Mengapa saya memutuskan menjadi ateis? Cerita Dewi Rainny ( sumber kompasiana)

Original writer : Rainny
Sumber: kompasiana

Jangan takut, ini bukan upaya atheisasi. Orang Indonesia boleh jadi takut dengan ‘kristenisasi’ dan di Eropa, orang takut dengan ‘islamisasi.’ Tapi ini bukan upaya atheisasi. Upaya mengkonversi orang-orang beragama menjadi atheis bertentangan dengan prinsip atheisme itu sendiri. Atheisme bukan kepercayaan yang harus diimani begitu saja. Atheisme adalah keyakinan seperti keyakinan ilmiah yang harus ditemukan sendiri.

Atheisme nyaman bagi diri saya, melegakan batin saya, tetapi sulit berhadapan dengan tekanan sosial di Indonesia.

Orang masih memicingkan mata pada atheisme, menganggap atheis sebagai orang paling hina di muka bumi. Atheis dianggap sebagai sumber kekejian dan kebejatan moral.

Atheis bukanlah orang tanpa etika dan moral, hanya saja atheisme tidak mendasarkan moralitas dan etikanya pada ajaran Tuhan, melainkan pada akal budi manusia. Saya kira bukan tempatnya di sini untuk memberi penjelasan apa itu atheisme.

Saya menjadi atheis bukan karena keluarga, bukan karena teman, bukan karena akibat pernikahan (tidak jarang orang pindah agama untuk menyesuaikan diri dengan UU Pernikahan di Indonesia). Saya menjadi atheis melalui pergulatan panjang mencari Tuhan.

Saya dilahirkan dari keluarga Islam lengkap dengan azan di telinga ketika saya baru saja dilahirkan. Saya belajar membaca Al-Quran sedari kecil, ikut pengajian di musala, puasa, tarawih dan membayar zakat seperti layaknya anak-anak dari keluarga muslim lainnya.

Orang tua saya, keduanya muslim yang taat dan sangat tolerans dan sangat mendorong kebebasan berekspresi serta mendorong saya untuk mencintai membaca juga dekat dengan sains dan ilmu pengetahuan.

Berangkat dewasa, mulai sejak kira-kira usia SMP, masih rajin sholat, saya mulai mempertanyakan Tuhan. Belajar Pancasila di sekolah, yang lebih mirip indoktrinasi daripada diskusi megenai ideologi dan filsafat dengan bapak dan ibu saya, saya mulai penasaran dengan Ketuhanan Yang Maha Esa dan Bhinneka Tunggal Ika. Mengapa ada banyak Tuhan? Jika semuanya adalah Tuhan yang sama mengapa aturan, tuntunan dan tuntutannya berbeda.

Dari situ saya mempelajari praktis semua agama yang ada di Indonesia, menemui romo, pedanda, biksu, dan pendeta, selain tentu saja dengan ustad dan kyai. Perjalanan yang indah mengantarkan saya pada pertemuan dengan Romo Mangun dan Gus Dur (yang adalah teman bapak saya). Masih pula saya tidak menemukan jawaban atas salah satu pertanyaan saya: Agama apa yang paling bisa mengantar penganutnya pada Tuhan.

Kemudian saya menemukan bahwa pertanyaan tersebut salah, karena jawaban yang tersedia adalah:

– Semua agama sama baiknya

– Ikuti kata hatimu sendiri

Pencarian saya mengenai semua agama sama baiknya berujung pada dilema, seperti semua kecap adalah kecap no. 1, berarti semua agama sama buruknya. Agama A mengatakan A-lah agama paling baik, dan agama B buruk. Sebaliknya agama B mengatakan hal yang sama mengenai dirinya sendiri, dan mengkatagorikan agama A sebagai agama yang tak baik. Jika ada 1.000 agama di dunia, memilih salah satu berarti berharap 1 surga, tetapi bersiap masuk 999 neraka agama lain yang disiapkan bagi orang ‘kafir’.

Pencarian saya pada tokoh-tokoh agama berpikiran luas mengantarkan saya pada kata-kata bijak, “Agama itu seperti makanan, ya, makanan jiwa, pilih yang sesuai selera, dan sreg. Walaupun katanya bergizi, tapi kalau makannya terpaksa, ya juga nggak akan enak dan nggak akan membawa manfaat buat kamu.”

Saya mulai dengan menjadi seorang peragu, skeptis, di SMA, usia 16–17 tahun. Lalu di usia 18 saya menjadi agnostik. Di usia 20 saya menjadi seorang atheis.

Perjalanan pencarian saya atas Tuhan juga membawa saya pada beberapa orang atheis yang sama sekali tidak menganjurkan saya menjadi atheis. Semua atheis yang saya jumpai mengatakan, kurang lebih, “Ikuti akal budimu, sergaplah ilmu pegetahuan, pelajari sejarah peradaban manusia.”

Atheis yang baik, menurut mereka, bukanlah seorang pendakwah yang mencari sebanyak-banyaknya pengikut, tetapi orang-orang yang mendasari moralitasnya pada akal budi manusia serta mengakui segala keterbatasannya. Atheisme bukanlah sebuah keyakinan yang menurun dalam keluarga, boleh jadi bukanlah sesuatu yang mudah diajarkan. Atheisme, adalah sebuah hasil pencarian seseorang yang bersifat personal. Seorang atheis yang baik adalah mereka yang cukup berani mempertanyakan segala sesuatu dan giat bekerja serta belajar untuk mencari jawabnya. Seorang atheis yang baik tidak bisa yakin sebelum meragukan sesuatu terlebih dahulu. Seorang atheis tidak boleh gemar mencontek karena malas mencari jawaban. Seorang atheis yang baik tidak boleh menjadi atheis karena dipengaruhi orang lain. Dengan kata lain atheisme hanya bisa ditemukan dan dialami sendiri. Seorang atheis yang baik tidak akan mendorong apalagi membujuk orang lain untuk jadi atheis, tetapi membiarkannya tumbuh dalam pencarian.

Pencarian saya berakhir pada atheisme. Saya sangat yakin bahwa Tuhan tidak ada, dan hanya ada kemungkinan kecil sekali Tuhan (beserta neraka dan surganya) ada. Tuhan mungkin saja ada, karena sangatlah tidak ilmiah mengatakan Tuhan pasti tidak ada, toh ilmuwan tidak bisa membuktikan ketiadaan Tuhan, walaupun tidak ada pula orang yang pernah membuktikan kehadiran Tuhan. Russell memberi analogi yang baik mengenai poci teh (teapot) yang mengorbit antara bumi dan Mars.

Saya sampai pada pencarian saya, bagaimana sejarah peradaban manusia memelihara kerinduan manusia akan adanya kepastian, kebutuhan sosok imajiner yang Maha Adil, Maha Kasih, Maha Kuasa, dan bagaimana manusia berangsur-angsur menciptakan sosok Tuhannya, membunuhnya atau meninggalkannya, lalu menciptakan sosok Tuhan baru.

