Menyangkut Sila Pertama “Ketuhanan yang maha Esa” apakah ateis perlu diusir dari Indonesia?

Pancasila, Sila pertama butir ke 7, berbunyi “Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.” Yang secara jelas bisa dikatakan bahwa kita tak bisa memaksakan sebuah kepercayan ataupun dengan iming iming imbalan. Seberapapun orang membayar, anda tentu tak bsia begitu saja percaya bahwa sinterklas anda bukan?

Dapatkah ateis kembali beragama?

Tentu, pada umumnya para atheis bukanlah fundamentalis yang sangat yakin bahwa tuhan tidak ada. Mereka siap jika suatu sat nanti muncul bukti tak terbantahkan mengenai keberadaan Tuhan atau ketika Tuhan membiarkan dirinya dapat terdeteksi oleh manusia dengan caraNya

Seperti layaknya kita yang sulit mempercayai hal hal yang diluar nalar, pkita selalu meminta bukti yang cukup sebelum kita mempercayai seuatu cerita yang luar biasa. Demikian pula dengan atheis. Atheis menganggap bahwa keberadan Tuhan masih sebatas dongeng rumit yang tidak pernah memiliki bukti yang kuat mengenai keberadannya.

Apa yang membuat seseorang menjadi ateis?

Ada berbagai macam alasan yang membawa seseorang menjadi atheis. Pada awalnya tentu saja semua orang lahir tidak beragama ataupun menyembah Tuhan tertentu, yang kemudian menganut agama yang dianut orang tua mereka. Dalam perkembangannya banyak yang menyadari bahwa kepercayaannya yang dibawa sejak kecil ternyata tidak memenuhi bukti yang cukup untuk dianggap sebagai fakta, melainkan dongeng yang sangat luar biasa sehingga seolah mampu memberikan segala jawaban mendasar tentang asal usul dan tujuan kehidupan. Para atheis pada umumnya adalah mereka yang peduli akan kebenaran dan mencarinya dengan mengedepankan objektifitas, menghidnari asumsi, dan menarik kesimpulan yang paling logis. Dengan demikian mereka mampu menganalisa secara objektif bagaimana hingga agama dan imajinasi manusia tentang Tuhan muncul.

Dalam variasinya ada juga beberapa atheis lemah yang menjadi atheis karena merasa doanya tidak pernah di dengar oleh tuhan dan mulai berasumssi bahwa tuhan tidak ada, atau tidak peduli pada umatnya.

Apakah ateisme itu?

Secara singkat ateisme adalah posisi tidak percaya adanya Tuhan. Secara umum Tuhan yang dimaksud para ateis adalah Tuhan personal, misalnya seperti yang digambarkan oleh agama-agama Abrahamik seperti Yahudi, Kristen, Islam, dan lain sebagainya yang menggambarkan Tuhan sebagai mahkluk super, tidak terlihat, memiliki kehendak, mengatur takdir, pencipta, dsb. Secara lebih umum ateis adalah mereka yang tidak menyembah Tuhan tertentu, meskipun bisa saja membuka kemungkinan bahwa Tuhan itu ada namun tidak mengatur kehidupan manusia dan hanya sebagai prima causa. Ateis menolak menerima/memercayai keberadan Tuhan personal karena tidak pernah dapat dibuktikan keberadannya, karena kitab suci memiliki banyak kontradiksi, dan banyak penyebab lainnya. Para ateis tidak memiliki nabi, kitab, ataupun dogma. Pada umumnya para ateis mencari kebenaran melalui pendekatan ilmiah dengan sebisa mungkin menghindari kesalahan logika berpikir.