Apa Bukti Bahwa Tuhan Tidak Ada?

20130825-164421.jpg

Pertanyaan ini hanya bisa dijawab apabila kata “Tuhan” didefinisikan secara jelas. Tanpa definisi yang jelas, tidak mungkin apa pun dibuktikan ada atau tidak ada. Bayangkan Anda diminta membuktikan keberadaan X tanpa disebutkan secara sangat jelas, apa itu X. Permasalahan sama tentang Tuhan mengingat hampir semua agama memiliki deskripsi sendiri tentang Tuhan. Ada yang menganggapnya sosok yang bisa marah dan berkehendak, ada yang berkata Tuhan adalah kesadaran manusia itu sendiri. Ini membuat pembuktian Tuhan menjadi mustahil ketika semua memiliki definisi berbeda.

Persoalan kedua adalah dalam skala sebesar alam semesta, membuktikan ketiadaan sesuatu adalah mustahil. Contoh, tidak ada yang bisa membuktikan bahwa Sinterklas tidak ada. Tidak ada yang pernah merekam dan menjelajahi setiap jengkal bumi untuk menunjukkan bahwa tidak ada Sinterklas. Bagaimana jika Sinterklas bersembunyi di Bulan? Bagaimana jika Sinterklas bersembunyi di dimensi lain? Ini jugalah yang terjadi pada jin. Tidak ada yang bisa membuktikan jin tidak ada, tidak ada yang bisa membuktikan Doraemon tidak ada.

Secara umum, orang yang mengklaim keberadaan sesuatulah yang memiliki kewajiban untuk membuktikan. Tertama jika klaim tersebut berlawanan dengan hukum fisika dan azas kenormalan yang ada. Prinsipnya, an extraordinary claim requires extraordinary evidence. Jika ada orang mengatakan memiliki pensil, maka saya tidak perlu menuntut pembuktian karena memiliki pensil adalah hal yang biasa. Berbeda, misalnya, dengan seseorang mengaku memiliki pensil emas tidak kasat mata yang mampu mengabulkan segala keinginan. Klaim tersebut terlalu luar biasa untuk dipercaya tanpa bukti.

Kembali kepada pembuktian Tuhan tidak ada, mari kita tinjau dari deskripsi agama mayoritas tentang Tuhan, melalui sifat-sifatnya. Ada kesamaan konsep Tuhan yang diagungkan agama-agama mayoritas saat ini. Dengan menggunakan Logika, kita bisa membuktikan bahwa konsep tuhan yang sering diajukan memiliki kontradiksi. Ini berarti kalau pun ada Tuhan, pastinya bukan seperti yang digambarkan sesuai konsep berikut:

1. Maha-Kuasa versus Maha-Kasih versus Maha-Tahu
Epicurus, seorang filsuf Yunani memiliki ungkapan terkenal “Epicurus’ Problems of Evil” yang kurang lebih berbunyi
“Kalau Tuhan sanggup tetapi tidak mau menghilangkan penderitaan manusia, maka dia jahat.
Kalau Tuhan mau tetapi tidak sanggup menghilangkan penderitaan, maka dia tak maha kuasa.
Kalau Tuhan sanggup dan mau menghilangkan penderitaan, maka penderitaan tidak seharusnya ada.
Kalau Tuhan tidak mau dan tidak sanggup menghilangkan penderitaan, kenapa disebut Tuhan?”

Jawaban paling logis dari pertanyaan Epicurus di atas adalah “Karena tuhan tidak tahu kalau ada penderitaan.” Hanya saja atribut Maha-Tahu yang juga diberikan kepada sosok tuhan, membuat jawaban logis yang tersisa adalah “Di dunia yang memiliki penderitaan tidak mungkin ada tuhan yang Maha-Kuasa sekaligus Maha-Baik sekaligus Maha-Tahu.”
Andai pun ada sosok yang bisa dianggap tuhan, maka sosok itu entah tidak Maha-Kuasa, atau tidak Maha-Baik, atau tidak Maha-Tahu.

2. Maha-Adil dengan Neraka bagi orang yang tidak menyembahnya/Kafir/Infidel/Non-Believer
Adil adalah memberikan apa yang sepantasnya.
Adil adalah memberikan semua orang kesempatan yang sama.

Keberadaan konsep “Seluruh kafir pasti masuk neraka” bertentangan dengan konsep Keadilan, apalagi konsep Maha-Adil.
Tidak ada orang yang setuju bahwa “Pencuri Ayam yang tidak kenal Hakim dihukum 1 tahun penjara, sedangkan Pencuri Ayang yang kenal Hakim dibebaskan” itu adil.
Mengenal sang Hakim tidak lantas merubah hukuman atas apa yang diperbuat seseorang.
justru konsep “Keringanan hukuman karena kenal dengan Hakim” adalah salah satu konsep yang paling ditentang, yaitu Nepotisme.

Jadi konsep “seseorang yang percaya masuk surga, walaupun dia membunuh orang.
sedangkan orang lain yang tidak percaya, walaupun dia juga membunuh orang”
bukanlah keadilan, melainkan Nepotisme.
Dalam sistem yang adil, maka kedua orang tersebut haruslah mendapat perlakuan yang sama, sama-sama masuk neraka atau sama-sama masuk surga.

Bagaimana jika ada hukum bahwa “Hanya Jika orang percaya maka dia masuk surga, tidak peduli apapun perbuatannya, dan hanya Jika orang tidak percaya maka dia masuk neraka, tidak peduli apapun perbuatannya”?

Sekali lagi ini juga menyalahkan konsep Keadilan, karena kesempatan masing-masing orang untuk percaya tidaklah sama besar.
Seperti kita ketahui, setiap daerah dan jaman memiliki agamanya masing-masing.
Apa agama Anda, 90% berasal dari keluarga Anda, 9% dari lingkungan Anda dibesarkan.

Kalau kebetulan Anda lahir di keluarga yang benar dan lingkungan yang benar, maka ada 99% kemungkinan Anda menganut agama yang benar.
Kalau kebetulan Anda lahir di keluarga yang salah dan lingkungan yang salah, maka ada 99% kemungkinan Anda menganut agama yang salah. Dan artinya 99% kemungkinan Anda masuk neraka. Ini tentunya tidak adil karena hanya 1 persen saja masuk neraka.
Seharusnya semua orang memiliki kesempatan yang sama besar untuk mengenal agama yang benar, kalau memang ada.

Kedua konsep tersebut adalah konsep yang paling banyak dipakai dalam menggambarkan tuhan.
Walaupun tidak menutup kemungkinan adanya tuhan yang tidak sesuai konsep tersebut, tapi ini sudah cukup untuk membuat sebagian orang ragu, apakah konsep tuhan itu sendiri benar.

-LL-

291 thoughts on “Apa Bukti Bahwa Tuhan Tidak Ada?

  1. Hmm, saya kurang sepakat’ menurut saya anda terlalu memikirkan sesuatu yg tidak jelas, cukup jalani hidup dengan damai sentosa

  2. “Keberadaan konsep “Seluruh kafir pasti masuk neraka” bertentangan dengan konsep Keadilan, apalagi konsep Maha-Adil.
    Tidak ada orang yang setuju bahwa “Pencuri Ayam yang tidak kenal Hakim dihukum 1 tahun penjara, sedangkan Pencuri Ayam yang kenal Hakim dibebaskan” itu adil.
    Mengenal sang Hakim tidak lantas merubah hukuman atas apa yang diperbuat seseorang.
    justru konsep “Keringanan hukuman karena kenal dengan Hakim” adalah salah satu konsep yang paling ditentang, yaitu Nepotisme. ” nice point! 🙂

    • Nice point apa nya ? Bohong Tuh ! Islam tidak mengajarkan begitu.

      Saya luruskan dengan ajaran islam ya, jadinya begini :

      Tuhan pasti menghukum pencuri ayam tidak peduli dia kenal Tuhan atau tidak,, begitulah ajaran Islam.
      Tuhan juga pasti menghukum orang yang kafir/ateis/murtad/musyrik tak peduli dia mencuri ayam atau tidak. Kamu ngerti gak ya ?

      • Pertanyaan selanjutnya, kalau begitu apakah tuhan juga akan memberi hadiah kepada orang yang berbuat baik walau bukan di agama yang benar?

        Jika jawabannya iya, maka tidak perlu ada agama yang benar. Cukup berbuat baik.

        Jika tidak, maka tuhan tak layak disembah, karena apa agama seseorang seringnya sangat tergantung dimana dan kapan seseorang lahir.

      • apakah tuhan juga akan memberi hadiah kepada orang yang berbuat baik walau bukan di agama yang benar? tidak. Jika tidak, maka tuhan tak layak disembah, karena apa agama seseorang seringnya sangat tergantung dimana dan kapan seseorang lahir.
        Seringnya? klo gitu org pindah agama ga termasuk disini ? klo gitu dimana letak keabsahan teori ini?

  3. 1.Tidak tepat menyamakan bukti keberadaan Sinter Klas dengan bukti keberadaan Tuhan.. Bisa jadi keberadaan alam semesta tanpa Tuhan jauh lebih extra ordinary daripada jika diciptakan oleh Tuhan..
    2.Dan memang sulit jika ciptaan hendak menghakimi Penciptanya.. Sama saja menyamakan diri kita sebagai Tuhan..
    Andaikan Tuhan di posisi tak berhingga.. Manusia hanya bisa, seperti dalam Matematika dengan limit mendekati tak hingga..
    3.Dalam doktrin agama, dalam hal ini agama Samawi, keyakinan Tuhan dan sifat2Nya memang berdasarkan taqlid (kepercayaan penuh) terhadap Nabi.. Dan air yang kita dapatkan sebagai generasi yang tidak pernah ketemu nabi, bisa jadi memang tidak lagi 100% jernih

    • Yg prtama adalah briman kpd “Yang benar2 TUHAN”. Jgn briman kpd “tuhan yg dibuat2”. Tuhan akan mnghukum mnusia, prtma dgn mlihat apkah ia beriman kepada Nya atau tdk. Jahat atau baik, klo g briman akan d hukum. Kdua, klo ia briman tp melanggar perintahnya, akan d hukum jg krn pembangkang nya. Untuk msalah Tuhan mana yg benar, silahkan mncri. Krn tuhan sudah mngutus nabi nya untuk mmperkenalkan bahwa ia ADA. Makax jgn slah pilih tuhan, krn hax ada 1 tuhan.

      Klo mmg atheis benar bahwa tuhan g ada n theism slah, mka g ad yg rugi krn sdah hidup n g ada hri pmbalasan. Tp klo tuhan benar ada (dan pasti ADA), hri pmblasan ada, mka bruntunglah org2 yg yakin tuhan ada krn d tmpatkan d surga n mrka yg atheis d neraka. Hidup ini pilihan bung. N mmpertruhkan ksombongan (bahwa tuhan tdk ada) hax untuk 80 tahun (umur yg maximal lah) tdk sbanding dgn apa yg akan di hadapi nnti, hidup kekal selamanya. Pilihlah dgn benar2 bijak untuk “MASA DEPAN” yg sebenarnya.
      Sy mmperkenalkan tuhan sya, anda, dan mereka. ALLAH YANG MAHA SUCI DAN MAHA TINGGI. Islam adalah jalan anda untuk mngenalnya lebih jauh. Jangan lg brdalih d hadapan Tuhan bahwa anda tdk mngenalnya shingga anda ingin bebas dri hukuman. Sy kenalkan, ALLAH SWT.