Sampai akal budi dan pengetahuan manusia cukup berani mengakui keterbatasannya, dan mengatakan, “Cuma itu yang kita punya, berterimakasihlah pada kita sendiri.” Memiliki Tuhan Yang Maha Kuasa tapi juga pada saat yang sama bersusah payah menyembunyikan diriNya sendiri tidak membantu manusia dalam cara apapun, kapanpun, dan di manapun, kecuali untuk menenangkan hati sendiri akan adanya kepastian mutlak dan harapan akan hadirnya keadilan sejati di alam lain.

Saya tidak memusuhi agama dan orang-orang beragama atau berTuhan. Tidak seperti orang-orang beragama yang memusuhi orang-orang tak bertuhan. Saya tidak ingin menyadarkan orang-orang beragama untuk meninggalkan Tuhannya. Saya hanya ingin orang-orang atheis (di Indonesia khususnya) yang masih dalam ketakutan atau tekanan sosial yang berat untuk bebas dari ketakutan dan tekanan.

Saya sadar bahwa orang bermacam ragam. Ada yang masih perlu Tuhan, dan ada yang tidak perlu Tuhan. Saya adalah tipe orang kedua. Kalau saya berbuat baik, bukan hidup abadi di surga yang saya harapkan, tapi karena saya tahu bahwa perbuatan itu harus saya lakukan. Kalau saya tidak berbuat jahat, bukan siksa neraka yang saya takutkan, cukup karena saya tahu perbuatan tersebut tidak pantas dilakukan.

Menjadi seorang atheis, di Indonesia, adalah perjalanan yang melelahkan, berat, dan berliku. Dilihat dari pengalaman saya, jauh lebih sukar daripada menjadi seorang yang beragama. Bahkan saya belum bisa menghapuskan kata “Islam” dari KTP saya, pun ketika saya menikah, sesuai UU saya masih harus mengikuti aturan yang berlaku. Bagi sesama atheis di Indonesia, saya hanya bisa mengatakan, “Jangan takut, kamu tidak sendirian.”

Iklan

750 thoughts on “Mengapa saya memutuskan menjadi ateis? Cerita Dewi Rainny ( sumber kompasiana)

  1. Saya sangat tertarik membaca artikel ini, rasa ingin tau saya tentang bagaimana orang bisa menjadi ateis dan membawa saya pada artikel ini,
    Saya sangat setuju dengan kakak tentang banyak nya agama dan banyak nya Tuhan, menurut saya, Tuhan yang sebenarnya itu bukan seperti Tuhan yg di ceritakan di berbagai kitab suci, tetapi lebih dari itu,menurut saya pada dasarnya kehidupan terjadi pada hal-hal yg harus khusus seperti istimewanya bumi di bandingkan dengan planet lain, yg menjadi pertanyaan, apakah kekhususan itu terjadi begitu saja ?
    Menurut saya itu tidak terjadi begitu saja, ada kuasa yg maha besar membuat kekhususan itu ada pada bumi kita, kekuasaan besar itu lah yg saya percayai sebagai Tuhan, bukan yg ada di kitab suci yang di tulis oleh orang2 yg menyampaikan hasil dari subjectivitas dirinya mengenai Tuhan…

    Dan kemudian, masih ada banyak hal dari alam semesta yg belum kita ketahui, bayangkan alam semesta ini begitu besar, dan bergerak menurut sistem tertentu, dan tentu saja alam semesta ini bukan tercipta dari hal yg kebetulan, pasti ada Sesuatu yang maha agung yg mengatur ini semua dan dia adalah Tuhan yang sebenarnya….

  2. orang atheis selalu di pojokan karna dia pastinya di anggap sebagai ancaman karna dia tidak punya konsep ketuhanan yang menjadi landasan norma dan nilai adat budaya dan dan aturan yang membuat seorang nyaman dengan si atheis

  3. hai,saya atheis dan saya jatuh cinta dengan orang yang menulis ini

    jika ada teman saya yang masih tertekan diluar sana oleh pihak lain

    mudah-mudahan kalian bisa mengikuti kata-kata saya

    “Saya”
    jangankan hanya ditekan oleh satu indonesia, hanya oleh satu negara
    seluruh tata surya jika ingin meledakan ku silahkan coba
    siapa yang lebih kuat siapa yang lebih gila.

    perlu diketahui hidup gua lebih berarti dari semua yang dapat disebutkan

  4. hai saya atheis dan untuk yang menulis ini (I Love You)
    jangankan hanya ada yang menekan ada yang mau membunuh pun saya tidak peduli

    sekali lagi I Love You yah baca dengan tegar,, jika ada kesulitan anda bisa bicarakan dengan saya akun facebook saya namanya juga abdul wahid add aja kalau perlu dan kirim pesan biar saya kenal

  5. Liat tuhh vidio dr. Zakir naik .. dia belajar tentang semua agama dari buddha, kristen, islam , yahudi . ALLAH GAK BUTUH LOE PERCAYA PA GAK, ALLAH JUGA GAK BUTUH LOE PEDULI SAMA ALLAH, ALLAH JUGA GAK BUTUH LOE BERIMAN KEPADA ALLAH KARNA KITA YANG BUTUH ALLAH UDAH SHLAT UDAH NGAJI UDAH ZAKAT HEEEEEH… INGET RUGI PENYESALAN GAK DATANG DI AWAL TAPI DI AKHIR .

  6. harusnya judulnya para pencari tuhan….. saya juga terus mencari dan ingin bertemu dengan tuhan .. saya mempunyai pemikiran kalau tuhan itu adalah batas kemampuan berfikir kita sebagai manusia… kita belum tau bagaimana sebenarnya alam semesta ini terjadi atau bagaimana awalnya manusia ada…akhirnya semua itu dijadikan alasan bahwa yang menciptakan itu semua tuhan…. … tidak usah mencari tuhan deh…. tiba-tiba uang kita hilang saja kita berfikir yang macam2 … wah diambil tuyul nih… karena kamar kita dalam keadaan terkunci… yang disalahkan tuyul… itu semua karena kemampuan berfikir kita yang terbatas dan masing masing manusia mempunyai kemampuan berfikir yang berbeda …. kalau dalam ilmu pengetahuan atau dunia pendidikan Albert einstein diakui sebagai orang yang jenius tapi tetap mengakui adanya tuhan….. kita ko yang bodoh tidak mau mengakuinya..walaupun tuhan versi dia itu berbeda dengan versi agama…. nah kalau menurut saya para nabi itu orang yang jenius dalam hal agama…. kalau tujuan diciptakannya agama adalah untuk kebaikan manusia, tapi bila agama ternyata tidak bisa menciptakan kebaikan bukan salah agamanya…tapi salah manusianya….contoh kalau senjata tajam/ api berada ditangan yang tepat sangat berguna …tapi bila berada ditangan yang tidak bertanggung jawab sangat merugikan orang lain… karena peralatan itu diciptakan utk membantu manusia mencapai keinginannya…. sama seperti agama diciptakan utk menjadikan kehidupan yang lebih baik…. jadi terus lah mencari tuhan….jangan berhenti karena maih banyak manusia yang tidak mau mencari

