Jika tidak ada surga dan Neraka, bagaimana dengan orang orang jahat yang lolos dari peradilan dunia?

Pertanyaan terkait:
-Apa yang terjadi pada orang jahat setelah mati?
-Bagaimana keadilan terwujud jika Tuhan ternyata Tidak ada?

Jawaban:
Memang, idealnya semua akan mendapat keadilan mutlak. Orang jahat akan dibalas di akhirat, orang baik akan mendapat balasan. Namun kenyataannya sejauh ini, tidak ada indikasi bahwa tuhan ada, bahwa surga dan neraka ada.

Hukum yang diterapkan manusia sendiri bertindak seolah surga dan neraka tidak ada. Jika tidak, maka segala sesuatu akan diserahkan pada hukuman akhirat. Tentu kami akui bahwa idealnya segala perbuatan akan mendapatkan balasannya, yang baik ataupun yang buruk. Namun hal hal yang ideal tidak selalu terjadi. Idealnya surga dan neraka perlu ada dimana orang orang jahat akan mendapat ganjaran, namun kami sadar bahwa sangat mungkin surga dan neraka tidak ada. Inilah yang memotivasi kita untuk menegakkan keadilan di buka bumi. Agar tercipta kenyamanan bersama. Agar tidak ada orang orang yang merasa segala perbuatannya benar karena berlindung dibalik perintah agama. Bayangkan jika ada sekumpulan umat penyembah doraemon (yang nyata nyata fiksi) melakukan bom bunuh diri kepada orang tak bersalah yang mereka anggap musuh, melarang anda beribadah, dan memaksa anda menyembah tuhannya. Dan hal ini tidak tersentuh hukum karena doraemonisme menjadi agama mayoritas? Bagaimanapun juga hukum perlu dibuat untuk mengakomodasi kepentingan bersama. Inilah salah satu tujuan sekulerisme. Yakni sebuah sistem pemerintahan yang mengakomodir semua agama selama mereka tidak mengganggu agama lainnya.

23 thoughts on “Jika tidak ada surga dan Neraka, bagaimana dengan orang orang jahat yang lolos dari peradilan dunia?

  1. Ingat: ada banyak agama yang tidak hanya ingin mengejawantahkan surga di alam sana tapi ‘surga bumi’ pula. Ya, seperti yang admin ABAM disini inginkan. Jadi Anda salah jika seandainya beragama hanya menghayalkan surga di langit ke tujuh sana. Tahukah Anda jika Spanyol/Andalusia dulu juga merupakan usaha yang dilakukan untuk mewujudkan surga di muka bumi, meskipun pemilik peradabannya percaya ada surga yang lebih tinggi lagi. Peradaban lain sebelum peradaban yang dianggap modern saat ini pun memiliki usaha semacam itu. Jadi jika dengan tulisan ini Anda seolah mengklaim bahwa satu satunya yang menginginkan mewujudkan surga di muka bumi adalah kalangan atheis, Anda salah besar🙂

  2. dear ABAMs
    hidup itu adalah pilihan.. tidak ada paksaan dalam memeluk agama manapun..bahkan di islampun tidak boleh ada paksaan..karena pilihan kita nanti akan dipertanggung jawabkan di akhirat…. 2:256. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

    dan di dunia ini apapun keyakinanya atau tdk punya sekalipun selama tidak merugikan dan menganggu manusia lain , maka bebas hidup bersahabat .
    60:8. Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada emerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

    muslim pun harus berbuat adil dengan siapapun termasuk terhadap non muslim, selema mereka tidak memerangi islam dan mereka menghargai keyakinan islam begitupun muslim harus menghargai kalian..

    paham kalian adalah hak kalian, dan keyakinan kami adalah hak kami…
    Bagiku agamaku dan bagi kalian apapun itu..

  3. saya beragama bukan karena candu….aku percaya adanya Tuhan….dan aku percaya adannya surga dan neraka….jika gak ada surga dan neraka berarti gak ada aturan agama…kalo gak ada agama ….saya yakin sudah sejak dulu manusia musnah dari muka bumi ini….
    ampuni semua kesalahanku ya Allah SWT…….tetapkanlah aku dijalanMu agar tetap bisa berbuat baik diBumi dan menjaganya….