    • jawabannya gini lo masbro. saya pake istilah ya. berbicara baik,itu relatif. di sana dibilang baik,disini belum tentu dibilang baik. logikanya gini. apa mungkin orang yang berbuat baik di korea utara diberi penghargaan di korea selatan,sedangkan dia jelas-jelas menentang korea selatan. bisa dimengerti ya. saya kasih contoh. masih ingat daendles kan. menurut yang teman saya (warga belanda) katakan,daendles dianggap pahlawan di belanda,karena sudah menyelamatkan kerajaan belanda dari krisis. tapi di indonesia,apa dia dianggap pahlawan juga? no. dia adalah penjajah belanda yang paling menyengsarakan rakyat indonesia waktu itu. dari sini,anda bisa ambil kesimpulan sendiri.

  4. Bagaimana kalau penderitaan itu adalah sebuah penggenapan dari segalanya? Tuhan adalah segalanya. Justru karena segalanya itulah maka penderitaan harus ada, hanya semata2 untuk memenuhi unsur segalanya.

    sedikit tambahan, bgmn kalau keadaan itu adalah sebuah konsekuensi dari ketidakadaan? bahasa gaulnya superposition. dua kejadian yg terjadi sekaligus. saling menggenapi.

  5. Kita hanya bisa melihat apa yang kita lihat dengan mata kita sendiri, kita bsa meraba dengan prasaan kita sendiri, kita bisa menciptakan pengetahuan dengan ilmu kita sendiri tetapi kita belum bisa melihat suatu yang tidak bisa kita lihat selain dengan mata kita, kita tidak bisa merasakan apa yang kita belum rasakan selain dengan perasaan kita, kita tidak bisa menemukan apa yang tidak bisa kita temukan pikiran (otak) tuhan tidak sama dengan manusia, manusia hanya punya otak kecil yang tidak bisa berfikir dengan fikiran seluas jagat raya, tuhan sang pencipta tidak memberikan kita pengetahuan dan kemampuan yang selua-luasnya kepada kita apa. Tuhan hanya menghendaki manusia untuk tahu beberapa hal tetapi tidak semuanya

    • Pernyataan anda sudah di tanggapi oleh kakek epicurus,menjadi ateis itu tidak gampang apalagi dilahirkan dari keluarga beragama prosesnya berpuluh tahun.jika tuhan itu ada sesuai yang digambarkan agama samawi maka tuhan itu posesif suka cemburu berlebihan,nepotisme,suka usil mencobai ciptaanya padahal mencintai anak adalah 100 % tanpa syarat,super kejam menyiksa manusia di neraka nonstop,melakukan banyak pembiaran yaitu membiarkan manusia berperang,kelaparan,susah cari uang.dan juga menciptakan yang tidak berguna seperti milliaran planet cuma satu yang berfungsi.satu lagi lupa yaitu membiarkan manusia cekcok dalam pencarian wujudnya padahal apa susahnya muncul diangkasa secara live.kalau tuhan dinilai dari sisi kemanusiaan maka tuhan adalah kriminal sejati yang super sakti.pertanyaannya,kenapa kita menilai tuhan dengan otak kita yang kecil?ya karena kita manusia, sebab itulah yang kita punya,kita tidak bisa menilainya dengan cara tuhan bukan?

  6. TUHAN sesungguhnya dapat didefinisikan sebagai sebuah batasan kemampuan manusia berfikir.

    Jika ada orang bertanya berapa bilangan prima terbesar ?
    untuk saat ini kemampuan manusia menjawab bilangan prima terbesar adalah sekian….
    pertanyaan selanjutnya adalah BENARKAH ?

    Jika dan orang bertanya Dzat apa yang paling agung, biang dari segala hal, yang tertinggi yang terbesar,… untuk saat ini kemampuan manusia menjawab Dia adalah TUHAN.
    pertanyaan selanjutnya adalah BENARKAH ?

    Carilah dan temukan bilangan prima terbesar dengan kemampuanmu berfikir menuntut ilmu yang tertinggi. dan pertanyaan selanjutnya adalah BERAPAKAH……..??

    Carilah dan temukan Dzat tertinggi dengan kemampuan pemikiran jiwamu membuka naluri hati yang terdalam. dan pertanyaan selanjutnya adalah MAMPUKAH ……..??

    jika tidak maka untuk sementara ini marilah kita sepakati bersama bahwa definisikan dzat tertinggi saat ini yang mampu difikirkan manusia TUHAN, sebuah Dzat tunggal tanpa berawal dan berakhir.

    • Terima kasih atas umpan balik Anda.

      Pertama-tama saya ingin mengatakan bahwa Anda berhak untuk mendefinisikan tuhan sebagaimana yang Anda inginkan. Namun ingat, konsep yang Anda miliki belum tentu universal bagi seluruh teis dan bukan pula representatif dari seluruh teisme.

      Kedua, konsep yang Anda ajukan sebenarnya sudah cukup kuno dalam pendefinisian teisme klasik (yakni jenis tuhan yang disepakati para teolog-teolog Yudeo-Kristian-Islami), yakni argumen ontologi ala St. Anselm dan Descartes. Maka, jawabannya pun juga klasik; tuhan menurut definisi ini pun kelemahannya ada tiga:
      a. tidak mewakili teisme klasik secara baik karena tidak menjawab Dilema Epikurus yang menunjukkan kontradiksi dari tiga sifat utama tuhan teisme klasik.
      b. bilangan adalah suatu konsep abstrak yang dapat digunakan untuk hal yang riil/nyata maupun imajiner/khayalan; nyata contohnya rumus fisika Newton dan khayalan contohnya numerologi (penentuan nasib melalui angka). Hanya karena bilangan bulat tidak memiliki batas bukan berarti keberadaan suatu Dzat Yang Maha Awal/Akhir ada secara riil.
      c. batasan kemampuan imajinasi/berpikir manusia bukanlah refleksi mengenai objek yang bersangkutan, melainkan refleksi dari pikiran itu sendiri. Ketidaktahuan bukanlah dasar yang kuat untuk menyatakan sifat sesuatu objek.

      Sekian.

      • bilangan adalah suatu konsep abstrak yang dapat digunakan untuk hal yang riil/nyata maupun imajiner/khayalan; nyata contohnya rumus fisika Newton dan khayalan contohnya numerologi (penentuan nasib melalui angka). Hanya karena bilangan bulat tidak memiliki batas bukan berarti keberadaan suatu Dzat Yang Maha Awal/Akhir ada secara riil.
        bagaimana dengan proposisi? bukankah landasan filsafat juga berdasarkan proposisi?
        ah iya, kalo boleh bisa share jawaban yg ngga klasik.. saya ingin tahu..

  7. Halo perkenalkan nama saya ridwan, saya adalah seorang muslim.

    Apakah sebelumnya anda beragama nasrani, atau kepercayaan lainnya yang bukan merupakan agama Islam ?

    Saya tidak heran jika ada orang yang beragama non-islam kemudian menjadi ateis, jika dulu saya beragama non-islam mungkin saya akan sependapat dengan anda. Kenapa demikian ? karena memang benar jika agama non-islam memiliki nilai-nilai dan konsep yang bertentangan dengan logika dan sains. Kenapa demikian ? Tentu saja jika Anda pelajari dan telusuri secara MENYELURUH anda akan menemukan bahwa agama non-islam merupakan agama yang di ciptakan oleh manusia yang memiliki keterbatasan dalam berfikir contoh hindu dan budha. Kita ketehui pada umumnya tiga agama samawi yang populer saat ini yaitu Islam, Yahudi dan Nasrani memiliki sedikit kemiripan tetapi SUNGGUH ketiganya berbeda. Saya tidak akan menjelaskan ketiganya secara menyeluruh karena disini bukanlah tempatnya dan akan sangat panjang jika dijelaskan disini. Yahudi dan Nasrani pada awalnya merupakan agama yang berasal dari Tuhan tetapi agama tersebut telah dirubah oleh manusia dan manusia merubah nilai nilai pokok dari agama tersebut sehingga agama tersebut akan menyesatkan jika kita ikuti, seperti sebuah modul dari sebuah study tertentu yang pada awalnya bermanfaat bagi penggunanya tetapi jika isi kandungan dari modul tersebut dirubah dengan salah oleh seseorang karena kepentingan dirinya sendiri tentu saja modul tersebut tidak bisa digunakan lagi karena suatu saat akan menyesatkan karena kandungannya tidak relevan dengan permasalahan/kenyataan yang ada.

    Kemudian Tuhan menyempurnakan agama terdahulunya pada Agama Islam dan inilah satu-satunya Agama yang diakui oleh Tuhan sebagaimana diterangkan dalam Al-qur’an, Al-qur’an adalah kitab suci ciptaan Tuhan yaitu Allah SWT kepada Rasulullah Muhammad SAW (utusan Allah) dan dapat dibuktikan bahwa Al-quran bukanlah ciptaan manusia (Rasulullah Muhammad SAW) tapi merupakan firman Tuhan (Allah SWT) melalui perantara Rasullnya, dengan isi/kandungan Al-qur’an yang mustahil dihasilkan dari pemikiran manusia pada waktu 1400 tahun yang lalu.
    Jika anda tidak percaya silahkan Anda pelajari Al-qur’an secara menyeluruh.
    Anda akan melihat keajaiban Al-qur’an yang ternyata tidak bertolak belakang dan bahkan Ilmu pengetahuan saat ini berasal dari Al’quran seperti teori Big Bang (penciptaan alam semesta) dalam 6 masa, penciptaan manusia, dll.
    Dan juga teori peristiwa kiamat dan dibangkitkannya manusia setelah mati untuk dipertanggungjawabkan atas segala perbuatannya. Secara logika serasa tidak mungkin manusia bisa hidup setelah berabad-abad mati tapi ternyata ada ilmuwan yang telah menemukan bahwa ketika mati pada manusia terdapat sebuah tulang yang tidak hancur meskipun dibakar oleh api yang membara dan pada tulang ini. Berasal dari tulang ini manusia bisa diciptakan kembali, tapi tentu saja hanya Tuhan yang mampu atas itu tidak seperti manusia yang memiliki keterbatasan dalam berfikir dan berusaha. Ini salah satu bukti bahwa Al-qur’an benar. Jika hal ini benar maka terbuktilah bahwa Tuhan pun (Allah SWT) benar adanya dan hari pembalasan dan hari kiamatpun benar adanya. Dan baru-baru ini seorang Ilmuwan dari Ukraina telah membuktikan bahwa suatu saat Matahari akan terbit dari barat, hal itu sudah diterangkan dalam Al-qur’an pada waktu 1400 tahun yang lalu. Kemudian Ilmuwan tersebut masuk Islam.