  7. padahal asal mula pengetahuan dari Agama loh. Mulai dari perdagangan, hukum, pernikahan, dan lain-lain yang dikembangkan sendiri oleh manusia untuk manusia sesuai dengan perkembangan zaman. Pantas saja berkemungkinan munculnya perbedaan faham yang dilakukan manusia jaman dahulu (sehingga menimbulkan perpecahan golongan). kita semua golongan yang mana? masih sudikah mencari jawaban?

    Kalau anda masih terpacu oleh argumen sendiri, kapan anda bisa mengembangkannya? bukannya malah merasa tersesat?
    pencarianmu belum sepenuhnya sempurna mbak. belum kritis. masih banyak yang terlewatkan. anda itukan bukan ilmuwan.

    Bayangkan saja, para ilmuwan sudah membuktikan tentang rahasia tata surya, tapi mereka belum bisa membuktikan keberadaan Tuhan.
    Lah, anda? sudah membuktikan lebih dari tata surya tidak? yang menyangkut hal kecil seperti tata surya saja belum terjawab apalagi membuktikan keberadaan TUHAN?

    Coba fikirkan, asal mula bayi yang “kata ilmuwan” dari zat-zat kimia itu. seandainya tidak ada ruh/nyawa, mungkin bayi itu lahir sudah tinggal jasadnya saja. dia lahir tanpa suara tangis yang menyertainya. nah, kira-kira dari mana datangnya ruh?

    masih banyak sebenarnya hal-hal yang sebenarnya masih bersifat rahasia untuk umat manusia. tidak ada yang tau mengapa hal tersebut dirahasiakan karena hal tersebut adalah rahasia.

    seperti kematian, kelahiran, penciptaan, kehancuran, semua rahasia. Jadi tidak perlu mendetail sekali pemikirannya jika kamu tidak “Mampu”. pemikiranmu itu bagi saya terlalu jauh untuk ukuran anak SMA. apalagi kamu mencari hal-hal itu sendiri (tanpa pembimbing) di usia labil seperti itu. Pasti masih banyak pertanyaan yang berkibar di pikiranmu sehingga kamu berpikiran “ya sudahlah” seperti itu?

    Kalau memang kamu seorang pencari, bisakah kamu tinggalkan urusan dunia dan mencari sejuta pertanyaan yang dulu kamu fikirkan? kamu pencari kan? bukan idealis? beneran pencari?

    Hati-hati..

  8. Karl Marx dia sajikan buku tentang sociopolitical theories setelah kita baca baru kita tau kalo dia ateis, gitu loh. Sedangkan kamu ini apa…baru segitu sudah ngaku2 ateis…tai kucing !!!

  9. Ping-balik: Responku – " Black White "

  10. Saya pertama kali mendapat keraguan tentang agama saat saya mengaji di TPA dan ustadz saya pernah menceritakan bahwa orang kafir yang menentang islam darahnya halal dibunuh,lah,saya kaget ada gejolak dalam hati saya,bagaimana bisa agama yg seharusnya membuat manusia dekat dengan tuhannya malah mengajarkan hal hal yg keji terhadap manusia lainnya,
    Saya pun sejak saat itu mulai mempelajari lebih dalam tentang agama saya,saya merasa makin lama makin menyadari bahwa dalam agama saya itu kok ajarannya seperti dibuat untuk kepentingan pribadi dan golongannya,contohnya pada awal ajaran,rasul tdk membolehkan perang tetapi stlh kafir ingin menyerang rasul lalu tiba tiba mendapat wahyu membolehkan perang terhadap kaum yg menentang,
    Ini seperti dipolitisasi tdk mungkin tuhan ajarannya berubah ubah sesuai keadaan hambanya,lagi terdesak atau gak,ini tdk logis dan masih banyak lagi ajaran yg berubah lainnya
    Contoh kedua,kita tdk boleh berteman dengan orang kafir yg benci agama kita”
    Ini seperti tdk bertoleransi,dan ini bisa menimbulkan kebencian dan perang,tdk mungkin
    tuhan menyuruh ciptaannya saling mebenci satu sama lain
    Contoh ketiga nabi muhammad mengaku sbgai nabi terakhir”
    Menurut saya seharusnya tuhan mengutus nabi,hingga akhir zaman manusia untuk membimbing manusia supaya manusia tdk tersesat.
    Contoh keempat,adanya jihad untuk memerangi orang kafir”
    Saya tanya ke orang orang
    :Terorist kan berjuang dijalan allah(jihad)kenapa kita harus menentang keberadaan terorist,dengan menentang terorist berarti menentang ajaran agama sendiri?
    Orang orang selalu menjawab:mereka itu tdk islam,islam tdk diajarkan begitu
    Lalu saya tanya balik,kan emangnya ajaran islam bahwa kita disuruh memerangi orang kafir dan sekutunya serta mengakkan panji allah ,ya berarti terorist itu islam dan menjalankan ajarannya?
    Dia menjawab:ada hal yg tdk kamu mengerti

    Saya mikir dong,apa yg tdk saya mengerti,bukannya dia yg tdk mengerti itu adalah berjuang di jalan allah dan saya yakin jawaban orang itu dia ngambil dari jawaban orang lain makanya jawaban setiap pertanyaan kyk gitu sama melulu

    Masih banyak contoh lainnya dan saya pun
    Mempelajari agama lain,dan ini sepenggal keraguan saya trhdp agama lain yg saya pelajari
    1.budha
    Di budha diajarkan bahwa ada budha budah sebelum shidarta gautama dan shidarta gautama merupakan budha terakhir,dan anda tau pasti alasan kenapa saya gk memercayai agama budha dan menurut pemikiran saya agama budha lahir karena pertentangan pangeran shidarta atas ajaran hindu yg mengolongkan manusia melalui harta,kekuasaan dan ilmunya
    2.hindu
    Di hindu diajarkan bahwa tuhan itu satu hanya saja cara menyembahnya yg berbeda beda dan itu sebabnya mengapa hindu mempunyai banyak dewa dan mengapa hindu tdk pernah memerangi agama lain,
    Menurut saya tuhan harus nya disembah dengan satu macam dan cara bukan berlainan,jika ada berbagai macam cara menybah tuhan maka akan menimbulkan perpecahan,karena memisah misahkan cara menyembah tuhannya
    3.nasrani
    Seharusnya tuhan tdk memiliki anak dari manusia,jika tuhan memiliki anak dsri manusoa mengapa dia tdk menciptakan anaknya langsung tanpa perantara manusia,
    Perkawinan tuhan dan manusia mengingat saya akan dewa dewa olympus wkwkw

