Mengapa saya ateis? (Jawaban dari Veronica Pramesti)

Dikirim oleh: Veronica Pramesti

Mengapa saya menjadi seorang ateis, tentu saja ini merupakan sebuah kisah hidup yang tidak dapat diceritakan dalam bentuk testimoni singkat, mengingat keputusan yang saya ambil beriringan dengan perjalanan hidup saya yang saat ini masih berlangsung. Ateis adalah ketidakpercayaan terhadap Tuhan dan makhluk supernatural lainnya. Untuk sampai ke tahap tidak percaya tentunya bukan suatu hal yang mudah mengingat saya sendiri lahir di dalam keluarga yang sangat relijius dan taat beribadah. Saya tidak pernah absen pergi ke gereja, selalu hadir dalam kebaktian keluarga, mengadakan renungan pagi setiap hari, dan mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya.

Saya lahir dua puluh empat tahun yang lalu dalam keluarga Kristen yang relijius. Ayah dan ibu saya keduanya orang Kristen taat yang mengajarkan anak-anaknya untuk juga taat beragama. Saya lahir dan besar dalam lingkungan gereja, dibaptis dan mengaku percaya sebagai orang Kristen. Di dalam Kristen ada dua jenis pembaptisan. Pada saat saya masih bayi saya dibaptis menurut kepercayaan dan iman orang tua. Ketika saya berusia lima belas tahun, usia yang dianggap cukup dewasa untuk mengambil keputusan sendiri, saya mengikuti program katekisasi (pengenalan lebih dalam mengenai iman kekristenan), lalu dibaptis ulang dalam upacara yang dinamakan sidi.

Sejak saya kecil saya selalu berandai-andai, jika saya dilahirkan dalam keluarga dengan agama lain, apakah saya akan selamat dan masuk ke dalam surga? Bukankah kebetulan saja saya lahir di keluarga Kristen yang katanya kalau mengaku percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai juruselamat maka tidak akan masuk ke dalam neraka dan menderita sengsara selama-lamanya? Lalu apakah artinya ini? Apakah itu berarti saya termasuk dalam orang-orang pilihan? Lantas kalau demikian mengapa tidak semua orang saja dilahirkan sebagai Kristen, bukankah dia Tuhan yang Maha Adil dan Maha Kasih dan Penyayang? Mengapa Ia membiarkan timbulnya perbedaan dan kegalauan dalam umat manusia? Saya ngeri sekali melihat Tuhan yang seperti itu, Tuhan yang di satu saat bisa marah dan membunuh ribuan manusia dan di sisi lain bisa mengasihi dan mencintai manusia. Menurut saya itu hubungan yang pasif agresif yang sangat absurd. Tetapi di kala itu pada saat saya bertanya pada mentor sekolah minggu saya ia hanya menjawab “Tidak ada satu manusia pun yang bisa menyelami pikiran Tuhan.” Karena dia tidak bisa memberikan jawaban lain lagi, maka saya menerima saja dan hidup dengan itu. “Tuhan punya pemikiranNya sendiri dan Dia tetap Maha Kasih dan Maha Sayang, …meski Dia bunuh-bunuh orang.“

Menginjak usia dua puluhan saya mulai banyak membaca buku, termasuk buku Biologi yang mengajarkan tentang teori Evolusi, sementara dunia semakin terbuka dengan adanya kemajuan teknologi internet. Sialnya (atau mungkin bisa dibilang beruntung?), saya semakin banyak menemukan hal-hal yang tidak masuk akal di dalam Alkitab yang saya tidak bisa toleransi lagi. Terasa begitu menyebalkan dan membuat saya sakit hati, betapa kebenaran membuat pikiran kita menjadi kacau-balau, dimana logika dengan apa yang diajarkan selama ini terlalu kontradiktif dan tidak bisa berjalan secara bersamaan. No, absolutely cannot. Saya yang sebelumnya seorang Kristen dari lahir, seorang organis gereja dan bisa dibilang anak baik-baik, kemudian menjadi goyah iman. Bagaimana mungkin seorang perawan bisa melahirkan? Apakah Adam dan hawa manusia purba? Bukankah Bumi sudah muncul lebih dari 4,5 miliar tahun yang lalu? Masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Hal-hal semacam itulah yang saya temukan di lautan internet, yang membawa saya sampai ke titik menjadi seorang agnostik ateis, dimana saya tidak tahu dan tidak percaya terhadap Tuhan.

Akhirnya pada suatu saat saya bertemu orang-orang yang mirip dengan saya, yang juga mempertanyakan kebenaran Tuhan beserta agama yang begitu bengal dan membuat banyak manusia saling membenci satu sama lain. Selain ajarannya yang tidak masuk akal, yang lebih parah adalah orang-orang yang mempraktekkannya, yang mengkotak-kotakkan manusia menganggap seakan-akan orang dengan agama A lebih baik dari agama B dan seterusnya. Padahal kita semua toh sama-sama manusia, apa yang kita makan akan menjadi kotoran juga dan tidak ada kotoran yang terbuat dari emas. Saya pikir dunia tentu saja akan jauh lebih baik daripada apa yang diajarkan oleh agama. Tidak benar orang hanya bisa baik dengan agama. Menyadari bahwa kita harus berbuat dan bersikap terhadap orang lain sesuai dengan bagaimana kita ingin diperlakukan, saya kira itu sudah cukup. Sains banyak membantu manusia dalam berbagai hal, apakah kontribusi dari agama?, hanya menghabiskan anggaran dan membuat orang semakin lama semakin bodoh. Dunia akan lebih indah tanpa agama, sayangnya tidak semua orang berani keluar dari zona nyamannya.

106 komentar di “Mengapa saya ateis? (Jawaban dari Veronica Pramesti)

      • Tdk Usah Bahas Tuhan,Anda pasti Belum pernah Liat Hantu,kalau Belum anda pasti dah Bingung,Jika anda tak menemukan jawaban bukan berarti jawaban itu tidak ada,Selamat mencari Guru yang bisa menjawab pertanyaan anda dg memuaskan Logika anda,Sudah banyak yang menemukan Tuhan.mungkin anda bisa memulainya dengan Mengubah cara memahamiNya.

      • Dari apa yang saya liat, kamu ini orang frustasi melihat dunia yang kejam. Dari sisi pandang kamu terhadap agama, kamu mengharapkan agama bisa membuat orang jadi baik. Akan tetapi agama tidak bisa membuat jadi baik, agama hanya mengajarkan dan keputusan manusialah yang menentukan. Kamu belum mengenal Tuhan dengan benar, Tuhan tidak terikat agama sangat di sayangkan kamu tersesat dengan agama bodoh yang memberi ajaran yang salah tentang Tuhan. Saya pribadi tidak terikat agama manapun, tapi saya percaya Tuhan Yesus karena apa yang diajarkan sangat logika di banding apa

      • sejujurnya manusia tidak akan pernah bisa mencari apa sejatinya kebenaran dan sampai detik ini mungkin kita yang beragama,yang tidak beragama,ateis dan lain2nya mungkin hanya bisa berkutat pada jalan berfikir masing2, tetapi sejatinya semua muaranya hanya kepada YANG MAHA MENGETAHUI,

    • kenapa tuh?
      bukan karena emang evolusinya jadinya begitu ya?

      saya penasaran mau dibawa kemana pembicaraan ini…
      kalo di blog mending langsung dijabarkan aja, lama kalo nunggu respon yang lain dulu
      jadi monggo, please elaborate

  1. It is not God who kill people. It is human. Evil exists in the context of the absence of God. It can’t be helped how the world is going. God creates everything there is, including religion, so that we can come back to him. God did not create religions, it was us. God make histories so we know how everything starts. How things get better. We cannot simply live in the present, but yesterday is a part of us that we have to accept. God is not violent but it is because he loves us, everything that ever happened in this world is not only for the grieves of the victims, but it is also addressed to us. So we can compare, so we learn, so we can think and be better. We are the one who watch the world’s miseries are the lucky ones, so that we can be a better human because we’ve seen so that we know better. Death is inevitable. Everybody dies. Just because the way that people die is different, does not mean that God isn’t fair or in your context, does not exist. The pain of the death is the same for everyone. There’s never a thing that is here with us is wrong, it is us that is never right. Because absolute is God’s. We are not mad with God, but we are angry at ourselves because what we think is limited to the things we are able to say. We are not mad with religions, but we are mad at the people who practice it. We must put everything in the right place. Especially this kind of thing, it’s not as simple as a blog. If we must read philosophy books, they write everything round and round, because what we think is not as simple as a writing.
    As much as I cannot prove the existence of God, I cannot prove that there is none.
    An Agnostic.