    Kemudian saya bertanya, bukan untuk mencari jawaban, tapi untuk membuat anda agar kembali berfikir secara menyuluruh dan bijaksana dan berfikir menggunakan akal anda dan jangan mengikuti hawa nafsu anda untuk tidak mengakui keberadaan tuhan.

    Maaf apakah anda masih tidak yakin dengan kebaradaan Tuhan ?

    #Tidak bisa dilihat oleh kita bukan berarti tidak ada, tidak bisa disentuh oleh manusia bukan berarti tidak ada, tidak bisa didengar bukan berarti tidak ada. Tetapi karena kita memiliki indra yang terbatas maka kita tidak bisa melihat Tuhan tetapi kita sebagai manusia masih bisa merasakan, mengamati, dan membuktikan keberadaan Tuhan melalui ciptaannya.
    Dan hal itu pun merupakan perintah Tuhan untuk manusia dalam Al-qur’an agar kita bisa meyakini adanya Tuhan tidak sekedar percaya tapi dapat dibuktikan dengan logika. Karena Tuhan maha Pengasih dan Maha Penyayang.

    Mungkin anda pernah berfikir mengapa Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda dan bersuku bangsa dan juga mengapa di dunia ini banyak orang jahat dan banyak penderitaan di dunia ini.

    Tuhan bukan tidak ingin/tidak sanggup untuk mencabut penderitaan tapi untuk menguji manusia.

    Sungguh Tuhan tidak menciptakan sesuatupun dengan sia-sia, tapi pasti ada hikmahnya. Tuhan menciptakan perbedaan diantara manusia bukan untuk perdebatan tapi untuk saling mengenal, Islam juga mengajarkan toleransi dalam berkehidupan agar damai dan sejahtera.
    Dan juga Tuhan menurunkan manusia untuk melihat siapakah dintara hambanya yang benar-benar beriman dan yang tidak dan manusia hidup di dunia untuk beribadah, sungguh kehidupan di dunia (+- 60 tahun usia manusia?) tidak sebanding dengan kehidupan di akhirat yang kekal selama-lamanya.
    Hidup di dunia penuh dengan cobaan dan ujian. Tapi selama kita bergantung dan berpedoman pada Al-qur’an dan sunnah rasul (modul/pedoman hidup) kita tidak akan tersesat selama-lamanya.

    Wallohu a’lam…

    • Sedikit klarifikasi dari pernyataan yang saya berikan…

      //Maaf sebelumnya saya bukannya mau rasis atau saya terlalu fanatik dengan apa yang saya yakani tapi sungguh disini saya hanya ingin menjelaskan informasi yang saya dapatkan yang tujuannya adalah supaya Anda mendapat hidayah dan hidup bahagia di akhirat kelak untuk selama-lamanya.//

      Sebelumnya saya menjelaskan bahwa Agama Nasrani dan Yahudi berasal dari Tuhan yang sama, tapi sebenarnya begini :

      Dalam Al-quran, Allah SWT hanya menerima Islam sebagai sebuah agama yang di akui oleh Tuhan (Allah SWT). Nasrani dan Yahudi bukanlah Agama tetapi berupa kepercayaan hasil pemikiran manusia yang merupakan hasil perubahan dari Agama yang berasal dari Tuhan.

    • Terima kasih atas umpan balik Anda. Sebagai seorang ateis eks-muslim saya merasa ada baiknya saya yang menjawab.

      //Yahudi dan Nasrani pada awalnya merupakan agama yang berasal dari Tuhan tetapi agama tersebut telah dirubah oleh manusia…//

      Salah satu perubahan yang dialami oleh agama Yahudi adalah adanya konsep surga dan neraka, sebelumnya dalam tradisi Yahudi semua roh pergi ke alam yang suram yang bernama She’ol. Yang memperkenalkan konsep-konsep tersebut adalah antara lain Nabi Hosea ketika bangsa Yahudi mengalami tragedi yang berturut-turut sehingga perlu pelipur lara berupa keadilan setelah mati. Istilah Jahannam pun aslinya dari Ibrani Gai-Hinnom yang berarti “Lembah Bani Hinnom” sebuah tempat pembuangan mayat di zaman kuno. Dan Firdaus pun aslinya dari bahasa Farsi Kuno yang merujuk pada “taman berdindingnya raja” yang masuk ke dalam agama Yahudi ketika mereka dijajah Persia. Begitu pula konsep Taman Elysium (surga) dan Hades (neraka) dari agama musyrik Yunani ketika menjajah bangsa Yahudi.

      Jadi, melihat dari sisi sejarah perkembangan agama Yahudi, banyak dari konsep yang dianggap oleh Islam sebagai ajaran yang murni dari tuhan dapat dilihat sebagai akibat dari perjalanan panjang monoteisme Abrahamiknya Yahudi.

      //dengan isi/kandungan Al-qur’an yang mustahil dihasilkan dari pemikiran manusia pada waktu 1400 tahun yang lalu.
      Jika anda tidak percaya silahkan Anda pelajari Al-qur’an secara menyeluruh.
      Anda akan melihat keajaiban Al-qur’an yang ternyata tidak bertolak belakang dan bahkan Ilmu pengetahuan saat ini berasal dari Al’quran seperti teori Big Bang (penciptaan alam semesta) dalam 6 masa, penciptaan manusia, dll.//

      Jika yang dimaksud dengan mempelajari secara menyeluruh adalah mempertimbangkan seluruh ayat yang relevan serta tafsir yang diberikan oleh para Sahabat serta mufassir yang kredibel seperti Ibn Kathir, maka sayang sekali pernyataan Anda tidak berdasar.

      Dijelaskan di artikel saya berikut: http://cocologi.tumblr.com/post/24724190960/ledakan-dahsyat-big-bang, konsep penciptaan menurut Al-Qur’an tidak ada miripnya dengan Big Bang, malah di Al-Qur’an bumi dan segala rezkinya sudah ada sebelum langit dan isinya diciptakan dan diatur dari kabut (dukhaan).

      Mengenai penciptaan manusia, 2 ayat Al-Qur’an beserta tafsir-tafsirnya semua merujuk kepada konsep yang lebih menyerupai salah satu deskripsi dalam kitab ‘De Semine’ (artinya ‘Tentang Mani’) karya filsuf Yunani Kuno bernama Galenus dan tidak mirip sama sekali dengan sains modern. Contohnya, dalam sains modern otot/daging dan tulang berdiferensiasi secara serempak dari mesenkhima, sementara Al-Qur’an menggambarkan tulang dulu yang terbentuk kemudian dibungkus daging. Sementara dalam sains modern, somitus berdiferensiensi menjadi sklerotomus (bakal rangka) dan miotomus (bakal otot) (referensi: Langman 11th Edition, Bab 6) secara bersamaan. Di kitab anatomi ‘Grey’s Anatomy’ yang terkenal itu, terdapat ilustrasi yang dengan jelas menunjukkan sklerotomus beserta lempeng-otot (muscle-plate) yang sudah ada bersamaan pada minggu ketiga perkembangan embrio.

      //ternyata ada ilmuwan yang telah menemukan bahwa ketika mati pada manusia terdapat sebuah tulang yang tidak hancur meskipun dibakar oleh api yang membara dan pada tulang ini. Berasal dari tulang ini manusia bisa diciptakan kembali,//
      Alangkah baiknya jika klaim ini disertai dengan nama penelitinya, nama anatomis tulangnya dll. Namun, sepertinya tidak perlu karena memang tidak ada penelitian yang menunjukkan hal ini.

      Mengenai profesor Ukraina tersebut, sudah diselidiki rekan saya di blog yang sama: http://cocologi.tumblr.com/post/29722010061/republika-dan-detik-menyebar-kebohongan-dan-kesalahan, dan hasilnya ternyata itu berita bohong dan dasar sainsnya sangat ngawur.

      Alangkah baiknya Anda sebagai muslim berpikir lebih kritis dan mempertanyakan klaim-klaim yang diberikan oleh para da’i agar Anda jika bertemu dengan kaum non-bertuhan memiliki argumen yang lebih mapan secara intelektual.

      Sekian, dan sekali lagi terima kasih.

    • Saudara ridwan ini sebenarnya sederhana saja.tahukah anda kehidupan beragama disebut keyakinan?ya,seseorang itu hanya perlu yakin saja tidak perlu membuktikan.ingat tuhan yang anda yakini itu sampai sekarang masih disepakati bersama bahwa itu adalah keyakinan.tidak ada satu agamapun di dunia ini menyatakan tuhan yang di sembahnya adalah fakta,dengan kata lain agama andalah yang benar,sekedar informasi saudaraku setiap agama pasti meyakini agamanyalah yang paling benar,jika mengikuti pola pikir anda maka manusia akan selalu cekcok,sebab itu uud 45 sampai sekarang masih menyebut keyakinan.artinya anda boleh memilih 1 diantara 5 agama,anda diberi kebebasan meyakininya dan tidak perlu anda susah susah mengatakan agama andalah yang paling benar terhadap agama lain,cukup itu anda katakan kepada golongan anda.saya sendiri sangat menghormati anda pribadi untuk meyakini suatu agama tapi bukan keharusan untuk menghormati agama yang anda anut,damai

  8. Ralat: “dalam sains modern otot/daging dan tulang berdiferensiasi secara serempak dari mesenkhima” seharusnya dihapus karena sudah dijelaskan lebih detil di kalimat berikutnya: “Sementara dalam sains modern, somitus berdiferensiensi…”

  9. Saya Muslim dan saya salut kepada anda karena mau mengkritisi tentang konsep Tuhan dan agama, karena itu memang perintah Tuhan untuk selalu berpikir… cuma share aja, saya sempat meragukan konsep Tuhan seperti anda, dan karena saya terlahir bodoh maka saya mencari sosok Tuhan itu, dan semangat itu yang saya lihat mulai luntur di kalangan pemeluk agama, yaitu mengkritisi dan berpikir tentang Tuhan dan agama itu sendiri padahal itu perintah Tuhan sendiri untuk mencari-Nya, mereka menganggap itu tabu.
    Saya tidak akan berdebat tentang isi artikel di atas karena blog ini saya anggap sebuah proses berpikir, namanya proses ya masih mentah, jadi tidak ada gunanya bila terus berdebat tentang hal yang mentah, kenapa saya bilang masih mentah, karena saya sendiri berpendapat bahwa isi artikel ini belum menyertakan analisa mendalam dari kedua belah pihak, yaitu ateis dan non-ateis. Dan saya juga perlu menyarankan agar dilakukan wawancara, observasi dengan ahli-ahli di kedua belah pihak tersebut agar kajian ilmiah ini semakin berbobot, dan dengan demikian artikel ini semakin menambah wawasan ilmu untuk kedua belah pihak juga, dengan harapan semua saling menghargai dan mencintai ilmu dan kajian ilmiah. Maaf ini cuma kritik saja, tapi saya menghargai proses berpikir anda dan saya tidak menolak semua yang anda paparkan, karena memang sangat logis dan menambah pengetahuan saya.
    Akhir kata saya mengutip hadis Nabi Muhammad SAW ketika ada yang mengajak beliau berdebat dengannya tentang Tuhan, Nabi SAW kemudian bersabda : ” Mungkin kamu yang benar, atau mungkin aku yang benar”.

    best regards,

    • Terima kasih atas umpan baliknya.