    Dan banyak agama lainnya yg tdk dapat saya jelaskan satu satu,dan komemtar saya ini saya harapkan tdk menyudutkan arau menyinggung umat agama itu
    Komemtar ini saya tulis supaya anda lebih menghargai orang yg beragama lain ataupun yg tdk beragama

    Saya mau cerita sedikit setelah saya menjalani cara pandang ini,membuat saya makin membuat saya bisa bertoleransi dengan orang yg bersudut pandang berbeda,
    Mebuat saya lebih menghargai orang lain
    Keburukan orang indonesia adalah mereka tdk pernah melihat dengan sudut pandang berbeda mereka tdk pernah mau merasakan apa yg dirasakan orang lain,dan orang indonesia itu selalu mengungkit ungkit masa lalu dan sombong trhdp masa lalu,
    Mungkin orang indonesia harus belajar bagaimana supaya dapat menghargai orang lain dengan sudut pandang yg berbeda jika kita begitu maka kita lebih merasakan apa yg telah orang lain rasakan,
    Saya yakin komentar ini banyak dapat kecaman. Tapi saya akan menghargai apa yg anda kecam kpd saya.

  11. Kisah Hidup beberapa orang yang dulunya Ateis, berubah setelah mempelajari Alkitab bersama Saksi Saksi Yehuwa.

    REPUBLIK DOMINIKA
    Dari Pemberontak dan Ateis Menjadi Hamba Allah
    Juan Crispín
    LAHIR 1944
    PROFIL Mantan ateis yang telah melayani Yehuwa dengan setia selama 50 tahun.

    SAAT masih muda, saya kecewa dengan agama karena terus bermusuhan. Saya juga tak mengerti kenapa Allah biarkan ketidakadilan dan kemiskinan, atau kenapa ada banyak sekali orang beragama yang hidupnya tidak sesuai dengan Alkitab. Karena itu, saya jadi ateis. Saya percaya cuma perubahan politik besar-besaran yang bisa bereskan masalah dunia ini.

    Tahun 1962, saya mulai baca majalah Sedarlah! Lalu tahun 1963, saya setuju untuk belajar Alkitab dengan Saksi-Saksi Yehuwa. Apa yang saya pelajari itu punya pengaruh besar terhadap diri saya. Saya baru tahu kalau Allah tidak ada hubungannya dengan kekejaman banyak agama dan Dia ingin agar manusia hidup bahagia. Dua bulan setelah belajar, saya mulai cerita ke orang-orang kalau Kerajaan Allah akan mengubah dunia yang rusak ini. Saya dibaptis tahun 1964 dan menjadi perintis istimewa tahun 1966. Kebenaran benar-benar selamatkan hidup saya. Bekas teman-teman pemberontak saya akhirnya kabur ke luar negeri, dipenjara, atau mati dengan tragis. Saya bersyukur kepada Yehuwa karena Dia mengubah saya dari seorang ateis tanpa harapan menjadi hamba Allah yang punya harapan hidup di dunia baru.

  12. Kisah Hidup beberapa orang yang dulunya Ateis, berubah setelah mempelajari Alkitab bersama Saksi Saksi Yehuwa.

    ”Saya Dibesarkan sebagai Orang Ateis”

    PROFESOR František Vyskočil dari Charles University, Praha, dikenal dunia internasional karena risetnya di bidang fisiologi sistem saraf. Dulunya ia seorang ateis, tetapi sekarang ia sepenuhnya percaya kepada Allah. Dalam wawancara dengan Sedarlah!, Profesor Vyskočil menjelaskan mengapa sudut pandangnya berubah.

    Bagaimana pandangan Anda terhadap agama sebelum Anda memulai karier di bidang sains?

    Saya dibesarkan sebagai seorang ateis, dan Ayah sering mengejek para pemimpin agama. Saya lulus perguruan tinggi pada 1963 dengan gelar di bidang biologi dan kimia. Semasa sekolah, saya percaya bahwa teori evolusi menjelaskan keanekaragaman kehidupan.

    Ceritakanlah sedikit tentang karier Anda di bidang sains.

    Selama program pasca doktoral, saya mempelajari sifat-sifat kimiawi dan elektris dari saraf sinapsis. Saya juga mempelajari neuron, pompa membran, transplantasi, dan berkurangnya kepekaan akibat obat-obatan. Banyak hasil pemelajaran saya yang telah diterbitkan, dan beberapa artikel terpilih sebagai patokan. Belakangan, saya menjadi anggota Masyarakat Terpelajar Republik Cheska, sebuah komunitas ilmuwan yang dipilih oleh kolega mereka. Setelah ”Revolusi Beludru”, Desember 1989, saya diangkat menjadi profesor di Charles University dan diizinkan mengadakan perjalanan ke negeri-negeri Barat untuk bertemu dengan para kolega, yang beberapa di antaranya adalah penerima hadiah Nobel.

    Pernahkah Anda berpikir tentang Allah?

    Bisa dikatakan, ya. Kadang-kadang, saya bertanya-tanya mengapa banyak orang yang berpendidikan tinggi, termasuk beberapa profesor saya, percaya kepada Allah—meski tidak secara terang-terangan karena ada tekanan rezim Komunis. Namun bagi saya, Allah adalah temuan manusia. Saya juga gusar karena kekejaman yang dilakukan atas nama agama.

    Bagaimana Anda sampai berubah pandangan tentang evolusi?

    Saya mulai meragukan evolusi ketika mempelajari sinapsis. Saya sangat terkesan dengan tingkat kerumitan yang luar biasa pada sambungan-sambungan di antara sel-sel saraf yang katanya sederhana. Saya bertanya-tanya, ’Bagaimana sinapsis dan program genetik yang mengatur pembentukan serta perilakunya merupakan produk kebetulan semata?’ Itu benar-benar tidak masuk akal.

    Kemudian di awal 1970-an, saya menghadiri ceramah seorang ilmuwan dan profesor Rusia. Ia menyatakan bahwa organisme hidup tidak mungkin dihasilkan oleh mutasi acak dan seleksi alam. Seseorang di antara hadirin kemudian menanyakan di mana jawabannya bisa ditemukan. Sang profesor mengambil sebuah Alkitab kecil bahasa Rusia dari jaketnya, menunjukkannya, dan mengatakan, ”Bacalah Alkitab—khususnya kisah penciptaan di buku Kejadian.”

