Mengapa saya memutuskan menjadi ateis? Cerita Dewi Rainny ( sumber kompasiana)

Original writer : Rainny
Sumber: kompasiana

Jangan takut, ini bukan upaya atheisasi. Orang Indonesia boleh jadi takut dengan ‘kristenisasi’ dan di Eropa, orang takut dengan ‘islamisasi.’ Tapi ini bukan upaya atheisasi. Upaya mengkonversi orang-orang beragama menjadi atheis bertentangan dengan prinsip atheisme itu sendiri. Atheisme bukan kepercayaan yang harus diimani begitu saja. Atheisme adalah keyakinan seperti keyakinan ilmiah yang harus ditemukan sendiri.

Atheisme nyaman bagi diri saya, melegakan batin saya, tetapi sulit berhadapan dengan tekanan sosial di Indonesia.

Orang masih memicingkan mata pada atheisme, menganggap atheis sebagai orang paling hina di muka bumi. Atheis dianggap sebagai sumber kekejian dan kebejatan moral.

Atheis bukanlah orang tanpa etika dan moral, hanya saja atheisme tidak mendasarkan moralitas dan etikanya pada ajaran Tuhan, melainkan pada akal budi manusia. Saya kira bukan tempatnya di sini untuk memberi penjelasan apa itu atheisme.

Saya menjadi atheis bukan karena keluarga, bukan karena teman, bukan karena akibat pernikahan (tidak jarang orang pindah agama untuk menyesuaikan diri dengan UU Pernikahan di Indonesia). Saya menjadi atheis melalui pergulatan panjang mencari Tuhan.

Saya dilahirkan dari keluarga Islam lengkap dengan azan di telinga ketika saya baru saja dilahirkan. Saya belajar membaca Al-Quran sedari kecil, ikut pengajian di musala, puasa, tarawih dan membayar zakat seperti layaknya anak-anak dari keluarga muslim lainnya.

Orang tua saya, keduanya muslim yang taat dan sangat tolerans dan sangat mendorong kebebasan berekspresi serta mendorong saya untuk mencintai membaca juga dekat dengan sains dan ilmu pengetahuan.

Berangkat dewasa, mulai sejak kira-kira usia SMP, masih rajin sholat, saya mulai mempertanyakan Tuhan. Belajar Pancasila di sekolah, yang lebih mirip indoktrinasi daripada diskusi megenai ideologi dan filsafat dengan bapak dan ibu saya, saya mulai penasaran dengan Ketuhanan Yang Maha Esa dan Bhinneka Tunggal Ika. Mengapa ada banyak Tuhan? Jika semuanya adalah Tuhan yang sama mengapa aturan, tuntunan dan tuntutannya berbeda.

Dari situ saya mempelajari praktis semua agama yang ada di Indonesia, menemui romo, pedanda, biksu, dan pendeta, selain tentu saja dengan ustad dan kyai. Perjalanan yang indah mengantarkan saya pada pertemuan dengan Romo Mangun dan Gus Dur (yang adalah teman bapak saya). Masih pula saya tidak menemukan jawaban atas salah satu pertanyaan saya: Agama apa yang paling bisa mengantar penganutnya pada Tuhan.

Kemudian saya menemukan bahwa pertanyaan tersebut salah, karena jawaban yang tersedia adalah:

– Semua agama sama baiknya

– Ikuti kata hatimu sendiri

Pencarian saya mengenai semua agama sama baiknya berujung pada dilema, seperti semua kecap adalah kecap no. 1, berarti semua agama sama buruknya. Agama A mengatakan A-lah agama paling baik, dan agama B buruk. Sebaliknya agama B mengatakan hal yang sama mengenai dirinya sendiri, dan mengkatagorikan agama A sebagai agama yang tak baik. Jika ada 1.000 agama di dunia, memilih salah satu berarti berharap 1 surga, tetapi bersiap masuk 999 neraka agama lain yang disiapkan bagi orang ‘kafir’.

Pencarian saya pada tokoh-tokoh agama berpikiran luas mengantarkan saya pada kata-kata bijak, “Agama itu seperti makanan, ya, makanan jiwa, pilih yang sesuai selera, dan sreg. Walaupun katanya bergizi, tapi kalau makannya terpaksa, ya juga nggak akan enak dan nggak akan membawa manfaat buat kamu.”

Saya mulai dengan menjadi seorang peragu, skeptis, di SMA, usia 16–17 tahun. Lalu di usia 18 saya menjadi agnostik. Di usia 20 saya menjadi seorang atheis.

Perjalanan pencarian saya atas Tuhan juga membawa saya pada beberapa orang atheis yang sama sekali tidak menganjurkan saya menjadi atheis. Semua atheis yang saya jumpai mengatakan, kurang lebih, “Ikuti akal budimu, sergaplah ilmu pegetahuan, pelajari sejarah peradaban manusia.”

Atheis yang baik, menurut mereka, bukanlah seorang pendakwah yang mencari sebanyak-banyaknya pengikut, tetapi orang-orang yang mendasari moralitasnya pada akal budi manusia serta mengakui segala keterbatasannya. Atheisme bukanlah sebuah keyakinan yang menurun dalam keluarga, boleh jadi bukanlah sesuatu yang mudah diajarkan. Atheisme, adalah sebuah hasil pencarian seseorang yang bersifat personal. Seorang atheis yang baik adalah mereka yang cukup berani mempertanyakan segala sesuatu dan giat bekerja serta belajar untuk mencari jawabnya. Seorang atheis yang baik tidak bisa yakin sebelum meragukan sesuatu terlebih dahulu. Seorang atheis tidak boleh gemar mencontek karena malas mencari jawaban. Seorang atheis yang baik tidak boleh menjadi atheis karena dipengaruhi orang lain. Dengan kata lain atheisme hanya bisa ditemukan dan dialami sendiri. Seorang atheis yang baik tidak akan mendorong apalagi membujuk orang lain untuk jadi atheis, tetapi membiarkannya tumbuh dalam pencarian.

