Apakah ada kemungkinan ada Universe lain di luar Universe yang kita tinggali?

[DISCLAIMER: Sebelum saya membahas tentang hipotesa multiverse, saya ingin menekankan bahwa apa yang akan saya jabarkan di sini adalah simplifikasi dari konsep yang sebenarnya. Untuk mengetahui secara detail dan menyeluruh, Anda perlu membaca lebih lanjut jurnal ilmiah serta hasil penelitian terbaru terkait dengan string theory]

Adanya ide bahwa ada universe lain atau dimensi lain memiliki banyak sekali pendekatan, salah satu contohnya adalah dugaan wormhole pada blackhole yang diperkirakan bisa jadi semacam portal terhadap parallel universe. Kali ini saya ingin membahas pendekatan lain, yaitu fisika teoretis terkini yang masih sangat jarang dibahas dan dipopulerkan, namun tetap menarik untuk diikuti.

Semua ahli fisika teori saat ini sedang berupaya keras untuk merealisasikan impian Albert Einstein yaitu menemukan satu rumus tunggal yang bisa menjelaskan seluruh force yang ada di seluruh alam semesta ini, nama yang sering digunakan yaitu “theory of everything” (selanjutnya disingkat ToE). Upaya untuk menemukan ToE ini sudah dimulai sejak Democritus mengatakan bahwa segala hal yang ada di dunia ini terdiri dari partikel yang sangat kecil dan disebut dengan atom. Kemudian seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kandidat teori untuk menemukan ToE silih berganti berkembang dan saling mengoreksi dari prinsip Newton hingga Relativitas Einstein.

Nah, dalam perkembangan fisika modern terkini, kandidat terkuat yang paling update untuk mendapatkan ToE ini namanya String Theory. Dimana upaya pendekatan dari string theory ini adalah “membedah” materi pada level sub-atomic particle hingga 10^-33 centimeters (skala string). Kemudian pada skala yang amat kecil ini (sub atomic-level), ternyata hukum fisika newton tidak berlaku di mana secara matematis kita tidak lagi bisa mengandalkan observasi pada level 3 dimensi (sumbu x,y,z = panjang, lebar, tinggi).

Karena untuk menjelaskan pergerakan (lebih tepatnya vibrasi) dalam level string, dibutuhkan dimensi ruang ekstra dalam persamaan matematisnya! Sehingga agar mendapatkan suatu persamaan yang memiliki mathematical consistency, dibutuhkan kondisi extra spatial dimension, yang mana salah satu yang paling populer adalah adanya 11 ruang dimensi lain yang disebut dengan M-theory.

[Di atas merupakan penjelasan sederhananya, berikut di bawah penjelasan yang agak rumitnya. Tapi kalo Anda mau skip dan langsung ke penjelasan hubungan string theory dengan multiverse juga bisa]

Rumitnya nih, string theory itu hipotesis untuk menjelaskan natur dari partikel nuklir. Karena dalam kuantum mekanik partikel nuklir tidak berdimensi, maka string theory mengasumsikan sebuah bidang adalah satu dimensi – sehingga partikel dapat dikuantifikasi. Karena satu dimensi, bentuknya otomatis berupa “String” – tali berdimensi satu. Karena sudah berdimensi maka baru bisa dihitung dalam sistem dimensional (supaya dipahami secara sederhana oleh daya bayang manusia). Sehingga dimensi ruang (euclidian) bisa “diterjemahkan” ke dalam manifold/topologi ruang.

cy

Hipotesisnya, segala jenis partikel fisik tak lain adalah berupa “tuning” dari osilasi string tersebut. Jadi alam semesta diterjemahkan kedalam “semerawut” tali-temali ini, yang sering membutuhkan “angle” lain yang tidak disediakan oleh ketiga dimensi—maka teruslah bertambah dimensi itu, sampai ke dimensi ke-11 (menurut M theory). Tapi bentuk-bentuk yang memungkinkan secara matematis itu semakin lama semakin banyak.

Lalu apa hubungannya dengan multiverse?

Nah, setelah para ilmuwan mengetahui bahwa dibutuhkan dimensi ruang ekstra jika kita ingin mendapatkan persamaan matematis yang konsisten dalam mengukur vibrasi dan gerakan pada level string, para ilmuwan tersebut berupaya untuk mendapatkan bentuk model dimensi yang cocok dalam mengukur pergerakan string tersebut.

Masalahnya, sampai dengan saat ini para ilmuwan belum bisa menemukan bentuk yang pasti dari dimensi ruang tersebut. So by far, para ilmuwan baru mendapatkan “kandidat” dari bentuk-bentuk dimensi yang secara matematis memungkinkan!

Sementara itu, dalam upaya untuk “membedah” materi menjadi sekecil string, para ilmuwan mencoba untuk mengkuantifikasi total energi dalam satu partikel yang bergerak sesuai dengan percepatan dark energy. Maka ditemukanlah satu konstanta yang disebut Boltzmann Constant yaitu sebesar 1.3806488 × 10-23 m2 kg s-2 K-1.