    Belakangan, di lobi, saya bertanya kepada sang profesor apakah ia serius tentang Alkitab. Intinya, ia mengatakan, ”Bakteri sederhana bisa membelah kira-kira setiap 20 menit dan memiliki ratusan protein yang berbeda, masing-masing memuat 20 jenis asam amino yang tersusun dalam rantai-rantai yang panjangnya bisa ratusan. Agar bakteri bisa berevolusi melalui tahap-tahap mutasi yang berguna dibutuhkan waktu yang sangat panjang, jauh lebih panjang daripada tiga atau empat miliar tahun, yang diyakini para ilmuwan merupakan jangka waktu adanya kehidupan di atas bumi.” Menurut sang profesor, buku Kejadian dalam Alkitab lebih masuk akal.

    Bagaimana komentar profesor itu memengaruhi Anda?

    Kesimpulan beliau, dan juga keraguan yang terus mengganggu saya, menggerakkan saya untuk membahas pokok ini dengan beberapa kolega dan teman saya yang religius, namun bagi saya pandangan mereka tidak meyakinkan. Kemudian, saya berbicara kepada seorang farmakolog yang adalah Saksi Yehuwa. Selama tiga tahun ia menjelaskan Alkitab kepada saya dan istri saya, Ema. Dua hal membuat kami takjub. Pertama, ”Kekristenan” tradisional ternyata jauh berbeda dari Alkitab. Kedua, Alkitab, meskipun bukan buku sains, sebenarnya selaras dengan sains sejati.

    Apakah perubahan pandangan Anda menghambat penelitian ilmiah Anda?

    Sama sekali tidak. Setiap ilmuwan yang andal, tidak soal kepercayaannya, harus bersikap seobjektif mungkin. Namun, iman saya telah mengubah saya. Antara lain, saya sekarang tidak terlalu percaya diri, tidak suka bersaing, dan tidak menyombongkan kecakapan ilmiah saya, tetapi bersyukur kepada Allah atas kecakapan apa pun yang saya miliki. Selain itu, ketimbang seenaknya menganggap rancangan menakjubkan yang nyata dalam ciptaan sebagai suatu kebetulan belaka, saya dan juga sejumlah ilmuwan bertanya, ’Bagaimana Allah merancang ini?’

  13. Pelajarilah semua ciptaan Tuhan, maka kamu akan menemukan kehebatan Tuhan. Tidak ada sesuatu yang terjadi hanya karena sebuah kebetulan.
    Semua keajaiban di alm semesta tentulah ada yang menciptakan.

  14. Kenapa susah percaya sama Tuhan?
    Anda boleh tidak percaya dengan 1 agamapun. Tapi Tuhan??
    Setidaknya Dialah yang bisa anda jadikan pegangan saat logika anda gagal berguna.
    Damn, dapatkan anda menjelaskan semuanya?

  15. Pernahkah anda pergi ke suatu tempat yang bentuk jalan, rumah tata kota yg tidak pernah anda jumpai sebelumnya? Kl pernah, pernahkah anda berpikir bahwa hal itu mgkn saja terjadi di dunia kita, apalagi nanti setelah kita mati, kira apa yg terjadi?
    Kita tidak bisa membuktikan Tuhan itu ada karena kita tidak mempunyai alat untuk itu, dan kita juga tidak bisa membuktikan ketiadaan Tuhan hanya dengan membuat analogi2 atau melihat ayat2 yang tidak konsisten.
    Lihatlah orang2 yg pikirannya spt karl max, apakah dia bahagia, buah pemikirannya di pakai bnyk org tetapi dia bunuh diri. Bnyk artis juga bunuh diri, krn ada yg hilang dlm diri mereka.
    Lalu lihatlah orang2 akademisi yang soleh. Apakah mereka bahagia?

  16. saya suka sekali dengan kata ini “Saya tidak memusuhi agama dan orang-orang beragama atau berTuhan. Tidak seperti orang-orang beragama yang memusuhi orang-orang tak bertuhan.” saya juga seorang atheis yg masih di bawah ketakutan untuk menekspresikan diri, saya juga tertekan kpn ayah saya yg seorang muslim dan anti atheis. beliau selalu mengedepankan “percaya” saat saya tidak bisa percaya dengan begitu saja. saya jadi atheis karena saya membuka pikiran saya, saya tidak hanya berpandangan akan 1 kepercayaan saja. saya memutuskan untuk jadi seorang atheis jg dlm perjalanan panjang. saya jg punya pertanyaan” yg saat saya tanyakan ke org yg beragama dijawab dgn jawaban yg tidak pasti, entah itu “tuhan itu nyata”, “kitab suci itu asli dari tuhan”, “agama tidak bisa dibandingkan dengan nalar manusia, kita harus 100% percaya”. seperti contoh apakah iya agama itu murni dari tuhan? yakin agama itu dulunya tidak hanya kepercayaan biasa seperti kepercayaan suku pada sukunya kemudian berkembang hingga saat ini yg menurut saya ada unsur doktrinnya, trus pendapat seseorang tentang seorang guru(tuhan) dan muridnya(manusia) dengan banyak buku pelajaran(agama). bahkan ayah saya menyuruh menjauhi beliau dan akan mengusir saya dari rumah jika saya sampai jadi seorang musrik(org yg keluar agama dari islam) yg notabenenya rumah tsb milik anak dari ibu saya(saya 3 bersaudara dan yg tertua) jadi bukan milik ayah saya, miris saja saat org beragama bisa dgn gampangnya memutuskan untuk memusuhi kita hanya krn beda pandangan i mean c’mon jalani kehidupan mu dan aku akan jalani kehidupan ku sendiri as simple as that apa iy perlu bermusuhan?

  17. wow kamu atheis ,,… kamu benar kamu gak sendirian tapi kamu adalah benih virus indonesia untungnya kamu hanya atheis yang hanya mengharapkan kedamain yang sesungguhnya bukan seorang lbgt haruskah aku katakan kamu itu butuh kebebasan

  18. Beginilah uniknya manusia dibanding makhluk hidup lain. Orang yang Atheis itu menurut saya adalah orang yang memang menggunakan kecerdasan otaknya pada titik yang sangat maksimal. Mereka mencari dan terus mencari, dan berevolusi. Btw saya sendiri sampai saat ini masih seorang Muslim, mungkin saya juga akan Atheis kalau agama saya tidak mengakomodir pencarian saya terhadap Tuhan. Dalam konsep Islam, Tuhan itu ternyata universal dan fleksibel. Soal ritual keagamaan, buat saya sendiri itu cuma budaya turun-temurun yang sudah kadung menjadi rutinitas kebiasaan, sama halnya seperti kita mencari makan, seperti kita bekerja, dsb.