  4. Tuhan itu 1, jadi tidak ada kata atau kalimat “memaksa anda menyembah tuhannya”. Kalau Tuhan lebih dari 1, perlu dikaji ajarannya sesat atau tidak.

  5. Pakde, Bude, Om, Tante..
    Saya ga punya agama, ga percaya tuhan (kecuali tau2 tuhan nongol dan bisa terbukti).. Tapi suwer deh saya percaya surga dan neraka dan terbukti ada.. (Warning: surga dan neraka versi ini sifatnya subjektif bgt looo tapi beneran ga boong deh, suwer !!)

    Surga:
    -saya kerja sebulan (ibadah ama keluarga+diri sendiri nih lol), diakhir bulan diganjar gaji dan duitnya boleh saya pake sesuka hati.. Mau shopping kek, nyalon kek, mijit.. –> Surga
    -ngajarin anak tugas sekolah ampe dia ngerti, pas ada tes dia dpt dapet nilai bagus (emak2 bangga ama anaknya) –> Surga..
    -dan banyak contoh lainnya..

    Neraka
    – lagi PMS, ngomel2 ga jelas di kantor, taunya kedengeran boss alhasil ditegur+malu seharian ama rekan kantor (berbuat jelek: tdk bisa jaga tindakan+ucapan) ganjarannya?? –> neraka (ditegur boss)
    – sibuk bbm-an sambil nyetir alhasil nyerempet mobil depan.. –>neraka, diomelin yg punya mobil ama disuruh ganti biaya kerusakan.. Pulang2 diomelin lagi ama suami.. Neraka tingkat paling bawah nih.. (Hebat kan bahkan neraka-surga versi saya pun ada tingkatan kadarnya)
    – dan masih banyak contoh lain..

    See, beneran ada kan surga dan nerakanya?? Hehehe anyway, karena sy sdh berhasil menciptakan surga dan neraka, saya sama dong ama tuhan? eh, td ngakunya ga percaya tuhan.. Hahaha sudahlah jelas saya atabil – ateis labil.. <– tandingan ababil..

  6. jadi kalau saya lihat itu surga dan neraka versi anda? surga dan neraka versi dunia?
    lalu bagaimana dengan orang yang semasa hidupnya berbuat jahat… lalu dia mati begitu saja tanpa mengalami proses hukum? pasti ada kan orang yang seperti itu? enak sekali hidup seperti itu…
    jikalau saya atheis saya pasti akan hidup bebas sesuka hati saya, saya akan berbuat maksiat dimana2, saya akan memperkosa wanita manapun yang saya suka… tanpa perlu khuwatir akan dosa dan hukuman… apa gunanya berbuat kebaikan? toh kita berbuat kebaikan hanya kalau ada sebabnya kan? kalau ada aturannya kan? perduli amat sama keseimbangan dunia…
    buat apa pula saya beramal? toh tidak akan ada yang membalas kebaikan amal saya? kan saya gak percaya tuhan…
    apakah para atheis percaya akan setan dan malaikat? atau makhluk ghaib lainnya? lalu bagaimana atheis menjelaskan tentang kejadian2 ghaib? seperti kekuatan mistik dari dukun?
    saya pernah bertanya kepada seorang atheis bagaimana manusia dan bumi tercipta…
    lalu dia mendeskripsikan jawaban dengan teori zat kimia, ledakan, menjadi satu, dll dan semacamnya… apa iya kita semua yang ada di dunia ini tercipta oleh kecelakaan seperti itu?
    lalu siapa yang membuat kecelakaan itu? apakah dengan sendiriya?
    begitu banyak pertanyaan di kepala saya mengenai pola pikir atheis…
    yang jelas saya tidak akan menjadi orang baik jika saya menganut atheis… saya berusaha menjadi orang baik karena agama saya… karena agama saya mengajarkan begitu…
    sepertinya anda hanya menilai dari segi atheisme anda, lalu bagaimana anda mendeskipsikian bahwa agama saya… agama islam… adalah agama yang salah? apakah karena dari terorisme? dari tukang bom? itu bukan islam… islam tidak mengajarkan seperti itu…
    maaf sebelumnya, dan terimakasih…