Kemudian, seiring dengan perkembangan dari string theory, ternyata kandidat dari bentuk dimensi ruang yang memungkinkan secara matematis terus bertambah dari awalnya hanya 5 kandidat bentuk, sekarang berkembang menjadi jutaan kemungkinan bentuk dimensi yang bisa menjelaskan pergerakan satu string..

Dalam kondisi yang mencengangkan ini, beberapa ilmuwan menjadi pesimis bahwa string theory ini bisa membawa kita pada kesimpulan akhir dari ToE. Akan tetapi, berdasarkan pendekatan ini ada beberapa ilmuwan yang menciptakan suatu hipotesa baru bahwa:

“Jangan-jangan Setiap Kandidat Bentuk Dari Ekstra Dimensi Ruang Ini, Berlaku (dan Mewakili) Bahwa Ada Hukum Fisika Lain Yang Teraplikasi Pada Universe-Universe Yang Memiliki Percepatan Dark Energy Dan Konstanta Boltzmann Yang Berbeda-Beda!”

Inilah dasar asumsi yang mengarahkan para ahli fisika teori terhadap hipotesa “radikal” tentang peluang adanya universe lain di luar universe yang kita tinggali.

Lantas bagaimana mungkin hipotesa ini bisa diuji secara observasional ?

Ada beberapa kemungkinan di mana kita bisa mengetahui kemungkinan adanya universe lain di luar universe yang kita tinggali. Salah satu yang menurut saya cukup realistis adalah dengan melihat perubahan dari struktur pemetaan massa dan energi microwave background, di mana perubahan tersebut bisa jadi indikasi bahwa adanya interaksi pengembangan ekspansi alam semesta yang disebabkan oleh dark energy dan bertumbukan dengan ekspansi dari universe lain.

Well, memang hipotesa ini masih sangat kontroversial dan bersifat spekulatif. Kita coba ikuti saja terus perkembangan dari para ahli fisika teori untuk mencoba mengungkap the theory of everything!

8 thoughts on “Apakah ada kemungkinan ada Universe lain di luar Universe yang kita tinggali?

  1. Ping-balik: Selamat datang di web ABAM! | Anda Bertanya Ateis Menjawab

  2. Ping-balik: Selamat atang di ABAM! | Anda Bertanya Ateis Menjawab

  3. Teori dawai ini menurut saya masih sangat spekulatif dan belum bisa dibuktikan karena berurusan dengan skala yang sangat luar biasa kecilnya. Belum ada yang bisa ‘melihat’ satu dawai pun karena diperlukan energi yang luar biasa besar dan belum mampu dihasilkan dengan teknologi yang ada dewasa ini.

  4. Saya yakin, bila tidak keduluan kiamat, suatu saat akan bisa dijelaskan secara rasional dimana surga dan neraka, malaikat tinggal dimana, nyawa (ruh) setelah mati ada dimana.. sabar dan terus belajar.. butuh waktu tapi bukan tak terhingga untuk dapat mengumpulkan setetes air menjadi samodera !

  5. Siapa menyangka,menghitung 0,65493×1,3+7,34567×297,352:231-0,1647-0,007685 dgn kalkulator zaman sekarang hanya memerlukan waktu sekian detik, dimana dulunya mungkin sekian jam untuk mendapatkan jawabannya. Benda terkecil berukuran 100 antometer (1 antometer = seperseributriliun mm), dengan bantuan alat, maka manusia sudah dapat melihat benda terkecil pada ukuran tersebut. Jarak terjauh yang sdh dapat dijangkau manusia adalah sejauh 10 juta tahun cahaya atau 94.600.000 triliun km (1 tahun cahaya adalah kecepatan cahaya 300.000 km per detik merambat menempu waktu 1 tahun atau 94,6 triliun km). Mengirim berita ke Amerika dulu memerlukan waktu berminggu-minggu hingga ketujuan namun siapa sangka era modern ini hanya memerlukan waktu sepersekian detik. Semua ini adalah hasil kerja keras para saintifik dan tentu mereka tak perlu berdoa dulu menurut kepercayaan masing-masing untuk mendapatkan tujuannya yang nantinya akan berguna untuk sesamanya, misalnya laptop yang kita gunakan sekarang ini.Sejarah dan evolusi sains baru sekitar 300 tahun namun hasilnya untuk kepentingan manusia sudah banyak sekali, seperti TV, handphone, pesawat terbang. Semuanya ini bukanlah “simsalabim maka terciptalah” atau berdasarkan ilusi dogmatis yang harus dipatuhi, apalagi hanya didasarkan kepada mitos. Namun begitu hal-hal ini harus juga dimengert bahwa semua informasi penciptaan, ilusi, dogma, mitos dapat kita pahami bahwa sistem informasi dan teknologi pada zaman itu belum ada, belum berkembang seperti sekarang ini, sehingga informasi tersebut misalkan wahyu, diterima begitu saja apa adanya tanpa koreksi. Zaman sekarang walaupun ada tantangan dalam string theory tetap saja sains akan menelusurinya, kerena inilah sifat sains, bekerja untuk membuktikannya dan tentu akan dimanfaatkan oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja.
    Nah, manusia termasuk saya dan anda akan memanfaatkannya sains ini menjadi satu teknologi yang nanti akan mempermudah kehidupan kita, menjadi sejahtera. Bila kita tidak memanfaatkan sains dan teknologi yang tersedia maka kita akan tetap bodoh dan ketinggalan. Atau kita telah memanfatkan sains dan teknologi ini namun tidak mengakuinya, dikarenakan telah terkungkung oleh dogma penciptaan dimana berdasarkan wahyu, ilusi, dogma dikatakan selalu bersumber pada adikodrati. Bukankah kita sebagai manusia akan benci dengan kebodohan dan kemunafikan?

