Apa sebenarnya sekuler itu?

Original Writer: Kusumadewi Difa

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sekularisme adalah suatu pandangan dalam hidup atau dalam satu masalah yang berprinsip bahwa agama atau hal-hal yang bernuansa agama tidak boleh masuk ke dalam pemerintahan, atau pertimbangan-pertimbangan keagamaan harus dijauhkan darinya.

Dapat kita simpulkan bahwa sekularisme ialah memisahkan agama dari kehidupan individu atau sosial dalam artian agama tidak boleh ikut berperan dalam politik, pendidikan, kebudayaan maupun dalam hukum. Kehidupan sosial diatur oleh hukum positif yang berdasarkan kemanusiaan dan toleransi dari akal budi manusia. Tujuan dari pemikiran ini adalah untuk menghargai kaum minoritas. Karena kebijakan hidup sosial tidak terletak pada agama mayoritas tetapi pada alasan yang rasional.

Banyak yang salah kaprah tentang ide sekularisme. Kebanyakan mereka berpikir bahwa sekularisme anti agama dan malah membatasi ritual dan kewajiban keagamaan. Sebaliknya, sekularisme melindungi apa pun kepercayaan Anda. Anda bisa melakukan kewajiban keagamaan Anda selama tidak merugikan kepentingan publik, dan ini berlaku untuk semua agama. Hal ini sangat baik agar diskriminasi berdasarkan agama dapat kita hindari.

Contoh diskriminasi yang diakibatkan oleh tidak adanya pemisahan agama dan negara adalah kolom agama di KTP dan dipersulitnya pernikahan beda agama. Apakah fungsi dicantumkannya agama di KTP? Bahkan hanya ada enam agama yang terdaftar di KTP. Bukankah itu tindakan diskriminatif terhadap mereka yang tidak menganut enam agama yang terdaftar? Belum lagi dengan dicantumkannya kolom agama di KTP akan memungkinkannya tindakan diskriminatif berdasarkan agama yang dianut. Sangat mungkin ada perlakuan berbeda setelah orang lain mengetahui agama Anda yang tercantum. Adanya kolom agama di KTP bagaikan mengenakan kaos berlabel agama Anda, mengundang orang lain untuk mendiskriminasi, dan melanggar hak privasi Anda untuk menyembunyikan status keagamaan Anda. Selain itu tanpa adanya sekularisme, pernikahan beda agama dipersulit. Negara hanya menginginkan pernikahan dengan orang yang seagama.

Pertanyaan tentang negara sekular kemudian berkembang. ‘Bagaimana Negara bisa menjaga moral rakyatnya tanpa agama? Apakah konsep sekularisme adalah konsep ateistik? Apa keuntungan negara sekular terhadap kaum beragama? Apakah dalam negara sekuler kaum beragama akan mendapatkan kesulitan beribadah?

Ada beberapa poin mengapa sekularisme itu penting:

1. Berlaku adil pada semua kepercayaan (atau bahkan ketidakpercayaan), sehingga kecemburuan minoritas dan diskriminasi dapat semakin dihilangkan.

2. Kebebasan hak individu bagi rakyatnya (mempunyai kepercayaan, menjalankan kepercayaan, menikah, berideologi, bahkan bebas mengemukakan pendapat dengan cerdas)

3. Efisiensi pemerintahan. Jika negara tidak perlu mengurus masalah kepercayaan yang dianut oleh rakyatnya, tugas pemerintah akan semakin ringan. Pemerintah lebih fokus pada permasalahan-permasalahan real yg menyangkut hak-hak publik.

4. Efisiensi keuangan. Seperti yg diungkapkan pada poin 3, efisiensi pemerintahan berarti efisiensi pendanaan pemerintahan. Pendanaan dapat lebih fokus pada pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan publik.

5. Masyarakat akan lebih dewasa dan berpikir tanpa menilai dari kepercayaan, tapi dari karya dan hasil pemikiran.

Dari poin-poin di atas, akan terjawab pertanyaan umum mengenai sekularisme.

Apa untungnya negara sekular untuk kaum agama?

