANCANGAN TERSEBUT KARNA ANDA BERFIKIR ADA CARA LAIN YANG LEBIH BAIK DARI BUKU PEDOMAN TERSEBUT DAN ANDA TIDAK MEMPERTIMBANGKAN APA YANG ANDA LAKUKAN DAN RESIKO YANG AKAN TERJADI, DAN DI SISI LAIN TEMAN ANDA MENGIKUTI SEMUA PROSES YANG ADA DI DALAM BUKU PEDOMAN TERSEBUT DENGAN MEMPELAJARI ISI BUKU TERSEBUT DAN MENERAPKAN NYA, SETELAH RANCANGAN ITU ANDA DAN TEMAN ANDA SELESAI APA YANG TERJADI ???? SAYA YAKIN ANDA TERHUKUM KARNA ULAH ANDA SENDIRI TANPA MEMPERTIMBANGKAN HAL2 ATAU UNSUR LAIN YANG SUDAH DI BUAT PARA PAKAR DAN AHLI YANG DI TUANGKAN DALAM BUKU PEDOMAN TERSEBUT, HUKUMAN YANG ANDA DAPAT ADALAH “KEGAGALAN DI BERBAGAI ASPEK” KARNA ANDA TIDAK MEMATUHI ATURAN YG SUDAH DI BUAT.

    Mengenal sang Hakim tidak lantas merubah hukuman atas apa yang diperbuat seseorang.
    justru konsep “Keringanan hukuman karena kenal dengan Hakim” adalah salah satu konsep yang paling ditentang, yaitu Nepotisme.
    JAWABAN SAYA : ORANG DI HUKUM BUKAN KEREKA ARNA MENCURI AYAM, TETAPI ORANG DI HUKUM KARNA DIA MELANGGAR HUKUM, ORANG DI BEBASKAN BUKAN KARNA DIA KENAL DENGAN HAKIM NYA TAPI ORANG DI BEBASKAN KARNA MEMANG TIDAK BERSALAH DAN TIDAK MELANGGAR HUKUM, DAN YANG MELANGGAR PUN BS DI BEBASKAN BUKAN KARNA KENAL DENGAN HAKIM NYA MELAINKAN MEREKA MENGGUNAKAN KELEBIHAN MATERINYA UNTUK MEMBEBBASKAN DIRINYA DARI PELANGGARAN, DISINI JUGA SAYA AMBIL CONTOH ANDA, ANDA DAN TEMAN ANDA SUDAH MEMBUAT SATU RANCANGAN YANG SAMA DENGAN BUKU PANDUAN YG SAMA HUKUM YANG SAMA, TAPI ANDA TIDAK MENGIKUTI ATURAN YANG ADA DAN TEMAN ANDA MENGIKUTI SEMUA ATURAN YANG ADA, DISINI SUDAH JELAS ANDA MELAKUKAN KESALAHAN KARNA MELANGGAR HUKUM ATAU PEDOMAN YANG TELAH DI BERIKAN, DALAM HAL INI TEMAN ANDA MELAKUKAN DENGAN BAIK TANPA MELANGGAR SATU HAL PUN DALAM BUKU PEDOMAN DAN ANDA BANYAK MELKUKAN PELANGGARAN DAN PASTI ANDA DAPAT HUKUMAN DARI PERBUATAN ANDA SENDIRI YAITU RANCANGAN ANDA DI TOLAK KARNA TIDAK MENGINDAHKAN ATURAN2 YANG BERLAKU.

    APA YANG SAYA TULIS BISA SAYA BUKTIKAN, DAN SAYA TIDAK SEPERTI ANDA HANYA MENULIS OMONGKOSONG TANPA BISA MEMBUKTIKAN SECARA ILMIAH.

    SEMUA ILMU BUATAN MANUSIA PASTI ADA PERUBAHAN DARI AWAL DI BUAT SAMPAI SEKARANG, “SAYA BISA BUKTIKAN”

    AL-QURAN DARI AWAL DI TURUNKAN KEMUKA BUMI 1 HURUF 1 TANDA BACA 1 ARTI TIDAK ADA PERUBAHAN, KALAU ADA 1 TANDA BACA 1 ARTI ATAU 1 HURUF YANG BERUBAH DARI AL-QURAN TOLONG DI BUKTIKAN.
    MENGAPA SAYA MENULIS SEPERTI INI KARNA ITU ADALAH KEBESARAN ALLAH S.W.T