    • Setuju karena menurut saya tujuan utama umat manusia hidup di dunia ini adalah untuk mewujudkan utopia di dunia. Kebodohan dan kemunafikan akan membuat manusia tidak akan maju dan membawa dunia pada stagnasi yang tidak akan mampu menyelamatkan peradaban jika suatu waktu kita dihadapkan pada suatu kondisi apocalyptic. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disertai kemajuan moral dan ekonomi (yang otomatis akan mengikuti saat teknologi semakin maju) adalah satu-satunya yang akan membawa umat manusia menjadi pemegang kesejahteraan yang sesungguhnya.

  6. kalo saya pernah berpikir gini…alam semesta yg diketahui manusia tercerdas dan terpintar saat ini berdasarkan fakta sains…adalah sebuah alam semesta yang di desain dengan 1 makhluk hidup sempurna didalamnya yaitu manusia. alam semesta ini..cuma 1 kotak.

    di kotak lain…ada alam semesta lain…lalu kotak lain juga ada. Jadi kalo di lihat dari atas…alam semesta itu seperti papan catur…bentuknya kotak2..dimana satu kotak itu berisi 1 alam semesta. salah satu kotak alam semesta itu ada yg namanya BUMI dan MANUSIA.

    Dan, jikapun dikaitkan dengan TUHAN…karena TUHAN itu yang menciptakan MANUSIA dan ALAM SEMESTANYA..maka..TUHAN membatasi kemampuan OTAK terbatas kepada 1 KOTAK itu saja…walaupun kenyataanya…OTAK MANUSIA pun masih belum mampu mengungkap rahasia alam semesta yang cuma SATU KOTAK itu.

    Bayangin kalo satu kotak alam semesta aja belum terjangkau..gimana kotak2an alam yang lain?.

    memang benar sabda Nabi SAW ” Angan2 manusia..melebihi umurnya “. Artinya…1 bidang ilmu..jika di telusuri selama periode hidup seorang manusia 100 tahun saja…masih belum bisa terkuak seluruhnya.

    Sudah berapa lamakah teori albert einstein ini ada..kemajuan apakah yang sudah ddidapat dari teori tersebut?

    Jika saja albert einstein berumur 1000 tahun..mungkin saja suatu saat bisa membuktikan bahwa teorinya adalah benar…dan berwujud suatu alat atau karya. Tapi untuk mencapai ini..dibutuhkan sebuah kerja keras, semangat, fokus dan kesabaran yang sangat2 besar…bisakah kita melakukanya?. meneliti SATU rumus / theory hingga menjadi sebuah alat / bukan sekedar teori selama 1000 tahun?.

    Pandangan saya diatas bukan untuk membatasi / mencegah orang menghabis2kan waktu dengan menTuhankan sains…atau melarang manusia untuk berprinsip ” semua HAL harus logis dan masuk akal karena didukung suatu hukum asbab akibat “…bukan..bukan itu.

    Tapi yang mau saya sampaikan adalah kapasitas MANUSIA memiliki BATASAN. Adakah yang tidak memiliki BATASAN kapasitas?.

  7. Ada banget… sejak kecil dan diajarin kok di sekolah dalam pelajaran agama islam bahwa antara alam jin, manusia, malaikat, alam ruh, alam para jihad fi sabilillah itu berbeda beda.

    Semuanya akan jadi satu setelah kiamat. Begitu kira kira tentang multiverse ini.

    Sebentar lagi alam Jin dan manusia akan jadi satu dengan kemunculan Dajjal laknatullah.

    Tunggu saja tanggal mainnya. CERN lagi buat alat untuk membuat tabir/membrane yang memisahkan alam ini dengan alam Jin Loh.

    Islam dah tahu itu 1400 taon yang lalu… Ilmuan baru tau pas mreka mau mendobrak barriernya.

    weleh weleh…

    Wallahu alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s