    Soal surga dan neraka, buat saya itu seperti cerita yang yang saya yakini bisa menjadi penyemangat, penyemangat agar saya tidak khawatir atas segala nafsu yang tertanam. Ya manusia itu selalu punya nafsu, agar nafsu saya tidak lepas kontrol, saya menjadikan surga dan neraka sebagai tombol pengontrolnya. Kalau gak punya kontrol akan itu, saya khawatir akan menjadi sumber kerusakan terbesar alam semesta, ya seperti para diktator-diktator barat dulu. Terlepas surga dan neraka itu ada, yang penting saya tidak merusak alam semesta sewaktu hidup menjadi manusia karena telah meyakini bahwa surga neraka lah tombol pengontrolnya.

    Salam damai.

  19. Terimakasih atas artikel yg telah di bagikan ke kami, sehingga kami paham tentang kejiwaan orang2 atheis yang ingin hidup bebas (tidak ingin beribadah), yg beda dengan kami memiliki agama dan mau melaksanakan ibadah sesuai dengan anjuran agama kami masing2. Selamat menjalankan kehidupan Atheis dan kami menjalankan agama kami masing2 sesuai dengan ajarannya. walaupun berbeda tapi kita tetap satu, bangsa indonesia. Jangan menjadikan perpecahan antara kita. O iya, saya orang muslim, buat saudara2 ku sesama muslim biarlah mereka dengan kesesatan nya, kita tidak akan bisa memberikan pemahaman dan petunjuk kepada mereka tanpa ada kehendak dan petunjuk dari Allah swt.

  20. sekedar tambahan pemikiran….atheis adalah pilihan personal dengan basis pengetahuan walaupun banyak pendapat bukan suatu keyakinan tapi ujung pencarianya adalah menimbulkan rasa keyakinan pula. kita tahu dan sadar secara pikiran bahwa disatu sisi begitu luasnya pengetahuan itu. secara personal tdak mungkin memilih,memilah dan meramu pengetahuan mana yang betul apalagi harus di cek metodologinya karena manusia memiliki berbagai keterbatasan waktu, pemahaman yang berbeda karena kemampuan mentejemaahkan dari bahasa yang berbeda(bahasa lisan, bahasa tuisan, belum lagi penggunaan bahasa tulisan yang ditujukan untuk tujuan tertentu yang tentunya menggunakan gaya bahasa yang berbeda, misalnya untuk riset/jurnal jelas berbeda untuk tulisan majalah, surat kabar, dengan berbagai jenis kelompok konsumen dewasa,remaja dan anak anak ) pengalaman hidup yang berbeda, kemampuan menganalisis yang beragam, kecocokan metodedolgi yang berbeda, cara pandang yang berbeda dan entah berapa faktor lainnya yang mempengaruhi realitas hidup untuk sampai kepada pngambilan keputusan yang mungkin masih fenomena. selain itu teori yang dari masa ke masa yang selalu berubah karena ilmu itu dibatasi oleh asumsi asumsi…bila memikirkan hal ini kita akan mati terlebih dahulu. Menurut pendapat saya cara memahami tuhan baiknya memahami baik secara pikir maupun rasa diawali dari sistem yang ada pada diri sendiri secara jujur maksudnya unsur lahiriah pisik, bathiniah spiritual dan unsur kejiwaan selanjunta lingkungan mikro, makro,mega dan super mega sistem dan seterusnya, lakukan secara induktif dan deduktif agar ada konfrmasi saat olah pikir dan hati. saya merasa cocok dengan literatur sains yang layak dipelajari yaitu “http://www.harunyahya.com/” berita videonya juga ada di youtube. karena keyakinan akan menghasilkan sikap maka kuncinya dalah carilah literatur yang memiki karakteristik pedoman hidup yang memang buku itu merupakan mukjijat yang menunjukkan gambaran umum (bahkan tidak menutup kemungkinan terdapat kedetailan) secara terintegrasi ada didalamnya, mampu menyampaikan sejarah masa lalu dan yang akan datang, mampu menyampaikan teori kausalitas, terstruktur sistematis (dapat dijelaskan dan dikonfirmasi dengan literatur terkait yang mendukungnya seperti hadist sahih, dan informasi terpercaya lainnya) tidak bertentangan antara satu ayat/pasal dengan pasal lainnya, dan blla diimplementasikan dengan benar maka akan menciptakan kedamaian dan kebenaran dapat ditegakkan. selanjunta Bila seseorang bersikap diluar pedoman hidup tersebut jangan salahkan pedomannya tetapi pelakunya (perbedaan dasein dan dasolen) …. tetaplah melakukan pencarian secara jujur dengan hati terbuka jangan antithesis dulu karena proses pencarian itu merupakan bagian dari mencari hidayah Allah SWT yang maha berkehendak dan maha pengatur…. panduan yang saya pakai adalah Al Qur’an, ia memberi ruang yang lebar kepada manusia untuk berfikir dan mengoptimalkan potensinya sebagai mahluk yang sempurna ……. silahkan kaji Kitab tersebut lalu diskusikan dengan para peneliti dimanapun …. domain, Fisika, Kimia, Biologi,Psikologi, kedokteran, soial, budaya, politik, ilmu pertahanan, ilmu perang, ilmu matematika, ilmu bahasa, humaniora ada disana…. namun jangan terlena karena manusia dibatasi dengan kelemahan bisa sakit, uzur, kematian.

    beberapa ayat dari 6.666 dalam Al Quran ini mungkin layak dikaji
    Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS. Al-Baqarah, 2: 164)

    Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, diantaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya adzab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir.
    (QS. Yuunus, 10: 24)

  21. Menurut saya, jadilah atheis pietis. Artinya atheis yang soleh. Atheis memang sebuah pilihan personal. Saya juga pernah mengalaminya. Namun, di sini lain kemudian saya mempersonifikasikan Tuhan sebagai alam semesta dan isinya. Alam adalah wujud Tuhan. Jadilah Kita terbentuk dari Alam dan akan kembali kepada Alam. Dengan catatan Alam di sini adalah Alam dan segala sistem yang terbentuk di dalamnya.

  22. Manusia diciptakan dari tanah, dan akan kembali ke tanah, banyak orang2 tanpa agama yg kehidupannya tidak jelas, dan tidak mempercayai alam akhirat, mungkin hari ini dunia nyata akhirat cerita, tapi ketika mati dunia hanyalah cerita dan akhitat adalah nyata! Seseorang tidak ada yg tau rahasia allah, hanya allah lah yg maha agung yg maha tauu atas sgala2nya, manusia tidak lebih dari setetes air mani yg najis! Kita hidup hanyalah bertujuan untuk mengetahui tuhannya! Yaitu Allah swt. Manusia hidup bertujuan menyembah Allah, karna Allah lah sang maha pencipta, bukan untuk menyembah sesama manusia! Hanya orang bodoh lah yg menyembah sesama manusia! Apalagi menyembah benda2 yg di ciptakan manusia! Karna manusia itu bodoh!!
    #dunia hancur tanpa islam.