      Memang artikel ini membahas ketuhanan dan bantahannya dari segi omnipotensi, omnibenevolensi dan Masalah Mudharat (Problem of Evil). Juga memang, argumen pro-teisme itu beragam mulai dari ontologi (yang sudah saya bahas di komentarnya si Daryl di atas), deontologi, argumen dari rancangan, 5 prinsip St. Thomas Aquinas, argumen Kalam dll. Dan itu semua butuh pembahasan yang panjang agar dapat ditutupi. Namun saya duga karena keterbatasan sang penulis maka sengaja tidak dibahas secara tuntas (exhaustive).

      Jika Anda lebih berminat yang sifatnya interaktif dan lebih bernuansa/mendalam, saya rekomendasikan saluran Youtubenya “Theoretical Bullshit” yang merupakan seorang pemikir ateis sekaligus bintang sinetron Amerika yang nama aslinya Scott Clifton.
      http://www.youtube.com/user/TheoreticalBullshit
      Di beberapa videonya ada dibahas ketika ia bertukar pikiran dengan seorang teolog terkenal, William Lane Craig. Sayangnya video-video dia belum ada diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, namun tidak menutup kemungkinan ada kolaborasi untuk penerjemahan.

      Sekian dan sekali lagi terima kasih.

      • S̤̈ąƔą yakin anda hanya mencoba mengingkari keberadaan Tuhan walaupun sebenarnya dalam hati anda [α̲̅d̲̅α̲̅] perasaan bahwa Tuhan ɪ̣̝̇†Ʊ [α̲̅d̲̅α̲̅].
        Hal yang ingin S̤̈ąƔą sampaikan kepada anda adalah coba tembak kepala anda sendiri lalu anda akan mati..setelah ɪ̣̝̇†Ʊ silahkan buktikan tentang keberadaan Tuhan. Kalaw sudah buktikan jangan lupa beri kabar kepada para ateis supya tau kebenarannya
        “Maaf jika kata2 S̤̈ąƔą kurang sopan dan menyinggung”

    • nabi SAW kemudian bersabda : ” Mungkin kamu yang benar, atau mungkin aku yang benar”
      kata “MUNGKIN” berati dia sendiri tidak yakin! buktinya sampai sekarang masih saja didoakan umatnya supaya dia dterima di sisi tuhan?

      • Nabi menanggapi lawan bicara sesuai dengan nalar dan tingkat berpikir lawan bicaranya, sehingga dalam pertanyaan yang sama, Nabi bisa saja menanggapinya dengan jawaban yang berbeda, tergantung siapa lawan bicaranya, beliau tidak menghakimi sesorang itu kafir atau syirik kepada pendapat yang berbeda, kata-kata “mungkin” disini dalam pengertiannya Nabi menghargai proses berpikir sesorang, karena pengetahuan itu didapat dari apa yang dilihat, didengar dan dirasa oleh individu masing-masing, jadi beliau tidak mempermasalahkan keyakinan orang tersebut atau keyakinannya sendiri, keyakinan itu berdasarkan pengalaman individu masing-masing, asal individu itu tetap mau belajar dan meng-explore, Nabi tetap menghargai sesorang.
        Masalah mendoakan Nabi, itu sudah perintah Tuhan dalam agama kami, itu menjadi hikmah bahwa manusia itu membutuhkan manusia yang lain bahkan ketika sudah mati, Nabi adalah manusia biasa jadi dia butuh doa umat manusia, karena beliau bukan Tuhan. Karena Tuhan tidak dirugikan atau diuntungkan atas keberadaan kita.

      • maaf, saya cuma berbagi pengetahuan, jadi saya harap di forum ini jangan ada yang menghakimi keyakinan masing-masing, karena niat saya memang ingin berbagi pengetahuan dengan semua yang di sini. Terima kasih.

  10. sebetulnya simple untuk pembuktian tuhan itu ada atau tidak,,,,yaitu dengan mengakhiri hidup alias mati,,,kalo nanti (setelah mati) ternyata tidak ada berati persoalan selesai,,,,namun bila ternyata tuhan itu ada,,,,berarti siap siap menyesal buat yg tidak percaya tuhan itu ada.

  11. Tuhan ga ada? Waduh? Berati anda menanggap anda lebih rendah dari tissue toilet donk.

    Maksud saya tisu toilet itu, walaupun anda ga lihat yang menciptakan, kita meyakini ada yang menciptakan dengan tujuan tertentu. Tapi jika anda berkaca di cermin: anda adalah hasil kecelakan yang tidak ada gunanya (wong namanya juga kecelakaan dan ga ada yang buat).

    Begitu pula ketika anda liat keluarga anda: anda percaya mereka semua adalah kecelakaan?

    Aneh deh, tissu toilet dan tong sampah aja ada yang buat , tapi anda, keluarga anda, adalah sebuah kecelakaan tanpa ada yang buat??? burung dilangit, daging/buah yang anda makan, planet, tata surya, galaksi dengan segala ukurannya adalah sebuah kecelakaan tanpa ada yang buat???

    Bagaimana dengan konsep entropi? Kalau batu dipecahkan dijalan gitu aja, dia akan pecah berhamburan, bukan jadi patung pancoran.

    Berangkat dari situ saya percaya bahwa semua hal yang tidak bisa manusia ciptakan menunjukaan bahwa ada sesuatu yang mendisain dan menciptakan. Bahkan jika 7,2 miliar manusia dikumpulin ga akan punya pengetahuan, material, tenaga, waktu, kapasitas buat nyiptain seekor lalet.

      • Saudara puguh nugroho,sekarang ini lebih masuk akal alam semesta itu ada melalui proses kebetulan daripada di ciptakan,sebab banyak yang tidak berfungsi.tanya diri anda apakah anda mau membuat sesuatu yang tidak berfungsi.anda pasti membuat bangku yang bisa diduduki orang kan!

      • Yang perlu orang lain ingat adalah bahwa lawan dari kebetulan adalah disengaja.

        Yang dimaksud kebetulan dalam terbentuknya alam semesta adalah tidak ada bukti bahwa kejadian itu disengaja oleh sesuatu yang berkecerdasan.

  12. Saya jadi ingat pada ‘Taruhan Pascal’ yang kira-kira bunyinya seperti ini: lebih baik kita beragama karena nanti umpama setelah kita mati Tuhan ternyata ada, kita aman, sementara kalau Tuhan ternyata tidak ada, toh kita tidak kehilangan apapun. Masalahnya bagaimana kalau kita memilih agama yang salah?? Misal kita pilih Islam, ternyata saat kita telah mati, yang ada bukan Allah, tapi Shiva, still we’re at the losing end…

  13. salam kenal…. saya Muslim.
    saya mau tanya sama admin : bila anda ingin menilai sesuatu tentu ada punya standar yang logis untuk menilai sesuatu. ketika anda bentur dengan Tuhan sanggup tidak menghilangkan penderitaan maka Dia jahat. sesungguhnya anda sendang menghilangkan hukum semacam sebab/akibat . bahagia >< penderitaan. kapan anda dikatakan bahagia ? tentu ketika anda tidak menderita, bisa anda tangkap maksud sebab akibat yg saya maksud?? namun apa bila kelaparan-penderitaan yang terjadi pada saat ini, anda salahkan Tuhan dan mengabaikan potensi manusia maka saya menduga bahwa sema sekali tidak ingin memahami tentang Tuhan memalui kita suci. Logika anda, bila Tuhan memang ada seharusnya Tuhan tidak membiarkan sedikitpun terjadi penderitaan, potensi manusia anda hilangkan. bisa anda simulasikan kehidupan yang seperti itu. tidak ada penderitaan bahkan orang tidak kenal apa itu penderitaan. jangan-jangan kehidupan ini tawar,lurus dan mata rasa. logis?
    bila Tuhan tidak sanggup menghilang maka Tidak Maha Kuasa <– ya bila tidak sanggup, pertanyaan diatas lebih masuk akal. dari mana tidak sanggupnya. kalau yg anda maksud "bila" tidak sanggup barang tentu tidak Maha Kuasa. itu cuma permainan kata saja.
    // Kalau Tuhan tidak mau dan tidak sanggup menghilangkan penderitaan, kenapa disebut Tuhan?”//
    kalau Tuhan tidak mau <— ini sudah saya komentari diatas. bahagia dan penderitaan itu berpasangan / kenapa anda bahagia karena tidak menderita. bila bahagia tidak ada maka penderitaan pasti juga tidak ada knp karena. paham maksud saya ? bila kondisi itu ada apakah ada kehidupan? kalaupun ada mati rasa.
    tidak sanggup <— ini permainan kata. kalau tidak sanggup otomatis bkn Tuhan.

  14. Salut dengan smua anda-anda skalian, kaum intelektual yang spertinya benar2 menggunakan otak sebagaimana mestinya. Tanpa ada saya lihat argumentasi yang saling menghina dan menyinggung, dan karenanya smua paparannya bisa menambah wawasan pembacanya, termasuk saya yg awam dan bodoh ini.

    Dari sisi perenungan, karena hanya sampai disitu kiranya otak saya mampu, saya juga ingin sekedar berbagi. Saya seorang muslim, dan wawasan serta intelektualitas saya biasa2 saja. Suatu ketika saya sedang berbincang-bincang dengan ayah saya yang bijaksana, saya mengajukan beberapa pertanyaan yang kurang lebih mirip dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam blog ini, mengenai Tuhan. Rupanya ketika saya masih kecil, saya cukup kritis mempertanyakan sgala sesuatu sesuai logika saya ketika itu. Tidak menjawab secara langsung, ayah saya hanya memetaforakan kehidupan manusia itu pada gerakan-gerakan sholat (ritual wajib pemeluk islam).

    Kira2 beginilah beliau menjelaskan:
    “Ketika menimba ilmu, mencari jawaban akan sesuatu hal, ibaratnya manusia sedang dalam posisi ‘berdiri dalam sholat’ nak, otak tegap skali, posisinya tepat di atasnya hati (sambil mengarahkan tangan ke kepala/otak dan dada/hati), artinya logika akan slalu didahulukan dari apa yg qta rasakan dan yakini. Ketika bersosialisasi dimanapun dengan manusia mana saja di dunia ini yang mejemuk dengan sgala perbedaan latar belakang dan jalan hidupnya, ibaratnya manusia sedang dalam posisi ‘rukuk dalam sholat’. Yaitu, posisi otak dan hati qta harus sejajar, artinya qta harus seimbang menimbang apa yg menjadi logika dan keyakinan qta sendiri. Akan tetapi, ketika seorang manusia sedang ‘bertemu’ dengan PenciptaNya, ibaratnya manusia sedang dalam posisi ‘sujud dalam sholat’, nak. Yaitu posisi hati qta lebih tinggi daripada otak atau logika. Disitulah dimana qta ‘berserah diri’, bahwa logika setinggi apapun tiada arti dan nilainya tanpa hikmah dan keyakinan dalam hati. Hanya dengan memahami hikmah inilah, insyaAllah hidupmu akan tenang. Dan karena memahami hikmah itu juga, hatimu akan kuat dan yakin, kalo’ tidak ada suatu kbetulanpun yang terjadi dalam hidupmu. Juga, karena keyakinanmu pula, apa-apa yang kmu usahakan serta yakini, asal kamu ikhlas dan berserah diri, pasti terjadi. Tinggal bagaimana kamu ‘minta’nya sama yang Maha mengabulkan do’a.”