Pencarian saya berakhir pada atheisme. Saya sangat yakin bahwa Tuhan tidak ada, dan hanya ada kemungkinan kecil sekali Tuhan (beserta neraka dan surganya) ada. Tuhan mungkin saja ada, karena sangatlah tidak ilmiah mengatakan Tuhan pasti tidak ada, toh ilmuwan tidak bisa membuktikan ketiadaan Tuhan, walaupun tidak ada pula orang yang pernah membuktikan kehadiran Tuhan. Russell memberi analogi yang baik mengenai poci teh (teapot) yang mengorbit antara bumi dan Mars.

Saya sampai pada pencarian saya, bagaimana sejarah peradaban manusia memelihara kerinduan manusia akan adanya kepastian, kebutuhan sosok imajiner yang Maha Adil, Maha Kasih, Maha Kuasa, dan bagaimana manusia berangsur-angsur menciptakan sosok Tuhannya, membunuhnya atau meninggalkannya, lalu menciptakan sosok Tuhan baru.

Sampai akal budi dan pengetahuan manusia cukup berani mengakui keterbatasannya, dan mengatakan, “Cuma itu yang kita punya, berterimakasihlah pada kita sendiri.” Memiliki Tuhan Yang Maha Kuasa tapi juga pada saat yang sama bersusah payah menyembunyikan diriNya sendiri tidak membantu manusia dalam cara apapun, kapanpun, dan di manapun, kecuali untuk menenangkan hati sendiri akan adanya kepastian mutlak dan harapan akan hadirnya keadilan sejati di alam lain.

Saya tidak memusuhi agama dan orang-orang beragama atau berTuhan. Tidak seperti orang-orang beragama yang memusuhi orang-orang tak bertuhan. Saya tidak ingin menyadarkan orang-orang beragama untuk meninggalkan Tuhannya. Saya hanya ingin orang-orang atheis (di Indonesia khususnya) yang masih dalam ketakutan atau tekanan sosial yang berat untuk bebas dari ketakutan dan tekanan.

Saya sadar bahwa orang bermacam ragam. Ada yang masih perlu Tuhan, dan ada yang tidak perlu Tuhan. Saya adalah tipe orang kedua. Kalau saya berbuat baik, bukan hidup abadi di surga yang saya harapkan, tapi karena saya tahu bahwa perbuatan itu harus saya lakukan. Kalau saya tidak berbuat jahat, bukan siksa neraka yang saya takutkan, cukup karena saya tahu perbuatan tersebut tidak pantas dilakukan.

Menjadi seorang atheis, di Indonesia, adalah perjalanan yang melelahkan, berat, dan berliku. Dilihat dari pengalaman saya, jauh lebih sukar daripada menjadi seorang yang beragama. Bahkan saya belum bisa menghapuskan kata “Islam” dari KTP saya, pun ketika saya menikah, sesuai UU saya masih harus mengikuti aturan yang berlaku. Bagi sesama atheis di Indonesia, saya hanya bisa mengatakan, “Jangan takut, kamu tidak sendirian.”

Iklan

750 thoughts on “Mengapa saya memutuskan menjadi ateis? Cerita Dewi Rainny ( sumber kompasiana)

  1. Mba dewi, saya lagi ngalamin kaya pengalaman mba, tp bedanya saya masih percaya tuhan, cuma saya tidak percaya agama, apakah itu termasuk atheis?

  2. jika memang tuhan tidak ada lalu siapa yang menjadikan anda tercipta, oke manusia berasal dari adam…lalu siapa yang menciptakan adam ??, mencari hakikat tuhan tidak bisa di tembus dengan kemampuan logika/logis, karena kemampuan otak manusia terbatas, mencari hakikat tuhan hanya berdasarkan logika saja hanya akan mengantarkan pada atheis cobalah anda mengenali tuhan berdasarkan dari ciptaannya, lihat ciptaannya bumi langit, udara, petir semuanya apakah ada dengan tiba-tiba tanpa ada yang mengadakan itu semua ??

    lalu bagaimana dengan adanya roh manusia yang mati, jin iblis dan malaikat…siapa yang membuat mereka jadi ada ??

  3. Kalau anda tidak mempercayai Tuhan itu ada?? Lalu siapa yang menciptakan anda?? Pikir saja, suatu benda (contoh meja) tidak akan ada secara tiba”, pasti ada yg membuatnya (manusia). Terima atau tidak,, masuk akal atau tidak. Tuhan itu ada dan Kehidupan setelah kematianpun ada. Al’quran sudah menjelaskan. Tapi semuanya saya kembalikan kepada anda.