    • ” Evil exists in the context of the absence of God”. Anda pasti mengiyakan cerita tentang profesor dan mahasiswanya, yang ternyata adalah Albert Einstein, ya? 🙂 Hmm, sebaiknya anda baca lebih banyak lagi untuk membuktikan tentang tulisan itu. Karena, tulisan tersebut sangat miskin referensi. Coba anda baca ini, saya rasa lebih rasional –> http://www.rationalresponders.com/debunking_an_urban_legend_evil_is_a_lack_of_something

      Dilihat dari tulisan anda, sepertinya anda lebih mempercayai adanya tuhan namun tidak mempercayai agama, dibanding memposisikan diri tidak tahu apakah tuhan itu ada atau tidak. Anda mungkin seorang deist.

    • “As much as I cannot prove the existence of God, I cannot prove that there is none.
      An Agnostic.”

      just fyi, agnosticism and atheism aren’t mutually exclusive, a/gnosticism is a statement about knowledge, while a/theism is a statement about belief. I’m an agnostic atheist, I don’t believe in any kind of deity, because I have not seen convincing evidence that a deity exists. But of course there’s a possibility that a deity exists, I’m not claiming that there are absolutely no deity, therefore I’m also agnostic..

    • ateis sok2 an gimana? bukannya orang beragama ya yang sok2an? kebanyakan ateis ngaku kalo masih banyak yang sains belum tau, sedangkan orang beragama ngeklaim kalo udah tau semuanya, meskipun itu kontradiksi sama sains, dan ga ada bukti apa2, gitu bilang ateis sok2an?

      • untuk . : kamu kok asal aja bilangnya “orang beragam ngeklaim udah tau semuanya”? orang beragama khususnya kristen tidak tahu semua tentang yesus, tentang isi alkitab, dll. kamu tau trinitatis? yang merupakan sebuah rahasia allah? kami mengakui kami tidak mengetahui tentang hal itu.

  2. Veronica, saat kamu masih kristen, berapa banyak orang yg kamu ajak ke gereja? Kepada siapa saja kamu bersaksi tentang yesus mu? sekarang apa pertanggungjawaban kamu terhadap orang orang yg telah kamu jerumuskan menjadi kristen? Menyesalkah kamu dg perbuatanmu menjerumuskan orang orang ke dalam kebohongan agama?

    • seharusnya anda dan yg lainnya bersyukur veronica udh bnyk mengajak bnyk org menuju kebaikan ..
      meskipun veronica sendiri tdk yakin dgn apa yg sedang dipelajari dari agama tersebut.

      mngkin veronica merasakan kekurangan dari apa yg dipelajari dalam agama.

      agama itu wadah yg diciptakan manusia, dan manusia itu tdk ada yg sempurna dan tdk luput dari kekurangan. krn yg sempurna itu menurut saya hanya TUHAN. 🙂

  3. Mungkin ceritanya sama dengan MLM. Kalau kita ditawari MLM, kemudian bergabung setengah hati, banyak mempertanyakan soal kenapa sistemnya begini, kenapa kerjanya begitu, tapi tidak melakukan apa-apa untuk menghidupi MLM yang dia bergabung itu, pada akhirnya tentu tidak menghasilkan apa-apa, dan kemudian keluar dari situ dan menyebarkan informasi bahwa MLM tidak bisa menjawab permasalahan. Tapi untuk orang-orang yang bekerja sungguh-sungguh dan sukses, cerita dari mereka tentu berbeda.

    Buat saya, menjadi orang kristen itu tidak melulu hanya mempertanyakan apakah masuk akal atau tidak, tapi sudah coba dihidupi belum? Ketika membaca firman yang berkata tentang belas kasihan, sudah coba menerapkan belas kasihan belum? Ketika membaca firman yang berkata jangan marah, sudah belajar menahan amarah belum? Kalau belum pernah berusaha menerapkan sesuai dengan apa yang dibaca di firman Tuhan, mungkin tidak fair kalau kemudian kamu mengatakan agama tidak dapat membuat orang menjadi lebih baik. Yah mungkin “agama” tidak berhasil untukmu, sayang sekali. Tapi bagi banyak orang yang lain, mereka banyak yang berkata bahwa “agama” berhasil membuat hidup mereka menjadi lebih baik. Jadi menurut saya kamu nda bisa menggeneralisasi seperti itu.

    Hanya satu hal saja yang flawed dari argumenmu. Kalau kita merasa tidak butuh agama, yang penting adalah menjadi manusia yang melakukan perbuatan baik, yang masalah adalah ukuran dari perbuatan baik itu relatif antara setiap manusia. Siapa yang menilai perbuatan baik itu benar-benar baik, atau malah mencelakakan dan membunuh? Bagaimana bila seorang dokter yang tak bertuhan dan melegalkan praktik aborsi karena itu dia anggap baik? Bagaimana bila seorang teman memberi contekan kepada teman sekelasnya karena itu dia anggap baik? Bagaimana bila seorang penjahat mencuri dari rumah orang untuk memberi makan anaknya karena itu dia anggap baik? Manusia pada dasarnya ingin berbuat baik. Sayang sekali kebaikan hatinya mudah tersesat kalo tidak ada sesuatu yang dijadikan tolok ukur kebaikan. Harus ada sesuatu yang berani berdiri dari berkata “sekalipun tujuan akhirnya untuk kebaikan, mencuri tetap mencuri dan itu salah! membunuh tetap membunuh dan itu salah! menipu tetap menipu dan itu salah!” Dan yang bisa dan layak untuk mengatakan hal itu, hanyalah Tuhan. Dengan Tuhan, kita tidak berpegang pada kebenaran diri sendiri yang relatif. Kita tidak berdebat tentang apakah sesuatu baik atau tidak menurut ukuran kacamata sendiri, tapi kita bisa mendasarkannya pada satu aturan universal dari Tuhan. Kita bisa mendedikasikan lebih banyak waktu untuk perbuatan baik, daripada meributkan apakah itu benar perbuatan baik atau tidak. Jadi, malahan less talk, do more. Dalam kasus ini, ini sudah bukan hanya masalah percaya atau tidak percaya yang penting tidak merugikan orang, karena ketidakpercayaan kita dapat membuat kita melakukan kejahatan dan merugikan orang lain, di bawah ilusi bahwa kita sedang melakukan perbuatan baik.

    • lino, semua orang, mau ada agamanya ato nggak, TAHU mana yang baik & yg jahat, gk bakalan pernah ada orang normal(gk ada gangguan jiwa) yang nganggap nge bunuh itu benar, argumen kaya gini udah sering w liat, dan yang paling salah. nyatanya emang bener manusia gk butuh agama untuk bisa jadi orang baik. w contohin deh, di indonesia sendiri. Islam ngebolehin pria punya lebih dari 1 istri, tapi coba kita liat, seberapa banyak yang melakukan? padahal udah di cap boleh sama agama, tapi sangat sedikit sekali yang poligami. kenapa? karena mereka tau itu nggak bener dan mereka g butuh agama buat bilang kalo itu gk bener, manusia mikir, apa yg terjadi kalo w poloigamiin si dia?? sakit hati?? rela??
      sama kaya hal lain, membunuh, dia tau membunuh itu salah, mencuri itu salah, dsb karena itu bukan hak dia(curi), dia sndiri gk mau di perlakukan gitu(bunuh dll).
      manusia dari dulu udah punya kok tolak ukur kebaikan, the golden rule, perlakukan orang sebagaimana kau mau di perlakukan

      • sy hnya nambahin aja,, semua ini bkn karna agamanya tp krn orang atau golongannya saja .. jd jgn sampai berfikiran dangkal yg akhirnya jd perdebatan yg memicu pertengkaran bahkan perang.

        semua agama mengajarkan sama koq, mengajarkan tentang kebaikan.

    • Saya sependapat dengan bung Liam : “… sudah bukan hanya masalah percaya atau tidak percaya yang penting tidak merugikan orang, karena ketidakpercayaan kita dapat membuat kita melakukan kejahatan dan merugikan orang lain…”

      Tapi kenapa, teis selalu resah atas keberadaan ateis. Sedangkan ateis sendiri, berpandangan bahwa jika kamu perlu agama untuk hidup baik dan tidak merugikan orang lain, maka beragamalah. Jika kamu butuh tuhan dan agama untuk menunjukkan jalan yang baik, beragamalah, percayalah pada tuhanmu.