    Dari bijaknya jawaban ayah saya itu pulalah, saya berhenti mempertanyakan Tuhan dan alam semesta ini. Bukan saya berhenti berfikir, karena itu tidak mungkin, hanya saja saya memfokuskan pikiran saya ke hal lain yang kira2 berguna untuk saya sendiri dan masa depan saya serta orang-orang di sekitar saya, dan saya pikir itu wajar adanya. Saya selalu berfikir mustahil bagi saya terus bertanya dimana Tuhan berada selama hidup saya, jangan2 saya akan melewatkan masa2 keemasan hidup yang indah ini dengan pertanyaan2 tiada berujung. Jika diibaratkan saya hanyalah seekor ikan kecil di kolam smenjak saya tercipta, saya tidak akan pernah tahu dimanakah lautan dan danau, apakah luas? apa saja isinya? airnya rasa apa, asin, tawar, asem, pedes? Saya mungkin bahkan tidak pernah terpikir atau terbayangkan konsep lautan. Saya juga tidak tahu jika makanan yg saya makan adalah pemberian org yg memelihara saya dikolam buatannya, ataukan adanya makanan tercipta dengan sendirinya scara tiba2, intinya saya hanya hidup dari insting saya, saya tidak tahu apa2 meskipun saya sudah brusaha memeras ‘otak ikan’ saya….he hehehee…..

    Sekian, memang bukanlah paparan yang cerdas dan intelektual seperti kalian smua di atas, tetapi semoga masih ada relevansinya….

    -ibu Windi-

  15. <>
    Cinta itu reaksi hormon Endorfin di otak.
    Kalau nggak percaya, coba aja pasang alat yang bisa mengukur kadar Endorfin.
    ketika diperlihatkan foto pacar anda / seseorang yang anda cintai, maka kadar Endorfin aanda akan meningkat.
    bahkan ada penelitian yang mengatakan, orang yang kadar Endorfinnya tinggi,ketika melihat foto pacarnya.
    biasanya relasinya lebih awet, dibandingkan yang kadarnya rendah, ketika diperlihatkan foto pacarnya.

    • darimana asalnya reaksi hormon endorfin dalam otak, ?? kenapa disebut reaksi hormon? darimana asalnya? darimana asalnya otak kita? kenapa bisa begitu rumitnya sel sel di otak kita? apa kita sendiri yg bisa menciptakan otak kita yg begitu rumit ini?? kl tidak ada penelitian kita tidak tahu bukan?? kl tanya sama anak kecil dia tidak tahu bukan?? apa tidak berpikir siapa yg MEMBUAT itu semua??

  16. Saya sih ga mau membahas apa”. Tapi kalau memang tidak ada tuhan, mengapa ada kematian dan kehidupan.? Lalu apa yang terjadi pada saat kita mati.? Mati sia sia.? Lalu kemana kita akan pergi di saat kita mati.? Hanya seperti tidur saja.? Dan tidak melakukan apa”.? Dan ga bangun” lagi.? Lalu juga untuk apa anda hidup.? Apakah anda hidup hanya untuk sukses dan bersenang”.? Lalu klo nanti mati gmn.? Tidak ada penjelasanya.? Apa hidup ini tidak ada alasanya.? Lalu mengapa anda hidup.?

  17. CRAUSE PRIMA -> Standart -> 1. tdk ada pemimpin
    2. Kekuasaan Mutlak
    3. Satu
    Dan semua ciri2 CRAUSE PRIMA ada pada Tuhan saya ( ALLAH SAW )
    Menurut saya anda bukan tidak mengetahui keberadaan Tuhan, tp anda tdk ingin mengakui adanya Tuhan

  18. Dulu tidak ada,seKarang ada,akan kembali tidak ada.Dulu tak terasa,skrng terasa,kembali tak terasa.Dulu gelap,sekarang terang,akan kembali gelap.Itu siklus kehidupan.Tentang manusia melantik Tuhan lantaran agama dan meminta tuhan untuk disembah adalah tipudaya Nabi yg ingin berkuasa dan disegani sehingga apa yg jadi kemauan Nabi seakan dengan ijin tuhannya yang diikrarkan sendiri Nabi itu. Jelas jelas jelas.

  19. sebelum ada atau tanpa para manusia dengan kemampuan otaknya yang di sebut teisme dan ateisme, alam semesta ada tanpa surga dan neraka, tanpa pamrih tidak berpihak pilih, tidak pragmatis, sebagai aksioma dari kebenaran universal hingga mahluk apapun ada lalu tiada. setelah ada, para manusia dengan kemampuan otaknya yang di sebut teisme dan ateisme melihat alam semesta ada dan tidak ada penciptanya sebagai representasi dua kebenaran subyektif yang belum menjadi aksioma. tetapi ada banyak tuhan lokal sebanyak agama agama teisme lokal yang ada dan berbicara tentang model penciptaan alam semesta yang berbeda beda dengan hukum ketuhanan lokalnya yang juga berbeda beda, ritual tata cara ibadah dan surga neraka yang berbeda beda sesuai dengan budaya lokal para pengarangnya masing masing. maka jika bicara tentang tuhan sebagai pencipta dengan hukum ketuhanan lokalnya, harus di perjelas dulu, tuhan tersebut dari agama teisme yang mana? bagi suku badui jero pemuja dan penyembah sang hyang kersa tuhan lokal dalam agama sunda wiwitan dengan hukum ketuhanan lokal mereka yang hanya membolehkan monogami, melarang poligami dalam bentuk poligini satu pria banyak isteri atau sebaliknya poliandri satu wanita banyak suami dan hukum ketuhanan lokal mereka lainnya, bahwa, pusat alam semesta yang di ciptakan sang hyang kersa adalah sasaka domas yang ada di wilayah lokal mereka di pegunungan kendeng banten jawa barat, indonesia. dan ini sangat berbeda bagi pemuja dan penyembah yahwe ellohim tuhan lokal dalam agama yudaisme yahudi dengan taurat atau ajaran hukum ketuhanan lokalnya yang tidak melarang poligami para nabi atau satu lelaki banyak isteri atau poligini, tapi melarang satu perempuan banyak suami atau poliandri dan hukum ketuhanan lokal yahwe ellohim lainnya, bahwa, pusat alam semesta yang di ciptakan yahwe ellohim adalah bethel rumah ellohim yang ada di wilayah lokal yahudi. bagi para pemuja dan penyembah allah tuhan lokal agama islam arab saudi dengan quran atau bacaan hukum ketuhanan lokalnya yang di sebut syariat islam membolehkan poligami satu pria banyak isteri atau poligini, tetapi sebaliknya melarang satu wanita banyak suami atau poliandri dan hukum ketuhanan lokal allah lainnya, bahwa, pusat alam semesta yang di ciptakan allah adalah ka’bah di mekah arab saudi yang di dalamnya ada batu hitam bernama hajar aswad yang di jadikan fokus pemujaan dan penyembahan umat islam. dalam hukum agama ketuhanan lokal di nepal hanya membolehkan satu wanita banyak suami, poliandri. melarang satu pria banyak isteri atau poligini. mana yang lebih pantas untuk di gunakan menjadi Tuhan pencipta alam semesta, kosa kata tuhan dalam bahasa indonesia sebagai pencipta tanpa nama dan tidak berkelamin jantan betina, atau, kosa kata yahwe ellohim dengan ruach = ruhnya sebagai nama pencipta dan esensinya yang berkelamin jantan betina dalam bahasa ibrani yahudi, dan kosa kata allah dengan zatnya sebagai nama pencipta dan esensinya yang berkelamn jantan betina sebagaimana yang di tulis karen armstrong dalam bukunya tentang jejak sejarah para tuhan di timur tengah dan di dunia?

  20. meskipun gw kadang sempet mikir, tapi gw tetep percaya, karna sepinter2nya manusia ga akan nyampe otaknya buat definisiin seluruh alam semesta,

    apakah ateis bisa menjawab,, “.. bagaimana sperma bisa terbentuk menjadi manusia?..” sampe sekarang belum ada limuwan atau penelitian mana sperma yang menghasilkan wajah tampan atau wajah jelek, mana sperma yang bisa menjadikan wanita atau mana sperma yang bisa menjadikan pria,, kalian para ateis tidak lain hanya akan menjawab, itu sesuatu yang acak,random, dsb, jika hal tesebut adalah sesuatu yang acak tentunya manusia memiliki potensi untuk terbentuk menjadi sesuatu yang aneh, dengan kemungkinan 80% – 90% ,tapi yang kita lihat sekarang adalah 99% manusia sifat dan bentuknya sempurna,

    saya juga mempercayai bahwa adam adalah nenek moyang manusia yang sebenarnya, agama hindu, budha, majusi, ateis, penyembah api, penyembah berhala, nasrani, dsb. itu sudah ada sejak utusan2 nabi2 terdahulu, untuk masing2 kaumnya,

    sifat maha adil, maha penyayang maha pengasih, saya percaya bahwa tuhan memang memiliki sifat tersebut, kenapa ga semua orang hidupnya bahagia,? bahagia itu hanyalah persepsi dari adanya derita, begitu juga sebaliknya, seperti gelap, dan terang, gelap hanyalah persepsi dari ketiadaannya cahaya, begitu juga derita, hanyalah persepsi dari adanya orang2 yang bahagia, sehingga dirinya merasa lebih menderita…

    kita coba posisikan orang jaman dahulu yang terbiasa dengan kayu bakar untuk memasak, mereka akan bahagia jika mereka menemukan beberapa kayu bakar untuk memasak karena itu memenuhi kebutuhan mereka,

    nah sekarang posisikan diri anda di jaman sekarang memasak dengan kayu bakar, anda akan merasa sangat menderita karena masalah prestige, gaya hidup dsb.

    jadi kesimpulannya kita sudah dibahagiakan tuhan atas karuniaNya di bumi, yang membuat derita justru si manusianya sendiri yang tidak mau bersyukur dan egois karna hawa nafsunya, bentuk wujud syukur adalah berbagi kepada sesamanya, negara kaya memberi negara miskin , memberi pendidikan agar hidupnya lebih baik, dsb.

    dunia ini memang tidak adil, bahkan hakim manusia sekalipun yang bisa dibayar disogok oleh orang2 kapitalis dan ateis kaya kalian2 ini,

    maka harus ada dunia dimana cahaya keadilan menindak lanjuti perbuatan semena2 manusia di dunia,

    wassalam,

    • [meskipun gw kadang sempet mikir, tapi gw tetep percaya, karna sepinter2nya manusia ga akan nyampe otaknya buat definisiin seluruh alam semesta,]
      Definisiin alam semesta ini maksudnya apa?