  4. Datang dan mari berbicara tentang fakta Tuhan ke tempat saya. Saya berjanji akan membuktikan keberadaan Tuhan lenkap dengan sifat yang badaniah……satu orang mengumpan tentang pemahaman atheis yang lain melengkapi lengkap dengan sanjungan menyetujui….silahkan datang bahwa dengan sains dan tehnologilah justru Tuhan itu “ada”….saya akan buktikan dengan gamblang

  5. Memangnya salah jika seseorang memutuskan Atheis ??
    Mau paham atau ga mereka tentang agama yang mereka pelajari
    itu urusan mereka
    dan mereka memiliki hak untuk memilih tidak beragama
    jadi jangan paksakan opini kita pada mereka

  6. saya sangat suka dengan stetement anda yang berbunyi, “Kalau saya berbuat baik, bukan hidup abadi di surga yang saya harapkan, tapi karena saya tahu bahwa perbuatan itu harus saya lakukan. Kalau saya tidak berbuat jahat, bukan siksa neraka yang saya takutkan, cukup karena saya tahu perbuatan tersebut tidak pantas dilakukan.”

    tetapi saya sangat menyayangkan bahwa anda berpikir tidak ada Tuhan di dunia ini…. tuhan meskipun tidak terlihat dengan mata tetapi kita dapat merasakannya sama seperti kita merasakan rasa sakit ketika jatuh dari motor. apakah bisa kita menunjukan wujud dari rasa sakit tersebut? kita hanya dapat menunjukan rasa sakit tersebut dari bekas luka tersebut.

    begitu pula saya, saya percaya terhadap tuhan karena saya melihat dan memahami ciptaanya….

  7. Pencarian saya berakhir pada atheisme. “Saya sangat yakin bahwa Tuhan tidak ada” (1), dan “hanya ada kemungkinan kecil sekali Tuhan (beserta neraka dan surganya) ada”(2).

    statemen pertama dan kedua anda sangat bertentangan sekali, sebagai Atheis anda bisa dibilang gagal karena pernyataan pertama anda telah dipatahkan oleh pernyataan kedua. bagaimana anda bisa berkata ” saya sangat yakin bahwa Tuhan tidak ada” sementara ada pernyataan selanjutnya anda berkata “ada kemungkinan kecil”. sekecil apapun kemungkinan itu berarti tetap ada dan itu artinya anda ragu.

    seberapa yakin atheis tidak mempercayai keberadaan Tuhan, pada akhirnya mereka tidak akan bisa menjauhkan hatinya dari Tuhan.

  8. Contoh ayat Al-quran yang sudah dibuktikan kebenarannya : “Dan Dialah (Allah) yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang satu tawar dan segar dan yang lainnya asin. Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.” (QS Al Furqan:53) yang telah dibuktikan oleh seorang oceanographer Prancis Jaques Yves Cousteau, terpesonalah Costeau mendengar ayat-ayat Alquran itu. Kekagumannya terhadap ayat suci Alquran itu melebihi kekagumannya akan pemandangan laut dalam yang pernah dilihatnya. Menurut dia, mustahil jika Alquran disusun oleh Muhammad SAW. Sebab, pada zaman itu belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Jika ayat Al-quran mengenai sains telah terbukti benar, maka ayat yang menjelaskan hal lain (kehidupan dunia, akhirat, surga, neraka, dll) juga sudah pasti akan terjadi kebenarannya. Silahkan mencari kebenaran didalam Al-quran secara menyeluruh, yang ada bukan cacat yang anda temukan melainkan kebenaran .. Allah itu ada diluar dimensi makhluk (ruang dan waktu) kalau Allah berada diruang dan waktu maka Allah membutuhkan waktu untuk mengetahui apa yang terjadi di dunia ini, sementara Allah tidak membutuhkan waktu untuk mengetahui segala sesuatu yang terjadi didunia ini setiap detik!. Wallahu A’lam bis Shawwab ..

  9. Hebat,anda orang yang mempunyai prinsip dalam kehidupan ini.Anda bukan orang yang mengikuti pendapat orang tanpa diikuti logika anda.Bagaimanapun negara beragama tidak akan lebih baik dan lebih modern daripada negara Atheis dan itu realita.Dunia akan maju hanya karena orang-orang yang berprinsip seperti anda.

  10. Lebih baik hidup seperti ada Tuhan dan mati mendapati bahwa di akhirat tidak ada Tuhan, daripada hidup tanpa Tuhan dan mati mendapati bahwa Tuhan ternyata memang ada. Rugi 🙂

  11. apa sesuatu yg diciptakan di dunia yg bukan untuk manfaat manusia ?
    lantas siapa yg menciptakan perasaan cemburu, iri, dengki, marah, sedih, dsb ?
    atau kalau tentang ilmu pengetahuan yg kamu banggakan, buatlah semacam magnet bumi yg paling kecil saja, jika kamu orang2 yang benar.
    Allah-lah yg menciptakan untuk [(MANUSIA)]

  12. Hello semua, gw seorang Agnostic.
    Sedih banget kalo liat sudut pandang masyarakat kita terhadap ajaran/agama lain yang berbeda dengan mereka.
    1. Orang indonesia meyakini agama yang dianutnya adalah paling benar, dan selain agama dia maka semuanya akan masuk neraka.
    hal tersebut membuat terdapat clearance antara masyarakat kita sendiri, bahkan ada seorang anak yang dilarang untuk berteman dengan anak lain hanya karena berbeda agama. Hal tersebut sangat disayangkan, mereka hanya anak kecil, yang mereka bicarakan paling masalah power rangers atau doraemon bukanlah masalah agama, jadi jangan takut anak anda akan berpindah agama hanya karena berteman dengan anak dari agama lain.
    Karena dari hal tersebut bisa saja nantinya akan tumbuh di otak sang anak bahwa agama lain adalah musuh yang harus disingkitkan, dan kita.semua tentu tidak mau itu terjadi.
    2. Mereka menilai agama/keyakinan orang lain berdasarkan apa yang ada di agama mereka. “Contoh: ntar kalo qmu mati gimana?? Dalam kubur pasti disiksa.”
    Sedangkan dalam agama lain ada yg mengajarkan bahwa tidak ada apapun dalam kubur, dan dalam agama yang lain lagi ada yang mengajarkan renkarnasi setelah kematian.
    Saya rasa kita semua tidak perlu saling serang masalah agama/keyakinan, toohh semua agama mengajarkan kebaikan, dan bagi atheist ataupun agnostic, kami juga masih punya otak, nurani, etika, hukum dan norma yang bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
    Masalah seseorang menjadi baik atau buruk bukanlah masalah agama / keyakinan orang tersebut, semua tergantung individu masing-masing.
    So hargai perbedaan agama / keyakinan di antara kita dan tidak usah saling serang, bukankan perbedaan tercipta agar kita saling menghargai, bukan untuk saling menghancurkan. Thanks and regards for all.

