Apa isi kolom agama di KTP ateis?

Pertanyaan terkait:
Bisakah kolom agama pada KTP tidak diisi?

Jawaban:
Sejauh ini kolom agama diisi dengan agama orang tua, agama lama kami, atau dikosongkan. Sebenarnya perundangan di Indonesia sudah memungkinkan untuk mengosongkan kolom agama.

Pasal 64 ayat 2 UU no 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan menyebutkan, “…bagi Penduduk yang agamanya belm diakui sebagai agama berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan atau bagi penghayat kepercayaan tidak diisi….” Pasal ini memberikan peluang bagi siapa pun untuk mengosongkan kolom agama pada KTP-nya.

Namun demikian sepertinya tidak banyak ateis yang sudah mengosongkan kolom agama pada KTP-nya. Ada yang mengisinya dengan Buddha, dengan alasan karena Buddha adalah agama non-teis sehingga paling dekat dengan ateisme. Mengganti kolom agama tidaklaah semudah yang dibayangkan. Tidak adanya arus informasi yang baik dalam sistem pemerintahan kita membuat banyak sekali petugas petugas di level kelurahan yang tidak mengetahui bahwa undang undangnya sudah ada. Jangankan mengosongkan kolom agama, pindah agama pun pengurusannya cukup ribet di kelurahan. Jadi cukup banyak di luar sana yang sudah pindah kepercayaan namun belum mengganti keterangan di kolom agama.

Sebagai tambahan, Indonesia hanya satu dari 3-5 negara yang memiliki kolom agama di KTP. Kolom agama tidak dicantumkan di negara-negara maju karena agama merupakan ranah pribadi dan adanya agama di KTP dianggap membuka peluang untuk diskriminasi, dan bahkan kadang dapat berakibat fatal, misalnya saat konflik di Poso dan Lebanon, ketika dua kubu yang terlibat konflik mengadakan razia KTP.

Kalau saya mengosongkan kolom agama di KTP saya, itu bukan karena saya ateis, tetapi karena saya mengerti betul bahwa agama adalah urusan pribadi saya, dan tidak sepantasnya tercantum di dokumen resmi yang saya sertakan misalnya saat saya melamar kerja, dan lain sebagainya.

8 thoughts on “Apa isi kolom agama di KTP ateis?

  1. Saya termasuk orang yang mendukung ditiadakannya kolom agama di KTP, dan saya paling malas jika ditanya orang “agama km apa?”, menurut saya.. saya lebih yakin terhadap kepercayaan yg susah dideskripsikan pd diri saya, bukan sekat agama yg dogmatis.
    dan alasan ditulisnya agama di KTP adalah agar bisa mendapat THR tiap tahun. Alasan yang menurut saya dangkal sekali…

  2. Iya sih… tapi misalkan kalo di Indonesia, ada orang mati tergeletak di pinggir jalan, korban tabrak lari, telah diumumkan tapi tidak ada yang mengkalim bahwa itu teman atau saudaranya, maka disini penting sekali kolom agama diisi. Apakah nantinya mayat itu mau dishalatkan secara Islam, dibakar secara Hindu atau Konghucu, dikirimh ke gereja atau buang saja ke laut (kalau mayatnya orang ateis)🙂

    • Yang saya tahu, kalau ada kasus kematian orang tidak diketahui identitasnya, tubuhnya akan dikubur tanpa tata cara agama tertentru, dan makamnya ditandai sebagai “orang tak dikenal”. Yang jelas, sebagai manusia yang beradab, tidak akan membuang mayatnya ke laut begitu saja, Pertanyaan saya (meskipun saya bukan ateis), apakah orang yang mengaku beragama akan tega memperlakukan jasad orang yang, katakanlah, mengaku ateis, atau kolom agamanya di KTP kosong, dengan membuang mayatnya ke laut begitu saja?

    • Ada-ada aja Akangarul ini.

      Di KTP ‘kan ada alamatnya. Ketemu mayat tak dikenal tapi ada KTPnya, yang dilihat dong alamatnya, penduduk kelurahan mana, cari keluarga/tetangganya.

      Alamatnya ngaco? Di alamat tertulis di KTP enggak ada yang kenal sama mayatnya? Ya kalo alamatnya aja ngaco, apalagi agamanya. Kalo ditulis di KTP agamanya Kristen padahal dia Islam, gimana? Sudah dikuburkan secara Kristen, tapi ternyata orangnya Islam gimana? Apa jadi enggak bisa masuk surga Islam? Enggak apa ‘kan. Bisa masuk surga Katolik.

      Emang penting gitu buat yang mati dia dikuburkan secara agama apa? Yang penting ‘kan buat yang ditinggal, buat keluarganya, buat yang berduka. Kalo umat Islam merasa wajib mengurusi mayat tak dikenal karena itu adalah fardhu kifayah, ya solatkanlah semua mayat tak dikenal yang tak diakui keluarga/tetangga/handai-taulannya. Biar kalo ternyata orangnya betulan Islam, maka tata cara penguburannya sudah memenuhi syarat.

      Kalau pun ternyata mayat tak dikenal ini non-muslim, ateis, atau kafir, toh yang mendoakan dan menyolatkan enggak kena dosa juga kok. ‘Kan enggak tahu. Enggak bisa disalahin. Daripada ternyata Islam tak disolatkan dan dikafani. Mending disolatkan walaupun ternyata salah agama. Manfaatnya lebih besar dari mudharotnya kok.

  3. @akangarul
    saya rasa tidak ada diperlukan pemakaman sesuai agama jika kasus nya seperti begitu, karna jika tidak ada yang mengklaim maupun mengenal korban. Maka satu”nya jalan untuk memakamkan nya adalah dengan pemakaman tanpa melihat agama, seperti dibuang ke laut, atau pun dikubur dalam tanah seperti biasa tanpa ada upacara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s