      [apakah ateis bisa menjawab,, “.. bagaimana sperma bisa terbentuk menjadi manusia?..” sampe sekarang belum ada limuwan atau penelitian mana sperma yang menghasilkan wajah tampan atau wajah jelek, mana sperma yang bisa menjadikan wanita atau mana sperma yang bisa menjadikan pria,, kalian para ateis tidak lain hanya akan menjawab, itu sesuatu yang acak,random, dsb, jika hal tesebut adalah sesuatu yang acak tentunya manusia memiliki potensi untuk terbentuk menjadi sesuatu yang aneh, dengan kemungkinan 80% – 90% ,tapi yang kita lihat sekarang adalah 99% manusia sifat dan bentuknya sempurna,]
      Ini orang mesti belajar embriologi ya. Bentuk wajah itu berdasarkan gen yang diwarisin dari ibu dan ayahnya, jadi ga bisa didefine “jelek” atau “ganteng”. Kasian banget katanya ciptaan tuhan kok dibilang jelek. dosa lho. Kalo gender kan dari chromosome yang terakhir, dapet dari ovum dan sperma. Kombinasi XX jadi cewek, XY jadi cowok.

      [saya juga mempercayai bahwa adam adalah nenek moyang manusia yang sebenarnya, agama hindu, budha, majusi, ateis, penyembah api, penyembah berhala, nasrani, dsb. itu sudah ada sejak utusan2 nabi2 terdahulu, untuk masing2 kaumnya,]
      Iya gapapa boleh boleh aja kok percaya santai aja.

      [sifat maha adil, maha penyayang maha pengasih, saya percaya bahwa tuhan memang memiliki sifat tersebut, kenapa ga semua orang hidupnya bahagia,? bahagia itu hanyalah persepsi dari adanya derita, begitu juga sebaliknya, seperti gelap, dan terang, gelap hanyalah persepsi dari ketiadaannya cahaya, begitu juga derita, hanyalah persepsi dari adanya orang2 yang bahagia, sehingga dirinya merasa lebih menderita…]
      Derita itu ada -> memperkuat argumen bahwa tuhan tidak maha adil, tidak maha penyayang, tidak maha pengasih (kalau tuhan itu ada). Kalo mau tuhan menciptakan manusia supaya manusia tidak bisa merasakan derita.

      [kita coba posisikan orang jaman dahulu yang terbiasa dengan kayu bakar untuk memasak, mereka akan bahagia jika mereka menemukan beberapa kayu bakar untuk memasak karena itu memenuhi kebutuhan mereka,

      nah sekarang posisikan diri anda di jaman sekarang memasak dengan kayu bakar, anda akan merasa sangat menderita karena masalah prestige, gaya hidup dsb.

      jadi kesimpulannya kita sudah dibahagiakan tuhan atas karuniaNya di bumi, yang membuat derita justru si manusianya sendiri yang tidak mau bersyukur dan egois karna hawa nafsunya, bentuk wujud syukur adalah berbagi kepada sesamanya, negara kaya memberi negara miskin , memberi pendidikan agar hidupnya lebih baik, dsb.]
      Apa buktinya itu Tuhan yang membahagiakan kita? Usaha kita gimana? Andil Tuhan dimana?

      [dunia ini memang tidak adil, bahkan hakim manusia sekalipun yang bisa dibayar disogok oleh orang2 kapitalis dan ateis kaya kalian2 ini,]
      “Dunia ini memang tidak adil” -> bukti memang kalau tuhan itu ada tuhan itu tidak adil.. lagi lagi

      [maka harus ada dunia dimana cahaya keadilan menindak lanjuti perbuatan semena2 manusia di dunia,]
      Apa buktinya bahwa itu harus ada?

      wassalam,

  21. ada sebuah kisah dari seorang yg mengaku ateis, dia sama sekali tidak mau mengakui adanya Tuhan, pada suatu saat dia melakukan perjalanan dengan kapal laut, tiba2 di tengah perjalanan badai menerpa dan kapalnya hampir tenggelam, pada saat itu apa yang terucapkan pertamakali:”tolong kami Tuhan selamatkan kami”. tidak menyebut nama orang tuanya,istrinya,anaknya tapi yang dia sebut nama Tuhan. Dalam hati orang yg mengaku ateis sebenarnya dalam hatinya percaya adanya Tuhan namun kesombongannya yang menghalanginya untuk mengakui adanya Tuhan.

  22. ya udah kalo terima kasih atas artikelny, saya jadi bisa melihat dari sudut pandang ateis mengapa bisa ada org ateis, begini saja, tidak ush nyebut2 agama islam kristen hindu buddha dan lain lain, cba jelaskan bagaimana alam semesta terbentuk? Anggaplah anda meyakini teori big bang, teori yg mengatakan sebuah atom bermassa maha padat meledak kemudia terbentuklah alam semesta, bisa dijelaskan atom maha padat itu siapa yg menciptakan? Bagaimana cara terciptanya waktu? apa yg pertama kali ada di alam semesta ini? apakah kegelapan? Oke trus siapa yg menciptakan kegelapan? Pasti ada sesuatu yg diluar nalar yg menciptakan ini semua, dan itu adalah tuhan

    • BETUL SEKALI,, kebanyakan orang atheis itu pintar2 dan intelektual, tapi sayang otaknya hanya dipakai didunia. sehingga dia jadi sombong
      jika terkena musibah atau bencana baru deh cari2 TuhanNya

  23. bagaimana dengan penis atau vagina? apakah penis tau bentuk vagina seperti apa sehingga bisa cocok seperti pedang dan tempatnya?dan sebaliknya? pernahkah membayangkan penis berada di pantat? bagaimana dengan sperma yang begitu cocok dengan ovum? apakah sperma dapat membentuk dirinya sendiri sehingga sangat cocok dengan ovum? ataukah itu hanya kebetulan saja menurutmu wahai ateis? kalo itu hanya kebetulan saja berarti boleh saya simpulkan bahwa kaum ateis yang selama ini mengaku berakal itu merupakan kaum sebodoh bodohnya orang, yang hanya begitu sombong seolah olah otaknya paling pintar, padahal sebenarnya adalah sebodoh bodoh orang…

  24. Saya Quote dulu :
    Kalau Tuhan sanggup tetapi tidak mau menghilangkan penderitaan manusia, maka dia jahat. = yang dimaksud penderitaan itu apa ya??? dalam pengertian saya cuma ada cobaan.
    Kalau Tuhan mau tetapi tidak sanggup menghilangkan penderitaan, maka dia tak maha kuasa.= suka – suka tuhan dia mau menghilangkan atau tidak, wkwkwkwk
    Kalau Tuhan sanggup dan mau menghilangkan penderitaan, maka penderitaan tidak seharusnya ada. = baik lagi, tidak ada penderitaan sebenarnya
    Kalau Tuhan tidak mau dan tidak sanggup menghilangkan penderitaan, kenapa disebut Tuhan?
    dari awal sudah keliru memandang hal yang dinyatakan penderitaan, saya sebut itu cobaan.
    Intinya kita terlalu sering mengeluh, karena ada emosi dalam jiwa (marah,gembira,sedih dsb)

    Seluruh kafir pasti masuk neraka. = itu konsep mana sih mas ??? koq saya ndak ngerti. Ups sorri
    Maha adil itu proporsional mas.

    maklum saya gak pernah belajar tentang tuhan – sebuah hal yang tidak terbatas.

  25. Ping-balik: Bukti Bahwa Tuhan Tidak Ada | Ateis Jawa (Javanese Atheist)

  26. Jika Tuhan tidak ada,
    Siapa yang menciptakan manusia?
    Mengapa manusia diciptakan? Toh, pada akhirnya manusia yang merusak bumi ini.
    Apa yang harus diperbuat manusia dibumi?
    Mengapa manusia harus mati?
    Dimanakah manusia setelah mati?
    Dimanakah manusia sebelum hidup?
    Mengapa alam dibuat jika hanya untuk dirusak?

    Maaf saya banyak bertanya, karena saya sedang mencari pengetahuan.

  27. <>
    Tidak ada
    Manusia “tercipta” secara alami, melalui proses Evolusi

    <>
    Tidak ada alasannya

    <>
    Terserah Manusia,
    Tapi sebaiknya demi kelangsungan Species Manusia, mulai memelihara Bumi

    <>
    Nggak ada alasannya juga harus.
    Sama kayak, kenapa mobil harus rusak?
    nggak harus kok, cuman memang rusak aja.
    terjadi secara “alami”

    <>
    kemungkinan besar di dalam tanah

    <>
    tidak ada. Karena sebelum terbentuk di janin, Seorang Manusia belum ada.

    <>
    Alam tidak dibuat.
    Alam ada dengan sendirinya,

  28. Cuma mau ngasih ini.
    “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.”

    I know Im true babe because im ever seen God before 😉
    I will pray for your safety~

  29. Bismillah,
    Logika berfikir yang unik. Kira2x bisa gak saya gunakan logika ini kepada pemilik dan pembuat blog ini ? Hanya mengunakan inisial ABAM yang tidak lebih dari akronim nama blog yang anda buat. Apakah berdasarkan logika tersebut, bisa dikatakan pencipta blog ini adalah tidak ada. Dan itu artinya blog ini tercipta dengan sendirinya. Karena anda tidak berwujud, anda tidak memiliki nama.
    Jika anda sanggup tapi tidak mau menunjukkan wujud dan nama asli anda, itu artinya anda pengecut.
    Jika anda mau tetapi tidak sanggup menunjukkan wujud dan nama asli anda, itu artinya anda bodoh, anda mau melakukan sesuatu yang anda tidak ada kemampuan untuk itu.
    Jika anda mau dan sanggup menunjukkan wujud dan nama asli anda, lalu mengapa anda masih menggunakan inisial “ABAM”.
    Jika anda tidak mau dan tidak sanggup menunjukkan wujud dan nama asli anda, itu artinya anda lemah dan tidak pantas memaksakan logika anda untuk memahami Dzat Yang Maha Perkasa.
    Akhirul kata, bertobatlah sebelum terlambat.

  30. ini sederhana… tuhan itu ada.. bercerminlah renungkan apa yang ada ditubuh anda.. seandainya tuhan itu tidak ada.. bagaimana caranya tangan, kaki dan kepala anda tiba-tiba muncul saat pertama kali anda dilahirkan.. kapan anda membuatnya semua itu dan berapa uang yang harus dibayar. dan faktanya semua itu gratis, tuhan tak perlu menampakan wujud karena melihat sinar matahari pun anda tak mampu… alam semesta termasuk anda, seluruhnya ini adalah bukti kebesaran tuhan dan keberadaannya.. justru karena dia ingin dikenal makanya dia menciptakan semua ini… tapi tuhan juga mengatakan bahwa hanya orang2 beriman dan mau berpikirlah yang bisa merasakan keberadaannya…
    Tuhan sungguh zat maha besar… Dia tahu anda akan mempertanyakan tentang keberdaanya lewat blog ini, tapi Dia zat yang maha baik, Dia masih mengizinkan anda untuk melakukannya…

    well, dia itu maha menggerakan isi hati, dia maha terpuji, maha besar atas segala sesuatu

    • Logika anda sama seperti pernyataan berikut: “Bagaimana mungkin petir ada kalau Thor tidak ada?”.