  13. Saya setuju bahwa tidak ada keyakinan sebelum keraguan..
    Saya seorang muslim, tapi alhamdulillah saya meyakini adanya tuhan karena Al-Quran.
    Sampai saat ini isi dalam quran yang coba dibuktikan salah belum ada yang terbukti, dan Al-Quran bukan buatan manusia.
    Al-Quran banyak menceritakan peristiwa atau pelajaran ilmiah yang bisa dibuktikan kebenaran nya, kalau itu cuma kebetulan pasti ada salah nya..
    Kalau mengenai orang sholeh yang hafidz dijamin tidak akan sesat itu juga gak bener, karena ada sahabat rasul yg sudah hafidz menjadi murtad hanya karena ingin menikahi wanita non muslim.
    Kalau benar anda open minded, coba telaah diskusi yang dilakukan ust dzakir naik dengan umat hindu di india..
    Insha Allah anda menemukan tuhan yang menciptakan kita.

  14. that’s your choice
    hope you enjoy with your life, we don’t have the right to judge you..
    http://ffrf.org/
    this is your organization freedom from religion foundation

    Ams 3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

    this is just verse from the Bible

  15. Saya sokong pendapat kamu “Kalau saya berbuat baik, bukan hidup abadi di surga yang saya harapkan, tapi karena saya tahu bahwa perbuatan itu harus saya lakukan. Kalau saya tidak berbuat jahat, bukan siksa neraka yang saya takutkan, cukup karena saya tahu perbuatan tersebut tidak pantas dilakukan”

  16. Semua agama merasa paling bener sendiri. Demi mempertahankan kepercayaannya mereka sering saling serang satu sama lain. Jujur aku pun bingung tuhan itu ada apa tidak, karena begitu banyak agama beserta aliran2 mengklaim mereka yang paling benar. Di islam ada aliran syiah, sunni, wahabi, ahmadiyah dll. Di kristen ada katholik protestan, koptik, ortodoks dll. Tidak jarang di antara mereka saling serang dan saling tindas, membunuh, menganiaya dsb. Dan saya ambil keeputusan untuk meninggalkan agama saya sementara waktu sampai saya menyakini kl tuhan itu ada. Aku bingung dengan isi dunia ini..

  17. Atheis sebenarnya meragukan existensi tuhan,atheis ada setelah ditawari theis lalu menolak,, dan meragukannya antara iya dan tidak,, berada dalam kebingungan, tidak ada satupun argumentasi logis dari mereka yang bisa menjelaskan ketidak exisan tuhan dgn detail dan sistematis, sebenarnya mereka menuhankan hawa nafsunya dan ini lebih berbahaya dari hewan yang berbahaya sekalipun,, ini salah satu tanda akhir zaman(kiamat) banyak yang rusak akalnya

  18. Apa gunanya berbuat baik kalo atheis?
    Atheis seharusnya lakuin apa aja buat mendapatkan apa yang dia inginkan dan harusnya ia gak punya rasa takut karna ga ada yg men judge mau berbuat baik atau buruk sama aja, freesex,narkoba, membunuh, memperkosa,mencuri, terang2 an atau sembunyi2,nilep uang, gak merasa ada yang mengawasi, mau lakuin apa aja bebas toh ga ada pertanggungjawaban nya nanti,, pemikiran yg dangkal,,Ini jelas berbahaya,,

  19. alasan pertama mengapa saya tidak ateis namun mengakui adanya TUHAN yang hidup berpribadi adalah karan saudara dan saya sedang memperbincangaknnya di dalam situs ini, dan saudara dan saya sedang memikirkannya. dari mana pikiran itu berasal ? bagiman kita dapat membicarakan sesuatu yang tidak perna ada ? dan membicarakannya secara terus menerus dan tidak ada hentinya dan tidak akan perna ada hentinya. karna kenyataan yang ada adalah Tuhan itu ada. GOD IS REAL. ini hanyalah jawaban yang simpel untuk para ateisme tapi saya kira anda perlu memikirkannya lebih lanjut mengapa saudara memikirkan tentang Tuhan kalau saja TUHAN itu tidak ada.

  20. Sebenernya sih sama saat saya masih usia belia sangat bimbang sekali. Selalu mencari jawaban. Dan Alhamdulillah ortu saya muslim dan mereka selalu mengingatkan dan mengajarkan agama pada saya. Dan saya haris punya keyakinan. Makin saya belajar metodology makin saya punya kenyakinan agama dalam hidup saya yaitu Muslim.