  33. saya ingin membantah tentang “membuktikan ketiadaan adalah tidak mungkin”, ketiadaan itu bisa dibuktikan. Dulu orang romawi bersikeras bahwa ketiadaan tidak bisa diwakilkan dalam sebuah bilangan, orang romawi memulai hitungan dari angka 1 (satu) dengan huruf i besar (I), kemudian angka 2 (dua) dgn dua huruf i besar (II), dst. Orang romawi tidak mengenal angka nol (0) untuk sesuatu yg tidak ada. Angka nol diperkenalkan oleh ilmuan arab dgn simbol lingkaran dgn titik di tengahnya, baru kemudian angka nol diperbaiki dgn simbol lingkaran saja (0). Apakah ada ketiadaan itu? Dgn merujuk adanya simbol ketiadaan (yaitu 0), maka terbukti bawa ketiadaan itu ADA. Lantas apakah Tuhan itu ADA? Kalau Anda menganggap Tuhan adalah ketiadaan, maka SUNGGUH TAK TERBANTAHKAN bahwa Tuhan itu ADA.

  34. Saya ingin menanggapi komentar gan LL mengenai hal percaya. Agan bilang, ada org percaya namun dia membunuh org dan ada 1 lg org tdk prcaya tp dia membunuh jg. Maka yg msk surga adalah yg percaya.
    Pertama, jika agan ingin mengungkapkan suatu gagasan, kembalilah pada konsep awalnya. Seseorang dikatakan percaya bukan krn ia bercuap2 mengatakan ia percaya, namun ia percaya krn sikap dan perilaku nya menunjukkan demikian. Maka, org ‘percaya’ yg sesungguhnya adalah mrk yg memiliki hub intim dgn Tuhan dan tdk akan menyakiti hati Tuhannya dgn menyakiti makhluk lain. Trims.
    *IRN

  35. Tuhan sesuai prasangka hambanya. Suka2 yang berprasangka. Artinya Tuhan adalah khayalan saja, imajinasi saja, konsep saja. Ciptaan pikiran manusia saja
    Bukan ada nyata, tpi ada dlm khayalan

  36. tidak usah mendebatkan tuhan…hanya orang2 atheis lah yang mendebatkan tuhan. karena meraka(atheis) emang tidak mengenal tuhan. secerdaas apapun dia kalo tidak kenal dan tidak pernah mempelajari tuhan g bakalan ketemu. jadi kalian yang tidak atheis tidak usah ikut mendebatkan tentang tuhan. soalnya meraka(atheis) hanya ingin diakui dan mencari perhatian saja

  37. Saya setuju Tuhan itu tidak ada… tapi yang ada hanyalah allah…
    simpel saja, tanya diri, kenapa anda ada di dunia ini… pada hakikatnya setiap tercipta pasti ada kegunaan utamanya… apa guna anda?

  38. Salam. Disini saya menanti jawaban & penjelasan dari para teis (terutama muslim) maupun ateis pada forum ini. Maaf sebelumnya, seluruh pertanyaan dibawah ini memiliki landasan bahwa Tuhan itu ada dan keberadaan-Nya merupakan mutlak. Adanya landasan lain merupakan pokok bahasan lain, yang maaf kalau bisa tidak perlu dibahas lagi, untuk menghindari ketidak-fokusan dari jawaban & penjelasan yang saya nantikan dari pertanyaan-pertanyaan dibawah ini:

    1. Dalam Islam (atau dalam hal ini, beberapa agama yg lain), tujuan Tuhan menciptakan manusia (dan makhluk hidup lainnya) tidak lain adalah untuk menyembah & bersujud kepada-Nya. Namun tidak diragukan lagi bahwa manusia juga dibekali free will dalam menjalani hidupnya.

    Pertanyaan saya: Apakah benar Tuhan dapat dikatakan sebagai ‘sedang bermain dadu’, jika dirujuk dari tujuan-Nya menciptakan para manusia yang juga dibekali/memiliki free will? Karena dengan adanya free will tersebut, terdapat 50/50 kemungkinan antara manusia mau menyembah-Nya atau tidak.

    2. Dalam Islam, dikatakan bahwa segala sesuatu yang sudah/telah/akan terjadi pada setiap benda mati/hidup di alam semesta ini, juga sudah/telah/akan tercatat pada kitab Lauh Mahfuz. Bahkan tiap butiran air yang sudah/telah/akan menerpa tanah disetiap terjadinya hujan di muka bumi ini, setiap detail kecilnya, sudah/telah/akan tercatat seluruhnya pada kitab tersebut.