Sama seperti keuntungan sistem negara campuran sekarang. Bedanya, tidak cuma salah satu agama yg diutamakan haknya, tetapi semua kepercayaan atau bahkan ketidakpercayaan. Apa untungnya memaksakan satu moralitas agama dalam ruang publik? Apakah pemaksaan itu merupakan keuntungan bagi kita kaum beragama? Dalam negara sekuler, hak Anda beragama sangat dilindungi. Batasannya adalah kepentingan publik. Anda bebas menyebarkan moralitas agama Anda di ruang publik, biar masyarakat yang memilih dengan kritis.

Apakah negara sekuler adalah negara ateis?

Negara sekular bukanlah negara ateis atau negara yang mewajibkan warga negaranya untuk tidak beragama. Di negara sekular, sekali lagi, hak beragama sangat dilindungi. Negara menghargai hak Anda untuk beragama atau bahkan tidak beragama. Semua mempunyai hak yang sama. Di negara sekuler, Anda tidak diwajibkan untuk beragama (memilih kepercayaan yg ditentukan), tidak diwajibkan pula untuk tidak beragama. Negara yang anti agama (tidak memperbolehkan rakyatnya beragama) adalah negara tirani, bukan negara sekuler.

Apakah negara sekuler berarti bebas tidak bermoral?

Dalam negara sekuler, negara membebaskan pilihan moral rakyatnya. Masyarakat boleh bermoral sesuai dengan ajaran agama yang dianut, humanisme, bahkan masyarakat boleh bermoral sesuai dengan pemikiran rasional tanpa ajaran agama sekalipun. Namun negara harus turun tangan pada saat tindakan masyarakat di dalam kerangka moral tertentu merugikan orang lain. Di sinilah fungsi negara diperlukan.

Manusia bisa bermoral terlepas dari ajaran kepercayaan tertentu karena otak kita secara alami memiliki kemampuan untuk bermoral. Neuron cermin (mirror neuron) di otak memungkinkan kita mampu merasakan apa yang orang lain rasakan, termasuk penderitaan yang mereka alami. Ini yang kita namakan dengan empati. Sirkuit altruisme di otak mendorong individu untuk melakukan tindakan-tindakan altruistik—tindakan yang secara umum dianggap baik—dan menghindari tindakan-tindakan kekerasan yang merugikan sesama dan merusak kehidupan sosial masyarakat. Altruisme dapat dibagi menjadi dua, yakni perasaan loyalitas dan kewajiban. Altruisme memusatkan perhatian pada motivasi untuk membantu orang lain dan keinginan untuk melakukan kebaikan tanpa memperhatikan ganjaran, sementara kewajiban memusatkan perhatian pada tuntutan moral dari individu. Ini membuktikan bahwa kita bisa bermoral tanpa batasan ideologi apa pun.

Selain itu, pemikiran rasional juga melahirkan produk-produk hukum dan kebijakan yang mengatur manusia untuk bertahan hidup. Hukum mengenai keselamatan transportasi adalah salah satu contoh. Apakah kewajiban menggunakan pelindung kepala saat mengendarai motor muncul dari kitab suci? Tentu bukan. Kewajiban tersebut lahir dari pemikiran rasional.

Apakah negara sekuler merupakan keinginan kaum tidak beragama?

Agama adalah hak individu dan orang lain tidak seharusnya memaksakan agama dan ideologinya pada orang lain. Isu negara sekular pertama kali bahkan diutarakan oleh orang beragama yang menyadari adanya diskriminasi ketika tidak ada pemisahan agama dengan negara. Di Indonesia bahkan isu ini banyak muncul dari kaum beragama sendiri, bukan hanya dari kaum yang tidak beragama.

Sudah seharusnya negara membiarkan masyarakat untuk beragama sesuai dengan pandangannya. Sampai kapan rakyat Indonesia dianggap belum dewasa? Pro dan kontra masyarakat akan pandangan beragama sebaiknya dikembalikan sendiri kepada masing-masing rakyatnya. Biarkanlah negara membiarkan masyarakat bermoral secara rasional tanpa intimidasi ketakutan akan neraka dan iming-iming surga.

22 thoughts on “Apa sebenarnya sekuler itu?