      Jika anda mau belajar, anda bisa mengetahui bagaimana proses rangkaian evolusi sehingga manusia memiliki organ organ tersebut. Tidak hanya fungsi baiknya, tapi juga ketidaksempurnaannya. Ada banyak daftar anggota tubuh yang jauh lebih baik jika dia tidak ada. Mematahkan argumen bagwa “tubuh manusia sebegitu sempurna sehingga pasti ada yang mendesainnya”.

  31. Dari sekian banyak argumentasi logis menunjukan bahwa tuhan itu ada. Jika dipertanyakan lebih lanjut, tuhan ada dimana? Adakah argumentasi logis yang bisa menjawabnya?

    • saya tidak tahu Tuhan berada dimana (waAllahu alam)

      sekalian mas,, tanya Tuhan kenapa ga keliatan? Tuhan kenapa diam ga berbicara langsung sm kita? Pertanyaan sepele yg perlu jawaban logis tuh mas..
      apa anda tahu arti pengertian Tuhan?? Tuhan (Allah) adalah nama zat yang Maha Sempurna, Maha Kuasa, Maha Mengetahui, dan Maha Penyayang. tidak memiliki bentuk jamak dan gender

      Dia adalah zat, yang mana yang dinamakan zat itu ada yg terlihat dan ada yg tidak terlihat.. contohnya udara yg kita hirup,, apa terlihat oleh mata telanjang kita?? begitu jg dengan Tuhan.. Zat yang tidak akan bisa terlihat oleh mata telanjang manusia .. jadi kl anda bertanya Tuhan ada dimana, tidak akan pernah ada yg tahu karena Tuhan tidak terlihat, kenapa tidak terlihat? karena Tuhan adlah zat, dimana zat ada yg terlihat dan ada yg tidak terlihat

  32. Sedikit share aja, pikiran saya terbuka dengan real story ini:

    Seorang Professor memasuki kelas filsafatnya, dan premis pertama yang ia ajukan pada semua mahasiswanya di kelas itu adalah:”TUHAN itu tidak ada! Bila ada, buktikan! Bila TUHAN ada, ia tentu bisa dipegang dan bisa dirasakan! Tuhan tidak ada karena saya tidak bisa memegang TUHAN, tidak bisa menyentuh TUHAN!”

    Awalnya hening.

    Tidak ada yang bisa menjawab sang Professor tersebut.

    Lalu ada seorang mahasiswa berdiri: “Kalau Bapak bilang Tuhan itu tidak ada, berarti bapak tidak punya otak!!”

    “Loh?!”Semuanya terkejut. Si Professor juga terkejut, lalu menunggu.

    “Saya katakan bapak tidak punya otak! Sebab saya tidak bisa memegang otak bapak, tidak bisa menyentuh orak bapak! Karena itu bapak tidak punya otak!”


    Iman, dan konsep ketuhanan, menurut saya pribadi adalah konsep yang logis. Saya memang tidak memegang Tuhan, tidak menyentuh Tuhan, tetapi saya tahu Ia ada.

    Tuhan Yesus tidak pernah menjanjikan pada saya bahwa saya akan terus mengalami hal yang baik dan licin licin saja dalam hidup ini, melainkan menjanjikan bahwa ia akan selalu bersama saya bahkan dalam masa-masa terkelam dalam hidup saya. Oleh karena itu saya mengasihi Tuhan Yesus, seperti Tuhan Yesus telah mengasihi saya. Tuhan mengizinkan banyak hal yang tidak saya inginkan terjadi dalam hidup ini sebab Ia ingin saya menjadi pribadi yang kuat. Ia Tuhan yang amat penuh kasih, saya mengalaminya sendiri.

    Saya orang beragama, menganut pandangan yang Inklusif.

    nb:
    -Kadang-kadang, berdasarkan keberadaan setan yang kata orang berada di bumi yang kita pijak ini, saya jadi berpikir: Kalau setan ada, kenapa Tuhan tidak ada?

    • 1. Yang mengherankan dari cerita itu adalah bagaimana sebegitu banyak orang yang tidak bisa membedakan bahwa pembuktian memang tidak selalu dengan melihat. Tidak ada ateis yang berkata tudah tidak ada karena tidak bisa dilihat.

      2. Kebanyakan dari kami juga tidak percaya setan. Saya pribadi lebih dulu tidak percaya setan daripada tidak percaya Tuhan. Segala fenomena yang selama ini dikaitkan dengan setan dan hantu memiliki penjelasan lain yang jauh lebih masuk akal.

      • ” bagaimana sebegitu banyak orang yang tidak bisa membedakan bahwa pembuktian memang tidak selalu dengan melihat. Tidak ada ateis yang berkata tuhan tidak ada karena tidak bisa dilihat.” artinya atheis seharusnya percaya Tuhan ada walaupun Tuhan tidak bisa dilihat, betul??

        kata anda pembuktian tidak selalu dengan melihat kan??
        artinya anda plin plan, anda membenarkan pernyataan tersebut tapi anda tetap tidak percaya hal tersebut

  33. “Kalau Tuhan sanggup tetapi tidak mau menghilangkan penderitaan manusia, maka dia jahat.
    Kalau Tuhan mau tetapi tidak sanggup menghilangkan penderitaan, maka dia tak maha kuasa.
    Kalau Tuhan sanggup dan mau menghilangkan penderitaan, maka penderitaan tidak seharusnya ada.
    Kalau Tuhan tidak mau dan tidak sanggup menghilangkan penderitaan, kenapa disebut Tuhan?”

    Saya akan memberikan jawaban yang benar dari pernyataan di atas adalah:
    Misalkan saya menciptakan handphone lalu setelah handphone tersebut jadi, saya bakar saja tanpa alasan apapun. Jahat/salahkah saya? Tidak. bagaimana saya bisa dibilang salah hp itu punya saya, terserah saya mau saya apakan meskipun saya tidak menciptakannya dari tiada. Nah, apalagi tuhan yang menciptakan alam dari tiada menjadi ada! Betapa berhaknya dia melakukan apapun terhadap ciptaannya. sekarang terserah pada ciptaannya mau menyerah pada kehendaknya atau menolak mengakui keberadaannya. toh ia tetap miliknya, baik ia akui atau tidak.
    Tapi walau demikian tuhan sebenarnya Maha Baik dan Bijaksana. Mungkin Epicurus tidak pernah membayangkan apa yang akan terjadi jika penderitaan hilang sama sekali dari dunia. Ada hal yang baik yang muncul karena adanya penderitaan. saya akan jabarkan satu saja. bayangkan jika penderitaan yang muncul akibat kemiskinan hilang dari dunia, apa yang terjadi? pertama semua orang akan berkecukupan, nah jika semua orang berkecukupan maka tidak akan ada yang namanya sedekah, tidak akan ada yang namanya zakat dan tidak akan ada yang namanya tolong-menolong, kenapa? karena hal itu tidak perlu lagi, karena semua orang sudah berkecukupan. nah jika sedekah, zakat, dan tolong-menolong tidak ada maka tidak akan ada yang namanya kasih sayang antar manusia. nah coba bayangkan jika penderitaan akan sakit, cacat atau penindasan hilang maka tidak akan ada cinta kasih, tidak akan ada keberanian, tidak ada lagi kerjasama, dsb.

    Atheist berpendapat bahwa alam semesta ini ada dengan sendiri, tapi saya yakin mereka tahu Hukum Kekekalan Energi, pernahkah anda berpikir munculnya alam dengan sendirinya itu melanggar hukum tersebut karena hukum tersebut jelas berkata: “energi tidak dapat diciptakan dan tak dapat dimusnahkan. hanya dapat berubah bentuk” maka bagaimana mungkin alam yang mengandung energi dan massa bisa ada dari ketiadaan dengan sendirinya? ini tidak masuk akal. pasti ada sumber energinya. Nah sumber inilah yang saya yakini sebagai “Tuhan”. Nah pertanyaan selanjutnya adalah apakah “Tuhan” ini hidup, memiliki kehendak dan kekuasan atau “Tuhan” yang saya sebut ini tidak jauh beda dengan partikel atau energi yang ada di alam semesta? Nah, saya akan membawa persoalan baru. Lihatlah makhluk hidup? bagaimana makhluk hidup berasal? Jika kita mengambil pernyataan pasteur tentang biogenesis, yaitu: Omne vivum ex vivo “all life from life”. Maka keberadaan kita adalah pelanggaran terhadap hukum alam. karena sebelumnya tidak ada satupun makhluk hidup di alam semesta maka bagaimana mungkin makhluk hidup bisa ada? ya, saya pernah membaca berbagai teori tentang asal-usul kehidupan tapi itu hanya teori. Tidak ada satupun eksperimen yang menguatkan salah satu teori itu. karena jika ada eksperimen yang berhasil membuktikan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati itu berarti manusia sudah bisa menciptakan nyawa/kehidupan, itu artinya kemungkinan mayat bisa hidup lagi itu ada. Nah terdengar gila ga pernyataan tersebut? Disinilah saya percaya bahwa “sumber” yang saya sebut tadi itu hidup, berkehendak dan berkuasa dan itulah Tuhan. Karena pada dasarnya alam tidak mampu menciptakan kehidupan dengan sendirinya tapi dengan kehendak dan kuasanya hal itu jadi ada.
    Dan saya pribadi akan jadi atheist jika mayat sudah bisa hidup lagi….