    Tq

  21. gitu aja repot…saya punya tenen atheis dan disaat saudaranya meninggal eh..ternyata dia bilang kalo dia takut mati juga…welehh, kalo masiih takut mati n masih takut kalo sendirian tengah malam di tengah kuburan jangan ngaku atheis….mendingan tobat, orang beragama kalo mati ternyata neraka surga nggak ada ya nggak rugi, tapi kalo atheis….dan ternyata neraka itu ada…waduuuuuuh

  22. cukup mengagetkan bagi saya membaca artikel ini.
    saya tidak menyalahkan siapapun, tidak anda, tidak yang berkomentar, dan tentu tidak pula Tuhan.
    mungkin ini hanya saran dari seorang muslim yang belum taat beriman kepada Allah, akan tetapi saya terus mendekatkan diri kepada Allah.
    saran saya adalah teruslah cari kebenaran yang sejati. sesungguhnya pencarian itu tidak pernah usai. boleh saja kita berasumsi di tengah perjalanan bahwa Tuhan itu tidak ada dan memutuskan seseuatu. Jangan berhenti di tengah jalan karena semuanya belum terungkap.
    sedikit bercerita, saya memiliki teman yang berprinsip seperti anda dan saya rasa saya juga berada dalam perjalan yang sama dengan anda. dalam perjalanan ini saya sampai pada suatu titik yakni hal yang paling saya syukuri di dunia ini adalah karena saya mengenal Tuhan.
    Teruslah cari kebenaran sejati, jangan berhenti!

  23. akhirnya bukan gw doang yg atheist di indo. banyak yg bilang atheist itu hina. padahal kita sebagai atheist tidak pernah mau menghina agama lain. kita tetap menghormati agama tersebut. kami berbeda di karenakan kita percaya akal budi manusia. jadi tolong jangan menghina atheist,

  24. Mungkin saking cerdasnya.sampai kamu tersesat.
    Knapa kmu tidak mempercayai adanya Allah? Apakah karena kau tidak bisa melihat Allah sehingga kmu tidak percaya adanya Allah? Jika saya menampar pipimu .. apa yang kau rasakan? Kau merasa sakit bukan .. Tapi aku tidak bisa melihat sakit. Itulah salah satu contohnya .. Kau bisa merasakan sakit meskipun kau tidak bisa melihatnya.

    Sisi yang pertama: makhluk itu tidak akan bisa menciptakan dirinya sendiri karena makhluk itu tidaklah ada sebelum dia diciptakan. Kalau demikian keadaannya maka mana mungkin dia bisa menjadi pencipta. Kalau makhluk bukan pencipta, maka tentu ada sesuatu sesuatu selain makhluk yang menciptakan dia, yaitu Allah Sang Pencipta (Al Khaliq). Sisi yang kedua: makhluk itu tidak akan mungkin terbentuk dengan sendirinya secara tiba-tiba tanpa ada asal-usul dan sebab-musabab , karena segala sesuatu yang baru itu harus ada yang menciptakannya pertama kali. Kalau sudah jelas bahwa makhluk itu tidak mungkin tercipta dengan sendirinya secara tiba-tiba, maka pastilah ada yang menciptakannya dan mengaturnya, yaitu Allah subhanahu wa ta’ala. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala secara jelas di dalam Al Qur` an.
    Disaat kamu meninggal nanti kamu akan mengetahui kebenaran nya.

  25. brow.. daripada menyesal … ntar di akherat baru nyesel.. pantas saja Allah menciptakan neraka yang panas bgt, api nya berwarna hitam, pekat seperti ter — ….
    siksaan nya luarbiasa…
    pada saat itu baru ente nyesel luar biasa ,… “tau gini mendingan jadi tanah aja..” demikian kata orang2 yang ga percaya adanya Allah ..

  26. Terkadang tidak semua hal mampu dipikirkan dengan kepala..
    Ini adalah bagaimana kita mengimaninya..
    Saya seorang muslim..
    Bnyak atheis yg mengtkan “sya telah mempelajari Semua Agama tapi tiada satupun yang mampu menjawab pertanyaan saya..”
    Memang tidak akan terjawab karena dari awal telah yakin pertanyaan tak bisa dijawab..bahkan diriny sendiri ragu

    Jika memang telah mempelajari banyak agama…apa yg dpt kita ambil?
    Lalu bagaimana kita bisa membuktikan Alam semesta terbentuk secara ilmiah tanpa sesuatu yg mengendalikannya..
    Jika kita mati…apa yg terjadi? sampai disanakah?
    mampu berkata telah mempelajari semua agama..tapi sejatinya atheis hanya mempelajari kulitnya..itupun tidak selesai…

    Banyak hal yang selalu muncul dalam pikiran kita mengenai keberadaan tuhan..
    Itulah kita manusia…inilah batasan yg kita miliki..Bagaimana kita mengimani sesuatu yg tak bisa kita pikirkan..
    Terkadang sejarah selalu berubah oleh lidah2 pembual..

    Namanya saja kepercayaan..seseorang tidak akan percaya lagi jika sudah melihat hujan adalah air yg jatuh dari langit tapi ia akan menyetujuinya..tapi bagaimana dengan orang yang sama sekali belum pernah melihat hujan ? apa ia akan percaya air dapat jatuh dari langit? nah inilah kita..kita hanya dapat mempercayai sesuatu yg telah kita lihat…padahal sejatinya kita Hanya Menyetujuinya setelah kita melihatnya..bukan mempercayainya..mempercayai sebelum hujan turun…turun atau tidak itulah pilihan kita..

    Apakah kamu mau menunggu apakah hujan itu benar ada?
    tentunya kamu akan berjumpa dengan adanya tuhan setelah kamu mati.

    distadiun ada 2 tim sepak bola yg sedang bertanding..dan disekelilingnya ada penonton yang bersorak sorak..pilih yang mana? menjadi penonton yg hanya mampu bersorak? atau pemain yg dapat menentukan kemenangan…
    Pilih Atheis atau theis..