    • “jadi kalau saya lihat itu surga dan neraka versi anda? surga dan neraka versi dunia?
      lalu bagaimana dengan orang yang semasa hidupnya berbuat jahat… lalu dia mati begitu saja tanpa mengalami proses hukum? pasti ada kan orang yang seperti itu? enak sekali hidup seperti itu…
      jikalau saya atheis saya pasti akan hidup bebas sesuka hati saya, saya akan berbuat maksiat dimana2, saya akan memperkosa wanita manapun yang saya suka… tanpa perlu khuwatir akan dosa dan hukuman… apa gunanya berbuat kebaikan? toh kita berbuat kebaikan hanya kalau ada sebabnya kan? kalau ada aturannya kan? perduli amat sama keseimbangan dunia…”

      oh, ini akhlak orang2 samawi sebenarnya? =))

  7. Dear Faisal Fahriansyah,
    Saya juga Muslim, dan merasa Islam agama yg benar. Tapi membaca pandangan anda tentang Atheist sepertinya anda mempelajari Islam yg salah. Terutama kalimat2 yg berikut:

    “jikalau saya atheis saya pasti akan hidup bebas sesuka hati saya, saya akan berbuat maksiat dimana2, saya akan memperkosa wanita manapun yang saya suka… tanpa perlu khuwatir akan dosa dan hukuman… apa gunanya berbuat kebaikan? toh kita berbuat kebaikan hanya kalau ada sebabnya kan? kalau ada aturannya kan? perduli amat sama keseimbangan dunia…
    buat apa pula saya beramal? toh tidak akan ada yang membalas kebaikan amal saya? kan saya gak percaya tuhan…”

    Di dalam Islam pun diterangkan bahwa manusia diciptakan oleh Allah sebagai mahluk yg berakal budi. Artinya memiliki akal & berbudi. Tanpa akal budi mustahil anda bisa memahami ajaran2 AlQuran. Sebagai Muslim seharusnya anda percaya ayat2 AlQuran bahwa Tuhan meninggikan ciptaanNYA manusia di atas mahluk lain. Kelakuan yg anda tulis di atas bukan saja tidak mencerminkan kelakuan manusia beragama, tapi sama sekali tidak mencerminkan sikap seorang manusia sama sekali. Dan walaupun saya Muslim, saya dengan bangga mengatakan bahwa saya melakukan perbuatan baik dan menghindari perbuatan jahat karena saya adalah ciptaan Allah yg mulia yg dianugerahkan akal budi sehingga saya mampu menjunjung tinggi kemanusiaan, tanpa perlu diiming2 kenikmatan surga dan ditakut2i hukuman neraka. AlQuran juga mengajarkan untuk berbuat baik tanpa pamrih, jadi bila anda berbuat baik hanya karena mengharapkan iming2 surga atau menghindari neraka, apakah anda yakin amal ibadah anda akan diterima Allah?

  8. Sekarang saya tantang anda untuk melakukan ini: katakanlah “hai Tuhan, jika Engkau benar2 ada, bunuh saya sekarang, hahahaha”

      • Wah kacau alam semesta ini kalau “rumus Tuhan” dalam hal pengabulan do’a seperti yang anda sangkakan. Contoh: si A yang lagi berantem sama si B, saling mendo’akan keburukan… Si A berdo’a, ya tuhan hancurkanlah si B sampai sehancur-hancurnya! maka… buum! tubuh si B hancur berkeping-keping. Terus si B? (Si B belum sempet berdo’a karena sudah hancur duluan).
        Keep Learning!
        Belajarlah tentang Islam dengan NIAT untuk memdapat jawaban & kebenaran. Janganlah belajar Islam dari orang murtad (syiah lagi), jangan belajar Islam dari situs2 yang nggak jelas, janganlah belajar Islam dari “musuh2” Islam…

  9. Akan jauh lebih baik jika mengatakan, “Saya BELUM TAHU banyak tentang Islam” dan melupakan perkataan, “Saya SUDAH TAHU banyak tentang orang-orang yang mengaku telah beragama Islam”

  10. Definisi keadilan si admin ini aja udah salah, cerita testimoni para atheis banyak bohongnya, FAQ yang ditanya A yg dijawab B, tidak nyambung sama sekali.