    Pertanyaan saya: Jika segala sesuatunya sudah tercatat atau sudah direncanakan-Nya, maka bukankah ini berarti kita semua para manusia dapat dikatakan benar-benar tidak berdaya dari segala rencana-Nya? bukankah hal ini berarti segala doa, usaha dan free wiil yang kita miliki, tidak lain merupakan ilusi belaka? (karena semua sudah tertulis pada kitab tersebut)

    3. Menyambung dari pertanyaan nomor 2. Dalam Islam, dikatakan bahwa doa merupakan satu-satunya senjata para manusia untuk dapat merubah qodho atau takdir yang telah tertulis pada kitab tersebut. Maka dapat dikatakan doa (yang merupakan free will) merupakan hal yang sengaja tidak ditulis pada kitab itu, atau hal yang sengaja tidak pernah direncanakan-Nya. Maka kembali ke pertanyaan nomor 1, apakah dalam hal ini Tuhan ‘sedang bermain dadu’?

    Terima kasih atas perhatiannya. Salam.

  39. Judul diskusi ini adalah apa bukti bahwa tuhan tidak ada..
    jawaban yang diharapkan dari sang atheis adalah alasannya yang sebenarnya, gunakan logika konsep atheisnya saja, kalau penolakan adanya tuhan hanya karena sifatnya tidak sesuai denagn logika atheis, mendingan jangan gunakan sifat tuhan yg umum,, karena kesannya atheis tidak punya argumen yang original untuk memberikan alasan bahwa tuhan tidak ada.
    coba gunakan argumen yang sangat awal, atau anggap dulu agama yg sekarang tidak ada, sang atheis berdiri sendiri dan berteriak tuhan tidak ada, nah disitu alasan tuhan tidak ada apa?
    jawaban itu lebih menarik dari pada pinjam sesuatu yang dibawa oleh agama.
    Bahwa kelompok yg percaya tuhan terjadi perbedaan adalah fakta, dan kami sepakat untuk berbeda dalam memahami tuhan.

  40. evolusi? tahukah kamu ateis bahwa teori evolusi itu sudah usang? teori evolusi menceritakan dengan dongengnya bahwa mahkluk hidup di bumi ini semuanya berasal dari mikroba di laut, kemudian dia merasakan cahaya kemudian dengan ajaibnya terbentuklah mata, kemudian dia berusaha berjalan di darat kemudian datanglah kaki, kemudian dia ingin terbang lalu terbentuklah sayap, pertanyaannya apakah semua itu masuk akal? apakah kamu ateis saat ini melihat ada mahkluk hidup yang di darat pengen belajar terbang terus mendapatkan sayap? sebentar…saya sedang membayangkan tiba tiba gajah karena melihat banyak burung diatas, terus pengen terbang lalu gajah berevolusi menjadikan dirinya burung yang bisa terbang…

  41. yang tidak ada untuk apa dibuktikan . . bukti = suatu hal yang dapat menegaskan suatu kebenaran. jadi,bukti itu HARUS ADA. yang TIDAK ADA mana mungkin ada bukti. tapi jangan berfikir dangkal. contoh : toni sedang TIDAK ADA dirumah. pertanyaan : coba buktikan kalau toni sedang TIDAK ADA dirumah ? dalam kasus ini tentu dapat dibuktikan. karena TONI memang benar” ada/pernah ada. kalau TONI tidak pernah ada(tidak pernah dilahirkan) untuk apa di buktikan. semoga bermanfaat

  42. menurut si A, Tuhan itu ada, ya, pasti ada. Menurut si B, Tuhan itu tidak ada, ya, pasti tidak ada. Itu semua pilihan masing2 dan tidak bisa di paksakan, dan itulah kehendak bebas. Apa yang di katakan si A, tidak serta merta mehilangkan apa yang di katakan si B, begitu juga sebaliknya…. Namun yang pasti semua ada asal usulnya. Ada yang bisa di jelaskan dan ada yang tidak bisa di jelaskan.

    Sesuatu yang bisa di jelaskan oleh manusia dengan pembuktian ilmiah semuanya bersifat materi, namun itupun tidak mutlak (dinamis), kalau demikian, bagaimana mungkin manusia yang menjelaskan sesuatu yang bersifat materi yang masih belum mutlak (dinamis), bisa menjelaskan sesuatu yang bersifat non materi ?

    Manusia menjadi bagian dari sifat materi itu sendiri saja belum sempurna mengetahui sesuatu di alam materi itu sendiri, jika demikian, bagaimana mungkin bertanya dan menjelaskan sesuatu yang bersifat non materi atau yang maha misteri ?

  43. menarik untuk di simak, komentar komentarnya bagus, sayang komentar terakhir yang di lontarkan oleh iza zul zila sangat tidak cerdas dan terkesan menghina diri sendiri.