  23. Wah, bagi saya Tuhan itu tidak mungkin tidak ada. Tanpa Tuhan, saya tidak akan ada seperti saya ada sekarang ini. Perjalanan hidup saya penuh berisi bukti bahwa Tuhan peduli, menuntun, dan menolong saya. Berkali-kali hampir mati, namun ternyata saya masih hidup sampai saat ini. Dan mustahil bagi saya untuk berkata bahwa Tuhan tidak berada di balik segalanya. Ibarat buku…. He’s the Author of my life. Well… meski demikian saya menghargai pilihan Anda, Dewi Rainy. Human changes anyway, Gos is not. Jika Anda tidak menemukan Tuhan, saya berdoa semoga Dia-lah yang kelak menemukan Anda. Yes, human are sometimes sucks (sometimes, not everytime, and not all of them sucks), but God is always good! In my opinion, whatever your religion is, find God with all your might, know God more everyday, love God with your heart. Semoga Tuhan “menangkapmu” dan menjadikanmu milik-Nya yang paling indah dan berharga. Love live, life love!

  24. Hay.. sy hormati kputsan penulis. Skedar berbagi, sy jg prnah sprti itu, logika sy mmberikan prtnyaan yg tdk msk akal.. sy jg brtnya sm pemuka2 agama.. tpi jwban mereka sm skali belum memuaskan “hasrat” mencari sang pencipta. Hehehee.. tpi yg bkin sy kembali beragama adalah kutipan dari salah seorang penulis di sbuah blog (maaf tdk bsa sbut merk) yaitu : “jika anda ingin melihat identitas dan kebenaram sebuah agama, jngn liat dari pengikutnya..pngikut nya blm tntu 100% baik. Slalu saja ada klemahannya, jadi saran saya ikutilah “buku petunjuk” agama trsebt.. (kitab). Dan akhirnya sy pun mulai mncari tau dan belajar memahami isi masing2 kitab… dan akhirnya sy pun mnemukan apa yg sy cari. Saya rasa itu sj dri saya. Smoga pngalaman sy bsa brmanfaat bagi anda semua. 🙂

  25. semua manusia yang mendengarkan panggilan tertinggi jiwanya, panggilan yg bukan karena didorong oleh angkara murka, amarah, benci, dendam, iri, dengki dkk ya itulah yang sesungguhnya mendengarkan tuhan, mau percaya tuhan ada atau ndak kek tenang ajah brur sis cemua, tuhan ndak minta disembah dicari cari dipercayain kok hahahahahaha, jika memang tuhan yg wowwww superrrrrrr maha superrrrrrr itu ada. berhubung di negara dengan syarat administrasi harus mencamtumkan agama, yaaaaa tulis aja bebazzzzz,tinggal pilih sambil bayangin ntar kalo meninggal mau dihormatin oleh sodara kawan sanak famili pakai cara apah hihihihi (gituh aja kok repot(kata mendiang eyang Dur)

  26. saya boleh bertanya??
    saya orang yg juga masih ragu akan Tuhan..
    tapi saya juga bimbang, yg saya bingungkan jadi apa dan akan berada dimana saat kita mati nanti?

  27. Hai saya putri, sebenarnya saya sama seperti mbak dewi, hanya saja saya masih bingung untuk menemukan jati diri saya, saya bingung menentukan dimana tuhan yang sebenarnya? Saya lahir di keluarga islam, saya agak bimbang dengan ajaran-ajarannya (maaf saya tidak bermaksud untuk menyinggung). Saya masih dalam tahapan mempelajari agama* lain. Saya juga disini sama seperti mbak yang terkadang menganggap bahwa tuhan itu tidak pernah ada dan dunia ini hanya berjalan sesuai alam. Saya harap saya bukan termasuk orang* yg merugi di kemudian hari, tapi saya betul* butuh mencari tahu dimanakah tuhan yang asli bukan hanya sekedar ikut agama orang tua tapi tidak mempelajari siapa tuhan mereka. Terimakasih.

    • putri, jika anda islam dan anda bimbang dengan ajaran – ajarannya, anda bimbang pada bagian mana ?
      bukankah dalam kitab suci Al-Qur’an ajaran – ajarannya sudah sangat jelas ? sudah menjadi tuntunan hidup dan penjelasan tentang “Allah” pun sudah dijelaskan di dalam Al-Qur’an, anda bingung kenapa menggunakan bahasa Arab ?
      anda pahami saja, jika menggunakan bahasa indonesia maupun inggris sangat mudah dirubah, sedangkan dalam penggunaan bahasa arab(Insya Allah jika anda mengaji anda sendiri paham) salah pengucapan sedikit saja akan berbeda arti, sehingga Allah mewahyukan Kitab Suci Al-Qur’an dalam bahasa arab agar tidak ada seorang pun yg dapat merubah isi sedikit pun, karena Allah sendiri telah berjanji bahwa “Allah yg menurunkan dan Allah yg menjaga kebenarannya”
      Semoga putri diberikan hidayah, aamiin 🙂

  28. Manusia tanpa tuhan dan agama ibarat lalu lintas tanpa rambu dan jalan, sperti motor cuma muter2 dilapangan tanpa arah. Ibarat negara tanpa undang2 dan aturan,setiap orang bisa hidup se enaknya. Ibarat rumah tanpa pintu dan atap,kena hujan kena panas. Ga ada pelindung tapi mau keluar kemana. Orang2 atheis seperti hidup dengan dunianya sendiri yang tanpa norma walaupun mereka tau aturan hanya lisan seperti ga boleh ini.. Itu,jgn ini.. Itu dll. Ketika pulang untuk selama lamanya.. Ibarat ikan kehabisan air,mengap2. Itu asli tipu daya setan untuk mengelabui manusia dgn teori2 ke atheisan. Apakah manusia pertama di dunia muncul tiba2 ?? Memang kita ini turunan siapa..?? Nenek moyang kita lahir dari siapa ?? Ooh.. Mungkin saja anda tiba tiba ada di dunia ya ?? Itu yang tidak akan bisa di jelaskan secara teori oleh orang sepintar apapun. Hanya agama yang bisa menjelaskan. Kasihan orang tua anda,yang nanti akan menanggung beban di akhirat. Manusia pertama di dunia ada karena siapa ? Dan apa ? Tidak pernah ada ilmu pengetahuan yang bisa menjelaskan. Semoga anda2 yang atheis bisa berfikir lebih cerdas lagi. Tks