      Ketika ateis bersuara, berpendapat, menjelaskan ini itu. Itu karena ateis ditanya, ditantang untuk menjelaskan. Ateisasi, ataupun menyebarkan ateis bukanlah prinsip ateis.
      “Atheisme adalah keyakinan seperti keyakinan ilmiah yang harus ditemukan sendiri.” (D.Rainny : https://andabertanyaateismenjawab.wordpress.com/2013/08/04/mengapa-saya-memutuskan-menjadi-ateis-cerita-dewi-rainny-sumber-kompasiana/#more-461)

      Kita bertuhan atau tidak, beragama atau tidak. Jika kita saling menerima satu sama lain, asalkan hidup tidak saling merugikan, tetapi justru malah menebar kebaikan, tidak ada yang perlu diperjuangkan mana benar mana yang salah.

      Ketika ada teis yang resah akan kehadiran ateis, saya rasa ia justru resah terhadap kepercayaannya sendiri. Disaat ia miliki tuhan, kenapa ada yang tidak percaya tuhan? “Apakah tuhan memang tidak ada? Ah, tidak. Saya mengimani tuhan saya, agama saya. Tapi penjelasan para ateis itu (ada benarnya).”

      Lalu muncul perang batin. Tentang keluarga, sosial, dsb. Dan akhirnya malah menyerang dan berusaha menjatuhkan semua penjelasan kaum ateis.

      So typical.

      • Lhoh.. jelas resah
        Kami para theis yg percaya adanya Tuhan yg mciptakan kami, tiba2 ada yg nuduh Tuhan itu gak ada, Tuhan itu gak mciptakan kita, manusia yg mciptakan Tuhan. Wah wah waaahh… bagi kami itu fitnah utk Tuhan. Tuhan yg bagi kami ada, dfitnah, dtuduh, katanya gak ada.
        Lha wong kalo ibu yg ngelahirin kita dfitnah aja, uda pasti kita mencak2, ikut geram. Apalagi ini Tuhan yg mciptakan kami. Jelas aja kita resah, kita takut, apalagi kalo para atheis mnyebarkan pemikiran mreka, kami takut kalo smakin byk yg nuduh kalo Tuhan gak ada.
        Kami bdebat dsini, anggaplah niat baik kami spy Tuhan kami tdk dfitnah, spy kalian para atheis yg kami anggap tersesat menemukan jalan yg mnurut kami para theis benar. Lihat! Bahkan kebaikan pun relatif, sesuatu yg kami baik, tp bagi kalian malah gangguan. Sy sndiri percaya kalo semua agama mngajarkan kebaikan, tp hanya akan ada 1 yg benar itu yg kami yakini masing2. Sy dukung kalo temen2 atheis masih mcari agama yg benar sbg tuntunan hidup, tp jgn bilang kalo Tuhan itu gak ada, krn itu fitnah thadap Tuhan kami. Sy rasa tmn2 atheis hnya blm mngenal Tuhan, tp bukan berarti Tuhan tdk ada.
        Bagi kami para theis, kebaikan tdk hanya kpd sesama makhluk & semesta alam, tp jg kpd Tuhan kami, itu yg akan mbedakan bentuk kebaikan theis dg agama A, B, C, dst dan bentuk kebaikan para atheis

      • hai isnaini… apakah kau berTuhan?. dan… apa kau yakin dengan Tuhanmu?. kalau iya, apa kau yakin juga bahwa Tuhanmu maha kuasa atas segalanya?. lantas kenapa kau geram saat kau merasa ada yang memfitnah (katanya sih memfitnah) Tuhanmu?. bukankah jika Tuhanmu maha kuasa maka Ia juga memiliki kuasa untuk membela diri-Nya atas fitnah (lagi lagi katanya) ???. apa kau hanya ingin menghibur diri atas keresahanmu?.

    • @lino

      Curang sekali jika anda bilang argumen penulis ini flawed namun kemudian melemparkan asumsi-asumsi. Kalau tidak beragama bebas membunuh/memperkosa/mencuri? Anda lupa ya kalau ada penegak hukum? Anda lupa ya ada tekanan sosial? Anda berusaha menepis logika kompleks dengan jawaban simple, salah dan bias.

      Di sini jelas sekali anda terdoktrin “percaya berarti tidak membunuh” dan “tidak percaya berarti membunuh”. Jika tidak beragama, pastilah pembunuh berantai. Apa anda bisa mengatakan hal yang sama bagi para koruptor religius? “Ah itu kan oknum!” no true scotsman fallacy.

      Tolong diperhatikan bahwa setiap individu memiliki peluang yang sama untuk menjadi pembunuh, tanpa adanya pengaruh agama. Standar baik dan benar itu berbeda dan anda tidak bisa memaksakan standar tersebut kepada orang yang tidak mau mengikuti doktrin anda.
      Jika agama anda melarang aborsi bukan berarti negara overpopulated tidak boleh menyelamatkan dirinya sendiri.

      Cobalah untuk membuka wawasan anda untuk tidak hanya bertumpu pada satu standar moral, yang juga salah. Silahkan belajar Utilitarianism, Deontology, Kantian, Consequentialism, Pragmatic, dan Virtue Ethics.

      Saya sendiri tidak membunuh karena saya tidak mau dibunuh.
      The only ones who should kill are those who are prepared to be killed.

  4. if you can hear and understand english, maybe you should hear and watch this, just for consideration, and re think, its fair enough

    if you keep looking for the answer, even though now you choose not to believe

  5. itulah penyakit orang kristiani,,,anda menjadi athies bukan karena tuhan tidak ada,tapi karena anda tersesat dalam ajaran kristen,sudah jelas kristen itu ajaran muter muter alias ngawur.kasihan sekali.anda mengatakan ”Sejak saya kecil saya selalu berandai-andai, jika saya dilahirkan dalam keluarga dengan agama lain, apakah saya akan selamat dan masuk ke dalam surga?”. Pertanya’an anda ini sudah di jelaskan dalam agama islam,cuma anda saja yang malas mencari tuhan,fitrah manusia itu adalah,,,seprimitif apapun dia,pasti naluri nya mengatakan bahwa TUHAN ITU ADA.anda saja awalnya percaya tuhan,lalu atheis,bukankah itu suatu bukti bahwa anda telah menentang naluri anda (fitrah).silahkan tanya ulama terdekat untuk jawaban lebih lanjut. Saya yakin,walaupun anda sekarang mengaku atheis,pasti pada waktu waktu tertentu anda akan berfikir ulang tentang keberada’an tuhan.anda atheis,namun saya yakin dalam kalbu anda,anda masih meyakini tuhan itu ada.hanya saja ego anda besar dan anda membohongi diri anda sendiri,bukan membohongi ALLAH. ALLAH tak butuh anda,anda mau muslim,atheis,musrik.itu terserah anda,ALLAH tak akan di untungkan dan tak akan dirugikan. Anda ada atau tidak ada,tidak ada untung rugi bagi ALLAH. Jadi kenapa anda sok jagoan menentang dzat yang maha perkasa.supaya keliatan hebat? Sebelum akhirnya anda mati,lalu mengiba ngiba di hadapan ALLAH,apakah ALLAH akan sedih melihatmu? Sama sekali tidak,bahkan ia murka dan anda nyebur di dasar jahanam selama lamanya.

    • siapa yang ajarannya muter?? kristen gk pura2 menghargai perempuan padahal wanita boleh di poligami/talak/cerai sesuka hati, kristen juga bukan yang pura2 toleran sama agama lain padahal di label KAFIR, yang ada saya yang tersesat dlm ajaran agamamu.
      ” ALLAH tak butuh anda,anda mau muslim,atheis,musrik.itu terserah anda,ALLAH tak akan di untungkan dan tak akan dirugikan. Anda ada atau tidak ada,tidak ada untung rugi bagi ALLAH. Jadi kenapa anda sok jagoan menentang dzat yang maha perkasa.supaya keliatan hebat? Sebelum akhirnya anda mati,lalu mengiba ngiba di hadapan ALLAH,apakah ALLAH akan sedih melihatmu? Sama sekali tidak,bahkan ia murka dan anda nyebur di dasar jahanam selama lamanya.”
      waw, mantaff and powerful bgt komentarnya

    • dan siapa bilang sudah di islam pun segalanya sudah gak ‘muter-muter’ dan gak ‘ngawur’??
      Anda mungkin hanya tau siapa-siapa saja tokoh yang masuk islam, tapi anda pasti kurang tahu siapa-siapa saja tokoh islam yang meninggalkan islam dan menjadi kristen, atau bahkan menjadi ateis.

      Masalah naluri percaya keberadaan tuhan (yang menurut anda itu fitrah), ya..mungkn saja betul, bisa jadi.
      Tapi itu ketika fitrah. Ketika manusia belum mencari tahu, fakta, asal-muasal, segala bentuk ‘rational reasons’.