  44. Wahai sahabat dan saudara ku, saya sungguh berterimakasih atas tulisan ini. Dan saya juga mengatakan selamat kepada anda, karena anda sudah luar biasa dititik ini. Selamat untuk tidak percaya kepada tuhan, selamat telah berfikir bagaimana kamu bisa membuktikan bahwa tuhan itu ada atau tidak?.

    Kamu adalah manusia yang mau berfikir, kamu lebih baik dari mereka yang mempercayai tuhan atas dasar keturunan atau keluarga ataupun lingkungan saja.

    Memang untuk mencari Tuhan, kita perlu mengetahui apa yang benar2 diturunkan oleh tuhan, disini adalah Agama. Agama adalah petunjuk untuk kita. Jika agamanya benar maka Tuhannya pun benar. ataupun sebaliknya.

    Karena banyak orang mengaji suatu Agama dan Tuhan secara rasional subjektif, jika sahabat mencoba untuk mencarinya maka carilah secara rasional objektif.

    Diantara semua itu pasti ada salah satu yang benar dan sisanya adalah salah. Atau diantara mereka ada yang menjadi pendukung yang lain.

    Seperti yang kita ketahui bahwa manusia tidaklah bersih, membuat sesuatu yang salah, mengubah sesuatu yang benar menjadi salah atau mungkin hanya tampak salah.

    “Saya dulu juga seperti anda, yang berfikir apakah Tuhan itu ada?. Jika benar adanya dimanakah adanya?, dan jika tuhan yang menciptakan semua kemudian siapa yang menciptakan Tuhan?.” itulah beberapa pertanyaan nakal dari saya.

    Dan akhirnya saya menemukan semua jawaban itu di Al-Qur’an. Walaupun saya lahir dikeluarga orang islam bukan berarti saya tidak adil dengan kitab agama lain. Tetapi memang itulah yang maha benar.

    Sahabat bisa mempelajari Al-Qur’an untuk mencari jawabannya. Kita tak perlu egois dan malu untuk memulai mencari keberadaan Tuhan. Walaupun itu berada di Agama yang belum pernah kita kenal atau jauh.

    Kajilah kitab Agama-agama diseluruh dunia, dan saya yakin Al’Qur’an yang paling sempurna dan asli dari Tuhan. Walaupun beribu kitab Tuhan sebelumnya telah diubah oleh manusia, Al-Qur’an tidak akan berubah dan akan tetap sama seperti pada mulanya.

    Agama dan kitab yang dibuat oleh manusia akan mencapai pada kesalahannya, sedangkan kitab tuhan tidak akan ada perubahan sama sekali. maka dari itu Al-Quran tetap dengan bahasa Arab. yang tentunya bahasa arab memiliki kosa kata dan makna tersendiri dari bahasa lain. Dan tidak akan terubah oleh pengalihan bahasa atau tangan nakal dari manusia.

    Mungkin bagi sahabat saya nampak egois bukan?, tetapi sugguh demi Tuhan. saya tidak bermaksud seperti itu, Saya hanya mengungkapakan yang saya tahu dan itu benar. Salam kenal ya sobat 🙂

  45. TUHAN itu tidak ada, tapi sang pencipta itu ada, buktix adalah teraturx jalanx alam semesta, dan ukuran bumi sangat pas sekali, ini membuktikan bahwa semua tidak terjadi secara kebetulan, tetapi ada campur tangan sang pencipta yang paling kuat dan berkekuatan besar

  46. Tuhan itu memang hanya khayalan manusia…gak lebih,gak kurang.agama islam berasal dari kristen dan yahudi,kristen berasal dari yahudi,agama yahudi yg kita kenal sekarang berasal dari agama yahudi asli yang bercampur dgn zoroaster setelah mereka melakukan kontak dengan persia…dan agama mereka bukan satu-satunya.ada ratusan agama sejak jaman dulu kala,semuanya yakin agama mereka yg paling benar…tapi masa iya?semua yang ada disini kafir menurut entah brp banyak agama.Kebanyakan agama mayoritas yang ada sekarang cuma omong kosong yang berubah2 setelah ribuan tahun diceritakan terus-terusan.tuhan gak ada dan gak akan pernah ada.jangab abiskan idupmu menyembah ilusi,lakukan aja sesuatu yang lebih berguna

  47. 2 rel kereta api sejajar dan tidak akan pernah bertemu ….. theis dan atheis ibarat kedua rel yg sejajar tsb, nggak akan pernah ketemu lewat diskusi ….ketemunya kalau saya undang makan-makan di Griya Wisata Kuliner Seafood Depot Garung lor RT 1 RW 3 , Jl Jepara KM 3 Kecamatan Kaliwungu Kudus Jawa Tengah Indonesia…. enaknya makan tongseng HIU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s