Kemanakah ateis setelah mati?

Secara umum ateis tidak percaya akan kehidupan setelah mati. Kebanyakan mempercayai bahwa setelah mati, sama seperti sebelum lahir. Tidak ada bukti apapun, kecuali orang-orang yang mengalami gangguan psikologis pernah menceritakan kehidupan setelah kematian. Tentu semua orang menginginkan adanya kehidupan setelah mati. Sangat indah membayangkan kita bisa tetap menjaga ingatan dan keberadan kita. Tapi bukti bukti sejauh ini tidak mengindikasikan adanya hal tersebut. Mereka yang mengaku sempat mengalami kematian menggambarkan alam kematian secara jauh berbeda dan berakar apda kepercayan agamanya massing masing.

9 thoughts on “Kemanakah ateis setelah mati?

  1. Ping-balik: Apakah roh itu benar benar ada? Jika tidak, bagaimana manusia bisa hidup? | Anda Bertanya Ateis Menjawab

  2. Pak, kenapa kita harus mati? Kenapa kita perlu mati?
    Dan kenapa sampe hari ini tak seorangpun yang mati ga hidup lagi?
    (Ini diluar keyakinan bahwa Isa Al-Masih pernah diberi kuasa oleh Tuhan
    untuk menghidupkan lagi orang mati.)
    Kalau memang tidak ada kehidupan setelah mati,
    gmn donk piutang2 saya yang belum dilunasi?
    gmn dengan salah tembak yang membuat saudara,ayah,pak dhe saya tidak lagi
    bisa bekerja menghidupi kami?
    Gmn donk dengan uang kami yang dirampok koruptor dan gak pernah kembali?
    Dimana kita akan menuntuk keadilan? Menguap begitu saja?
    Pak, kalau memang di dunia ini ga ada Tuhan yang mengatur/mengendalikan,
    maka berdasarkan bukti2 yang ada saat ini sepantasnyalah kita MANUSIA sebagai
    pengaturnya, bukan Optimus dan bangsanya🙂
    Karena toh akal manusia TERBUKTI secara perlahan “mampu”
    menguasai alam. Maka, kenapa kita tidak membuat sistem kehidupan sendiri saja?
    Misalkan, kita buat ulang bumi kita,matahari kita setel agar sinarnya
    membuat kita hidup abadi. Kita set aturan agar tidak ada lagi peperangan,
    pertengkaran, permusuhan sehingga surga itu benar2 ada dan nyata saat ini.
    Dengan bom atom yg ada sekarang kyknya sudah “mampu” merenovasi
    fisik bumi kita. kita hapus konsepsi kematian.
    Tapi nyatanya, beribu-ribu tahun berlalu justru menunjukkan manusia selalu
    dalam ketidakmampuan. Dulu org sakit demam bs dengan mudah berujung pada kematian.
    Medis harus berpikir panjang utk mengobatinya. Hingga pada suatu waktu
    manusia bisa “menaklukkannya” dan hari ini, cukup beli pil di warung pojok
    yg harganya mungkin 5000 rupiah saja,demam bs sembuh seketika.
    Tapi disaat yg sama, penyakit lain yg lebih dahsyat muncul.
    Medis hanya bs jawab “obatnya masih dalam penelitian”.
    Demikian seterusnya.
    Pertanyaannya, siapakah yang lebih digdaya :manusia atau penyakitnya?
    Kayaknya sih, manusia cuman jadi bulan2an penyakit saja.
    Produsen mobil bensin, pasti akan tahu apa yang AKAN TERJADI
    jika mobilnya dijalankan dengan solar. Serentetan kasus seperti
    mobil mogok, kerusakan mesin dsb akan DENGAN TEPAT dapat diketahui
    tanpa harus melihat obyek mobilnya. Sebab dialah yang mengkonsep,
    merancang, mengkonstruksi mobil itu.
    Nah, demikian juga dengan hidup setelah mati. Kalo manusia
    belom paham apalagi menguasai alur hidupnya sendiri (dari hidup sampe mati),
    cukup rasionalkah jika bs memastikan bhwa TIDAK ADA KEJADIAN setelah kematian?

  3. apabila ateis tidak percaya akan kehidupan setelah mati, bukankah SEBELUM ada di dunia, manusia (termasuk penganut ateis sendiri) ada dalam keadaan mati . jika mereka tidak percaya akan kehidupan setelah mati, maka kenapa manusia ada didunia ini? bukankah mereka tidak percaya akan kehidupan setelah mati…

    terimakasih

  4. bukankah manusia dulunya mati lalu dihidupkan didunia ini. padahal itu cukup untuk membuktikan bahwa Tuhan Kuasa menghidupkan orang yang mati. setelah mati didunia

    • Mbak Annisa, apa benar sebelum kita dilahirkan didunia ini kita itu mati? sesuatu yg dikatakan mati selayaknya pernah hidup dulu kan, setidaknya ada bentuk fisiknya hadir di dunia. apakah mbk annisa sendiri pernah mengalami kehidupan sebelum mbk annisa dilahirkan? coba jelaskan🙂

  5. Kalo kalian tidak percaya kehidupan setelah mati, kenapa kalian mau untuk mati? kenapa kalian tidak terus aja hidup di bumi?

  6. tentunya kehidupan sebelum dilahirkan itu ada, kita hidup di Alam yang berbeda yaitu Alam Kandungan (rahim), dari Sperma Laki2 dan Indung Telur Wanita, Allah Swt mencreate manusia sedemikian rupa : ” bukan kah dulu kita ini dari tanah liat? dan kembali ke tanah? kemudian Allah ciptakan dari Sari Patih tanah (sperma)/apa yang kita konsumsi sesungguhnya kita ini hidup diciptakan karena ruh Allah, Sperma menembuh indung telor kemudian terjadi pembelahan sel dan pembuahan dan sekita 4 minggu, Allah Meniupkan Ruh dan saat itu yang dulunya kita hanya setetes mani (mati) dan dengan Ruh Allah kita Hidup, dalam ( Fase 1 )ini kita hidup dalam Rahim Ibu kita. dan 9 bulan kemudian kita di lahirkan ke Bumi ( kehidupan Fase Ke 2) eksistensi di bumi adalah beribadah (waktu ditentukan ketetapan Allah), Kemudian Mati dan Hidup ke alam Barzah (Fase 3) setelah kiamat kita dibangkitkan (fase ke 4) untuk menunggu Peradilan Allah Swt, dan Fase ke 5, tempat sebenarnya Surga kah atau Neraka kah Tempa kita.

  7. Atheis atau tidak, tidak akan merugikan TUHAN sama sekali….andaikata seluruh manusia didunia dari pertama sampai terakhir tdk percaya Tuhan itu ada TUHAN tidak di rugikan sama sekali, karena idealnya Tuhan Maha Perkasa,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s