  27. Kalo saya semakin mempertanyakan islam, saya malah semakin deket sama islam. Islam selalu bisa menjawab pertanyaan ataupun tuduhan yg dialamatkan. Islam satu2nya agama yg selalu memberi jawaban memuaskan mnrt saya disaat saya sendiri mengkritisi islam. Saya kaget disaat ternyata teori big bang telah terjelaskan dalam alquran seblm einstein. Kalo tdk salah, teorinya itu tdk mungkin seluruh bintang dilangit bs bergerak saling menjauhi apabila bigbang itu tdk ada yg meledakanya. Bigbang yg awalnya gumpalan yg satu tdk akan meledak jk tdk ada yg meledakannya. Bahkan einstein sendiri tdk memilih dirinya mnjdatheis, kalo tidak slh, salah satu quote einstein “ilmu pengetahuan tanpa agama itu buta” (koreksi kalo saya salah). Saya smkn kaget disaat ada mayat mumi didasar laut yg tlh diidentifikasi berumur ribuan tahun, tetapi kulitnya dan dagingnya msh utuh. Para ilmuwan kaget, kok bisa setelah sekian ribu tahun tp ttp utuh? Bersamaan dgn itu, alquran tlah menjelaskan bahwa firaun tlah diutuhkan jasadnya untuk dijadikan contoh org2 yg bertaubat dijalanNya. Itu sallah satu bukti sains pun tunduk kpd Allah. Itu slh satu bukti kl Allah itu ada, kalo Allah itu yg meledakan bigbang (tntng bigbang dan mumy sdh terjelaskan di CD Harun Yahya). Itu salah satu bukti dr sekian bnyk yg lain. Kalo pngn lbh meyakini, bnyk tuh video cendikiawan islam di youtube, ky Zakir Naik, Ahmad Deehad. Cb search aja.

  28. Begini saja, anggaplah big bang adalah kejadian bagaimana alam semesta itu diciptakan, setelah itu (mungkin adanya bumi dan langit, beserta isinya.
    Terus primata berevolusi menjadi manusia, *jika berevolusi menjadi manusia, mengapa evolusi itu berhenti di manusia, kenapa nggak berevolusi lagi misalnya jadi alien gitu*.
    Orang yang mempelajari sain tersebut kebenarannya belum terbukti, mereka hanya membuat teori, *mereka bilang jutaan tahun lalu ada big bang, lahir saja belum kok tahu ada big bang*.
    Juga jika ada benda, tentu ada prosesnya, ada penciptaannya *jika tidak ada tuhan, lalu siapa yang menciptakan semesta atau paling nggak siapa yang melakukan big bang?, ada aja tiba2 gitu?*
    Ada pertanyaan lagi *jika tidak ada tuhan, lantas apa tujuan orang2 menciptakan agama? Atau paling tidak, mengapa adanya kaum illuminati dan freemason yang berpihak pada saytan?*

  29. “Kalau saya berbuat baik, bukan hidup abadi di surga yang saya harapkan, tapi karena saya tahu bahwa perbuatan itu harus saya lakukan. Kalau saya tidak berbuat jahat, bukan siksa neraka yang saya takutkan, cukup karena saya tahu perbuatan tersebut tidak pantas dilakukan.”
    Pertanyaanya drmn anda tau anda melakukan perbuatan baik dan perbuatan buruk? bukan Tuhan sudah berperan serta dalam mengilhamkan kebaikan pd hati manusia. Ketahuilah batas kemapuan otak manusia, setinggi apapun kepandaiannya sampai sekarang mereka tidak dapat menciptakan manusia lain tanpa sperma dan seltelur.

  30. Bukan surga dan Neraka yg terpenting, karena saya merasa tak pantas jika berharap surga dgan apa yg telah saya lakukan dikehidupan ini.
    namun bagaimana cara saya utk memasukkan TUHAN kedalam hati saya, utk menciptakan ketenagan dan kenyamanan,

    Tak ada sesuatu yg kebetulan. Saya merasa semua sudah diatur oleh NYA.

    Bukan bgaimana cara kita utk Mencari dmana TUHAN itu berada,? namun bgaimana kita bisa merasakan ada DZAT yg sangat besar di luar kemampuan kita,!
    Bgaimana cara kita berfikir logis, bgaimana kita meng-kritisi betapa indah karunia-NYA dan mencoba mensyukuri semua yg telah dianugrahkanNYA kepada kita semua.

  31. suka sama statement-mu.. kalo Tuhan maha pengasih kenapa dia biarin anak2 di Afrika, atau di Indo deh, pada kelaparan sampe cuma kelihatan tulangnya aja.. kenapa dia biarin Yahudi dibunuh Hitler? kenapa dia biarin orang2 di Gaza dibantai? kenapa dia biarin adanya terorisme? bukannya Tuhan itu maha kasih ya? (katanya)..

    Gimana dengan orang Kristen macam Bunda Teresa, atau Hindu seperti Gandhi, yang sudah bikin perdamaian? Apa Tuhan (Allah Islam) mau kirim ke neraka juga karena beda agama? Kenapa Allah Islam suruh muslim bunuh2in kafir (diskiriminasi) seperti di surah 8:12? Kenapa Tuhan dukung Muhammad yang poligami sama anak kecil (Aisyah)? Katanya Muhammad itu perfect role, tapi untuk jaman sekarang dia gak jauh beda Osama bin Laden, apa Tuhan tau itu?