      Tentang ego, saya dulu punya ego besar tentang Allah. Bahwa Allah itu ada, Allah itu nyata, meskipun saya selalu bertanya “apa iya?” Dan jawaban yang saya butuhkan bukan penjelsan dari seorang ateis, ataupun seorang teis (taruhlah misalnya ulama kondang). Tapi jawaban yang saya butuhkan adalah pembuktian, fakta, yang rasional, yang logis. Sains, salah satu jalan utamanya.

      Ateis bukan sok jagoan menentang yang maha perkasa, karena sebenarnya kita toh tidak memandang tuhan anda itu perkasa. Jadi kami tidak merasa menentang atau sok jago. Anda mungkin yang merasa ditentang, ya?

      Tahu dari mana allah tak akan mengampuni? Kitab? Well. Ternyata jalan pikiran tuhanmu sudah bisa kamu tebak, ya? payah sekali tuhanmu. Atau mungkin anda yang lebih hebat dari tuhanmu. Atau nabimu yang hebat, yang menciptakan tuhanmu.

    • dan satu lagi, anda begitu yakin bahwa sejak lahir manusia sudah percaya tuhan dan itu naluriah. Anda belum baca tentang suku Piraha di Amazon sana?

  6. @Veronica Pramesti:

    Atheism is the belief that there was nothing and nothing happened to nothing and then nothing magiccally exploded for no reason, creating everything and then a bunch of everything magiccally rearranged itself for no reason what so ever into self-replicating bits which then turned into dinosaurs.
    Makes perfect sense, huh..?! 😀

    • @hasan:
      “….ALLAH tak butuh anda,anda mau muslim,atheis,musrik.itu terserah anda,ALLAH tak akan di untungkan dan tak akan dirugikan. Anda ada atau tidak ada,tidak ada untung rugi bagi ALLAH. Jadi kenapa anda sok jagoan menentang dzat yang maha perkasa.supaya keliatan hebat? Sebelum akhirnya anda mati,lalu mengiba ngiba di hadapan ALLAH,apakah ALLAH akan sedih melihatmu? Sama sekali tidak,bahkan ia murka dan anda nyebur di dasar jahanam selama lamanya….”

      Komentar anda sangat menggambarkan kualitas anda… Yang lebih parah kalau komentar anda sangat mencerminkan KUALITAS TUHAN anda, yang adalah oknum otoriter yang “Hell care with those shits called human..!!”, acuh tak acuh dengan ciptaan-Nya yang sering di sebut HAMBA… atau mungkin BUDAK…??? Budak delusi lebih tepatnya… 🙂

    • Christianity: The belief that an ancient sky man one day got bored and decided to create the world and talking snakes until one day god rapes a married virgin, who gives birth to a son who goes around turning water molecules to wine and walks on water as a side hobby and humanity will either go to a nice, sky palace or a very bad bad pit of fire.

      Islam: One day the sky man creates 2 humans magically out of dirt and the sky man sed tht everyone should bow to them but satan doesn’t want to so the sky man banish satan to hell. 2 humans eat fruit and the sky man banish them to earth. This one guy was asked by the sky man to kill his own sun and he is ok with that. That other guy was sent to the sky because everyone wants to crucify him. Another guy can teleport from mecca to jerusalem and the sky in one night.

    • @lino: setuju bang
      @veronica pramesti: ada loh untungnya jadi orang beragama yang otomatis bertuhan, kita jadi gak perlu mencari apa yang baik dan benar tinggal praktik aja, jadi kemampuan manusia yang terbatas ini bisa digunakan untuk berkarya yang lebih banyak ke orang-orang sekitar. Kalau mau bukti Tuhan itu ada, coba deh pilih salah satu cara ini, pasti anda bakal percaya tuh ama ayat-ayat yang ada di kitab suci manapun (paling gak salah satunya lah, tapi itu dah cukup membuktikan bahwa ajaran itu benar yang secara otomatis menyatakan bahwa Tuhan itu ada):
      1. Temuin orang gila dipinggir jalan, sapa dia, bawa pulang, lalu mandiin, rawat sebentar, terus kirim ke RS Jiwa.
      2. Temuin pemulung terdekat, disapa, diajak ngobrol sambil makan, bantu selesain salah satu masalah yang muncul waktu ngobrol sama beliaunya
      3. Mengunjungi penjara dan bercakap – cakap sama penghuni lapas.
      Metode ini pasti belum pernah dicoba oleh orang-orang yang kasih komen ke anda termasuk orang tua anda (tapi kalau udah ada yang pernah pasti dia orang yang hebat pantas jadi pemimpin).
      Selamat mencoba.
      @hasan: bang kenapa pake ngehina agama lain?

      • @beni

        Dangkal sekali ya kualifikasi untuk jadi pemimpin. Temui orgil, bawa pemulung dan mengunjungi napi langsung bisa jadi pemimpin? Bro, anda coba ambil sample 5 orang deh. Suruh 5 orang itu melakukan apa yang anda tulis dengan poin-poin di atas. Tanpa kompensasi apapun, cukup menemukan tuhan lah.

        Saya yakin cuma orang kurang kerjaan dan terlalu banyak waktu kosong yang akan menerima tawaran anda.

        Haha okay jokes aside, pemimpin itu backgroundnya politik, bukan cari muka melakukan bakti sosial. Pemimpin itu butuh leadership soft-skills, bukan yang cuma ngurusi 3 poin anda di atas.

  7. 1. Allah tidak meciptakan agama untuk membedakan ciptaanNya. karena itulah Allah di sebut Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah tidak pernah membedakan antara manusia yang satu dengan yang lainnya, demikian Allah memberikan udara, matahari dll kepada semua orang tanpa terkecuali.
    2. Yang penting bukan teori tetapi prakteknya. Iman tanpa perbuatan adalah kosong.
    3. Saya tidak setuju dengan Ateis, karena memang Allah itu ada. Semua yang ada di dalam alam semesta ini ada penciptannya.
    4. TIDAK PENTING AGAMA APA YANG ANDA YAKINI, TETAPI YANG LEBIH PENTING SEBERAPA JAUH KITA MELAKUKAN SEMUA AJARAN AGAMA YANG KITA YAKINI DENGAN DASAR POSITIVE THINKING.

    • 1. pernah denger Epicurus’ problem of evil? sampai sekarang gw belum pernah denger refutation yang memuaskan.
      3. buktikan.kalo allah itu ada, buktikan kalo semua yang ada di alam semesta ada penciptanya.
      4. jadi kalo yang penting itu, orang selain islam kenapa ga masuk surga menurut islam?

      • buat yang nomor 2. iman, by definition, itu, percaya tanpa bukti, ngapain percaya kalo nggak ada buktinya?

  8. Aku tertarik dengan jawaban mentor kamu, “Manusia tidak mungkin mampu menyelami pikiran-Nya,” tahun 2010, nampaknya aku merasakan hal yang sama denganmu, saat itu aku semester 5 kuliah. Untuk apa beribadah, toh masalah tetap datang juga. Mengapa ada manusia yang terlahir cacat, sedangkan dalam agama-ku sedikitpun tidak mengenal dosa turunan (tidak mungkin si A yang makan nasi, tapi si B yang kekenyangan). Tapi mengapa, mengapa, mengapa? Dan pertanyaan2 yang membuat depresi lainnya saat itu.
    Lalu aku baca buku2 berat : The Key to Theosophy-nya Madam Blavatsky, Tahafut al falasifah-nya Al Ghazali, Tahafut at tahafut-nya Ibn Rusyd, Neoplatonisme, Anomimuous Saccas, dan tentunya menafsirkan kitab suci sekehendak-ku.
    Pada akhirnya, lambat laun aku menemukan jawabannya satu per satu. Bahwa Tuhan, surga, neraka, itu tidak penting. Lalu, apa yang penting? Kebaikan (Dharma, dalam Budha. Altruisme dalam Kristen. Amal salih/mahabah (cinta/dalam Kristen disebut ‘Agape’)). Tidak ada yang penting di dunia ini selain kebaikan. Jika beribadah tidak membuat diri kita baik, lebih baik, sekalipun sedikit, maka tinggalkan. Aku percaya kitab suci, tapi tidak dengan semua terjemahannya. Aku percaya pada pada Kitab suci, tapi tidak dengan semua yang mengatakannya. Aku teringat dengan nasehat seorang suster gereja : Jangan percaya dengan apa yang kau lihat, karena terkadang kita mampu melihat setelah kita percaya. Dan keimanan yang kuat, lahir dari keraguan yang sangat menyakitkan. Itu, yang ku alami.
    Bahwa Hidup, menuntut kita untuk ikhlas – lepas. Ada atau tidak ada Tuhan, surga, pahala, aku akan tetap beribadah, berbuat baik. Untuk siapa ibadah kita? Untuk diri kita sendiri. Berhentilah berharap – bahkan pada Tuhan, teruslah bekerja keras dalam kebaikan, dan milikilah mimpi.