  29. Masing2 punya prinsip. Dan manusia tersebutlah yang akan menanggung semua tindakannya. Di sini kita tidak mencari pemenang,tp diskusi. Tp pada dasarnya iman anda yang tidak kuat. Agama bukan hanya mengenai logika. Tapi di imani juga. Dan murni… Campur tangan iblis atau setan ikut serta untuk menyesatkan umat manusia dengan mengaburkan logika mengenai agama. Sadarlah.. Manusia tanpa agama dan alkitab seperti mesin kendaraan hidup dan berjalan tanpa pengemudi. Mau kemana ?? Sekaranng ini anda hidup nyaman dengan kondisi skrng. Tapi nanti… Penyesalan yang akan di dapat. Semua tindakan pasti ada resiko dan konsekwensinya. Di sini saya tidak bicara mengenai hub agama dengan negara dan lingkungan. Tetapi murni pribadi dengan sang pencipta. Kalau anda berfikir anda bisa ada tanpa dilahirkan,berarti anda berfikir memang anda di ciptakan seperti robot. Di buat lalu di lepas sendiri. Seperti itu kah jalan pemikiran anda ?? No talk about moslem,Kristian,judge or anything elsa. But RELIGION. terima kasih.

  30. Gw cuma bisa bilang 🙂 : “ORANG LEMAH YANG TIDAK KUAT DENGAN GODAAN SYAITON SEHINGGA HATI NYA PUN DI BUAT RAGU”.

    Memang Agama ada banyak dan beragam, semua agama tidak percaya dengan agama lain nya…… well, kita tunggu aja nanti siapa yang paling bener.
    gw mah cuma ngikutin apa yang sudah menjadi takdir gw, yaitu lahir sebagai umat beragama.

    klo memang lu gk percaya dengan Surga/Neraka….. lantas setelah mati, lu kemana??? terbang gentayangan??? masuk Blackhole???

  31. pun sapun sampurasun… menarik tulisanya dan saya menghormatinya, sy jg seorang islam yg lg meninggalkan keislamanya. kepercayaan asli bangsa kita yg menarik keyakinanku sebagai bangsa Sunda meyakini ajar pikukuh Sunda. karena alasan yg logis berakal _/\_rahayu sagung dumadi

  32. qu rasa km adalah orang paling kesepian di semesta ini , batin mu hampa , dan akal mu terkurung di semesta yg kecil ini. km sendirian , sendirian , dan selamanya sendirian.
    km meninggalkan imajinasi ke tuhanan , padahal hidup mu adalah hasil imajinasi milyaran akal pendahulu mu yg membentuk kehidupan tuhan.
    Dan km meninggalkan Nya Maka jadi lah sendiri , sendiri dan sandiri…

  33. anda para atheis di indonesia merasa satu2nya terpojokkan oleh mayoritas pernahkah anda berfikir bagaimana para teis muslim dsni (rusia) diperlakukan seperti apa? mungkin kalian msih bisa bersembunyi dalam kemunakfikan tpi bagaimanan wanita berkerudung yg bahkan tidak tau apa2 tentang teroris.

  34. Atheis termasuk dalam (EIQ), org2 syariat agamis (ESQ), blajar lah EISQ jembatan antara keduanya ilmu bijaksana atau atheis yg beriman. Karna sya sendiri seorang atheis yg beriman (EISQ).

  35. Siapakah nama Tuhan yang sebenarya? Allah kah, Sang Hyang Widhi kah, Budha kah atau yang lain. Pernahkah kalian mencari yang seperti ini? Memang semua agama baik, tapi hanya satu yang benar-benar agama Tuhan Alam Semesta. Tuhan pasti ada, karena ada ciptaannya … termasuk diri kita, adalah ciptaan tuhan. Atheis mengatakan setelah mati tubuh menyatu dengan alam dan ruh akan mencari tubuh baru? Ini hanya pemikiran akal yang tidak mau mencari sumber kebenaran. Membenarkan akal sendiri. Alangkah nistanya orang yang membenarkan akal sendiri. Malas mengkaji kitab suci dengan benar. Maunya hanya merenung, bersantai-santai mencari kebenaran dengan akalnya saja. Sadarlah. Tuhan telah mengutus seseorang untuk menjelaskannya pada kita. Dia orang pilihannya. Semangat saja untuk bertemu dengan tuhan yang sejati. Bebaskan dulu fikiran merasa benar sendiri. Tuhan pasti ada. Salam damai saya,

  36. Sy kristen.Sy percaya Tuhan.Hanya karena sy tdk tahu siapa yg ciptakan manusia.Tetapi FirmanNya yg tidak terbukti,dan saling bertentangan firman yg satu dan lainnya.Apalagi melihat hasil pengajaran atas firman tersebut,yaitu manusia2 Kristen,kelakuannya jauh lebih buruk dr seorang atheis itu sendiri.Krn mereka berpedoman pada hukum kasih.Allah yg maha pemurah dan pengampun.Setidaknya dg menjadi atheis sy merasa menjadi manusia seutuhnya,tanpa harus hidup munafik.Mungkin Tuhan lebih menyayangi manusia2 munafik,dibandingkan yg jujur apa adanya,yg penting Dia dipuji dan disembah.

  37. Buat atheis atheis di Indonesia saya sebagai muslim menghormati kepercayaan kalian, dan saya ingin bertanya bagaimana rasanya menjadi atheis

  38. Tidak ada yh namanya tuhan,anda stgh islam,baca kitab2nya sekelibet2 sih,jgn nanya pastur,ustad,romo,biku,biksu dkknya,mereka cuma orang,baca kitabnya tamatin ,baru bikin tulisan kaya gini

  39. Jadi standar atheis untuk apa yang benar dan salah adalah kata hati..sepertinya itu adalah popculture jaman sekarang yg didengungkan dalam musik dan film, dengarkan kata hati sedangkan hati mu bisa mempercayai apa saja yg menyenangkan hati itu sendiri..itu adalah sangat riskan, dalam kasus Anda sepertinya Anda adalah atheis yg baik Ok saya percaya itu, karna pada dasarnya Anda sudah punya dasar agama sblom nya sehingga hati Anda sudah dipengaruhi untuk sebuah kebaikan..dan untuk semua agama adalah baik Ok itu bisa jadi benar, tetapi apakah semua agama adalah benar he3 saya yakin tidak, bahkan saya yakin hanya ada 1 agama yg benar tp saya tidak mau mempromosikan agama apapun disini..tapi saya yakin kalau Anda benar2 mencari kebenaran anda akan menemukannya Atheis is just for a quiter.

  40. Di dunia ini yg berkuasa ialah orang yg mampu merasionalkan sesuatu dan menjelaskan dengan komunikasi yg baik
    athei punya kemampuan seperti itu
    tapi sayang ilmu yg hakiki tu mereka belum punya
    dan mereka mencari kebenaran masih karna nafsu dan kepentingan diri sendiri
    Mohon pahami itu dalam hidup anda “manfaat”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s