  34. memang impian saya untuk Indonesia menjadi negara yang multikultural,namun saya juga harus bersikap fanatik dengan cara agama saya sendiri apalagi menyangkut dengan Tuhan.saya hanya ingin menyampaikan aspirasi saya yang Pertama itu ada pertanyaan apa iya sesuatu yg diciptakan memikirkan penciptanya?robot secanggih apapun tidak akan memikirkan penciptanya,meskipun manusia memiliki otak yang luar biasa hebat namun kemampuan otak tidak mampu untuk memikirkan Tuhan. Kedua apa definisi adil? ada contoh jika sang manajer mendapat gaji 500.000 dan bagian keamanan mendapat gaji yang sama apa itu adil?,adil menurut saya ialah perbuatan atau sikap yang tidak melanggar kaidah-kaidah atau norma atau hukum yg ada. jadi adanya penderitaan itulah Tuhan membersihkan kita,Terima kasih 🙂

  35. pertama2 saya akan bilang keTuhanan tidak akan nyambung bisa di kaitnya dengan logika. selalu saya ulang2 😛
    saya rasa anda akan banyak menemukan hal2 tidak masuk akal atau diluar logika anda di kehidupan ini, contoh orang kena santet, ada paku di tubuhnya dan lain lain.itu membuktikan supranatural itu memang gk masuk diakal kalo kita benturin pake logika. jadi jangan benturin soal agama dengan logika seperti yg selalu anda lakukan di blog ini. kalo anda mempertanyakan Tuhan dengan logika makan saya akan tanya terus kasus2 aneh yg terjadi apa bisa anda jelaskan dengan logika or sains?

    saya quote tulisan anda sedikit:

    Kalau Tuhan sanggup tetapi tidak mau menghilangkan penderitaan manusia, maka dia jahat

    saya kasi contoh
    mau idup kaya tp gk kerja apa bisa?
    mau idup sehat tp makan sembarang tidur sembarang dll dll apa bisa?

    kita manusia hidup diberi pilihan, dan pilihan itu yang menentukan kehidupan kita, kita diberi akal sehat yang membedakan kita dengan binatang, tentu kita bisa dengan bijak memilih yg terbaik buat kita
    (ini tentu sangat masuk akal kalo dipikir secara logika yang selalu anda katakan 🙂 )

    saya quote lg
    Keberadaan konsep “Seluruh kafir pasti masuk neraka” bertentangan dengan konsep Keadilan, apalagi konsep Maha-Adil.
    Tidak ada orang yang setuju bahwa “Pencuri Ayam yang tidak kenal Hakim dihukum 1 tahun penjara, sedangkan Pencuri Ayang yang kenal Hakim dibebaskan” itu adil.

    saya setengah setuju setengah nggak dgn pendapat anda
    saya lebih berfikir begini, apa yang kita tanam tentu itulah yang kita tuai, dengan ajaran yang bilang kafir masuk neraka itu karena mereka berfikir bahwa orang kafir itu “sesat”, sesat artinya melaukan hal2 yang bertentangan dengan agama pdhal jelas agama mengajarkan kebaikan, jd intinya yg kafir lakukan adalah ketidak benaran, misal membunuh berdusta fitnah atau lain2.get the point?tapi itu mereka yang berfikir, pdhal kafir belum tentu berbuat jahat kan?
    saya lebih senang begini, orang jahat masuk neraka org baik masuk surga, kalian boleh tidak percaya akan agama tp seharunya anda percaya Tuhan. loh loh kenapa gitu, karena agama udh bias, banyak yang menjadikan agama senjata politik untuk mendapatkan kenikmatan dunia, dan itu udh dilakukan mungkin ribuan tahun lalu. tapi bukan berarti kita lantas teriak tidak beragama, mau jadi ama dunia tanpa agama? saling bunuh, perkosa, dll dll?? sama seperti binatang ? itu salah 1 fungsi agama saudara ku 🙂

    dan saya lebih setuju orang yang tidak kenal Tuhan (bukan tidak mau) maka mrk tak pantas mendapatkan neraka 🙂

    quote lg
    Kalau kebetulan Anda lahir di keluarga yang benar dan lingkungan yang benar, maka ada 99% kemungkinan Anda menganut agama yang benar.
    Kalau kebetulan Anda lahir di keluarga yang salah dan lingkungan yang salah, maka ada 99% kemungkinan Anda menganut agama yang salah. Dan artinya 99% kemungkinan Anda masuk neraka. Ini tentunya tidak adil karena hanya 1 persen saja masuk neraka.

    itulah kenapa kita diberi akal sehat, kita bisa memilah mana yg baik mana yg buruk, agama 99% didapat dari orang tua, terus dimana hak saya untuk memilih?kalau anda mempelajari agama yg sudah diberikan dan menemukan “Tuhan” makan jalani, kalau tidak silahkan “mencari” agama itu utk dipelajari bukan untuk diributin,bukan berarti juga anda terlahir dengan agama yg salah terus anda kecewa dan bilang mending jd atheis :P.

    komen saya
    yang salah itu adalah fanatisme, bukan mslh ada tidaknya agama
    jika anda sudah terlalu fanatik, kebenaran udah jauh dari anda, kenapa?
    karena anda gk akan mau terima perkataan orang, gk mau mempelajari sesuatu diluar “box” kehidupan anda.
    bisa jadi yg anda yakini itu benar tapi bisa jadi juga salah, lah kenapa harus ngotot? mgkn disini saya juga salah, maka mari diskusi.buka hati buka pikiran, yang kita cari itu kebenaran bukan mempertahankan opini
    dan 1 hal lg saya ketik ulang, konsep keTuhanan jgn selalu dibenturkan logika krn gk akan ada jawabannnya, saya juga masih belajar dan mencari 🙂

  36. saya bingung apa itu Tuhan,saya ragu ap Tuhan itu ad,tp saya berusaha bersikap-bertindak sesuai dengan nilai ke-‘Tuhan’-an yg anda yakini(bagi saya berbuat tidak menyakiti dan tidak merugikan org lain/diri sendiri itu sifat ‘baik’,karena saya tidak tahu ttng Tuhan dan saya ragu akan keberadaan Tuhan).kalau memang ad,dan maha segalanya,maka seperti yg dikatakan admin bahwa tidak hanya kebaikan,namun keburukan di dunia ini juga bersumber dr Tuhan.menurut pemikiran saya yg seorang atheist ini,agama punya deskripsi yg berbeda-beda ttng Tuhan.deskripsi yg berasal dari manusia itu sendiri,dan kadang digunakan utk kepentingan/keuntungan sendiri.faktanya tidak ad yg pernah melihat Tuhan.kalaupun ad,itu hanya dr pengakuan,tp tetap saja bukti fisiknya tidak ad.kl panas,dingin,terang,gelap itu masih bisa dirasakan.salam damai.saya sangat menghargai anda semua,baik yg percaya,maupun tidak percaya akan Tuhan.

  37. Salam kebaikan untuk semuanya. Saya ingin netral. Mungkin ini pertanyaan bodoh, tapi biarlah, agama saya membuka kebebasan saya berdiskusi dengan siapa pun. Menurut kawan-kawan yang Ateis:
    1. Bagaimana cara kalian bersyukur? Apakah ada harapan yang direncanakan atau secara tidak langsung direncanakan baik individu atau kelompok terhadap sesuatu yang akan datang?
    Mungkin, ada jawaban yang mengatakan melalui suatu usaha. Saya tidak menolak, agama saya pun mengajari demikian, terlepas berhasil/tidak.

    Mari kita kesampingkan sisi usaha ini dan coba diarahkan pada takdir. Terkadang, dalam tradisi keagamaan, ada sesuatu yang terkandung dari suatu kejadian tanpa usaha dan pikiran, ia terjadi begitu saja. Semoga tidak salah, yang demikian erat dikaitkan dengan takdir Tuhan, atau kehendak-Nya. Dan ada pula, yang mengatakan ini takdir karena suatu usaha. Poin saya:
    2. Apa tanggapan kawan-kawan Ateis tentang takdir Tuhan? Suatu keadaan/kejadian yang datang tanpa direncanakan? Karena memang, dalam tradisi keagamaan, hal-hal demikian kerap menjadi sesuatu yang berkait dengan ke-Maha-an Tuhan.

    Terima kasih.
    Salam kebaikan untuk semuanya.

    • Salam kebaikan. 🙂

      Kejadian yang tidak diduga dan direncanakan tidak berhubungan dengan Tuhan ataupun takdir (jika definisi takdir adalah kejadian yang digariskan oleh Tuhan.). Bayangkan 100 orang bersaing mencapatkan 1 piala oscar. Sekuat apapun masing masing berusaha, tidak mungkin semuanya mendapatkan piala tersebut. Hanya ada satu yang menang dan lainnya kalah. Bagi 99 orang lainnya, ini kejadian yang tidak sesuai harapan. Disini jelas permasalahannya tanpa perlu melibatkan adanya Tuhan, semua tau bahwa tidak semua orang akan mendapatkan apa yang dia inginkan dan rencanakan karena hidup ini ada banyak sekali faktor yang berbenturan dan tidak mungkin tercapai semua.

  38. Sebetulnya untuk membuktikan Sang Pencipta itu ada bisa kita coba dari hal-hal kecil di sekitar kita. Pertanyaan sederhana…komputer, laptop atau gadget yg andai pakai untuk mengetik di blog ini apakah tiba-tiba saja ada? Jaringan internet yg kita pakai apakah ada secara kebetulan? Bahkan blog ABAM ini apakah tiba2 dan secara kebetulan ada dengan sendirinya? Jika hal2 kecil saja ada pelaku dan pembuatnya, apalagi hal sebesar alam semesta yang kompleks. Saya jadi penasaran Orang2 Ateis ini percaya atau tidak kalau mereka bernafas membutuhkan dan menggunakan oksigen, kalau percaya tolong tunjukkan pada saya bagaimana bentuk dan wujudnya, apa warnanya, bagaimana rasa dan baunya, dan beritahu saya bagaimana cara menyentuh oksigen? Keterbatasan pancaindera, akal dan alat2 canggih yg tidak bisa melihat dan menyentuh Sang Pencipta bukan berarti Sang Pencipta itu tidak ada. Orang2 Ateis terus memaksakan bahwa Sang Pencipta harus terikat ruang dan waktu, harus memiliki sifat2 yg sama dengan ciptaannya…Apa bisa yg sama dengan apa yg diciptakannya disebut Sang Pencipta? Jangan sampai kita diperbudak oleh akal dan pikiran kita sendiri. Kita memang tidak bisa melihat Tuhan dengan pancaindera, kita juga belum bisa membuktikan Tuhan dengan akal, tapi kita bisa merasakan Tuhan dengan hati…seperti oksigen yang tidak bisa kita lihat dan kita sentuh, tapi kita bisa merasakan saat menghirupnya. Mari kita sama2 mencari kebenaran yang hakiki, bukan bertahan dengan ego dan opini masing2. Maaf jika ada perkataan yg kurang berkenan, Terima Kasih 🙂

  39. seandai’y saya meyakini bahwa tuhan itu tdk ada, saya akan tembak kepala saya skarang juga.
    buat pa hidup lama2 klo akhir’y toh akan mati juga.
    tp kalo seandai’y anda msh takut akan mati, brarti anda msh mempercayai adanya tuhan.

  40. dan yg tidak anda percaya bukanlah pada konsep ada’y tuhan, tp yg anda tidak percaya adalah tentang konsep agama yg ada sekarang mengenai tuhan. dan itu disebabkan oleh ketidak puasan anda terhadap kehidupan ini.
    Adalah FAKTA.. “Bahwa segala sesuatu ada sekarang tentu berasal dari sesuatu yg sudah ada sebelumnya”.
    Contoh’y kecil’y adalah diri Anda sendiri, karena keberadaan’y tentu tdk ada dgn sendirinya.
    tp krn dilahirkan oleh IBU anda. kmudian ibu menjadi ada krn dilahirkan oleh Nenek. kmudian Nenek Anda menjd ada krena dilahirkan oleh Nenek Buyut. Nenek Buyut anda menjd ada krena dilahirkan oleh Nenek Moyang anda… dan begitulah seterusnya sampai seterusnya….
    ksimpulan’y adalah. “segala sesuatu pasti mempunyai sumber”.
    Disinilah kita memerlukan ada’y TUHAN. Sumber dan Awal dari segala sesuatu. “Zat”Yg logika kita tdk bisa menggapai-NYA.
    Tuhan yg absolute. yg kebijaksanaan-NYA tdk bisa dipertanyakan.
    jd,, cukup jalani aja hidup ini seindah dan seenak mungkin. Percayain aja ama Yang menciptakan kehidupan ini. TITIK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s