    • Setuju!!! Yang terpenting dalam menjalani kehidupan adalah kebaikan. Menurut saya yang penting dan patut kita percayai adalah kebaikan. Saya secara jujur mengakui bahwa saya sama sekali tidak tahu Tuhan itu ada atau tidak. Saya juga tidak tau rupaNya seperti apa. Saya juga tidak tau apa yang sebenarnya Tuhan kehendaki dari manusia jika Dia memang eksis. Oleh karena hal-hal tersebut saya menganggap bahwa pikiran saya tidak akan mampu (hingga saat ini) mencapai pemahaman tentang Tuhan. Jadi agak aneh jika saya langsung percaya bahwa Tuhan ada atau pun tidak ada. Namun secara rendah hati saya akan terus mencari dan belajar tentang itu dengan logika saya. Untuk saat ini saya berpendapat bahwa KEPERCAYAAN kita mengenai ada atau tidak adanya Tuhan tidaklah penting. Sebab jika Tuhan memang ada kita mau percaya atau tidak, akan tetap ada. Jika memang tidak ada, kita mau percaya atau tidak, tetap tidak ada. Jadi saya pikir keputusan dan pendapat tentang percaya Tuhan atau tidak percayaTuhan bukanlah sesuatu yang perlu diperdebatkan. Dua-duanya adalah hal yang indah selama ada kebaikan dalamnya. Bagaimana dengan saya sendiri? Saat ini saya tidak memikirkan soal Tuhan. 🙂
      Namun saya sangat percaya akan kebaikan. Bukan berarti saya orang yg baik atau suci ya. Saya percaya bahwa kebaikan pasti akan berbuah kebaikan. Begitu pula dengan kejahatan. Kita menanam apel pasti nanti buah yang dihasilkan apel donk. Sama dengan kebaikan. Jika kita berbuat baik, maka hasilnya juga kebaikan, baik untuk kita maupun orang lain.
      Terakhir, saya ingin menyampaikan pandangan dan pengalaman sosial saya bahwa atheis juga ada yang baik. theis juga ada yang baik. Terima Kasih.

      • ya kalo tuhan dan neraka tidak penting berbuatlah sesukamu mumpung lg hidup dan jangan memikirkan kebaikan saja tp kesenangan juga,ayolah mari besenang-senang didunia(mencuri,bebas hubungan sex,mabuk pokoknya yg senang-senang)mumpung masih bernafas nah nanti kalo kamu (ateis)sudah mati baru tahu untuk apa kita sekarang masih bisa menghirup oksigen secara gratis

  9. Saya selalu bertanya, kenapa tuhan menciptakan kita? Apakah tuhan merasa bosan dalam kesendiriannya sehingga dia menciptakan suatu papan permainan bernama alam semesta dengan manusia sebagai pion-pionnnya?
    Saya tertarik dengan sains terutama fisika. Saat ini fisika berkembang sangat jauh bahkan hingga mencapai kedalam teori pembentukan alam semesta. Sains adalah ilmu yang bisa diuji dan dibuktikan dan dengan melalui sains inilah saya berharap untuk bisa mengetahui “sebenarnya seperti apa mimpi tuhan itu” dan “sebenarnya apa yang ingin tuhan perbuat terhadap alam semesta ini”.

    • menarik… wjr sebab kita manusia cm pny pikiran yg terbatas ..cuman yg perlu kita sdr bhw jgn bertny knp tuhan smp anda katakan bosen.coba anda membuat sesuatu apa hrs dg rs bosen dulu?? tuhan maunya di cari tau/dikenal oleh ciptaanNya yg sdh di bekali akal

  10. saudara saudara di atheis indonesia,mungkin saja saya tidak sehebat kamu dalam bernalar berpikir dll,kalau pikiran kita bermula dengan teori evolusi karl mark segala sesuatunya terjadi berevolusi secara kebetulan dimulai pada saat big bang,maka keseimbangan yang ada juga hanya produksi kebetulan,hewan di savanah afrika antara pemangsa dan yang di mangsa menjadi seimbang dan sehat juga kebetulan dan semua terjadi tidak lebih hanya kebetulan dan kebetulan,selanjutnya anda jadi atheis bukan kebetulan dan hasil berpikir yang jernih brilian,coba bayangkan sebuah reaktor nuklir atau laboratorium atau sebuah dapur bahkan kamar mandi aja tanpa pengawalan,kira kira apa yang terjadi,untuk itu coba pikirkan sekali lagi

    • siapa bilang kalau kehidupan hanya ada di bumi? kami katakan kebetulan? tidak.
      bukan kebetulan yang kami jawab. karena kami tak pernah meng-kalim kehidupan pun hanya ada di bumi.
      kita hanya BELUM TAHU bahwa kehidupan mungkin saja ada di planet lain.
      Sorry, ateis tidak berteori atas dasar kebetulan, dan tidak berteori berdasar pada ‘ada yang menciptakan’. Kami terus memposisikan diri dalam keadaan mencari tahu. Tapi tidak menghentikannya pada ‘ada yang menciptakan’.

      • sederhana…pernakah anda melihat fenomena alam yg menampakkan keberadaan tuhan???dan itu berulang-ulang di seluruh penjuru bumi ???kalau anda memposisikan diri dlm mencari tahu,mengapa tidak diskusi dgn tg lebih tahu,bukan berargumen ilmiah sendiri.bukankah yg anda mau itu bukti ?? apa kurang bnyk bukti??

      • Sejauh ini semua fenomena bisa dijelaskan secara masuk akal tanpa melibatkan unsur Tuhan. Seandainya belum diketahui juga tidak selayaknya kita ‘menciptakan’ sosok supranatural yang membuatnya ada secara tiba tiba tanpa bisa dibuktikan juga.

      • yg lebih tau pun hanya bisa menjawab berdasarkan kumpulan kertas yg berisi tafsir
        mereka tidak bisa membuktikan secara nyata atau langsung maupun tidak langsung

  11. Ykk veronika P
    Saya sangat menghargai pendapatmu, setiap orang punya hak untuk percaya atau tidak pd sesuatu, anda punya hak untuk atheis dan yang lain punya hak untuk beragana, kenapa ?, karena soal kepercayaan tidak bisa dilogikan, saya punya pasien kanker payudara stadium 4, dan dia percaya bahwa dengan imannya pasti sembuh, padahal tumornya sudah sangat besar dan busuk, dan saya tdk bisa merubah kepercayaannya itu dan saya tahu secara nefdis sebentar lagi dia akan mati, sy berikan contoh kpdnya, saya pegang ballpoin dan sy katakan kpdnya ini ballpoint tp anda yakini bahwa yg sy pegang itu adalah buku, maka sy tidak dapat mengubah pikirannya atau kepercayaannya lg, dmk juga dg beragama atau ateis,. Didalam agama ada yg bisa kita pakai logika ada yg hanya dengan percaya. Misalnya tentang adanya Tuhan, asalnya ?. Ada yg tahu ?, TIDAK ADA YANG TAHU, apakah TUHAN ADA ?, ada yg percaya ada, tp ada yg tidak percaya, tetapi Akibat perbuatanNya semua merasakan termasuk Veronica dan sy, contoh yg sederhana, menurut teori EVOLUSI alam terbentuk dari yg sederhana menjadi komplek, atau sempurna dari monyet jadi manusia. Padahal kita merasakan dan mengalami, alam tidak semakin sempurna tp semakin rusak,.Manusia tdk semakin sempurna, umurnya semakin pendek, tubuhnya semakin mudah sakit dst. Masih banyak lg yg bisa dibuktikan bahwanTuhan itu benar-benar ada. Saya percaya suatu saat Veronica juga percaya lagi. Saya doakan ya. Dr. Enos

    • Dear dr enos, tidak pernah ada dalam teori evolusi yg menyatakan bahwa manusia itu berasal dari monyet. Tolong dibaca lagi buku origin of speciesnya. Kalau di dunia medis sudah biasa kan dengan istilah sugesti ? Manusia punya kemampuan menyembuhkan diri sendiri, mengapa ada kemampuan seperti itu ? Karena kita beradaptasi dengan lingkungan. Jangan dibatasi kemampuan manusia dengan menganggap ada yg divine di atas kita sehingga kita menjadi merasa rendah dan kecil. Padahal dengan bisa bertahan hidup sampai saat ini saja sudah menunjukkan kemampuan kita beradaptasi. Sudah banyak spesies primata yg punah di dunia ini. Oya mengingatkan taukah teman2 bahwa 2 juta tahun yang lalu yg dinamakan oksigen merupakan racun bagi makhluk hidup ? Karena keadaannya seperti itu maka makhluk-makhluk beradaptasi dan yang paling bisa sesuailah yang bisa bertahan.