  1. Ping-balik: Selamat datang di web ABAM! | Anda Bertanya Ateis Menjawab

  2. Ping-balik: Selamat atang di ABAM! | Anda Bertanya Ateis Menjawab

  3. tulisan anda menyuguhkan kue manis beracun. sungguh suatu pemikiran yang sangat tidak membumi, tidak mengindahkan kearifan lokal bangsa indonesia yang religius. pendek kata inilah yang diinginkan musuh sehingga bangsa indonesia kehilangan identitas

    • <>

      Berarti anda setuju kalau sudah waktunya negara mengakui agama lokal kayak agama Jawa, Dayak, Papua, dsb?
      Dan menghapus agama impor kayak is**m, kristen, hindu, budha, konghucu?

      • gelas, coba dipikir pelan2. kalau anda mencampur-adukan agama kedalam hukum & pemerintahan, hukum agama mana yg mau anda pakai untuk memerintah Indonesia yg majemuk? Anda rela dihakimi pakai Kitab Tripitaka, hukum syariah, atau hukum Taurat? Sekali lagi pikir pelan2, pertimbangkan juga perasaan saudara setanah air yg turun temurun meyakini kepercayaan adat.

  4. kebebasan berpikir untuk sesuatu yang revolusioner harus diterapkan. agama harus dipisahkan dari negara. buat apa ada ideologi yang menjadi sumber hukum negara kalo agama masih menjadi ujung tombak bagi pengambilan keputusan

    • Hmmmm,,, pendapat saya,,, memutuskan sesuatu tetap harus mengacu pada kitab suci,,, artinya kita beriman,,, silakan suarakan pendapat kita pada pemerintahan yang ada,,, kita tidak bisa membebaskan karena banyak ajaran agama yang menyimpang dari moral karena di pakai oknum pemuas nafsu

  5. Agama merupakan legitimasi manusia di Indonesia yg sdh dibuktikan sejarah. Manusia tanpa agama bisa liar, kalau mau liar ya hidup di hutan, gak pakai KTP, gak pakai agama, mau kawin sak karepmu gak papa

    • Tidak benar.
      1. Banyak negara negara paling maju di dunia justru tidak menggunakan agama sebagai dasar negara, dan dihuni mayoritas ateis/irreligius.
      2. Bahkan ada suku amazon yang tidak mengenal agama dan segala kepercayaan supranatural, terbukti mereka bisa hidup damai hingga kini.

      Agama bukanlah sumber moral satu satunya. Akal sehat dan pengetahuanlah yang lebih pantas jadi sumber moral.

      • Bagaimana manusia bisa mengendalikan akal sehat itu jika manusia tidak memiliki pengetahuan didalamnya. Oleh karena itu Allah (Tuhan Semesta Alam) memberikan petunjuk berupa agama yang diturunkan wahyunya melalui perantara, yaitu Nabi. kita ambil contoh mudah saja, jika kamu tiba” hidup dipedalaman akan kah kamu tau bagaimana kamu harus makan, atau bisa kah kamu tau cara kamu bilas setelah buang air besar, atau tau kan kamu bagaimana untuk berbicara? tentu saja tidak. namun bagaimana kamu bisa makan, minum, dan berbicara tanpa ada yang mengajar?. mereka bisa maju karena mereka mempelajari itu semua dari umat” terdahulu, namun mereka hanya mengambil yang menurut mereka senang aja, bukan yang baik. kedamaian bukan dilihat dari harta. mereka memang kaya, namun secara hati mereka seperti terbenam dalam lumpur yang hitam. bahkan orang amerika asli pun mengetahui akan kedamaian itu sendiri bukan karena harta, namun karena hati. Oleh karena itu Tuhan memberikan petunjuk agar manusia tidak menjadi seperti hewan. Agama memang bukan suatu sumber moral satu-satunya namun petunjuk Tuhan lah yang menjadikan manusia menjadi bermoral, seperti Siklus alam, Hubungan sosial, dan Lain”. Dan petunjuk itu bukan lain hanyalah Agar Kalian bertakwa akan kebenaran Tuhan.

  6. Yang menulis namanya siapa ini bang?😀 buat referensi saja
    Tadi saya lihat quiz agama ABAM dan menghubungkan dengan artikel ini, ternyata jauh dari nyambung, “Tulisan ini membuktikan bahwa penulis dg pemikiran ateisnya ini belum banyak paham mengenai agama, terlebih secara intensif” Seperti orang melihat permukaan air laut tetapi tidak tau isi didalamnya dg baik. Ada aja, saya baca artikel ini dengan tertawa kecil seperti saran dari Quiz Agama ABAM😀

  7. Sekulerisme bertahan saat ini karena masih dalam masa ia Berkuasa,
    Kalau tidak, sekulerisme saat ini dipastikan akan “(javaman berkata) dihakimi pakai Kitab Tripitaka, hukum syariah, atau hukum Taurat? Sekali lagi pikir pelan2, pertimbangkan juga perasaan saudara setanah air yg turun temurun meyakini kepercayaan adat.”