    Katanya Yesus menderita utuk dosa orang di dunia ini, terus ‘apakah kita gak apa2 berbuat dosa’? kenapa Tuhan yang maha pengampun itu biarin adanya dosa turunan? apa Tuhan campur tangan? Jujur aku gak terlalu paham, aku lebih suka ‘bayi yang baru lahir seperti kertas putih yang polos’

    Aku suka kata2 “doakan orang yang memusuhi kamu”, atau “tampar pipi kanan, beri pipi kiri”, tapi bagaimana dengan para veteran yang berjuang untuk kemerdekaan? apakah dosa? Gimana dengan Yesus dan Bapa? Apa setelah tugas-Nya selesai Dia nyatu lagi sama roh Bapa atau gimana?

    Aku suka konsep kasih di Kristen, konsep ketuhanan di Islam.. as well as, ajarannya Buddha Gautama, konsep2nya Hindu, Halakah Yahudi yang lengkap, tapi belum nemu yang sreg..

    sepengamatan-ku juga orang2 yang beragama kok jadi buta gitu ya.. contohnya Suni-Syiah pasca Muhammad meninggal, Ortodox Konstatinopel dan Katolik Roma, Katolik Roma di masa medieval, Al-Qaeda, Zionis Yahudi, ISIS, dll (kebanyakan agama2 semit sih)

    Mohon pencerahannya, cuma opini aja.. masih ‘welcome’ sama hidayah, roh kudus, atau yang semacam itu.. unek2 kalo gak dikeluarin kan gak enak, peace

  32. MasyaAllah, saya sedih dan kasihan kpada pembuat artikel ini, contoh paling mudah namun sulit kita bayangkan adalah dari mana alam semesta ini ada begitu saja? Siapa penciptanya? Ibarat sebuah meja yg awalnya tidak benda apapun diatasnya tiba2 ada sebuah kue di atas meja itu, pastilah ada penciptanya atau pasti ada yg membelinya tak mungkin kue itu ada dimeja tiba2. simple bukan? mnurut saya anda mengkaji agama khususnya islam dari luar saja, anda mmg pernah membaca Al Qur’an tapi anda tidak mengkaji arti ayat Al Qur’an, ayat Al Qu’an itu sangatlah dalam artinya dan masuk kejiwa anda jika anda sungguh2 dulunya membaca dan mengertikan Al Qur’an tersebut. sungguh sangat disayangkan mbak… namun apalah daya mungkin yg masih percaya bahwa Allah itu ada hanya bisa berkata “untukmulah agamamu untukkulah agamaku” sekian:)

  33. Kalo anda tidak percaya tuhan…. coba buktikan secara science apa itu setan? Apa itu jin? Mengapa setan jin takut dengan surah surah kitab? Lewat science apa itu Santet? Apakah Science bisa mengobati pasien yang terkena Santet?

  34. Atheis kedepan akan menjadi masalah peradaban,.. orang percaya tuhan saja msi melakukan kriminal apalagi tidak percaya tuhan,.. God its the justice,.. not human

  35. Agama adalah ketidak tahuan manusia masa lalu akan ilmu pengetahuan, agama produk usang, labil dan imajinatif. Dunia telah berubah akhirnya, muncul borok agama tentang tuhan dan kitab2 nya…
    Bumi datar, bumi pusat alam, manusia tercipta dari tanah, gunung adalah paku bumi, itulah kitab yg isinya kebohongan. Tuhan maha penyayang tapi membuat neraka, tuhan maha besar maha segalanya tapi minta di bela minta di puja2.. tuhan maha kuasa tapi tidak bisa mengatur manusia, itu lah kepalsuan tuhan.

    Manusia tanpa tuhan tetap manusia (contohnya para ateis), Tuhan tanpa manusia ga da apa-apa.

  36. agama Budha (Theravada) adalah agama morlaitas yang rasional dan toleran,bahkan menolak eksitensi Tuhan,aku meninggalkan Islam indoktrinasi dan menjadi seorang Budhis yang rasionalistis.

  37. saya sedih baca nie,awak thu kenapa?saya Islam,,ateis mungkin x nak ajak org lain mnjadi ateis sbb ateis nie x de tujuan hidup tpi saya nak sangat ajak semua org kat bumi ni msuk islam,saya x nk msuk syurga sorang2,saya nk org lain pon thu nikmatnya syurga,,awak,kalau awak islam dan awak x guna islam dalam hidup awak contohnya minum arak,x solat dll,saya x kesah sbb nanti mungkin awak akan masuk neraka,,tpi last kali,awak tetap msuk syurga,tpi bile awak dh murtad,,awak dh x dpt msuk syurga,saya sedih sgt bile tahu awak rela jadi ateis,,walaupun awak lakukan byk kebaikan,,semua tu x berharga dpn tuhan nanti sbb awak bukan islam,,saya hanya mampu doa agar awak dapat hidayah nanti..kalau awak nk thu, skrang nie umur saya 15 thun,,saya pon tgh cari tuhan dan saya x jumpa mana2 pegangan yg lebih baik,,saya x nk keluar islam sbb saya tkut agama lain lagi teruk,,ateis sebenarnya dh separuh islam sbb diorang dh kata bhawa ‘tiada tuhan’dan saya harap sgt diorang akan smbung dgn’selain Allah’..tolong sangat2 awak fikir betul2,,saya merayu

  38. Saya merasa pengetahuan saya mengenai Atheis bertambah.
    Saya juga merasakan hal yang sama dengan mba Dewi. Saya dibesarkan di keluarga Katolik yang sangat taat dan terikat dengan ajaran Katolik. Semua pertanyaan2 saya mengenai eksistensi Tuhan ini hanya di jawab dengan kalimat yang awalan nya “pokoknya”. Sejak SD saya sudah mulai ragu dengan ajaran2 ini. teman2 saya sering bertengkar mengatas dasarkan agama mereka lah yang paling benar. sampai saya SMP pun saya mendapat kesimpulan, bahwa ajaran2 yang ada di sini sudah melenceng. bukan agama nya yang melenceng, tapi cara mengajarkan nya yang bersifat meng-doktrin orang2. Untungnya masih banyak orang2 yang open minded sehingga dapat berpikir sambil percaya. sehingga tidak semua umat beragama ter doktrin.