    • @dr Enos

      Saya bingung. Anda sebagai praktisi akademis apa tidak pernah belajar untuk research dengan benar? Dalam science, suatu teori dinyatakan benar ketika fenomena tersebut dapat direplikasi, dibantah, dan dibuktikan. Apapun sumber yang anda lemparkan (Einstein dkk) kalau tidak memenuhi 3 kriteria tersebut, maka dianggap tidak sah.

      Lalu kemudian anda bilang bahwa perbuatan si tuhan ini dapat dirasakan. Ada yang percaya, ada yang tidak. Berarti ada kontradiksi dalam penjelasan anda, yaitu anda tidak dapat mereplikasi, membantah, dan membuktikan apa yang menurut anda benar kepada orang lain.

      Analoginya seperti ini, saya bisa menyulap uang. Yang percaya ada, yang tidak percaya juga ada. Lalu saya mengklaim bahwa kekuatan saya ini real. Anda tidak berhak membantah saya, tidak berhak meminta bukti, dan tidak berhak untuk melihat saya melakukannya di depan mata anda.
      Simple kan?

  12. Saya rasa pengenalanmu tentang Tuhan sangat dangkal sis veronica… anda hanya mengenal Tuhan yang sangat jauh, cerita – cerita yang dulu – dulu..
    Saranku :
    1. Sebagai seorang yang mengenal Jesus Kristus jangan hanya mengenal ceritanya saja sis Veronica tetapi aplikasikanlah didalam kehidupanmu sehari – hari segala perbuatan baik dan teladan dari Jesus Kristus yang pernah sis veronica dengar dan baca,. Jadilah teladan dan jadilah contoh yang baik didalam hidupmu. Saya rasa itulah pengenalan akan Tuhan.. Tidak perlu kita memperdebatkan agama orang lain… cukuplah kita menjalankan ajaran Jesus Kristus dengan benar dan baik didalam kehidupan kita..
    2. Kembalilah kejalanNya, jangan paksakan kemampuan pikiranmu dengan kuasa Tuhan. Berdoalah maka jalan akan dibukakan untuk mu sis veronica. Coba ingat masa lalu mu mungkin sis veronica punya pengalaman dengan kekuatan doa.
    Aku berdoa untuk kesehatan sis veronica dan saya yakin Jesus Kristus akan pulihkan iman mu.

  13. saya tidak yakin anda sebelumnya adalah seorang kristen. mungkin anda hanya browsing2 saja tentang kristen. pertama, baptis bayi dikenal di agama katolik dan agama katolik tidak mengenal sidi. sidi dikenal di agama kristen protestan. jadi apa agama anda ? kedua, sidi yang dikenal di agama protestan bukanlah baptis ulang. silahkan dibrowsing lagi ttg sidi. ketiga, jawaban mentor sekolah minggu anda terasa sangat dangkal. sepertinya itu jawaban anda sendiri. terima kasih.

    • Sudah jelas penulis berkata bahwa dia adalah seorang mantan kristen. Jika ada versi yang berbeda dari yang anda sembah, lalu anda mencap dia salah? Melihat tulisan anda, sepertinya anda sangat terganggu dengan kredibilitas penulis.

      Argumen anda sudah sangat personal dan tergolong cacat logika ‘ad hominem’ dan ‘no true scotsman’.

  14. kok kalau ada pertumpahan darah di muka bumi Allah disalahkan? klo bumi rusak Allah disalahkan? kitab mana yg bilang begitu? Tuhan hanya kasih guidance (wahyu, huda, petunjuk) seterusnya terserah anda, bahkan sejak Adam (artinya manusia pertama berkesadaran) diberi pilihan. Free will inilah yg menyebabkan mankind lbh unggul dr malaikat yg disuruh Allah sujud hormat.

  15. saya mau share aja, dalam al-qur’an saya membaca proses kejadian manusia (surat al-mu’minun ayat 14) dan hal tersebut diperjelas dalam biologi.
    kabar rasulullah bahwa islam akan memenangkan bizantium (romawi timur) hal terbukti dalam sejarah (abad 7 H).
    dan banyak lagi, sampai saya lupa

  16. kebanyakan para atheis itu dari kalngan kristen, di barat pun begitu.. banyak yg meningglkan kristen dan berubah haluan menjadi atheis ,,

    cobalah pelajari islam.. semoga kamu diberi hidayah

    • Wah, Anda sok tahu sekali 🙂 .
      Di Barat banyak penganut Kristen meninggalkan Kristen karena agama mayoritas di sana Kristen. Anda mau mengakui atau tidak, suka atau tidak, di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, maka ateis pun paling banyak berasal dari agama Islam. 🙂

      Coba pelajari agama2 lain dengan pikiran terbuka, Anda akan tahu agama Anda sama konyolnya dengan agama lain.

    • Bagaimana mau pelajari Islam, kalau isi al quraan 80% sama percis dengan isi alkitab? Coba deh kamu terjemahkan al quraanmu, dan bandingkan dengan isi alkitab… Ampir sama kab semuanya…. Dan, kalo kamu mau tahu, di al quraanmu ada tertulis untuk memuliakan dan mengkuduskan Yesus…. 😉

  17. yah kl anda beranggapan dunia di bumi lebih indah daripada dunia setelah kita mati nanti ,, silahkan

    artinya anda hanya mengejar kehidupan semntara di bumi, paling cuma sampai 60-70 atau berpapun (hanya Tuhan yg tahu umur mu) yg pasti semua manusia pasti mati karena didunia hanya semnetara,, tapi tunggulah setelah kematianmu, maka itu akan abadi disana

    • Aneh ketika orang yg tidak percaya afterlife disuruh mati, tapi yg percaya kehidupan afterlife abadi dan sempurna malah tidak mau mati cepet-cepet.

  18. sst,,,agree with you. mereka (atheis) memikirkan TUHAN harusnya begini begitu, kenapa manusia di ciptakan kan nanti pada ribut, kenapa singa makan rusa, bla bla bla,,,kenapa ada yang jahat ada yang baik, kenapa ada laki dan perempuan,,bla bla bla,,,mending ga usah ada aja sekalian, tapi mereka lupa satu hal. AGAMA itu kunci keseimbangan! Dan ADA UNTUK ORANG YANG BERFIKIR!

    • Berarti kalo ngga ada agama, manusia bakalan jadi semena-mena (akibat ketidakseimbangan) ? Kalo misalkan memang bukan itu efeknya lalu efek ketidakseimbangan itu apa? lalu kalimat “ADA UNTUK ORANG YANG BERFIKIR”, apa benar semua orang yang beragama itu mikir? kok kenyataanya ada yang bertindak hanya karena “di agama A melarang perbuatan B” tanpa memikirkan efek yang ditimbulkan? Saya rasa tidak perlu memberi contoh, saya menganggap anda tahu oknum mana yang saya maksud dan.

    • lol. tolong jawab mas Arya.

      – “AGAMA itu kunci keseimbangan!” , minta bukti dong ? gimana anda menjelaskan konflik yang disebabkan oleh agama ? bagaimana perang salib, ekspansi kekhalifahan kerajaan islam yang paling dibangga-banggakan oleh muslim yang melalui penaklukan afrika utara, asia tengah, persia, spanyol dengan korban melebihi ratusan ribu nyawa ? bagaimana dengan penggoyahan epistemologi oleh Al-Ghazali yang memundurkan pemikiran ilmuwan muslim pada awal millenia pertama ?

      – ” Dan ADA UNTUK ORANG YANG BERPIKIR ! ” ga mesti kok, berpikir itu emang udah fitur dasar dari manusia. malahan kalau mau dibandingkan, rata-rata atheis itu berusaha lebih berpikir lebih jauh berdasarkan reasoning. bukan hanya orang yang tidak menerima agama karena mereka tidak suka aturannya :3 (kalo kek gitu nmanya bukan atheis, tapi cuman munafik).

      agama mungkin memberikan landasan moral seperti beberapa poin dari 10 commandement yang diadaptasikan ke HAM. dan juga membuat manusia mempertanyakan dan mengamati alam sekitar lebih lanjut 😉 (tapi tanpa adanya agama ada kemungkinan peradaban manusia jauh lebih maju sekarang).

      agama mungkin memiliki peran besar untuk kemanusiaan. tapi setelah 2000 tahun sekarang saatnya manusia lepas dari konsep boogeyman di langit ketujuh yang memantau setiap hal yang dilakukan oleh mahluknya (dan masukin ke neraka atau surga kalau berbuat tidak sesuai dengan kemauan dia).