    Ini admin nya siapa sih?
    Faithfreedom emang ga cukup buat jd sarana kalian tolol tololin orang?

    • Ada bocoran baru… bahwa Ali Sina sang pendiri Faith Freedom itu ternyata orang Syiah Iran bukan orang Islam.

      Saya jadi faham sekarang, mengapa di negara2 Arab yang kaya raya ribut terus, mengapa dulu ada perang Iran Irak, sekarang di Irak yang berkuasa adalah kelompok Syiah yang disayang Barat, di Suriah penguasa Syiah (Assad) tega2nya membantai rakyatnya sendiri yang mayoritas Sunni, di Yaman, di Indonesia sudah mulai kelihatan mereka mulai berani “melawan” kelompok lain. Dan katanya “bohong” itu halal (taqiyah) dalam ideologi mereka (syiah). Lebih parah lagi Barat & Zionis yang “licik dan munafik” memamfaatkan kelompok syiah ini.

      Cari referensi Timur Tengan yang identik dengan Islam di TV atau Media dunia lainnya harus bagus FILTERnya… percaya deh!

      • Memang luar biasa propaganda arab saudi. Sekarang giliran mereka damai dengan israel, mendadak muncul fatwa haram menjelek jelekkan israel, dan musuh politik utama mereka sekarang adalah syiah dan assad. Semua propaganda negatif dan yang jelek jelek sekarang adalah kepada syiah. ALi sina yang orang tidak tau siapa sekarang dituduh syiah. well…

    • https://en.wikipedia.org/wiki/Iran
      Today, the Twelver Shia Islam is the official state religion, to which about 90% to 95%[285][286] of the population officially belong. About 4% to 8% of the population are Sunni Muslims, mainly Kurds and Balochs. The remaining 2% are non-Muslim religious minorities, including Christians, Jews, Bahais, Mandeans, Yezidis, Yarsanis, and Zoroastrians.[36][287]

      Orang Iran itu mayoritas Shia (Syiah) 90-95% dan kemungkinan besar Ali Sina itu penganut sekte Syiah.

      Sedikit tentang Syiah:
      -Penghalalan Zina dengan nikah mut’ah (nikah kontrak)… kemungkinan besar Ali Sina muak dengan yang satu ini.
      -Penghalalan Dusta dengan istilah taqiyah… bohong, tepu-tepu adalah halal kepada siapa saja yang mereka anggap “musuh”

  11. Jika tuhan bisa di buktikan, tentu tidak ada lagi yg namanya iman, keberadaan tuhan, sampai kapanpun, tidak bisa di buktikan, bukti di sini maksudnya bukti otentik seperti bukti bahwa api panas, adanya gravitasi, dll

    Namun, tanda2 keberadaan tuhan jelas ada, tanda2 keberadaan suatu pengadilan akhirat yg benar2 bebas intervensi dan benar2 adil juga jelas ada, dan mustahil tidak ada.

    Tanda dan bukti itu berbeda, atheis ingin membuktikan keberadaan tuhan baru percaya pada tuhan, itu namanya bukan IMAN, kepercayaan setelah ada bukti bukan lagi keimanan, bukan lagi suatu nilai plus, makanya, tuhan sengaja tidak pernah membuktikan keberadaan dirinya, hanya tanda2 saja agar mengetahui siapa yg benar2 beriman😀

    Apakah anda percaya ada planet saturnus? Tentunya pertanyaanya salah, karena keberadaan saturnus telah bisa di buktikan. Jika sudah bisa di buktikan maka pertanyaan yg relevan adalah apakah anda tahu tentang saturnus atau tidak…

    Jadi, selama ini, semua orang, termasuk atheis, pada dasarnya, sudah mengetahui “tanda” keberadaan tuhan antara lain adanya alam ini, keteraturan yg luar biasa di semesta ini yg secara logika tidak mungkin tidak ada yg mengatur atau menyettingnya, dan banyak contoh lain tanda2 keberadaan tuhan yg tak bisa di sebut satu persatu, namun, itu bukanlah bukti seperti yang di inginkan atheis, dan tuhan memang sengaja tidak akan pernah membuktikan keberadaan dirinya, karena jika dibuktikan, ranah keimanan akan hilang
    😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s