    Saya sekarang sedang berada ditahap “Agnostik” yang sudah mengarah ke “Atheis”.
    Saya sebagai agnostik humanis tidak mengatakan bahwa ajaran Agama yang kalian yakini itu salah, itu pilihan kalian untuk meyakini apa yang menurut kami itu tidak dapat dibuktikan eksistensinya.
    saya sbg seorang agnostik humanis menghargai pilihan kalian untuk mempercayai itu. kalian mau beribadah, sembah menyembah, itu tidak menjadi masalah bagi saya. Yang menjadi masalah adalah bagaimana cara kalian bersikap terhadap sesama. Lihatlah dulu ke diri sendiri. “apakah saya sudah berbuat benar? apakah saya sudah berguna bagi orang lain? apakah saya sudah berbuat ‘dosa’?? dll.
    Kalau sikap kalian tidak menunjukan hal positif dan menentang kemanusiaan, berpikir dua kali lah untuk menggurui mengatas namakan agama.

    saya mendapat banyak Keuntungan selama saya memutuskan untuk menjadi seorang agnostik humanis yang pada dasar nya adalah seorang yang Rasional. seperti :
    Ketika Ujian, teman2 saya banyak mengadakan Novena Tiga salam Maria (Katolik), sedangkan saya menghabiskan waktu saya dengan belajar. ketika ujian, nilai saya melebihi rata2 orang yang melakukan novena, karena waktu mereka habis disitu. mereka sangat percaya mereka bisa mendapatkan nilai sempurna kalau mereka berdoa. saya hanya bisa tertawa dan berkata apa yg mereka bilang itu konyol sekali. kalian akan mendapat nilai yang tinggi jika kalian belajar dengan sungguh2, bukan mengharapkan “Tuhan” memberikan jawaban untuk soal2 ujian.

    contoh lain,
    seorang believer akan percaya apa saja yang diajarkan, walaupun tidak ada buktinya. sedangkan seorang non believer akan mencari tahu “kenapa bisa begitu” dan “apa buktinya?”.
    contoh : Ganja.
    keluarga saya merupakan keluarga yang sangat ANTI terhadap hal hal yang berbau narkotika. nenek saya bilang kalau semua jenis narkoba itu berbahaya, saya bertanya kenapa bisa dibilang berbahaya?, karena menyebabkan ketergantungan, kerusakan sel, dan lain lain (yg tdk baik).
    hasrat keingintahuan saya semakin menggebu gebu. Ketika saya masuk ke perkuliahan, saya melakukan research ttg narkotika. semuanya memang benar berbahaya, kecuali Ganja. untuk itu pun saya melakukan research lebih lanjut. saya mengikuti organisasi2 pejuang pelegalan ganja di Indonesia. ternyata benefit nya luar biasa. Dapat menyembuhkan kanker tanpa merusak sel normal (salah satu benefit). saya pun kembali bertanya kepada keluarga saya, “dengan manfaat yang gila gilaan ini, kenapa kalian bisa bilang ganja berbahaya?” mereka cuma bisa bilang “pokoknya itu adalah hal yang tidak baik. itu hal negatif. buktinya hukum saja melarang” saya cuma bisa tertawa mendengarnya. orang yang tidak tahu yg berlagak sok tau, padahal mereka hanya korban doktrin hukum indonesia.

    nah seperti itulah contoh penerapan nya. ada sebuah slogan atau quotes yang saya temukan dan menurut saya sangat bagus makna nya. “I DON’T KNOW, AND YOU DON’T EITHER”
    intinya jangan sok tau dan sok menggurui ketika kamu tidak punya bukti yang riil.
    malu sama kucing. meong meong meong.

  39. Saya senang dengan pikiran anda
    Anda membuat saya pingin bertukar pikiran…..
    Sebab saya bukan atheis namun pikiran saya dianggap atheis..
    Kalo boleh kita bisa ngombrol di media sosial yg lain, saya harap anda mau berkenan….
    Hidup adalah hidup. Tak ada benar dan salah. Sebab manusialah yg buat ada salah dan benar

  40. semoga anda benar2 seorang yg mencari kebenaran bukan seorang pemalas ,cobalah terus mencari tuhan semoga tuhan memudahkan anda dapat petunjuk

  41. Saat Anda ingin tau keberadaan Tuhan, coba lihat sekeliling, lihatlah ciptaanNya, disitu Anda akan melihat betapa Allah SWT menciptakan semua ciptaanNya dengan se detail2nya..
    Jika asal mula smua ciptaanNya bisa Anda jabarkan dengan iptek, tentu saya ingin mendengar, bagaimana asal mula penciptaan semuanya? Air, udara, hewan2, tumbuhan, bahkan rasa kasih sayang, rasa benci, rasa cinta, bisakah Anda jabarkan bagaimana smua terbentuk?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s