  19. mengenai perawan yg yg bisa melahirkan <<<atau yg dimaksud ibu nya yesus atau nabi Isa AS, menurut saya itu adalah keajaiban Tuhan .. krn di sisi lain pernah terjadi di kehidupan ini ada seorang laki-laki yg melahirkan,, apa bedanya dengan hal itu .. ?
    klo menurut saya,, seorang ilmuwan pasti bisa menjelaskan hal itu ..

    mengenai apakah adam dan hawa manusia purba <<<klo menurut saya,, adam dan hawa itu adalah manusia .. bukan makhluk yg bentuknya seperti manusia.
    dan saya yakin sebelum adam diciptakan ke bumi, ada makhluk lain yg menghuni bumi .. dan teori sains tentang makhluk purba yg ada sebelum adam, saya yakin tentang hal itu ..

    dan saya yakin adam diciptakan melalui rahim / dilahirkan , tdk seperti pemahaman dangkal kebanyakan org yg menjelaskan bahwa adam diciptakan dari hanya sebatas tanah dan ditiupkan roh kedalamnya !

    proses terciptanya adam sama halnya dengan kelahiran yesus / nabi Isa AS, yaitu melalui rahim / dilahirkan .. dan saya yakin adam dilahirkan melalui makhluk atau manusia purba sebelum lahirnya adam.

    mengenai terciptanya hawa, dijelaskan tercipta dari tulang rusuknya adam .. itu artinya sama dengan kejadian jaman sekarang tentang seorang laki2 yg melahirkan ..

    jadi klo kita berpikir dangkal,, kita hnya akan berpikir hanya sebatas " adam diciptakan dan dibentuk dari tanah dan hawa diciptakan dari tulang rusuk adam"

  20. mengenai agama,, klo menurut saya agama itu adalah wadah untuk mempelajari semua hal tentang kehidupan ini dan mengarahkan untuk kebaikan ..

    klo ada orang atau golongan tertentu yang berkata agama A lebih baik atau agama B lebih baik,, itu hanya untuk org2 bodoh, egois dan tdk memahami soal agama. krna semua agama baik dan mengajarkan / mengarahkan untuk kebaikan ..

    dan org2 atau golongan seperti itulah yg memecah belah persaudaraan dan menciptakan perang ..

    yg saya tau,, tdk ada satupun agama yg mengajarkan untuk mencuri, membunuh atau bahkan menyakiti manusia atau makhluk lainnya .. jadi bkn krn agamanya, tp krn orang atau golongannya saja.

    dan klo menurut saya, saya tidak peduli tentang anda yakin akan adanya TUHAN ataupun tidak .. krn TUHAN pun tidak memaksa anda untuk meyakininya atau tidak .. krn yg saya tau, semua ada konsekuensinya .. selebihnya kemballi lg ke diri masing2 .. jadi terserah saja

    saya menghargai keputusan anda menjadi seorang atheis.

    krn siapapun tdk ada yg dapat memaksa anda untuk percaya dgn TUHAN termasuk TUHAN itu sendiri. 🙂

  21. “Sesungguhnya pada pergantian siang dan malam, serta penciptaan langit dan bumi, sungguh merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Al Quran Surah Yunus ayat 6)

  22. tsk memang ga salah memang faktanya begitu kalo buat di indonesia karena agama kita jadi saling membenci satu sama lain karena agama kita jadi saling mengotak-ngotakan satu sama lain dan itu fakta,harusnya yang jadi concern kalian-kalian yang ngaku punya agama disini bukan mempermasalahkan dia,mereka atau kalian atheis sesat dan bla-bla tapi pikirlah mau sampe kapan umat beragama di indonesia mau terus menunjukan muka marah dan tidak toleran nya?

  23. boleh jawab pertanyaan sederhana saya ?
    ilmiahlah mungkin dasar ke atheisan anda ?
    apakah itu valid ? siapa yang memvalidasinya ?
    profesorkah ? penelitikah ? masyarakatkah ? atau hanya presepsi kosong atau mungkin itu hasil dari kemenanganya mempengaruhi banyak orang (doktrin) seperti yang atheis sebut agama hanyalah doktrin sebagai doktrin ?
    saya ngak percaya ttg adanya sarjana dan profesor . karna saya bingung (belum menemukan secara pasti ) oorang yang melantik seorang sehingga dia jadi profesor pertama dan boleh mengesahkan seorang menjadi sarjana / profesor juga ..

    terimakasih salam dari hatiku yang memeluk mu dengan nafsu birahi

  24. cobalah untuk berdoa dan mencari bimbingan iman rohani, anda telah di katekisasi, tetapi anda msih bimbang tentang kebenaran dan keberadaan Tuhan karena ilmu pengetahuan dan logika?

    • Semua org py pendapatnya masing yg pastinya dia anggap paling benar. Ini bukan pendapat saya tp apa kata Firman Tuhan: ..bahwa manusia stlh dia MATI dia HARUS menghadap pengadilan tahta Kristus utk mempertanggungjawabkan sgl perbuatan/pilihan nya pd waktu dia hidup di bumi dulu. II Kor 5:10

  25. orang yang paling bodoh adalah orang yang tidak beragama, kita tidak bisa membuktikannya sekarang tapi nanti di akhirat setelah kita mati baru tahu mana yang benar dan salah, anda akan menyesal dan menangis nanti diakhirat buktikan ucapan saya di akhirat. jika anda membaca al qur’an dan memahami artinya anda akan terbuka jalan pikiran anda

  26. Mantab 🙂 Lebih baik berteman dengan orang Atheis daripada berteman dengan orang yang beragama dan munafik. Hidup ini masing-masing, gausah adu argumen sama orang Atheislah. Sekali lagi Mantab

  27. mau tau Tuhan itu ada ? just pray.. maka Ia akan menemukan engkau 🙂 .. otak kita terlalu kecil di banding alam semesta yang juga ciptan Nya. tapi kita manusia itu sangat berharga dari semua ciptaan Nya kebayang kan betapa penting nya hidup kamu. so percayalah Tuhan dengan segenap hati mu… 🙂

  28. Jika tidak ada Tuhan, mengapa kita bisa ada di dunia? Apakah kita telah ada dengan sendirinya? Pastinya tidak, kan? Dan, anda terlalu terpengaruh dengan buku-buku sainsmu itu…
    Saya adalah seorang Kristen. Saya percaya dan yakin bahwa Yesus adalah Tuhan. Dia bukan diciptakan, tapi dia turun dengan sendirinya. Coba anda pikirkan, jika dia tidak turun/datang ke dunia…. Apakah kita akan di selamatkan? Apakah hidup kita akan baik-baik seperti sekarang ini? Jika tidak ada Hukum Allah dan Hukum Kasih (saya yakin anda pasti tau Hukum Allah yang terletak di kitab Keluaran dan Hukum Kasih di kitab Matius) bagaimana jadinya dunia ini? Pasti kita tidak akan diselamatkan dan akan hancur!
    Alkitab memang susah dimengerti dan penuh dengan pertanyaan. Tapi, coba anda meminta kepada Tuhan untuk dibuat mengerti, pasti akan dia kirimkan jawabannya… Mungkin bukan secara langsung, tetapi lewat dari khotbah, keluarga, teman-teman, atau orang-orang di sekitar kita yang seiman.
    Ayah saya seorang pendeta dan ibu saya seorang guru agama. Saya begitu bahagia Tuhan melahirkan saya ke dunia melewati mereka ber-2. Keluarga saya seluruhnya adalah seorang hamba Tuhan yang saya yakini dan pasti setia sampai mereka kembali ke tangan Tuhan.
    Umur saya masih sangat muda, belum lulus dari bangku SMA. Tapi, saya mencoba untuk membantu anda untuk memberikan sebuah jawaban. Dan, menjadi seorang Kristen itu tak mudah, banyak cobaan dan rintangan. Tapi, cobaan dan rintangan itulah yang akan menjadikan kita kuat untuk menghadapi dunia yang kejam ini. Tuhan menyayangi kita melebihi apapun. Dan, masih ada kesempatan untuk anda kembali kepadanya. Ke jalan yang benar.

    • Saya mantan Kristiani dan saya menjadi ateis saat berumur 15 tahun.
      Dilihat dari komen kamu, kamu hanya mempermalukan diri sendiri dengan pikiranmu yg tertutup dan juga membuat lelucon. Saya juga pernah berada dalam fase tersebut kok. Saran saya pelajari alkitab mu lebih dalam, pelajari asal-usul trinitas, cari tahu siapa yg menulis alkitab, cari tahu siapa Yesus sebenarnya, dll. Lakukan dengan kritis dan objektif dan hapus segala doktrin/dogma di pikiranmu. Saya sudah melakukan ini semua dalam rentang umur 14-15 th seumuran sama kamu. Jangan lupa, pertanyakan segala sesuatu.