    Bukan saya yang bilang ya..😀

  8. gimana nggak sekuler???
    sila 1 ketuhanan yang maha esa, tapi butir ke 7 tulisannya ga boleh memaksakan tuhannya kepada orang lain
    bahkan di UU pun ditulis kebebasan agama terjamin (freedom of religion) artinya bebas mau milih ato nggak beragama sekalipun,ideologi austria freedom of religion,artinya kebebasan beragama
    nggak cuma indonesia yang ideologinya berbau ketuhanan, negara’ maju yang sekuler juga punya ideologi ketuhanan, tapi mereka tetep sekuler
    indonesia dlunya sekuler, makin ksini makin dijejelin UU berbau agama… tahun 70an UU nikah harus disahkan agama, tahun 70an judi di banned, tahun 90an masalah THR, jaman orba KTP dicantumin di agama…
    kementrian agama makin kesini makin nyolot, padahal tadinya cuma ngurus persatuan antar agama doang…

  9. sungguh pemikiran manusia sekali, jadi sampai disitulah baru pemikiran mu min. berfikirlah dengan pemikiran tuhan, jangan memikirkan apa yang dipikirkan tuhan sungguh kamu tidak sanggup memikirkannya

  10. negara sekuler yg melindungi setiap pemeluk agama,hanyalah utopia..diprancis,kerudung dilarang.padahal itu gak ada bedanya dgn kristiani yg pake rosario,hanya mengekspresikan identitas agama mereka.so?indonesia sekuler?i don’t think so

  11. aneh sekali ini tulisan.
    menurut ane, agama itu adalah petunjuk bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan sesudahnya. otomatis seluruh aspek kehidupan termasuk didalamnya (sosial, ekonomi, budaya)
    sementara sekuler itu memisahkan agama dengan segala bidang kehidupan atau agama tidak boleh ikut campur dalam kehidupan sosial, ekonomi, budaya,dll)
    lantas bagaimana bisa sekulerisme bisa dikatakan melindungi agama?
    logika apa yang bisa dipakai untuk menerima ini?

  12. alhamduliah ya saya atheis lahir batin hahaha . selagi belum ada bukti ilmiah mengenai keberadaan tuhan yang konon katanya mahakuasa,maka selama itu pula saya menolak keberadaan tuhan. bagi saya panduan moral itu adalah akal sehat dan hukum positif negara,bukan kitab2 suci yang isinya dongeng dan mitos. saya bahagia terlepas dari kungkungan dongeng agama. sekali lagi pujni tuhan ya (Sarkastik )

  13. “Anda rela dihakimi pakai Kitab Tripitaka, hukum syariah, atau hukum Taurat?”

    setau gw, cuma Islam yg punya hukum yg mengatur kehidupan publik (politik, ekonomi, sosial, budaya, peradilan (pidana & perdata), pemerintahan, militer, perang, hubungan luar negeri, dll). tidak ada satupun aktivitias manusia baik aktivitas yg berkaitan dg manusia dg Tuhannya, manusia dg manusia, muslim dg non muslim dan muslim dg muslim yg tidak ada aturannya dalam Islam. hanya saja sejak negara Islam dihancurkan eropa tahun 1924, aturan2 Islam dlm kehidupan publik itu disingkirkan orang termasuk oleh muslim sendiri. apalagi sejak saat itu sampai skrg, muslim hidup tercerai berai dalam banyak negara dan tiap negara mengeliminir hukum atau aturan Tuhan mereka (Allah Swt).

    sementara di agama lain ga ada yg namanya hukum pemerintahan, politik, ekonomi, pidana, perdata, militer, perang, dll, kalo pun masa lalu ada negara roma dengan mengatasnamakan bibel, dlm penerapan hukum tidak pernah mengacu pd ayat bibel, semata2 pendapat dr para pendetanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s