      Tuhan menciptakan? Tidak ada bukti bahwa kita diciptakan.

  29. begitulah orang beragama yng koment di atas…merka pikir agama yang benar adalah agama mereka sendiri tanpa mempertimbangkan kata yang akan di tulis…apakah agama anda sekalian mengajarkan *ejekan kepada orang lain* itu adalah suatu kebiasaan agamanya atau orangnya..Btw orang yang menjadi atheis itu adalah orang yang benar benar memahami arti dan nilai hidup yang secara real. memang *kenyataan itu pahit rasanya* tidak banyak orang suka dengan kenyataan …pada dasarnya mereka menginginkan apa yang baik untuk perasaan juga telinga masing2. …. berbicara soal moral, manusia itu sudah bermoral saat dia lahir bukanya agama yang akan mendidik moral manusia agar menjadi seorang manusia yang berakhlak….

  30. Maaf sebelumnya
    Saya bangga dengan berberapa orang ateis yang karena dia orang berfikir, karena sejatinya manusia diciptakan dengan akal fikir
    Mereka tidak ingin menganut sesuatu yang gamblang tanpa dasar
    Namun selayaknya, setelah mereka sudah mencapai tahap pemikir mungkin bisa semakin membuat mereka haus akan mengetahui sejatinya tentang tuhan
    Saya rekomendasikan menonton video zakir naik mungkin bisa membantu kehausan akan informasi
    Terima kasih

  31. Hai orang2 yang berIMAN…….demikian Allah menyeru kpada orang2 yang berIMAN. Artinya Agama hanya diseru kpd orang2 yang berIMAN, ( yang tidak berIMAN tidak Hai……) ha.ha..ha. AKU..AKU..AKU lah yang BENAR…….ha..ha..ha…(perlu dicatat bahwa AGAMA adalah jalan untuk menuju / mencari TUHAN untuk diIMANi / dipercayai dgn aturan dan hukum yg ada dlm tiap2 KItab Suci). Artinya orang yg beragamapun masih dalam taraf perjalanan itu semua ( IMAN ). Orang yang beragama diketuk melalui ROHANI nya, sedangkan orang yang tidak beragama diketuk melalui JASAD nya. Sudah jelas klo bicara soal rohani gak bakalan nyambung dgn orang yang diketuk melalui JASAD. ( mereka perlu pembuktian2 secara nyata, bisa dilihat, didengar, atau diraba gitu….kaya ngecek keaslian DUIT). Adam dibuat dari tanah ajakan mereka gak bisa terima, trus yang beragama pasti bilangnya itulah kehebatan TUHAN…gitukan??? Sedangkan menurut yang beragama manusia itu terdiri dari Jasad dan Rohani. (gak tau tuh klo yang gak percaya Tuhan tau gak Rohani atau ada istilah lain..?) Energi mungkin? Yaa seperti mobil motor bergerak karena energi yang mana mereka bisa merubah2nya sesuai kehendaknya. Dan banyak lagi ilmuwan2 yang menyatakan dengan ilmu pengetahuanlah negara akan maju. Banyak negara2 yang menganut ilmu pengetahuan ini lebih baik perekonomiannya dari pada negara penganut Agama. Terbuktikan? Mereka berkata ” agama mematikan” dan yang beragama berkata “teknologi menyesatkan”. Nah…dari cerita itu semua dimana peran TUHAN? Yessss..dgn cara itulah Tuhan memperkenalkan Dirinya…..(duel antara yang mencari dan tidak mencari). Trus untuk apa Surga dan Neraka? Tuhan Maha Adil….Dia akan menempatkan kita sesuai tempatnya, Salam…

  32. Saya sedang cari-cari tentang atheisme. Dan saya melihat blogspot ini.

    Saya kira ada yang menarik yang begitu esensialnya dalam turning point seorang atheist.

    Dalam teori pragmatis, ilmu pengetahuan pun adalah kebenaran. Karena kamu tidak perduli pada afterlife (karena tidak mempercayainya), setia pada ilmu pengetahuan dan berbuat suatu kebaikan dari itu, itu pun baik.

    Anak-anak yang memberontak terhadap orang tuanya karena satu dan lain hal yang dianggapnya mengecewakan, pergi keluar dari rumah, namun di luar tetap melakukan hal baik persis seperti yang diingini orang tuanya, tidak ada masalah dg itu.

    Orang tua itu pasti merindukan mu kembali, tetapi ketika apa yang kamu lakukan baik di mataNya, pemberontakan hanya lah pemberontakan. Kamu tetap anakNya.

  33. Saya sedang cari-cari tentang atheisme. Dan saya melihat blogspot ini.

    Saya kira ada yang menarik yang begitu esensialnya dalam turning point seorang atheist.

    Dalam teori pragmatis, ilmu pengetahuan pun adalah kebenaran. Karena kamu tidak perduli pada afterlife (karena tidak mempercayainya), setia pada ilmu pengetahuan dan berbuat suatu kebaikan dari itu, itu pun baik.

    Anak-anak yang memberontak terhadap orang tuanya karena satu dan lain hal yang dianggapnya mengecewakan, pergi keluar dari rumah, namun di luar tetap melakukan hal baik persis seperti yang diingini orang tuanya, tidak ada masalah dg itu.

    Orang tua itu pasti merindukan mu kembali, tetapi ketika apa yang kamu lakukan baik di mataNya, pemberontakan hanya lah pemberontakan. Kamu tetap anakNya.

  34. stev:
    Veronica saudari kalau mau mnejadi atheis jadilah atheis yang baik tanpa harus menyinggung ataupun membicarakan kekurangan agama lain. Masalah iman atau kepercayaan adalah ranah pribadi dan tanggungjawab pribadi dan semuanya serba mistery. Biarlah saudara hidup dengan sikap atheis saudara tanpa harus menimbulkan polemik……. Selamat ber-atheis-ria, semoga saudara nyaman dan damai serta menemukan kehidupan saudara yang sesungguhnya.

  35. Saya juga mengalami seperti kesaksian veronica,saya sdh membaca alkitab setiap hari tetapi tdk ada gunanya.dulu waktu saya msh muda hidup saya ok. Kenapa sekarang saya setiap minggu tdk pernah ketinggalan kalau k gereja.malah kehidupan saya sangat parah sampai2 saya untuk bayar uang sekolah saja tdk bisa.saya k gereja sdh menjalankan selama 14tahun.dulu saya punya hutang sekarang berbalik banyak hutang di bank. Sampai rumah terjual tdk lunas. Sedangkan saya seorang pedagang.apakah benar firman tuhan itu? Karena saya metakinkan itu jd saya lebih berani.tdk taunya mala hancur dlm kehidupan saya.maaf kalau ada yg tersinggung.ini cuma kesaksian sesunggunya

  36. veronica, saya yakin anda berada di pikiran yang cukup dalam tentang banyak hal yang ada di dunia ini, saya juga percaya hati anda berkecamuk setelah menyadari banyak hal karna dasar kemanusiaan … itu karna hati anda merindukan kedamaian yang sesungguhnya.

    mungkin banyak yang gak mengerti anda, karna banyak agama mengecam atheis. saya percaya kita akan tau kebenaran itu setelah kita mati. ( jangan peduli jika ada agama lain yg menjudge anda ) jadi tetap cari kebenaran yang sesungguhnya berdasarkan hati nurani anda yg berharga itu karna jaman skrg banyak org beragama tapi hati nuraninya entah kemana.

  37. memang atheis punya tuhan yaitu logika… lalu bagaimana anda bisa menjelaskan kalau langit itu punya 7 tingkat… jika bissa dimmanakah letak langit 2 sammpai 7

  38. Hanya sekedar share tanpa menganggap diri saya “so suci” juga 😀 dan tanpa bermaksud mendakwahi siapapun! mungkin mba bisa cari “alternativ” lain untuk mengenal ” agama/Tuhan” atau apalah terserah mba ajj bagaimana mengartikannya 🙂 mba mungkin bisa coba membaca al Qur’an translite ke Bahasa Indonesia aja langsung gk apa-apa atau English juga gk apa-apa, nah nanti mba bisa coba dengan segala keilmuan mba atau dari segi aspek apapun yg mba pahami, cobalah mba bantah/sanggahlah alQur’an tersebut sekeras mungkin yg mba bisa dari seluruh ayat dari awal sampai akhir atau gk dari posisi ayat manapun yg mba suka.. 🙂 cuman itu aja kok mba 🙂 mohon maaf kalo ada kata atau tulisan “jelek” saya 😀 yg tak berkenan di hati mba, sekali lagi saya minta maaf.. Good luck semoga Allah SWT memberimu hidayah Nya.. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s